NovelToon NovelToon
AKU, DIRIMU & DIRINYA

AKU, DIRIMU & DIRINYA

Status: tamat
Genre:Contest / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:388.7k
Nilai: 5
Nama Author: BundaDM

Kisah cinta segitiga antara Kakak, Adik dan teman se genk nya. Ditikung karena keadaan yang memaksa. Sanggupkah semua mempertahankan cinta sejatinya?.

laki-laki yang sangat high quality untuk dijadikan suami bertemu dengan wanita yang seusia adik bungsunya, dengan segala godaan yang menerpa, sanggupkah mereka bertahan?

Selamat membaca readers, semoga cerita sederhana ini bisa membawa kita lebih memahami apa yang terjadi disekitar kita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BundaDM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

* Departure 7, Duka menyapa

Sesampainya di Changi Airport, Fawaz sudah menunggu adiknya. kebetulan dia lagi jadwal libur terbang.

"Welcome my little brother" sambil memeluk Syaf.

"Bang ..Syaf mau ke toilet dulu ya, tolong jagain koper dulu"pinta Syaf.

Fawaz menunggu adiknya didepan toilet. Walaupun ini bukan kali pertama Syaf keluar negeri, tapi untuk kali ini kan beda, tujuannya untuk belajar, jadinya Fawaz merasa bertanggung jawab terhadap adiknya yang merantau seperti dia.

Setelah itu mereka mampir ke resto fast food karena Syaf lapar, Fawaz si bujang yang tinggal sendiri pun ga masak.

"Bang...nanti ajak Syaf keliling dulu ya .. biar tau daerah sini" kata Syaf antusias.

"Nanti deh, jangan sekarang. Abang cape banget, baru juga dini hari mendarat dari London. Abang mau tidur dulu..ngantuk" jawab Fawaz.

"Oke deh" ujar Syaf.

Tiada hari dilewati tanpa berchat ria dengan blue squad. Dan Syaf pun ga lupa bertukar kabar secara pribadi sama Zahra. Kalo abis chat sama Zahra, pasti Syaf tuh senyum-senyum sendirian.

"Woi....senyum-senyum sama HP, lagi telponan sama pacar ya?" tebak Fawaz.

"Apaan sih Bang"jawab Syaf sambil tersenyum.

"Sekolah dulu yg bener baru ntar kalo udah kerja, langsung ajak kawin aja ga usah pake pacaran" saran Fawaz.

"Ini juga lagi belajar Bang" kata Syaf.

"Siapa sih cewenya?" tanya Fawaz.

"Zahra...temen blue squad, yang dulu kita nonton basket bareng, yang makan bakso itu loh" jelas Syaf.

"Oh yang pake jilbab, terus anaknya kurus dan lumayan banyak omong ya?" terka Fawaz.

"Emang deh...Abang tuh daya ingatnya bagus banget" puji Syaf.

"Hahaha... Ga cocok kayanya deh Syaf, dia tipe rada sumeh, lah Lo sendiri minderan. Sebenarnya dia mencoba ceria, tapi mimiknya ga bisa bohong kalo banyak beban berat ada dikepalanya. Ribet kalo Lo sama yang model gitu, adanya perang dunia mulu, Lo kan ga sabaran, maksa dan suka ngatur" jelas Fawaz.

"Kok abang ngomong gitu sih, kaya kenal aja Zahra orang nya kaya gimana" ucap Syaf.

"Abang tuh udah banyak ketemu berbagai tipe cewe. Dia tuh tipe apa aja disimpan sendiri. Orang yang tertutup kaya gitu, walaupun pintar ngomong tapi kadang krisis pede"tambah Fawaz.

"Kisah hidupnya ga seberuntung kita Bang. Dia harus cari uang dengan jualan sosis bakar sekedar buat ongkos sekolah keesokan harinya. Ibunya udah meninggal, Bapaknya hanya buruh serabutan. Adiknya juga masih kelas 6 SD sekarang" cerita Syaf.

"Oh sorry.. Abang ga tau...tapi Syaf yang lagi Lo rasain ini lebih ke iba daripada cinta. Lo masih muda, nanti semakin banyak Lo kenal sama cewe, akan banyak pula Lo akan tau yang kaya gimana cocok sama Lo" saran Fawaz.

"Kita liat aja nanti Bang. Mudah-mudahan dia ga berubah sampe nanti Syaf jemput dia" angan Syaf.

Setiap hari, Fawaz diracuni cerita tentang Zahra oleh Syaf. Semua hal diceritakan sampe kadang bosan juga dengarnya.

Rafa udah mulai rekaman dengan grup bandnya. Rafa menjadi gitaris digrup band tersebut. Begitu dia lagi break mau cari makan, ga sengaja ketemu Zahra di label musik yang membawahi grup-grup band baru.

"Zahra" panggil Rafa.

"Hei Bang Rafa" jawab Zahra.

"Kerja disini?" tanya Rafa lagi.

"Ya Bang, Alhamdulillah begitu ijazah keluar terus melamar kerja disini eh diterima, hampir 2 bulan ini udah disini. Bang Rafa ngapain?" kata Zahra.

