NovelToon NovelToon
(Sedang Revisi)Rosalinda

(Sedang Revisi)Rosalinda

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:40.9k
Nilai: 5
Nama Author: rozh

Hanan Arsman, Laki-laki baik yang telah menikahiku, membuatku nyaman dan aman, namun hatiku masih mencintai yang lain.

Seorang pria bernama Izqian Abraham.
Ia cinta pertamaku yang telah membuat sejuta kenangan dalam hidupku.

Butuh waktu bertahun-tahun aku melepaskan semua perasaanku padanya, namun gagal. Padahal aku telah terikat dengan sebuah tali pernikahan.

Aku mencintainya dan nyaman bersamamu. Maaf, aku tak bisa menahan hati dari rasa.

Apakah ini yang disebut Karma? Setelah aku berikrar sumpah janji cinta, ujian pernikahanku pun datang...

Bertahun-tahun, Kami berusaha agar memiliki buah hati. Apakah kami akan memilikinya? Ataukah kekandasan pernikahan yang ku dapat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rozh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pamer Tampang

Doaarrrr!!! Jantungku seolah meledak, mataku melotot saking terkejutnya. Apa yang aku dengar barusan? Apa ini halusinasi ku?

Aku terdiam, dan suasana pun menjadi hening seketika, hanya terdengar suara hembusan angin dan deru nafasku, serta gelak tawa orang di meja-meja yang lain.

“Kamu gak usah jawab sekarang, aku bisa menunggu kok, kapan kamu bisa menjawabnya.” ucapnya lagi.

Tak lama, Filya dan Revan pun datang menemui kami. “Gimana?” tanya Revand yang baru datang merangkul bahu pemuda yang berada di depanku. Filya pun juga langsung duduk di sampingku.

“Gak gimana-gimana, kami sudah selesai makan, dan sudah kenyang, kami nungguin kalian.” jawab pemuda itu dengan wajah seperti biasa.

Filya menatapku cukup lama. Aku yakin, wajah ku sudah berubah bentuk dari biasanya, di mulai dari kecanggungan yang terasa, karena aku barusan di tembak cinta pemuda ini.

“Ayo, kita pulang. Udah mau magrib nih!" ajak Revand. Lalu kami semua pulang.

Di sepanjang jalan, kami hanya diam tanpa kata. Setidaknya, tadi saat pergi ke rumah sakit, Dia ada berkata satu atau dua kata. Sekarang, dia diam seperti patung, seolah Dia tukang ojek.

“Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus melompat dari motornya, ataukah aku telfon keluargaku, atau Boy teman kecilku untuk menjemput ku?” Aku berkata dalam hati.

Azan Magrib sudah berkumandang, kami masih dalam perjalanan pulang. “Aku agak ngebut, gak apa-apa, ya? Soalnya, sudah magrib." Itu suara pertama yang aku dengar sejak pulang dari Caffe Ceria tadi.

“Iya, gak apa-apa, Kak." jawab ku.

Lalu, Ia melajukan motornya dengan cepat sampai di rumah ku. “Balik dulu, ya.” ucapnya, setelah aku turun dari motornya.

“Makasih banyak ya, Kak.” jawab ku. Lalu, ia membalasnya dengan mengangguk dan tersenyum, kemudian melajukan motornya pergi.

“Huft!!!” Aku menghela nafasku panjang. Kemudian masuk ke dalam rumah.

Pletak! Belum masuk ke dalam rumah, keningku sudah di sambut dengan jitakan oleh Uncu. “Masuk rumah itu baca salam!!” Ia memelototi aku, sembari berkacak pinggang.

“Iya. Assalamu'alaikum.” ucap ku, sambil mengelus keningku yang perih.

“Wa'alaikumsalam. Sana, sholat magrib dulu, terus ngaji, jangan main handphone." ucap Uncu, langsung memasukkan tangannya ke kantong celana ku.

“Uncu, geli!” pekik ku.

“Sini Handphone mu!”

“Buat apa sih Uncu?” protes ku tak terima. Namun, terpaksa mengeluarkan Handphone Nokia 1100 milikku dan memberikannya pada Uncu, si Tante cerewet.

Pagi hari.

Pakaian sekolahku di rapikan oleh Uncu. Dan Ibuku sedang menyiapkan sarapan untukku.

“Bu, sampai kapan Ros itu dimanja? Biarkan saja dia ambil sarapan sendiri. Kamu juga Sil, Ros itu sudah besar, dia bisa memakai pakaian sendiri.” Ayahku akan protes setiap pagi. Menceramahi Ibu dan Uncu yang memanjakanku.

