NovelToon NovelToon
Bukalah Hatimu Untukku

Bukalah Hatimu Untukku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:22.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Astirai

“Kita sudah sama-sama tahu kan, pernikahan ini keinginan orang tua kita, jadi kamu jangan terlalu banyak berharap pada diriku. Asal kamu tahu, dengan pernikahan ini, kebahagiaanku sudah terrenggut. Jangan kuatir, aku tidak akan meminta hak ku sebagai seorang suami. Sampai saatnya nanti tiba, aku akan tetap memperjuangkan kebahagiaanku.”

“Kamu tahu... gara-gara pernikahan ini, semua rencanaku berantakan, termasuk tinggal di rumah ini bersama istri pilihanku. Rumah ini sudah aku persiapkan untuk dia...”


Karena kalimat itulah, seorang gadis yatim piatu bernama Karina menjalani kehidupan yang penuh liku-liku dengan sorang anak laki-laki yang merindukan sosok ayahnya.
Sementara saat Karina akan belajar membuka hatinya pada sosok laki-laki yang sangat menyayangi anaknya, datang seorang gadis yang sedang hamil anak laki-laki itu.
Masih adakah bahagia yang dapat dia raih? Apa jawaban yang harus diberikan pada anaknya?


Ikuti terus ceritanya ya. Dukung dg vote, like & komen biar smangat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astirai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7

Pengakuan Karina

Pagi itu ada jadwal kuliah Karina. Dia menyangka Seno akan mengajak berangkat bersama-sama, tetapi ternyata Seno berangkat buru-buru. Karina merasa kalau Seno sengaja menghindari dirinya dan tidak mau pergi bersama. Karina hanya menghela nafas panjang. Sabarrrrr....... Kata hatinya.

“Aku sudah bilang dari awal, kamu jangan terlalu berharap dan aku juga tidak akan mencampuri urusanmu. Terserah dengan yang akan kamu lakukan.” Itu akhir kalimat Seno tadi malam, saat Karina menyampaikan kalau dia akan terus kuliah dan mungkin sesekali menerima pekerjaan desain yang dikerjakan di rumah, dan ayahnya sudah membolehkannya. Kembali dadanya terasa nyeri mendengar perkataan Seno.

Wajah Karina yang akhir-akhir ini sering terlihat murung, tidak lepas dari perhatian Disti. Memang Karina masih merahasiakan pernikahannya yang sudah berjalan beberapa hari. Setelah selesai kelas, Disti sengaja memaksa Karina untuk diajak ngobrol di taman, sengaja mencari tempat yang agak sepi, karena kalau di kantin pasti

rame pada jam-jam sekarang.

“Ayo cerita Karin, kenapa kamu sekarang banyak berubah.?” Kata Disti terus mendesak Karina.

“Kamu janji tidak cerita dengan siapa-siapa?”

“Karina..... kamu masih anggab aku sahabatmu kan? Kamu nggak percaya padaku?”

Karina menarik nafas panjang, kemudian membuang pelan-pelan.

“Dis... aku.... aku sudah menikah...” Jawab Karina pelan sambil menunduk.

“Apa....?” Disti terkejut. Kemudian Karina menceritakan semuanya pada Disti, tidak ada yang ditutup-tutupi, termasuk sikap Seno padanya, kecuali identitas Seno. Ada air mata meleleh dari sudut mata Karina. Disti tidak menyangka akan nasib sahabatnya. Gara-gara perjodohan ini membuat Karina kehilangan keceriaannya.

“Kamu sudah cerita sama Rossa?” Tanya Disti, Karina menggeleng.

Rossa adalah sahabat mereka yang sedang kuliah di Perth. Disti tahu hubungan Karina dengan Rossa yang amat dekat, apalagi Karina secara tidak langsung telah menyelamatkan nyawa Rossa saat awal-awal mereka di SMA.

“Nanti saja kalau dia libur semester, aku baru cerita.”

“Terus kamu gimana dengan suamimu?”

“Nasibku Dis, sebagai istri yang tidak dianggab. Aku ada di dekatnya, tetapi dia terasa sangat jauh.”

“Sekarang aku tanya, kamu harus jawab jujur Karin...”

“Apa...?”

“Kamu mencintai mas Pram...?”

