NovelToon NovelToon
Perjuangan Calista

Perjuangan Calista

Status: tamat
Genre:CEO / Selingkuh / Dokter / Tamat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Dalam keadaan hamil besar Calista harus menerima kenyataan bahwa sahabatnya yang bekerja sekantor dengan suaminya berselingkuh. Dalam perjuangan membesarkan anaknya, ternyata dia harus menerima kenyataan anaknya mengidap penyakit Kanker Leukimia, sebagai dokter dia juga ketakutan. Apakah Calista yang seorang dokter mampu mengatasi semua cobaan ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terbuka Sedikit Demi Sedikit

Perlombaan kembali berlanjut. Dan Daniel Ethan mendapat juara pertama. Ezra Pratama dan Calista Gunawan sangat senang. Liam Imanuel Wijaya yang berada di tepi kolam tidak kala bahagia, dia melompat - lompat bergirang sambil memeluk Daniel Caleb yang adalah kakak kandungnya. Dan mereka tidak mengetahuinya karena dari Liam bayi sudah berpisah.

"Sekarang papa disini memohon penjelasan kalian atas kejadian di kolam tadi."

Keluarga besar Wijaya sedang berkumpul di ruang keluarga setelah makan malam bersama. Otomatis raut wajah Lisa pucat, dia takut kakak iparnya akan membongkar kebohongannya.

"Melany, papa mau kamu berbicara??"

"Papa tahu, siapa yang juara pada lomba tadi???"

"Tidak???"

"Sayang sekali. Papa terlalu dibutakan mata hatinya. Kita semua di butakan mata hatinya."

"Siapa dia??"

"Itu anak pertama Christian??"

"Bayi kecil yang sedari kecil menderita leukimia??"

"Ya dia sudah tumbuh besar menjadi anak yang kuat dan hebat."

"Papa mengira dia sudah pergi selama - lamanya akibat penyakit itu."

Istrinya mamanya Christian dan Melani kaget dengan perkataan suaminya. Begitu juga Christian. Langsung mamanya Christian pergi meninggalkan ruang kelaurga itu disusul suaminya yang merasa bersalah atas perkataannya tadi.Christian juga keluar, kembali ke Pavilun mereka. Lisa merasa senang.

"Jangan kamu bergembira dahulu. Perlahan papaku akan tahu kebenarannya. Termasuk Liam yang bukan anak kandungmu." Melany meninggalkan Lisa sendiri dengan kemarahannya.

Christian sedang berada di kamar Liam. Dia memeluk buah hatinya anak dari Calista yang di lahirkan untuk menolong kakaknya yang dia tidak tahu. Namun hari ini, Tuhan menunjukan kuasanya dia bisa menjadi penyemangat buat kakak kandungnya sendiri.

"Sayang.... Mas pikir kita harus berterus terang kepada Daniel."

"Mas...."

"Sayang.... Cinta mas tulus kepadamu juga kepada Daniel. Waktu mas menerima kamu dengan semua permasalahan hidupmu. Karena mas cinta kamu."

Mulai dari hari itu papanya Christian merasa gelisah, tuan besar Wijaya ini mencari informasi semua tentang Daniel. Setiap bulan Daniel di kirim hadiah oleh orang yang tidak dia kenal. Dan setiap pulang sekolah Calista merasa ada yang berbeda, karena banyak sekali hadiah buat Daniel.

"Mami mungkin ini pengemar kaka." Calista menatap suaminya. Dan Tama memberi tatapan yang hanya di mengerti oleh Calista.

"Iya... Kan anak papi juara."

Calista sudah hamil besar, usianya sudah tidak muda lagi sudah tiga puluh tujuh tahun dan sudah melahirkan dua anak dan ini anak yang ketiga. Tama sangat memperhatikan kesehatan istrinya. Apalagi riwayat pada saat dia melahirkan anak kedua, dia sempat mengalami koma.

Tama tidak mau mengambil resiko. Setelah konsultasi dengan dokter kandungan. Tama mengambil keputusan bahwa istrinya Calista akan melahirkan dengan cara di operasi. Semua urusan melahirkan sudah tama persiapkan dengan baik.

Waktunya tiba Calista akan melahirkan. USG terakhir sudah dipastikan bahwa anak perempuan yang akan di lahirkan oleh Calista. Di usia tiga puluh tujuh tahun dimana usia anak - anaknya Daniel sepuluh tahun, Liam enam tahun dan hari ini seorang anak perempuan buah cintanya bersama Ezra Pratama suaminya yang adalah kepala rumah sakit tentara di kota Bandung dengan pangkat letnan kolonel.