"Rekaman" jawab Rafa bangga.

"Alhamdulillah ya Bang.. akhirnya rekaman juga, semoga albumnya bisa diterima masyarakat ya" harap Zahra.

"Aamiin" jawab Rafa.

Zahra bekerja sebagai Asisten Road Manager untuk band-band baru berkaitan buat promo. Zahra Memang cekatan, apa aja bisa dikerjain. Jadi tim kerja pun merasa terbantu dengan kehadirannya.

Fawaz dapat off sampai 2 Minggu kedepan. Karena dia ga ada kerjaan selama 2 Minggu kedepan, akhirnya memutuskan buat pulang kampung ke Indonesia. Rindu rasanya sama tanah air, selama 2 tahun belakangan ini hanya dimampiri saat lebaran, itu juga karena dapat rute ke Indonesia.

Rafa sudah berjanji buat menjemputnya di Bandara Soekarno Hatta. Syaf ditinggal sendiri di Singapore karena ada ujian. Lagipula dia lagi menikmati jadi anak perantauan.

"Bang... gimana Syaf disana? udah hampir 5 bulan ya" Tanya Rafa.

"So far so good"jawab Fawaz.

"Bisa juga tuh anak Mama jauhan sama Mama" ledek Rafa.

"Udah gede lah pasti berubah. Tapi kuping rasanya cape denger cerita tentang Zahra mulu"adu Fawaz.

"Oh ya ngomong-ngomong tentang Zahra, baru inget kalo dia kerja di label tempat gw bernaung bro" ujar Rafa.

"Please deh jangan mulai cerita tentang Zahra lagi, cukup ya Syaf aja"pinta Fawaz.

"Syaf emang matanya jeli ya, dulu keliatannya biasa aja, eh sekarang tuh anak makin cakep Bang. Kali udah lumayan kali ya ,udah punya duit buat perawatan, kan dah kerja" ujar Rafa.

"No komen...." ucap Fawaz.

Dilihatnya ada kecelakaan jalan raya, tabrakan beruntun antara 2 mobil. Rafa menghentikan mobilnya dibahu jalan buat menolong. Petugas jalan tol dengan sigap mengatur lalu lintas agar tetap lancar. Banyak jatuh korban karena kedua mobil sarat akan penumpang.

Rafa dan Fawaz mempersilahkan korban dinaikkan ke mobil mereka untuk menuju rumah sakit terdekat. Seorang bapak setengah baya dan anak kecil tampak terluka hebat. Mereka didampingi seorang petugas jalan tol. Mobil bergerak menuju Rumah Sakit dekat pintu keluar tol. Keduanya pun ikut memindahkan korban dari mobil ke brankar.

Entah apa yang ada dihati Fawaz, rasanya enggan beranjak dari Rumah Sakit. Rasa iba terhadap para korban kecelakaan membuatnya memutuskan tetap bertahan disana.

Korban kecelakaan yang tadi dibawa Fawaz dinyatakan meninggal dunia. Anak laki-laki berusia 12 tahun dengan muka penuh dengan pecahan kaca mobil dan ada benturan dikepalanya yang menyebabkan terjadi pendarahan diotak. Sang Ayah masih bertarung nyawa di bed sebelahnya. Dengan luka robek di tangannya membuat banyak kehilangan darah.

Banyak suara isak tangis keluarga korban kecelakaan yang baru aja datang. Tiba-tiba telinga Fawaz tertuju pada teriakan histeris seorang wanita yang baru sampe pintu IGD. Wanita tersebut ditanya oleh petugas jalan tol dan ditunjukkan bilik keluarganya.

Tangisnya makin pecah tatkala melihat sang adik sudah berselimut kain hingga menutup bagian kepalanya. Hanya berselang 2 menit, wanita itu pun sudah kembali histeris karena Ayahnya pun ikut menyusul sang adik. Petugas jalan tol dan perawat sudah mencoba menenangkan, tapi tangisnya tetap makin kencang. Ketika dibimbing oleh perawat untuk keluar bilik, Rafa kaget karena dia kenal sama wanita yang menangis histeris itu.

"Zahra ... " kata Rafa sambil menghampiri Zahra yang mukanya udah ga karuan. Fawaz udah ga ingat kalo itu Zahra karena udah 2 tahun yang lalu ketemunya.

Rafa mencoba membujuk Zahra agar lebih tenang, tapi tetap aja Zahra meraung-raung di IGD. Fawaz melihat suasana kacau IGD ditambah tangisan Zahra yang jadi tontonan semua yang ada disana, segera ia menarik tangan Zahra untuk menjauh dari IGD dulu.

Rafa segera sigap membantu konsolidasi pengurusan jenazah Bapak dan adiknya Zahra. Rafa mengaku sebagai kerabat dari pasien. Ada berkas-berkasnya yang dia tandatangani untuk pengurusan jenazah.

"Ini minum dulu... biar agak tenang" kata Fawaz sambil menyerahkan sebotol air mineral. Zahra mengambil botol tersebut dan hanya memegangnya.