Karina kaget dengan pertanyaan Disti. Kemudian pandangannya dia buang ke arah jauh. Hatinya berdebar-debar menerima pertanyaan itu.

“Jawab Karin...!”

“Aku sudah menjadi seorang istri Dis, aku tidak boleh mempunyai perasaan itu, meskipun.....” Karina tidak meneruskan kalimatnya.

“Meskipun sebenarnya kamu mencintainya? Bagaimana kalau ternyata mas Pram juga mencintai kamu?”

Karina menggeleng-gelengkan kepalanya. Air matanya meluncur manis di pipinya. Disti menjadi makin kasihan dengan sahabatnya itu.

“Tidak Dis... tidak boleh, dan tidak mungkin mas Pram mempunyai rasa itu” Kata Karina pelan.

“Karin... suamimu tidak mencintaimu, dan kamu juga tidak mencintai dia,  kenapa kamu tidak berjuang?”

“Buat aku... perkawinan sekali untuk seumur hidup Dis, aku akan mencoba bertahan. Kalau aku menolak, aku akan menyakiti hati orang tuaku Dis.”

“Bulshit...!!! Terus kalau suami kamu yang ninggalin kamu, gimana???” Tanya Disti sedikit kesal dengan sikap sahabatnya.

“Kamu jadi orang jangan terlalu baik Karin. Kamu harus bersikap...!”

“Paling tidak, itulah sikapku saat ini Dis...”

Menjelang jam makan siang, Disti dan Karina berjalan meninggalkan taman hendak menuju kantin. Di dekat pintu kantin mereka berpapasan dengan Pramudya yang juga hendak makan. Hati Karina menjadi berdebar-debar berpapasan dengan sang asisten dosen.  Pramudya melihat wajah Karina muram dan matanya sedikit memerah seperti habis menangis. Disti dan Karina mengambil tempat di bangku pojok dekat jendela.

“Boleh gabung duduk di sini...?” Terdengar suara di samping Karina. Pramudya berdiri sambil tersenyum.

“Oh... silakan mas..” Jawab Karina gugup, karena dia sedang duduk sendirian, sementara Disti memesan makanan untuk mereka.

“Karina... kamu sedang ada masalah...?” Tanya Pramudya lembut, dada Karina makin berdebar. Duhhh... Disti kemana sih , dari tadi pesen makanan nggak kelar-kelar. Kata hati Karina.

“Aku lihat dari kemaren saat di kelas, kamu terlihat murung.”

Ah..... kenapa dia selalu perhatian seperti ini? Apakah dengan gadis lain dia juga sama  perhatiannya?

“Karina.....”

Karina menunduk, kemudian menegakkan kepalanya, memandang ke arah Pramudya. Ada getaran hebat di hatinya saat tatapan matanya bertemu dengan mata Pramudya. Begitu juga yang dirasakan Pramudya.

Sementara itu Disti yang sudah selesai memesan makanan, karena melihat ada Pramudya duduk di depan Karina, dia mengurungkan untuk bergabung. Membiarkan keduanya bicara tanpa ada  dirinya.

“Aku baik-baik saja mas... nggak ada apa-apa....” Jawab Karina pelan

“Matamu nggak bisa bohong Karin...”

Karina mencoba tersenyum. Dia tidak mau Pramudya tahu kisah hidupnya. Biarlah semuanya baik-baik saja di mata Pramudya. Hati Pramudya benar-benar bergetar melihat Karina. Aku mencintaimu Karin, tapi aku belum pantas untuk membahagiakanmu. Tunggu aku, sampai aku benar-benar pantas di sisimu. Kata Pramudya dalam hati, sambil terus memandang gadis yang duduk di hadapannya.

*****

Sudah dua minggu Seno dan Karina tinggal di rumah pribadi Seno, meskipun awalnya ada drama karena mama keberatan, dengan alasan rumah yang besar itu akan menjadi sepi. Tetapi Seno tetap dengan pendiriannya, hingga akhirnya mama mengijinkan dan meminta bi Asih untuk ikut Seno. Karena selain bi Asih yang sudah ikut di

keluarga Baskoro sangat lama, bi Asih juga orang kepercayaan mama. Selain bi Asih, ada juga Art yang membantu, karena rumah Seno juga cukup besar dengan halaman luas.