Nama bagi anak perempuan mereka sudah di siapkan Eliana Naomi Pratama. Tama menemani istrinya di ruang operasi.

"Kamu mami yang hebat sayang. Mas percaya kamu pasti bisa. I love you."

"I love you too."

Persalinan sudah berlangsung. Resiko akibat persalinan ini sangat kecil, hal ini agar Calista terhindar dari masalah bersalin yang perna dia alami. Bayi perempuan manis dan cantik di lahirkan Calista dengan selamat. Tama dan Calista sudah sepakat untuk mensteril kandungan Calista. Dan hari ini dilakukan bersamaan. Tama masih menemani istrinya. Setelah dia memberi sentuhan skin to skin dengan anaknya. Eliana sudah di tempatkan di ruang bayi untuk sementara.

Operasi berjalan lancar. Calista sudah di bawa ke ruangan inapnya bersama bayi perempuannya. Daniel sangat senang.

"Papi kenapa ade ada nama Pratamanya kaka tidak??"

Tama sangat terkejut begitu juga dengan Calista. Tama langsung memeluk anak pertamanya meskipun bukan darahnya. Namun dia berjuang bersama anak itu dan maminya.

"Oooo papi, kaka tahu. Ade perempuan harus ada nama belakang papi, agar laki - laki tidak boleh nakal sama ade. Kan papi tentara."

Tama tersenyum kepada Daniel dan memeluknya. Hatinya berkata, bahwa dia harus berterus terang kepada anak pertamanya ini.

"Kaka tahu kan, papi sangat sayang sama kaka."

"Iya kaka tahu cinta papi dan mami besar kepada kaka."

"Terima kasih anak hebat papi."

Sementara itu, di Jakarta opanya Daniel sudah mendapat informasi bahwa Calista maminya Daniel sudah melahirkan anak bagi suaminya sekarang lewat orang suruhannya.

"Papa akan membawa Daniel ke rumah ini."

"Jangan papa. Jangan buat Calista terluka."

"Itu darah daging papa, anak kamu. Dia juga berhak atas Wijaya Grup."

"Tian sudah menyiapkan semua buatnya papa. Mari jangan dengan cara melukai hati Calista. Aku tidak sanggup pa. Aku ini sudah seperti pendosa. Dosaku tidak habis - habis."

Pembicaraan Christian dengan papanya, di dengar oleh Lisa. Kecemasan yang besar ada di hatinya. Masa depan suram akan hidupnya sudah mulai terlihat. Mulai ada rencana - rencana kotor mengagalkan rencana mertuanya.

Selama ini semua orang tidak tahu, bahwa Christian selalu meluangkan waktunya untuk melihat anaknya di Bandung, seminggu dua kali rutin. Akan bertambah jika ada rapat bersama rekan bisnisnya di kota itu, dia selalu meluangkan waktu untuk melihat anaknya selama tiga tahun ini. Hal yang sama juga dilakukan oleh papanya Christian.

Pertemuan Christian dengan Daniel, sudah di ketahui oleh Tama papinya. Hari ini Tama bertemu langsung dengan Tian, papa kandungnya Daniel setelah makan siang antara Daniel dengan Tian.

"Aku tahu, kamu papa kandungnya Daniel dan sadar betul. Tetapi kamu tahu tidak perbuatan kamu ini bisa melukai istriku??"

"Maafkan aku."

"Aku berjanji, Daniel pasti tahu siapa kamu sebenarnya. Bukan karena aku sudah mempunyai anak sendiri dengan Ita istriku. Tetapi aku sadar ikatan darah itu. Beri aku waktu."

Daniel mulai mengalami kelemahan tubuh. Kembali lagi dia mengalami mimisan. Dan saat ini papinya sedang berada di Jakarta mengikuti tes untuk sekolah perwira. Daniel yang tidak mau maminya sedih. Dia pun menyembunyikan apa yang sedang dia alami. Calista yang melihat perubahan raut wajah anaknya merasa kuatir.

"Sayang, anak mami. Apa yang kaka rasakan. Apakah kaka sakit?? Please jujur sama mami sayang."

"Kaka baik - baik saja mami cantik. Hanya kelelahan habis berenang."

"Sehat - sehat ya, anak kuat mami, anak hebat mami." Calista memeluk anaknya sangat erat. Calista tidak tahu, bahwa anaknya sudah mencari apapun tentang penyakitnya.

Sepulang sekolah, sedang menunggu taksi onlinenya. Daniel di datangi oleh opanya yang tidak dia ketahui. Tuan Wijaya mengajak Daniel makan bersama. Daniel yang sudah kelas sepuluh sekolah menegah atas begitu kaget begitu mengetahui kebenaran bahwa dia adalah cucu dari opa itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!