Bercerita tentang Bai Shinjie yang merupakan hacker nomor satu di Bumi, dengan otaknya yang pintar ia dapat berdiri dipuncak dunia teknologi.
Tak tahu kenapa berita tentang keberadaan sosok legendaris Bai Shinjie tiba tiba mengilang dari muka Bumi.
Semua mengira bahwa Bai Shinjie telah mati, tapi tak ada yang menyangka bahwa Bai Shinjie berpindah dunia ke Alam Kultivator.
Ingin tahu kelanjutannya? mari sama sama kita ikuti kisah petualangan Bai Shinjie di Alam Kultivator.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Drokonos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 7 : Kebenaran
"Bai Shinjie, sebaiknya kau menyerah saja, kau bukan lawanku"
"Apa kau tak takut kupermalukan nantinya?"
"Hanya seorang sampah yang baru saja mendapatkan soul spirit tak jelas kini sudah berani sombong didepanku yang punya soul spirit tingkat manusia 6"
"Bahahaha hanya soul spirit tingkat manusia 6 saja begitu sombong"
"Tentu saja, aku berhak sombong dihadapan orang yang soul spiritnya tak tahu apakah masuk jajaran soul spirit manusia apa tidak"
"Baiklah baiklah, mari lihat apakah soul spirit sampahku lebih buruk daripada soul spirit tingkat manusia 6 milikmu"
Lalu wasit bergegas menyatakan pertandingan penentuan dimulai, antara Bai Shinjie dan Ming Fan.
Segera setelah pertandingan dimulai Ming Fan unggul dalam pertandingan karena Shinjie hanya menghindar, ia tak menggunakan sendal jepitnya.
"Kenapa kau tidak mengeluarkan sendal mu itu?"
"Kau menggunakan pedang terus kenapa aku pakai sendal?"
"Kalau begitu keluarkan pedang mu"
"Kau yakin?"
"Sangat yakin, tak mungkin sampah dapat mengungguliku dalam seni berpedang"
"Baiklah, sampah ini akan memperlihatkanmu bagaimana menggunakan pedang dengan baik dan benar"
Shinjie mengambil langkah mundur menjauh dari Ming Fan lalu menggunakan soul spiritnya.
{Ciptakan Seribu Pedang} 100 ribu poin terpakai
Sekejap muncul seribu pedang didepan Shinjie.
Shinjie menggerakkan tangannya ke arah tumpukan pedang itu.
"Puppet God's Controling gerakan pertama, Control"
Sekejap pedang yang tadinya berbaring kini terbang disekeliling Shinjie.
Ujung pedang mengarah kepada Ming Fan, hal itu mengejutkan semua yang menyaksikan, pasalnya pedang pedang itu hanyalah pedang biasa bukan pedang terbang.
"Skill macam apa itu? bahkan di Kekaisaran Violet aku tak pernah melihatnya" gumam Shasa
"Bagaimana Ming Fan? apakah kau masih ingin bertanding?" ledek Shinjie
"Cih, kau menggunakan keterampilan aneh dan pasti mengontrol seribu pedang itu menghabiskan banyak qi mu"
"Kau yakin? bahkan jika kita bertanding selama seharian penuh aku yakin aku masih dapat mengontrol seribu pedang ini"
"Aku malas beradu mulut denganmu, kau hanya katak dalam sumur, berpikir kau seorang jenius tiada tara padahal kau hanya orang biasa jika berada di kekaisaran yang lebih tinggi"
Lalu Shinjie menggerakkan tangannya mengarah kepada Ming Fan, lalu seribu pedang langsung mengejar Ming Fan.
Ming Fan berlari kesana kemari namun hal itu tak berpengaruh, seribu pedang masih tetap mengejarnya.
Ming Fan yang masih panik berlari ke arah Shinjie berharap pedang itu akan mengenai Shinjie sendiri.
Ketika sudah dekat dari Shinjie, Ming Fan tersenyum puas ia merasa sudah menang.
Kini hanya dua meter jarak antara Bai Shinjie dan Ming Fan namun Shinjie tersenyum tipis yang membuat Ming Fan merasa aneh.
Shinjie menendang perut Ming Fan, Ming Fan pun terpental ke arah pedang.
*Jleb Jleb Jleb
Ribuan pedang menusuk setiap inci tubuh Ming Fan dan membunuhnya seketika.
"Hahhh... sayang sekali jenius nomor satu generasi muda Kekaisaran Naga Perak mati disini, aku turut berduka cita" cengir Shinjie
Kaisar yang daritadi menahan amarahnya karena perilaku Shinjie pun tak bisa menahannya lagi.
"Bai Shinjie! apa salah mereka kepadamu sampai sampai kau mempermalukan dan bahkan membunuh di pertandingan ini!?"
"Yang mulia, kau masih bertanya apa salah mereka? mereka selalu menghinaku! memandangku dengan sebelah mata! kau pikir aku orang dungu yang hanya diam saja jika harga diriku dijatuhkan!?"
"Tapi apa memang perlu seperti ini!?"
"Kau hanya belum pernah merasakan perasaan yang ku alami! apa kau ingin merasakannya juga agar kau dapat mengerti!? baiklah! akan ku buat kau merasakan bagaimana rasanya menjadi sampah!"
※Menghilangkan Kultivasi dan Soul Spirit Kaisar Tian Ou※ 200 ribu poin terpakai
"Kini kau dapat merasakan bagaimana perasaan menjadi sampah"
"!?"
"Apa yang kau lakukan padaku!? bagaimana bisa kultivasiku selama ini hilang begitu saja!? d-d-dan soul spiritku! bagaimana itu bisa menghilang!?"
