Hidup mewah tidak menjanjikan seseorang akan bahagia, sama seperti yang di alami Ardin. Anak tunggal dari keluarga kaya, namun kurang mendapatkan kasih sayang.
Ketika ulang tahunya yang ke 23 tahun, orang tuanya malah mengatakan bahwa mereka sudah bercerai.
Setelah 6 bulan perceraian Papanya menikah lagi, sedangkan sang Mama tidak tahu di mana keberadaannya sekarang.
Banyak kejutan yang terjadi di kehidupan Ardin, hingga hari di mana dirinya dilamar oleh sahabatnya sendiri, rasa haru serta keterkejutan bercampur kala itu, moment yang sunggu tidak bisa di lupakan selama hidup.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Harmilmil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Ardin PoV
Sudah tiga hari aku pergi kuliah tanpa sahabat ku, dia masih sakit. Setiap pulang dari kampus aku selalu datang ke rumah sakit menjenguk sahabat ku yang sedang terbaring lemah.
Kali ini sakitnya bukan karena demam biasa, tapi karena penyakit demam berdarah, di tambah lagi dia manusia yang tidak terlalu suka minum air putih, Raina kekurangan cairan jadi lama sembuh.
"Vin nanti bisa ya kerumah sakit, masa kamu ga bisa terus, kasian tau Rania" aku terus membujuk Kevin agar mau ikut, soalnya anak idiot itu punya phobia dengan rumah sakit, ntah apa masalahnya.
"Ar, gue ga bisa, tunggu Raina pulang aja deh, ga kasian banget" Kevin tampak bergidik ngeri.
"kenapa sih kamu bisa punya phobia dengan rumah sakit? " Aku masih kepo apa alasan anak idiot ini.
" ceritanya panjang, gak bakal kelar kalau di ceritakan sekarang, bisa sampai subuh" Kevin masih terus ngelak.
Kevin PoV
Gue sendiri kurang paham kenapa bisa punya phobia dengan di rumah sakit.
Setau gue sih karena dulu waktu sepupu gue kecelakaan terus meninggalnya di rumah sakit, waktu meninggal matanya kebuka.
Gue kira sepupu gue itu belom meninggal ternyata udah, bayangin gue nungguin dia sampai satu jam, ternyata yang gue tunggu udah gak ada nyawanya.
Author PoV
Sepulang dari kampus Ardin langsung melajukan mobilnya ke arah rumah sakit. Ya, selama Raina sakit Ardin jadi membawa mobilnya sendiri, lebih tepatnya mobil sang Mama.
"udah terik banget pakai macet segala lagi, padahal ini udah sore" Ardin sedikit menggerutu di dalam mobil akibat jalan yang macet.
10 menit mengantri karena macet akhirnya Ardin sampai ke tempat tujuannya, tempat di mana sahabatnya di rawat. Ardin terus melangkahkan kakinya menuju kamar inap Raina.
"Hey Ra, gimana keadaan kamu, udah membaik? " tanya Ardin ketika sampai di sebelah ranjang sahabatnya.
"Udah dong, liat nih gue udah segerankan mukanya"
Memang wajahnya tak sepucat waktu pertama kali Raina masuk rumah sakit.
"Mama kamu mana Ra?" tanya Ardin setengah celingukan mencari keberadaan orang tua Raina.
"Oh itu lagi ke kantin nyari makanan"
Tak lama Ardin bertanya suara pintu terbuka.
"Eh ada Ardin, udah lama nak" sapa ibu ibu yang umurnya tidak jauh berbeda dengan Mamanya Ardin.
"Belum kok Mah, barusan aja, tadi habis pulang kampus langsung ke sini" seulas senyum mengembang di wajah Ardin.
"Maaf ya sayang Raina jadi ngerepotin kamu" Mama Iren mengusap usah punggung Ardin.
"Gak ngerepotin sama sekali Mah" Ardin masih tersenyum.
"maaf ya Mah, Mama Ardin belum bisa kesini, lagi repot masalah butik soalnya" Kata Ardin lagi.
"Gak papa" Mama Iren balik tersenyum.
Ardin dan Mama Iren kadang sesekali membuat candaan, alhasil membuat Raina ikut tertawa, mereka mengobrol banyak seputar urusan wanita, hingga tak terasa waktu sudah begitu larut.
"Mah, Ardin pamit pulang dulu ya, udah malam" sambil menyalami Mama Iren.
"Hati hati ya nak, jangan ngebut ngebut" Mama Iren mengusap usap rambut Ardin.
"Tayang, aku balik dulu ya, cepet sembuh" Ardin dengan mimik wajah yang di buat buat,sembari memeluk sahabatnya itu.
"Apaan sih lebay lo" Raina membalas pelukan sahabat nya itu dengan sedikit tertawa melihat betapa lucunya wajah Radin saat ini.
Bersambung..............
🙏🙏
Saling dukung yuk
Mampir yuk ke novel ku
"TROUBLE QUEEN"
Dia bukan mafia, bukan juga pembunuh berdarah dingin. Namun membunuh adalah hal yang selalu ia lakukan pada orang-orang yang menurutnya pantas.
Dia bukan mafia yang memiliki kekuasaan di dunia bawah. Tapi dia memiliki kekuasaan atas dunia ini. Hanya saja ia tidak tahu takdirnya.
Banyak misteri dan teka-teki yang entah kapan akan terungkap. Dia adalah sebuah misteri. Hidupnya adalah teka-teki. Jalan pikirannya tidak bisa ditebak.
Penasaran?
Cus baca☺
ditunggu feedbacknya di karyaku "emak, aku pengen kawin". terimakasih