"Kematian emang pasti sulit kita terima, apalagi kondisi seperti ini. Tapi tangis kamu ga akan mengubah apapun. Kamu harus bisa kuat, banyak hal yang kamu harus urus. Pikirkan bagaimana memakamkan Bapak dan Adik kamu" ucap Fawaz dengan lembut.

"Bang .. akan segera dibawa pulang, tapi mau dimandikan di kafani dulu sesuai permintaan Abang tadi. Saran warga juga sebaiknya dipercepat aja, kebetulan ada Pa RW nya yang jadi korban kecelakaan, jadi sama warga sana sudah disiapkan buat pemakaman sekalian" jelas Rafa.

"Ada yang perlu dibayar?" tanya Fawaz.

"Untuk pertolongan pertama dan ambulance semua sudah diurus petugas jalan tol. Tapi untuk memandikan jenazah bayar Bang, tadi Rafa udah bayar 2 juta buat 2 jenazah" lanjut Rafa.

"Ya...nanti Abang ganti" ucap Fawaz.

"Gampanglah itu Bang" jawab Rafa.

Zahra masih aja menangis, mungkin karena udah sangat histeris, dia jatuh pingsan, dengan sigap Fawaz menangkap tubuhnya. Lalu membopongnya menuju mobil. Tubuh Zahra dimasukkan ke kursi tengah. Fawaz mengusapkan minyak angin yang tadi dibelinya diwarung depan Rumah Sakit, ke bagian kaki dan dahinya. Perlahan Zahra mulai sadar. Fawaz memberikan minum ke Zahra.

Rafa bergantian jagain Zahra dimobil. Fawaz masih mengurus kembali jenazah agar segera bisa dibawa pulang. Ga lupa Fawaz juga menelpon Mamanya untuk segera menuju rumah Zahra untuk menyiapkan segala sesuatunya disana.

Mama langsung menuju ke rumah Zahra yang tampak mulai rame oleh para warga yang sudah siap menyambut kedatangan jenazah. Jam 2 siang, jenazah sudah berada di rumah. Langsung Fawaz berkoordinasi sama RT setempat dan diputuskan ba'da ashar akan dimakamkan, keluarga Bapaknya Zahra pun udah datang. Mama tampak memeluk erat Zahra yang benar-benar masih shock. Papa yang tadi ikut pamit pulang duluan diantar Rafa karena ada keperluan. Beliau berpesan ke Mama untuk menemani Zahra dulu biar tenang.

Setelah pemakaman, Zahra masih tampak lemah, tubuhnya masih dalam dekapan Mama.

"Zahra...tabah ya nak... kamu anak yang kuat" kata Mama memberi semangat.

"Ra.. udah ga punya siapa-siapa Ma.." lirih Zahra berkata. Mama mengusap punggung Zahra.

1
nuanuan
diiiiiih.. kuntil
nuanuan
love u more
wakilin Zahra ya Thor
Bunda DM: boleh boleh boleh
total 1 replies
nuanuan
woyyyyy .. lemes bgt nih mulutnya Abang Rafa.. 🤣🤣
Lia Kiftia Usman
terima kasih bunda DM.... karya bunda DM selalu indah...u dinikmati dan dihayati.
Bunda DM: sama2
total 1 replies
Lia Kiftia Usman
Luar biasa
Bunda DM: Alhamdulillah
total 1 replies
Lia Kiftia Usman
mau baca ulang saya nih thor...
lanjuut
Bunda DM: monggo
total 1 replies
palupi
terimakasih 💕
Bunda DM: sama2
total 1 replies
Cila Oktavi
Luar biasa
Bunda DM: makasih
total 1 replies
Wili Hartini
membaca untuk kesekian kalinya, masih asyik dibaca 🥰
Bunda DM: Alhamdulillah
total 1 replies
Jasreena
klo g salah Tere ini katanya kabur dr rumah Krn mau d jodohin, trs d tolong in sm ma2 sampe skrg g nikah2.... gitu narasinya
Jasreena
laporin aja pasal penganiayaan dan perbuatan tidak menyenangkan...
Jasreena
kepikiran aja sih Thor Marda n the bear naek motor, bayangin nya geli sendiri...🤣🤣
Bunda DM: hehehe
total 1 replies
Jasreena
jujur sm Zahra keadaan d Singapore itu gmn...
Jasreena
klo perlu g usah pake apa2 dek.... biar Abang bisa lgsg
Jasreena
gpp bang buka aja bajunya, buka yg lain jg boleh adek mau liat...
Bunda DM: Ade yang mana dl nih😁
total 1 replies
Emi Wash
itu yg dibawah pd salah paham was... subuh baru tidur...
Bunda DM: hahaha
total 1 replies
Emi Wash
fawas.. ttp harus terus terang ke kel dn istri....
Bunda DM: harusnya
total 1 replies
Emi Wash
trus amelia siapa? jujur was... jangan bikin orang salah paham
Emi Wash
bund... syaf cariin cewek kek biar ga sensi, lagian sama ra kan ga ada komit apa2 syaf....
Bunda DM: namanya anak muda.. labil
total 1 replies
Emi Wash
syaf masih sewot aja... lagian zahra juga ga suka kamu kan.
Bunda DM: wajar Mak kalo dia sewot😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!