“Ros sering gak rapi, Bang. Dia kan perempuan, harus terlihat feminim dan cantik.” Uncu membela diri, sedangkan Ibuku hanya tersenyum kecil.

Uncu sekarang sedang menyisir rambut pendekku, setelah merapikan bajuku.

“Ah, kalian berdua ini. Susah di kasih tau. Kalau kalian manjakan seperti itu, kapan dia bisa mandiri.” sungut Ayah. Lalu, ayah pergi keluar membawa segelas kopinya menuju teras.

“Mau pakai hijab yang mana hari ini?” Uncu membawa 2 buah hijab berwarna putih ke hadapanku.

“Gak tau, terserah Uncu aja.” jawabku.

Aku memang tak peduli. Aku bukan tipe wanita yang memakai hijab. Aku memakai hijab karena peraturan di Sumatera Barat, menganjurkan setiap Sekolah Negri memakai hijab. Hanya itu saja, termasuk Sekolah Menengah Atas ku.

Uncu memasangkan hijabku. Merapikannya, memberikan peniti dan Bros. Intinya, aku hanya melihat saja di depan cermin.

“Sudah. Oooooh, cantiknyaaa, Anak Gadis Uncu.” ucapnya dengan mata berbinar, bangga akan karyanya sendiri yang telah meriasku sesukanya.

“Ibu, Uncu...” Suara panggilan yang sangat Aku kenal. Itu adalah suara teman kecilku, Boy.

“Uncu, masih lama gak, Boy sudah datang nih.”

“Iya, ini dah selesai.”

Setelah selesai, dengan cepat aku mengambil kotak bekal yang telah di siapkan Ibu. Lalu, menemui Boy. Pemuda itu selalu tersenyum dan menatapku cukup lama setiap pagi.

Aku cepat menariknya keluar. “Ayo cepat!!” ucapku.

Boy pun menuruti nya, dan seperti biasa, Aku akan meminta berhenti di tengah jalan, menghapus lipstik tipis yang di oles oleh Uncu, dan membuka bros hijab yang bermotif bunga-bunga pink itu.

“Ros.” Panggil Boy lembut. “Apa?” jawabku.

“Sebenarnya, kamu sangat cantik kok seperti itu...” ucap Boy pelan.

“Apa maksudmu, kau mengejekku? Huh!!” Ku pukul kepala Boy membabi buta.

“Aduh, aduh, sakit Ros. Aku bercanda, bercanda!! ” pekik Boy menghindari pukulan ku yang ke sekian kalinya ke arah kepalanya.

Boy menapatku kembali setelah aku hapus riasan wajah dan ku simpan semua aksesoris yang di pakai Uncu di hijabku tadi. Sekarang hijab ini menjadi putih polos yang ku ikat ke belakang.

“Apa lihat-lihat? Ayo cepat, nanti kita telat.”

“Iya, iya, preman.” jawabnya sembari berdecih. “Preman galuak.” ucapnya pelan sambil terkekeh, namun aku mendengarnya.

“Kau mengejekku lagi Boy!” ku jewer telinganya dengan kuat.

Ya, begitulah keseharian ku dengannya. Hampir setiap saat, Boy membuatku jengkel, namun dia tidak pernah jera, entah berapa kali aku memukul dan menjewernya dalam sehari.

Kami pun melanjutkan perjalanan ke sekolah. Tak lama, kami pun sampai. Seperti biasa, belajar dengan banyaknya tugas yang diberikan oleh guru.

Aku benar-benar merasa lelah untuk belajar, aku hanya ingin bermain, berkumpul dan bersenda gurau, seperti jam Istrihat dan jam pulang.

Bel pulang pun berbunyi, Boy sudah bersiap menungguku di depan pintu kelas, karena Aku dan Dia berbeda kelas. “Ros, Nanti pulang bareng aku ya, suruh aja Boy pulang duluan.” ucap Filya berbisik padaku, setelah ia melihat Boy menungguku di luar.

“Apa hubungannya menyuruh Boy pulang dengan pulang bareng? Palingan kamu pulang nanti sama Revand. Jadi, aku pulang sama Boy, kan barengan tuh!”

“Bukan begitu maksudku.”

“Lalu apa?” tanyaku bingung.

“Tuh, lihat keluar deh.” ucap Filya, sembari menunjuk keluar dengan sorot matanya, tangannya masih sibuk berkemas. Mengemasi alat-alat tulis ke dalam tas.

Aku melihat ke luar.

