NovelToon NovelToon
Black Pearl

Black Pearl

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Duda / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mayu Assanna

Masih tahap revisi PUEBI 🙏

Andy Frederica, seorang mahasiswi magang di sebuah perusahaan multinasional. Suatu hari, ia harus berurusan dengan seorang presdir dingin yang sudah memiliki seorang istri.

Takdir mempertemukan mereka terus-menerus dan membuat Andy masuk lebih jauh ke kehidupan pribadi sang presdir. Mampukah ia bertahan dari jeratan cinta yang kapan saja bisa mengambil alih pikiran logisnya? Lantas, bagaimana dengan istri sang presdir?

"Ini bukan sembarang cincin. Bukan cincin pertunangan ataupun pernikahan. Cincin ini adalah simbol kalau aku adalah pembantunya. Dia adalah majikanku. Jangan pernah jatuh cinta pada majikanmu!"

"Apa!"

"Narsis sekali dia bicara begitu. Memang ini bukan cincin pertunangan. Apalagi cincin pernikahan. Ikatan cincin ini lebih sakral karena ini adalah cincin perbudakan!"

[ Andy Frederica ]

Genre : Adult Romance, friendship, family
Setting : Jakarta, Indonesia
Alur : Maju
Status. : Tamat 124 Episode
Cover : Pinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayu Assanna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 : Hari Yang Kelabu

Hal terindah yang bisa kau dapatkan di pagi hari adalah ketika mendengar burung-burung melantunkan nyanyian syahdu dengan kicauan yang merdu. Dan saat tubuhmu terbalut udara dingin, senantiasa sang pemilik cahaya keemasan datang dari ufuk timur untuk menyelamatkan. Dengan segala kerendahan hatinya memberimu kehangatan.

Serta jari-jemari yang kaku bisa membelai mutiara pagi yang bertaburan di atas daun, embun. Bukankah itu adalah surga dunia yang nyata? Tetapi pagiku kali ini terasa berbeda.

Kugantungkan harapanku di pagi awal bulan Desember. Kuisi dengan kekuatan doa lalu kuselipkan keyakinan di dalamnya. Kedua belah telapak tanganku menyatu, terangkat sampai di bawah dagu.

'Aku memohon pada hari. Semoga pertolongan datang,' pintaku tulus dalam hati.

**

Perusahaan G.F Company.

Tepat pukul 9.00 pagi, aku sudah berdiri di depan pintu kantor HRD perusahaan G.F Company. Sejak setengah jam yang lalu aku menunggu di sana. Kecemasan yang kurasakan membuatku tidak bisa tidur sepanjang malam. Bahkan barang sedetik saja kedua mata ini tak mau terpejam. Lantas kuputuskan untuk berangkat bekerja lebih awal saja.

Sepuluh detik selanjutnya, staf HRD yang kunanti-nanti pun tiba. Ia adalah seorang pria paruh baya yang memakai kacamata. Berambut warna coklat muda dan pada sebahagiannya sudah beruban.

Pria itu menunjukan gelagat heran tatkala melihatku sedang berdiri di depan pintu ruangan kantornya. Sekali ia menaikan tangkai kacamata di atas batang hidungnya seraya menatap dengan tatapan jeli. Ingin melihat lebih jelas.

"Selamat pagi, Pak," sapaku lebih dulu diiringi anggukan singkat untuk memberi hormat.

Percakapan di antara kami pun terjadi di depan pintu masuk ruangan staf HRD.

"Kamu siapa?" tanya pria paruh baya itu. Suaranya berintonasi ramah.

"Saya Andy Frederica, Pak. Karyawan dari kantor bagian pemasaran."

"Tapi saya tidak pernah melihatmu. Kamu karyawan baru, ya?"

"Iya Pak. Saya karyawan magang di sini."

"Oh ... Begitu!" ujarnya disertai anggukan beberapa kali. "Jadi kamu ada perlu apa datang ke sini?"

"Maaf sebelumnya, Pak. Ada hal penting yang mau saya bicarakan dengan Bapak."

Aku memasang wajah memelas.

Staf HRD meneleng bingung. "Hal penting apa itu?"

"Pak, bisa tidak kita bicara di dalam ruangan Bapak saja? Saya merasa tidak enak kalau bicara di depan pintu seperti ini."

"Hhmm ... Baiklah."

Dehaman staf HRD menyetujui permintaanku. Untung saja sikapnya rendah hati. Tidak mengusirku lantaran sudah merepotkannya pagi-pagi begini.

Ceklek!

Suara nyaring tuas ditarik mengisi koridor kantor yang sepi. Pintu terbuka kemudian. Staf HRD tadi berjalan lebih dulu masuk ke dalam ruangan. Bergegas aku menyusul di belakangnya.

"Silakan duduk," ucapnya ramah usai meletakan tas kantor di dekat lemari arsip yang terbuat dari besi.

"Terima kasih, Pak."

Menuruti perintah atasan, aku lalu duduk di depan meja yang berhadapan langsung dengan staf HRD tersebut. Manik tua pria itu terus melihat dengan serius, membuatku tambah grogi.

