NovelToon NovelToon
Bu Dokter! Love Me Please!

Bu Dokter! Love Me Please!

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Dokter / Tamat
Popularitas:298.3k
Nilai: 5
Nama Author: milamili

Bu Dokter! I LOVE YOU

Tsabitha Mahliga dikejar tukang bangunan?

Kandasnya jalinan asmaranya dengan sang kekasih membuat Bitha lebih memilih untuk menikmati waktunya ketimbang pusing memikirkan sesuatu yang rumit seperti percintaan.

Tak ada yang menyangka jika pertemuan tak sengajanya dengan orang itu malah membuat ketenangannya kembali terusik.

"Aaamiiiinnnn!!!!!!!."

"Mbak, buka mulut jangan lebar-lebar!."

Yuk ikuti kisah singkat perjalanan mereka.
Tidak ada konflik berat ya!.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon milamili, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. Gratisan

7.🐌

Pukul 09.15, Bitha bersiap menuju rumah sakit setelah menyelesaikan pekerjaan rumahnya.

Sebuah panggilan telepon terlihat dimonitor dashboard hatchbacknya.

📲kak?!

📱ya?!"

📲kapan pulang?!"

📱belum tau, kenapa?

📲kak manda, anaknya tante linda nikah."

Terdengar sekali dari suaranya jika dia malas untuk berbicara. Si cowok judes, meski tampan tapi mulutnya sangatlah pedas.

Tuuttt...

Tuuuttt...

Bitha tertawa setelah panggilan diputuskan sepihak, siapa lagi pelakunya jika bukan Bian sendiri.

"Gemes banget deh sama kamu Bi!." Ucapnya dengan senyum lebar

.

.

Bitha memarkirkan mobilnya bersama karyawan lain. Mengambil keperluannya seperti tas dan beberapa map berisi catatan yang ia letakan di jok penumpang.

Alangkah terkejutnya saat ia berbalik dan mendapati Azam tengah bersandar manis di pintu belakang hatchbacknya.

ASTAGFIRULLAH!!!

jeritnya tertahan!

"Kamu ngapain disini!?." Tanya Bitha guna meredam kegugupannya

"Gak papa, nungguin kamu!." Ucapnya manis

"Gak ada kerjaan lain gitu!?."

Bitha melirik tak suka pada Azam apalagi teringat perkataan mantan istrinya yang terdengar seperti ejekan.

"Baru selesai!." Masih dengan tersenyum

Bitha nampak sibuk dengan jam dipergelangan tangannya.

"Sory, aku duluan!." Ucapnya tak lagi menghiraukan keberadaan Azam yang tengah mengikutinya dari belakang.

Bitha masih belum menyadari keberadaan Azam Prawira yang telah berstatus karyawan di rumah sakit yang sama.

Sebab ia memang tidak pernah ambil pusing dengan urusan pria itu setelah menyia-nyiakan dirinya. Kepo? Itu manusiawi!. Tapi ia tidak sampai bergelut mencari berita tentang si A dan si B. Baginya cukup sekali disakiti oleh pria yang sama.

Bukan kah rasa sakit itu akan bertambah kala kita terus mencari tahu tentangnya?. Jalan terbaik telah tersedia didepan mata, untuk apa berbalik jika hanya mendapat rasa sakit yang sama. Toh hubungan mereka belum sampai ke jenjang pernikahan.

.

.

Jadwal visitnya telah rampung, tinggal menunggu jam praktek pukul 14.20 sore nanti,

Bitha beriringan dengan Marsya di loby. Seorang dokter anak yang mendapat jam praktek hampir bersamaan dengannya.

Mereka memutuskan untuk makan diluar, ajakan Marsya menjadi moodbooster untuk dirinya di waktu siang menjelang sore ini.

Kedua wanita itu tengah duduk santai disebuah resto vegetarian yang letaknya bersebelahan dengan kantor Sarah.

Sembari menunggu pesanan, Bitha dan Marsya terlihat asik membicarakan resto tempat mereka berada sekarang. Resto yang tergolong baru namun santer dibicarakan karena menunya yang tak kalah nikmat dengan restoran berbintang serta harganya yang bersahabat.