Duaarrr!!! Ada pemuda yang menyatakan cinta kemarin sore di depan pintu kelasku bersama Revand.

Deg! Deg! Deg! Jantungku berpacu begitu dahsyat, Aku ragu dengan jantung dan hatiku sekarang, bahkan otakku, apakah sekarang organ tubuhku tidak bekerja dengan baik? Tubuhku terasa aneh. Rasanya, wajahku menjadi panas.

“Ya Tuhan, kenapa pria itu ke sini sih?” Aku bergumam dalam hati.

Bisik-bisik mulai terdengar dari sudut meja sana, mata-mata para wanita di dalam kelasku tertuju pada pria yang mengatakan cinta padaku kemarin sore.

“Ah, Dasar!!! Maksudnya pamer tampang gitu?”

Ya, aku tau. Kalau pemuda itu sangat populer di sekolah ini. Perempuan mana yang tak suka dengan ketampanannya. Aku pun mengakui ketampanannya.

1
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
rancak bana 👍
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
mande pun kini tiado... 😭😭😭
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
umur segitu belum tua Ros. ponakan ku aja ada yang nikah umur 32tahun dan istrinya 23tahun.
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
😭😭😭😭😭
pada saat aku menikah, sudah tidak ada Abak disampingku, sanak..., hiks hiks 😰😰😰
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
jiahahaa, ngakak akuh 😂🤣🤣🤣🤣🤭🤭
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
mantap pakpeng 👍👍👍
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
mingkem Ros, mingkem... 😁
mingkem ngomong Minang nyo apo yo sanak, hehehe 🤭🤭
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
kamu sudah ketemu Ros, sama orangnya. rancak bana. oke lho orang nya. kalo kau enggak mau, buat ku sajalah, wkwkwk 🤣🤣🤣
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
ngeliat uni Ros dah mulai nulis lagi, lari deh ambo ka siko👍👍👍
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
panggilan iyak di tempat aku, untuk level nenek lho uni. beda ya.
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
tu khan, emang enak disindir, wkwkwk 😂😂🤣🤣🤣
Rozh: ahahh. sip, mokasih do'anyo...😚
total 3 replies
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
kayaknya orang yang ros kerjain tadi, adalah orang yang akan dijodohkan dengan ros. dan sekarang pun malah tidak sengaja bertabrakan.
ondee mande... dunia saleba telapak tangan, he-he-he 😆
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
jangan-jangan itu jodohmu ros 🤣🤣🤣🤣🤣
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
duhh 🤦🏻🤦🏻🤦🏻🙈... keluar pula kata keramat mah
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
uni Ros, salam kenal dari rang rantau yo 🙏

singgah di sini kitah ❤️
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693: iyo uni, salasai kan lah, biar nggak bikin penasaran. nanti kito lanjut baco☺️
semangat yo uni 👏👏💪👍
total 2 replies
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
Amak... Abak... 😭😭😭😭😭
Al-fatihah untuk Amak dan Abak
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
ondee mande...
kampuang nan jauah di mato
salken author 👍🙏
Rozh: Ondeh, salah kenal😍😚😚
total 1 replies
yulia nisma
uniiiii...author sayangku..knp...knp..knp...mendadak jd critanya lain..gak jelas judulnya...pdhal msh penasaran knp Ros pisah dgn uda Qian dan gmn Boy tmn masa kecil Ros..trus gmn uda Hanan dgn Ros??????dddduuuuhhh uni teganyaaaaa......syeeeddddiiih aku tuuuuh😢😢😢😭😭😭
Rozh: hihihihi. iya, itu 15 bab di bawahnya cerita lain. itu nanti akan di rubah dan di revisi ulang... sabar ya, tekan tombol favorit aja dulu, biar nanti dpt notif kelanjutannya💓😚😚😚
total 1 replies
yulia nisma
thor..ini beneran critanya gak sampe tamat?cm sampai setengah jln?jaanlah baitu thor..sadiah raso dihati..baru iko nan lokasi diranah minang..paubek taragak kami dirantau...terusin sampai finish yoooo....plis..plis...mmmmuuuaàacch💕💕💕
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693: lanjut kk Ros, semangat ☺️✊💪
total 2 replies
yulia nisma
onde mande...banyaknyo lai dunsanak Rosalina..ndak usah maundang urang kampuang lai..lah panuah alek dek dunsanak surang😄😄😍
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693: 🤣🤣🤣 iyo nak ni, indak dima ka dilatak an lai 😅😅😅
bukak bangku VIP kali yo😁🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!