"Kita sudah berada di dalam ruangan. Tadi apa yang ingin kamu katakan?"

Sejenak aku menunduk. Kutemukan jemariku saling bertaut gelisah di atas pangkuan. Hidungku menghirup napas dalam-dalam agar udara memenuhi rongga dada. Berharap keberanianku muncul setelah itu.

Kembali kuangkat kepala. Mulai bicara serius dengan staf HRD. "Begini Pak. Sebelumnya saya mau tanya. Apa di perusahaan ini karyawan boleh meminjam uang pada perusahaan?"

Kedua alis pria itu mengerut sebentar. Aku yang berada di depannya sudah cemas tidak karuan menunggu jawabannya. Tak berselang lama, pria itu pun menguraikan dengan sabar tentang kebijakan perusahaan.

"Hhmm ... Begini, perusahaan memang memiliki kebijakan untuk meminjamkan uang pada karyawan yang mempunyai kebutuhan mendesak. Tapi tidak boleh melebihi sepertiga gaji bulanan. Dan ada juga pinjaman berjangka dengan bunga rendah. Tapi itu pun hanya diberikan kepada karyawan yang sudah memenuhi syarat."

Antusias aku bertanya. "Syaratnya apa ya, Pak?"

"Harus karyawan berstatus tetap dengan masa kerja minimal satu tahun."

"Jadi kalau saya mau meminjam uang perusahaan, bagaimana Pak? Bisa tidak, ya?"

Embusan napas kasar pria paruh baya itu terdengar jelas. "Mohon maaf, Andy. Karena kamu adalah karyawan baru dan statusmu juga karyawan magang. Kamu tidak bisa meminjam uang perusahaan."

Nyes!

Seketika harapanku pupus.

"Maaf, bukan bermaksud membantah. Tapi saya sangat butuh uang, Pak. Sebenarnya Mama saya sakit dan harus dioperasi. Makanya saya memberanikan diri mau meminjam uang dari perusahaan."

Staf HRD tampak tetap tenang meladeniku yang sudah kelabakan sebab ditolak permohonan pinjam uangnya.

"Saya bersimpati pada Mamamu yang sakit, semoga beliau cepat sembuh. Tapi sekali lagi maaf. Ini sudah ketentuan perusahaan. Jadi saya tidak bisa membantumu."

Aku tertunduk lesu. Mataku mulai berkaca-kaca. Padahal sudah sembap bekas sisa tangisan tadi malam. Kutahan agar air mataku tidak jatuh lagi. Sedih dan kecewa, itulah yang kurasakan saat ini. Jalan ku gontai saat sudah keluar dari ruangan staf HRD menuju bagian divisi pemasaran.

Bukan karena lelah setelah setengah jam lebih berdiri cemas di depan ruangan kantor staf HRD, tetapi karena rencana awalku gagal. Bagaimana aku mendapatkan uang untuk membiayai pengobatan Mama.

'Aku harus tetap berjuang demi kesembuhan Mama.'

Di tengah jalan, saat aku berada di koridor.

"Selamat pagi, Presdir."

Kudengar beberapa karyawan di sekitarku mengucapkan sapaan yang ditujukan kepada pimpinan tertinggi perusahaan. Sekonyong-konyong kualihkan pandangan, mengedar ke sisi kiri dan kanan. Tampak beberapa karyawan tadi membungkuk hormat.

'Ada apa ini?' gumamku heran. 'Jangan-jangan ada Bos Besar!'

Cepat kupalingkan wajah ke belakang. Dan benar saja, sosok pimpinan tertinggi perusahaan itu memang berada di belakangku dan sedang berjalan ke arahku.

Bukannya ikut menyapa dan membungkuk, aku yang dilanda sikap terperangah alhasil diam seribu bahasa. Tidak sepatah kata pun keluar dari bibirku. Hanya terus mematung seraya melihatnya.

Mendapatkan hal setimpal, pimpinan tertinggi itu juga melihatku. Namun, tiba-tiba ia menghentikan langkahnya. Setelah kejadian waktu rapat tempo hari, sekarang pandangan kami untuk yang kedua kalinya bertemu.

'Apakah dia melihat kesedihan di mataku? Apakah dia tahu bagaimana situasiku hari ini? Mungkinkah dia datang untuk menyelamatkanku?'

Di saat isi kepalaku penuh buaian harapan, pria yang selalu berada di belakang sosok pimpinan tertinggi itu terlihat melambaikan tangan padaku. Lambaian tangannya memberi sebuah isyarat. Ya, orang itu menyuruhku untuk mundur ke sisi pinggir koridor.

Oh, ternyata aku sedang berdiri di tengah koridor dan menghalangi jalan si empunya perusahaan. Itulah sebab pimpinan tertinggi itu menghentikan laju langkahnya. Bukan karena dia adalah malaikat yang dikirim Tuhan untuk menyelamatkanku.

"Ma-maaf, Tuan. Aku tidak sengaja berdiri di tengah jalan."

Lekas kutundukan kepala dan berjalan mundur ke belakang. Memberi jalan yang lapang kepada pimpinan perusahaan. Pria berwajah dingin itu melanjutkan langkah lagi. Diiringi asistennya yang selalu mengekor di belakang.