Bitha mengedarkan pandangan matanya menatap ke sekeliling. Posisinya yang tepat berada di sebelah dinding kaca membuatnya tampak kontras karena tunik yang ia kenakan berwarna softpink lengkap dengan pasmina dan celana bahan yang senada.

Merasa seperti diperhatikan oleh seseorang, Bitha memicingkan matanya agar nampak jelas kala pria itu juga menatapnya dari kejauhan!.

Apa yang dilihat seperti sebuah ilusi. Bitha melihat Alex tengah duduk disalah satu meja dengan dua orang pria dihadapannya.

'Apaan sih aku?! Berasa mimpi'. Gumamnya

Pasalnya tadi pagi ia mengantarkan pria menyebalkan itu ke lokasi pembangunan, dan sekarang kenapa harus bertemu lagi dengan wajah yang sama? batinnya.

Bitha beralih tempat duduk, yang tadinya berhadapan dengan marsya berpindah menjadi disebelahnya dengan posisi mengarah kedinding kaca.

"Kenapa Bith?!."

"Ah?, oh!. Gak papa!. Pengen liat keluar aja kayaknya lebih asik." Ucapnya sembari tersenyum lebar.

Tigapuluh menit berlalu dan keduanya telah selesai dengan makan siangnya.

Bitha dan Marsya hendak membayar namun seorang pramusaji mengatakan jika makanan mereka telah dibayar oleh seseorang.

Dua wanita itupun saling pandang.

" makasih ya mbak!." Ucap Marsya kepada penjaga kasir tadi.

...

Di atas JPO keduanya saling melempar tuduhan.

"Kira - kira siapa yang bayarin Bith?!."

"Secret admirer kamu kali!?." Sembari menggedigkan kedua bahunya.

"Widiihh...!, bisa habis tu orang dibombardir sama laki ku!." Sarkasnya

"Terus siapa!?."

"Fans kamu kali ya!?."

"Udah ah lupain. Anggap aja dia kebanyakan duit!."

"Iya juga sih!. Ngapain pusing!. Kan kita gak minta ya?!. Hahaha..." mereka tertawa bersama.

Dari balik kaca ruang kerjanya, Azam menatap Bitha tengah tertawa lepas bersama temannya saat memasuki pekarangan rumah sakit.

Sesal tiada akhir yang ia rasakan. Jika saja menggadaikan seluruh tenaganya bisa mengembalikan wanita itu kepelukannya maka ia tak akan segan melakukannya.

Ibarat nasi sudah menjadi bubur. Namun ia masih akan tetap berusaha sebelum orang lain mengucapkan namanya dalam Akad.

.

.

Herland Alexander tengah menikmati waktunya di kediaman sang adik yang berada di pusat kota.

Adik kandung Alex adalah wanita pemilik toko roti 'H&R Cake' sedangkan suaminya merupakan pengusaha kuliner berkonsep vegetarian.

Alex tampak asik bermain bersama dua orang bocah laki - laki berusia lima dan tiga tahun di pinggir kolam renang.

"Kak!. gimana rasanya nguli?!." Ledeknya

"Greget bangettt!!."

"Itu sih begayaan!. Gak bisa aja pake sok pro segala!."

"Kamu aja yang gak tau kerjaanku disana gimana!."

"Gimana emang?!."

"Ongkang kaki laaahh!!. Memang mau ngapain?! Baru pegang ember aja mandornya udah megang kepala!." Keduanya tergelak karena pengakuan Alex

"lagian kenapa juga sih harus ikutan nimbrung gitu!?." tanyanya sedikit sewot

"loh!. kan aku mencoba untuk merealisasikan perkataan orang, yang katanya bangun rumah dengan tenaga sendiri itu lebih terasa nikmat nantinya." ucap Alex dengan membusungkan dada

"Gini nih kalo otak kebanyakan mikir! henk!. Terus luka kamu?!."

"Udah sembuh sempurna sih tadi kata dokternya!."

"Makanya kalo udah umur itu inget-inget!. Jangan pecicilan." Cibirnya

"Sembrono!!. Umur boleh nambah, tapi jiwa tetep muda donk!."