Meskipun mereka satu kamar, tetapi yang terjadi, tiap malam Seno tidur di sofa yang ada di ruang kerjanya, di sebelah kamar mereka, sehingga Bi Asih tidak tahu, karena ada pintu yang menghubungkan kamar mereka dengan ruang kerja Seno.

Sikap Seno terhadap Karina tidak berubah. Bahkan setelah tinggal di rumah sendiri makin cuek dan dingin. Seno merasa makin leluasa bersikap pada Karina, karena tidak ada lagi orang tuanya yang bisa setiap saat melihat, dan dia harus berpura-pura manis.

“Mas... tidak makan malam dulu...?” Tanya Karina saat melihat Seno tetap duduk di ruang kerjanya sehabis mandi.

“Aku belum lapar.”

“Tapi mas... nanti keburu dingin lauknya.”

“Kalau kamu keberatan memanaskan lagi, biar dikerjakan bi Asih..!” Kata Seno dengan ketus. Karina tersentak mendengar  ucapan Seno, meskipun ini bukan yang pertama. Sudah sering Seno mengucapkan kata-kata yang pedas. Bahkan bi Asih juga sering mendengar, tetapi Karina berpesan untuk tidak menceritakan semua kelakuan Seno pada bu Baskoro. Dia tidak ingin menyakiti hati mertuanya yang baik itu.

Seno juga pernah berkata-kata kasar, hanya gara-gara Karina membereskan meja kerjanya dan ada dokumen yang tidak ditemukan Seno, sementara Seno lupa dokumen itu sudah diserahkan pada sekretarisnya.

“Kalau memang nggak becus beres-beres, nggak usah kerjain apa-apa, bikin repot saja.... Kamu tahu kan , aku perlu dokumen itu segera. Besok-besok lagi jangan sentuh barang-barang yang ada di ruang kerja!!!” Suara Seno menggelegar di ruang keluarga, karena saat itu Karina sedang membereskan koran yang berserakan di meja, sehabis dibaca Seno.

Atau....

“Kamu tahu... gara-gara pernikahan ini, semua rencanaku berantakan, termasuk tinggal di rumah ini bersama istri pilihanku. Rumah ini sudah aku persiapkan untuk dia...” Kata-kata itu keluar hanya gara-gara jawaban Karina yang dianggab salah oleh Seno.

Semua kalimat yang keluar dari mulut Seno sangat sangat menyakitkan, apalagi di telinga Karina, yang sejak kecil tidak pernah mendengar kata-kata kasar di keluarganya.  Tetapi Karina harus bertahan, dia harus terlihat kuat di depan Seno. Bi Asih yang sering mendengankata-kata kasar Seno, hanya bisa mengelus dada. Tidak bisa berbuat

apa-apa, apalagi Karina sudah mewanti-wanti untuk tidak menceritakan semuanya pada bu Baskoro.

*****

Hai..... up lagi ya...

Yuk dukung terus dengan vote, like & komen yang banyak ya....

Da..... muach......😘😘😘

1
Runik Runma
nah lo
Runik Runma
GTU donk
Runik Runma
ciee ada yang cemburu
Runik Runma
minggat aja karin
Endah Ing
ya ampun Chris masih kepikiran jadi pebinor? apa kabar dgn karismamu, yg katanya tdk mampu ditolak kaum hawa? malu-maluin tau
Endah Ing
makanya jgn suka cari tau berlebih, bisa stroke ringan, migrain berkepanjangan nnt Chris /Facepalm/
Endah Ing
tersisa setelah dicampakkan selingkuhanmu. itu bukan rasa yg masih tersisa tapi rasa yg kamu oker-oker
SisAzalea
karya bagus
Amarantha Chitoz
sedihhhh/Sob//Sob//Sob/
Amarantha Chitoz
makasiiiihhhh
Amarantha Chitoz
ayo gassss
Amarantha Chitoz
ayooooo
Amarantha Chitoz
lanjuuutttt
Amarantha Chitoz
lanjuuuttt
Amarantha Chitoz
lanjuuuttttt
Amarantha Chitoz
legaaaaaw
Amarantha Chitoz
bahagia & sehat selalu
Amarantha Chitoz
selamat el
Amarantha Chitoz
ayo smangat....
Amarantha Chitoz
sehat trs ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!