"Nikmatilah itu, kau selalu menutup matamu saat seorang sampah di kekaisaranmu dihina! kau tak peduli jika sampah di kekaisaranmu dipukuli dan dijauhi!"
"Aku sebenarnya tak ingin melakukan ini semua, namun kalian tak memberiku pilihan lain! ku harap kalian dapat berubah karena hal ini"
Shinjie turun dari panggung dan melompat ke arah Shasa.
"Hai gadis cantik, katanya kalau juara satu akan dijadikan murid Akademi Sky Imperial kan? kalau karena aku juara satunya kuharap kau memberiku waktu satu hari untuk berpamitan dengan ayahku, boleh?"
"Ba-baiklah, bawa aku kerumah mu"
"Tentu" Shinjie memperlihatkan senyum terbaiknya
Mereka turun dari tempat juri dan berjalan meninggalkan arena menuju kediaman Keluarga Bai.
'Nak, Kau benar benar sudah menjadi seseorang aku bangga padamu' Senyum Obu terlihat jelas diwajahnya
Arena menjadi begitu sunyi karena kini sang kaisar tengah marah besar.
Ia menjadi sampah dalam sekejap karena orang yang dulu tak dipedulikannya karena ia adalah seorang sampah yang tak berharga mengubahnya menjadi sampah juga.
-
Shinjie dan Shasa sampai didepan kediaman Keluarga Bai, didepan gerbang mereka dihadang oleh saudara suadara Shinjie dari Keluarga Bai.
"Oi sampah, masih berani kau pulang setelah mempermalukan Keluarga Bai di pertandingan generasi muda? kami yakin kau baru babak pertama sudah kalah!"
"Kau sialan, mau ditaruh dimana muka kami nanti ketika keluar dan orang orang mengetahui kalau kami dari Keluarga Bai!?"
Banyak hinaan diterima Shinjie, ketika ingin membalasnya, Shasa maju didepan Shinjie.
"Apa maksud kalian? Shinjie adalah juara satu pertandingan generasi muda Kekaisaran Naga Perak!"
"Woah... Lihat dia, pulang pulang bawa seorang gadis cantik, hey gadis! apa kau pacarnya Shinjie? ia adalah sampah! lebih baik kau bersamaku saja Bai Dan jenius Keluarga Bai!"
"Si-siapa yang pacarnya!"
Shasa melambaikan tangannya dan membuat orang yang menghalangi mereka terpental menjauh.
Shinjie yang mendengar tadi Shasa gugup mencoba menggodanya.
"Kenapa barusan kau menjawabnya gugup? apa kau menyukaiku?" goda Shinjie
"Si-siapa yang menyukaimu!? m-menjauh dariku!"
"Pffttt! haha baiklah baiklah cantik"
Orang yang menghalangi mereka tadi kini berdiri kembali dan terlihat marah.
"Kalian...! akan ku adukan kelian kepada tetua!"
Bai Dan dan yang lainnya berlari ke aula Keluarga Bai dan mengadukan semuanya, tapi mereka menambahkan sedikit kebohongan didalamnya.
Ketika Shinjie dan Shasa masuk kedalam aula Keluarga Bai, mereka berdua tak menunjukkan sedikitpun rasa hormat kepada tetua Keluarga Bai.
Mereka berjalan lurus menuju patriark Keluarga Bai atau Bai Juan.
"Ayah aku kemari ingin mengabarkan sesuatu padamu, sekaligus aku ingin berpamitan"
"Mau kemana kau nak?"
"Palingan ia akan pergi berkelana dengan gadis jal*ngnya itu" sela Bai Dan
Shasa yang mendengar itu sangat marah karena dibilang seorang jal*ng.
Shasa melepaskan aura kultivator ranah Amethyst 8, semua orang yang berada disana merasakan tekanan yang begitu berat dan merasakan nafas mereka sesak.
Shinjie yang melihat itu langsung memukul kepala Shasa.
"Aww!... Kenapa kau memukul kepalaku!?"
"Apa kau mau membunuh ayahku yang akan menjadi ayahmu juga!?"
"Si-siapa yang akan menjadi ayahku juga!"
"Apa kau yakin?"
"Ntahlah" gumam Shasa dengan wajah memerah
Shinjie tertawa kecil lalu berbalik melihat ayahnya dan menjelaskan semuanya.
"Ayah, perkenalkan dia Xiao Shasa, murid ini Akademi Sky Imperial di Kekaisaran Violet, sekaligus nanti akan menjadi menantumu"
Mendengar itu semua terkejut karena identitas gadis disebelah Shinjie, namun berbeda dengan yang lainnya Shasa memerah dan menutup wajahnya karena malu.
Sebenarnya Shinjie hanya iseng menggodanya, tapi siapa sangka jika ia akan mendapatkan jackpot seorang gadis cantik dengan latar belakang kuat seperti Xiao Shasa
"Ji-jika kau terus menggodaku mungkin aku akan jatuh ke pelukan setan"
"Hahaha kalau begitu akan kugoda terus"
"Shi-Shinjie kita harus serius sekarang, tak ada waktu lagi kumohon"
Melihat itu Shinjie menyudahi hobinya itu dan melanjutkan obrolannya dengan Bai Juan.
"Ayah aku akan pergi ke Kekaisaran Violet untuk menjadi murid Akademi Sky Imperial"
...----------------...
Terima kasih sudah baca!~
Jangan lupa tombol Favorite dan Likenya!~
🔥🔥🔥
gegara dipakai oleh Bai Shinjie sebagai senjata utamanya