Bunga-bunga bermandikan air hujan.

Ini wangi bunga-bunga setelah turun hujan. Lembut, dingin, tetapi juga menyejukan hati. Sudah tiga kali aku mencium wangi yang sama. Wangi ini melintasi hidungku saat pria berwajah dingin itu berjalan melewatiku. Dia berada di depanku. Dia berjalan lurus dan tidak berpaling.

Bisakah hanya sekadar menoleh ke kiri ataupun ke kanan untuk sesaat saja?

Tidak. Itu pun tidak dia lakukan. Sama sekali tidak mau melihatku lagi. Dari kejauhan, yang tampak hanya sisa punggungnya saja. Punggung dengan posisi tegak angkuh.

**

Ruangan Presiden Direktur.

Asland tiba di ruangannya. Ia pun bersemayam di kursi pimpinan yang nyaman. Manik mata birunya mengarah pada beberapa tumpukan dokumen di atas meja kerjanya yang mengkilap.

"Siapa dia?"

Pimpinan tertinggi itu bertanya hal yang jauh berbeda dari objek yang dilihatnya.

"Dia yang mana, Tuan?"

Karena belum memahami perkataan bosnya, Asisten June balik bertanya. Asisten June adalah orang terdekat Asland di perusahaan. Bisa dikatakan kalau pria itu adalah sekretaris pribadinya.

"Yang tadi berdiri di tengah jalan."

Lagi-lagi Asland bertanya tanpa melihat. Tangan kanannya mengambil sebuah dokumen lalu membuka sampulnya.

"Oh, sepertinya dia adalah karyawan baru di bagian pemasaran, Tuan. Dia pernah memberikan dokumen untuk Pak Rudy, direktur pemasaran saat rapat beberapa hari yang lalu."

"Hhmm...."

Hanya dehaman lemah yang Asland berikan sebagai ekspresi bahwa ia telah mengerti.

***

BERSAMBUNG...

1
Kiki Nurjanah
Luar biasa
shandy
thor aku kasih masukan dikit ya thor
andykqn udh di katai prlacur di maluin pas tmt orang ramai di katai pembantu
coba andynya tegas sedikit thor punya harga diri gitu
jangan mudah luluh lg dengan aslannya
Nunung Suwandari
ini novel thn 2022 dan aku baru baca sekarang 😊
Apa novel nya sudah direvisi yak ?
coz aku caba dikolom komentar banyak yg bingung sama alurnya 😅
Vivry Latif
Alur ceritanya Keren,Susah,senang,suka&duka semua campur aduk..moga ke depan semakin sukses dengan Karya2 lanjutannya Thor👏👍Semangat Sllu🙏🙏Slam dari NTT
Vivry Latif
Keren Ceritanya Thor👏💪💪Semangat Sllu buat Karya2 ke DepanNya.Slam kenal dari NTT🙏
Reni Ajja Dech
😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
neur
keren 😎😎
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
adegan ++ nya gak di tayangin..😂😂😂
IG : @mayu_assanna: susah di sini kk. kalo mau yg jelas di F-I-Z-Z-O. Nama pena mayu assanna judul novel play date. di situ author nulis pake mode kebablasan 🤭🤭
total 1 replies
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
mode malaikat nya keluar si alshad,,
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
alshad gak ada manis² nya..😅
serem² nagih yg modelan begini
Ning Eni
sangat bagus menurut saya krn wawasan luas dan ringan cerita ulasanya sederhana tapi tepat dan sangat receh komikasinya
bisa untuk d rekom pada teman untuk d bacz
kavena ayunda
karma tukang selingkuh untung kagak mampusss mampuss lebih baik sih menjijikan
Bhre Sandra
romantis...melted
🇮🇩⭕Nony kinoy❃hiat🇵🇸
Kwkwkw.. Mkn tuh sate jengkol, bole CEO mkn sate jengkol kwkwkw 🤣🤣🤣
Lucas
baguuuuusssss bnget cerita ini.....bener2 proses untuk mencintai seseorang....dan bener2 perjuangan untuk bisa bersatu....alurny seperti kehidupan sehari2.....😁😁😁
❄️ sin rui ❄️
ini kok dari bab sebelum2 nya banyak yg komen mamah andy2 mulu, tapi aku baca di beberapa bab sebelum nya gak ada pembahasan soal mama nya andy, apakah sudah di revisi atau giamna? udah gtu alur nya kok muter2 mulu sih thor
IG : @mayu_assanna: Iya Mbak sudah direvisi karena sebelumnya 1 Bab mencapai 3000 kata. Peraturan platform menyarankan 1 Bab 1000-2000 kata aja. Makanya direvisi. Tapi tetap gak mengurangi ataupun menghilangkan bagian-bagian cerita. Cerita ini masih lengkap seperti semula, cuma babnya aja yg nambah 🙏😊
total 1 replies
Bunda Azzahra
mampir thor😊😊😊
Lusiana Novitasari
penuh bawang🤭😢
Lusiana Novitasari
baca untuk yg kedua x nya🤭
Lusiana Novitasari
wkkk bangun datar🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!