Elena grishella ferland, putri pertama dari pasangan bima pratama ferland dan jessica putri wijaya.
Seorang dokter dingin tak tersentuh dan dipaksa menikah oleh orang tuanya demi perusahaan.
Bagaimana kisah elena setelah pernikahan itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie Ade Selpiyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 7
"Ka-kamu mau apa" ucap elena karena kevin mendekatkan wajahnya.
Elena berusaha melepaskan diri dari dekapan kevin, karena kevin semakin mendekatkan wajahnya.
"Lepas atau aku akan teriak kevin!" teriak elena.
"Kenapa sekarang kamu suka sekali berteriak" bisik kevin di telinga elena.
Elena diam tak menghiraukan perkataan kevin. Ia dengan sengaja menginjak keras kaki kevin, membuat kevin kesakitan dan melepas dekapannya.
"Sakit el" seru kevin mengangkat salah satu kakinya.
"Rasain" cibir elena lalu melangkah pergi ke ruang ganti.
*****
"Bagaimana kalau yang ini? Suka tidak?" Tanya kevin menunjukkan sepasang cincin bertahtakan berlian.
"Terserah, cepatlah aku tidak punya banyak waktu" jawab elena cuek tanpa menolehkan wajahnya.
"El" panggil kevin dengan kesal tapi tak dihiraukan elena yang sedang sibuk dengan ponselnya.
"El" panggil kevin lagi dengan meninggikan suaranya, tapi tetap tak dihiraukan elena.
Kevin yang sudah sangat kesal akhirnya mengambil ponsel elena.
"Kenapa kamu mengambil ponselku, cepat kembalikan" seru elena sambil mencoba mengambil ponselnya yang ada di tangan kevin.
Rahang kevin mengeras saat melihat layar ponsel elena yang menampilkan riwayat chat elena dengan revan.
Ya sedari tadi elena sedang berbalas pesan dengan revan, tentang pengunduran diri dan perjodohan yang di atur orang tuanya.
"Siapa revan?" tanya kevin dengan dingin menatap tajam elena.
"Siapa dia, bukan urusanmu" jawab elena tak kalah dingin, lalu mengambil ponselnya dari tangan kevin.
"Aku berhak tau karena kamu calon istriku"
"Aku tak pernah ingin menjadi istrimu" jawab elena cepat.
Kevin menghela napasnya kasar berusaha meredam emosinya.
"Ambilkan sepasang cincin pernikahan keluaran terbaru yang paling mahal" ucap kevin ke karyawan toko.
"Ini tuan" ucap karyawan toko menyerahkan sepasang cincin berlian.
"Saya ambil yang ini" ucap kevin sambil menyerahkan black cardnya.
*****
Selesai melakukan pembayaran kevin dan elena keluar dari toko perhiasan.
"Kita makan siang dulu" ajak kevin.
"Kamu saja, biar aku pulang naik taksi" sahut elena.
Belum sempat elena melangkah pergi, kevin dengan cepat menarik tangan elena memasuki salah satu restaurant yang ada di mall yang mereka kunjungi.
"Duduklah! jangan membantah!" tegas kevin setelah mereka di dalam restaurant.
"Dasar kevin sialan" umpat elena dalam hati.
"2 tenderloin steak dan 2 orange juice" ucap kevin.
"Aku tak suka itu, aku cowboy steak saja" ralat elena pada menu yang di pesan oleh kevin.
"Baik tunggu sebentar" ucap pelayan restaurant.
"Bukankah dulu kamu sangat suka" ujar kevin.
"Sekarang aku ga suka" sahut elena cepat.
"Apa kamu ingat tempat ini, dulu.."
"Aku ga ingat" sela elena cepat.
"Besok kamu bisa mulai bertugas di rumah sakitku, ruanganmu sudah di siapkan" ucap kevin menatap lekat wajah elena.
"Aku bisa bekerja di rumah sakit lain" sahut elena tanpa menatap kevin..
"Bisa tidak kamu tidak membantah ucapanku" ucap kevin.
Elena mencebikkan bibirnya mendengar perkataan kevin. "Dan bisa tidak kamu jangan seenaknya mengaturku" ucap elena dingin.
Tidak ada pembicaraan lagi di antara mereka berdua, mereka sibuk dengan ponsel masing-masing. Sampai kedatangan pelayan memecah keheningan di antara mereka.
"silahkan tuan, nona, selamat menikmati" ucap pelayan yang mengantarkan pesanan mereka.
"terima kasih" sahut kevin.
Saat mereka sedang menikmati makan siangnya, ada seseorang yang menghampiri meja mereka.
"Kevin"
Tbc
Dukung author dengan vote, like dan koment.