"Idiiihhh,,, PeDe sekali anda pak!!."

"Mama kapan mau kesini?!." Tanyanya

"Gak bakal kesini kak kalo kamu belum nikah!."

"Seriusan ngomong gitu?!."

"Ya iyalaaaahhhh!."

"Woles aja sih! Hahaha....!."

"Dasar!!, Apai Tuai lapuk!." (Sebutan paman oleh keponakan)

"Biarlah sajaaa!!! Aku tak mengapaaa........!!!."

"Pergi sono cari bini!. Kawinin sekalian, biar gak di diemin terus sama Mama!."

"Ngawinin sih gampang!. Nikahinnya yang berat!."

.......BYUUUURRR.......

Setelahnya ia langsung melompat ke kolam renang

"Gendeng!."

■■■■■■■■■■■■■■■■■■■

Beberapa hari ini Bitha sering mendapati paket roti dalam box dengan logo yang cukup terkenal di kota itu.

Tak ada nama pengirim, hanya sebuah tulisan 'selamat menikmati' yang tercantum dibalik kartu ucapan yang terdapat nama dirinya sebagai penerima.

"Siapa sih?." Gumamnya setelah menerima paket ke tiga kalinya dalam seminggu ini.

"Iihi, paket lagi...!. Oh senangnya hati ku, pagi-pagi dapet sarapan gratis!."

Sarah bernyanyi dengan riang dan gembira. Ia membuka sebungkus roti sisir yang terlihat sangat manis dan tampak nikmat jika ditemani dengan secangkir teh hangat.

"Udah, nikmati aja Bith!. Mayan buat sarapan pagi kan!."

Bitha hanya menatap malas sahabatnya yang tengah menyelupkan sepotong roti kedalam cangkir teh miliknya.

"Kali aja abis ini ada yang tiba-tiba dateng nganterin mahar, nah loh?!."

"Sar, kamu udah keramas belum?."

"Belum!. Kenapa emang?."

"Pantesan! Akibat pori-pori kepala kesumbat nih keknya, makanya ngawur!."

"Sialan!." Sarah melempar tisu bekas lap meja kearah Bitha

Bitha terbahak-bahak karena berhasil menggoda sahabat terbaiknya hingga tak kuasa untuk tidak berlari dari kejaran wanita yang belum keramas itu.

1
Titik Handayani
langsung cusssss dimari
Tuti Handayani
Buruk
Tuti Handayani
Kecewa
Eva Karmita
ikutan sedih baca surat alm beristirahatlah dengan tenang Azam 🤲😭
Eva Karmita
sedih + nyesek banget terharu kasihan 😭😭😭😭
ya oloh ya oloh.. 😂😂😂
wahhhh,, kalau next ada kisah bagas bisa rame nih??
atau si bian adik nya bita boleh juga thor di bikin kan novel nya juga🤭🤭🤭
Lia Yuhana
bagus cerita g bertele tele, pendek tapi berkesan
Dara
Kena deh aset berharga alex
MissHaluuu ❤🔚 "NingFitri"
ya ampun ᥬ🤣᭄ ᥬ🤣᭄ pengen ketawa, tpi dosa gak y 😄
ki_ra_ra Harahap
eakkkk
ki_ra_ra Harahap
ngakak sakit perut🤣🤣🤣🤣
ki_ra_ra Harahap
🤣🤣🤣
ki_ra_ra Harahap
lucunya🤣🤣🤣🤣
Kaguya
sedih😢
Kaguya
tragedi panjat pagar
Nurlaila Ginting
cuma 3 karyamu ya Thor, ini yg ke 3 aku bc dlm waktu 2 hr di sela2 tgs negara 😁, suka n super duper baper 😘
mila mili: ya ampun mak ndosah kebut2an napa?🤣
total 1 replies
Rafa Aqif
Yaaaa ALLAH....untung masi ttep d paporitt...jadi masi tau beritanya..tingkyuuu thor...
Ummi Salsabila
baca untuk yg ke 2 x nya..
Kenshin Hiimura
bagus nih.. baru nemu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!