bersatu demi keinginan orang tua yang ingin menjodohkan anaknya,demi keperntingan bisnis dan pertemanan,yang dimana sepasang kekasih tersebut menerima keinginan orang tua mereka,tapi dengan awal yang berat akhirnya benih cinta akhirnya tumbuh di hati mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Witan Alfariski, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7
Namun Clara tiba-tiba pamit, entahlah tidak seperti biasanya, kini hanya tinggal roy, Rendy, Brian,Arya dan lisa.
"Kemarin loe gak mau mengakui kesalahan loe, dan hari ini loe buat ulah yang sama lagi, entah harus dengan cara apa membuat loe jengah," tutur roy sangat tegas.
"Maksud loe,?" tanya lisa sambil menautkan kedua alisnya karena bingung, pasalnya sejak tadi lisa tak mengerti apa yang sedangkan dibicarakan oleh roy.
Sedangkan yang lain hanya diam mengamati interaksi antar kedua siswa dan siswi dihapan mereka itu.
"Loe melukai Clara untuk yang kedua kalinya," jawab roy datar.
Lisa tercengang dengan apa yang dia dengar, pasalnya dia baru saja sadar dan kepalanya masih sedikit pusing dan itu juga karena ulah roy sendiri yang memberi hukuman kepadanya.
Jauh-jauh dia disuruh ke ruang OSIS hanya untuk membahas masalah Clara pikir lisa.
Ya, memang sengaja lisa membuat Clara terjatuh,tapi semua itu dia lakukan bukan tanpa alasan.
"Gue gak sengaja," jawab lisa dan kali ini tidak nyolot seperti biasanya.
Roy berdiri dari duduknya, dan mendekat kearah dimana lisa duduk.
Brakkk..
"GAK SENGAJA LOE BILANG," Bentak Roy dengan suara tinggi sambil menggebrak meja dihadapannyan. Hal itu menyebabkan orang yang ada diruangan tersebut kaget, pasalnya baru kali ini laki laki itu membentak seorang perempuan.
Terlebih lisa yang duduk dihdapan Roy jadi kaget bukan kepalang, bahkan jantung lisa sekarang berdetak sangat cepat.
Mata lisa mulai berembun, gadis itu berfikir apa ini lelaki yang dikatakan baik oleh orang tuanya.
Tanpa bertanya terlebih dahulu apa penyebabnya lisa melakukan itu, dan Roy malah lebih dulu berpihak pada Clara dan mengklaim lisa yang salah dalam hal ini.
Dengan mata yang sudah berkaca-kaca lisa berani menatap Roy.
"Gue gak salah," Jawab Lisa dengan lirih, air matanya luruh begitu saja dikedua pipinya.
Orang yang ada diruangan itu sejenak terdiam sekaligus terpana, yang melihat gadis sikeras kepala itu ternyata bisa menangis juga.
Roy dengan cepat tersadar dan kembali menatapnya tajam.
"Gue mau loe sekarang bersihin ruang lab, sampai selesai," perintah Roy dengan suara dingin.
Brian yang sejak tadi diam ditempat, kini dia bangkit dari duduknya dan berjalan kearah kedua orang yang sedang berdebat, sementara kedua temannya masih melihat pergerakan Brian.
"Gue gak setuju, loe yang bener aja lah dia cewek man. Lagi pula dia baru juga habis pingsan," jelas Brian dia berfikir apa yang diperintah Brian tidak masuk akal.
"Gue ketua OSIS, jadi terserah gue. Lagi pula gue harus adil, kepada setiap murid yang melanggar aturan sekolah ini." jelas roy dingin.
Brian langsung menggenggam jari jemari lisa.
"Hukuman dia, biar gue yang ngerjain" ucap Brian tak kalah dingin, lalu menarik tangan gadis itu keluar dari uang OSIS.
Roy mematung ditempatnya, diapun heran apa yang membuatnya berani membentak lisa, hanya karena dia merasa kesal saat mengingat lisa yang berada dalam gendongan Brian tadi siang.
Rendy dan Arya hanya melongo tak percaya, melihat tindakan Brian barusan.
"Gila si Brian, ngapa jadi berubah gitu ya," ucap Arya dengan nada bingung.
Sedangkan Roy lansung bergegas keluar ruangan OSIS, tanpa memperdulikan kedua sahabatnya didalam sana.
Fikirannya tengah kacau sekarang, disatu sisi, tengah berfikir tentang keinginannya menolak perjodohan ini, tetapi dia tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya terutama sang bunda.
Dan disisi lain, tengah memikirkan gadis cantik bernama hani yang merupakan sahabatnya sejak kecil.
"Haaaah," Roy bernafas kasar, sambil mengacak rambutnya kesal.
Malam ini Roy benar-benar frustasi bagaimana tidak, setelah dia harus menghadapi kenyataan pahit tentang perjodohan itu. Dia juga dibuat kaget atas perubahan sikap gadis cantik bernama hani yang bernotabe sebagai sahabatnya itu, yang secara tiba-tiba saja mengungkapkan prasaan cintanya kepada Roy melalui chat.
Roy benar-benar bingung dengan prasaannya sekarang, disisi lain dia memang merasa nyaman dekat dengan hani,namun Roy yakin bahwa perasaan nyaman itu hanyalah sebatas perteman saja.
Roy tidak mungkin mengatakan itu pada hani,tentu saja gadis itu akan kecewa ditambah sifat lemah lembut hani yang membuat Roy menjadi tidak tega, apa lagi posisinya hani sekarang tengah mengidap penyakit berbahaya.
*****
Pagi ini Roy berangkat lebih awal, berhubung hari ini adalah hari senin, jadi dia selaku ketua OSIS harus memantau siswa siswi untuk ikut dalam upacara pagi ini.
Lagi-lagi lisa terlambat hari ini, gerbang sekolah sudah ditutup dan lisa malas berdebat dulu dengan satpam dipintu gerbang, dengan terpaksa lisa memutuskan untuk masuk lewat belakang taman, dengan menaiki pagar sekolah
Lisa yang baru saja menginjakkan kakinya diatas tanah, setelah dia berhasil menaiki pagar sekolah. Saat hendak melangkahkan kakinya,tiba tiba saja langkahnya terhenti saat mendengar suara seseorang.
"Ehem, sedang apa loe disini." tanya Roy dengan nada tenang.
"Beli sayur," Jawab lisa asal dengan nada malas.
Roy hanya menggelengkan kepalanya.
"Loe taukan ini hari apa, dan loe udah gak ikut upacara dalam 3 minggu terakhir,"
"Ya terus, masalah buat loe gtu," Jawablisa ngenggas, sambil menatap Roy.
"Loe udah keterlaluan gadis bar-bar, sekarang juga loe ikut gue," Perintah Roy, sambil menarik tangan lisa.
Sedangkan lisa hanya menurut.
Roy menarik tangan lisa kelapangan, berhubung kegiatan upacara hari ini telah usai, jadi tidak terlalu banyak siswa siswi dilapangan karena sebagian dari mereka pasti tengah berlarian kekantin, Roy menghempaskan lengan lisa saat sampai dilapangan.
"Sekarang loe lari 20 kali putaran, setelah itu loe berdiri dibawah tiang bendera sampai waktu istirat," Perintah Roy dengan nada datar.
Roy sengaja memberikan hukuman yang diluar batas, dengan tujuan membuat lisa merasa jengah dengan hukuman yang diberikannya, dan berharap lisa tidak kembali melakukannya.
Lagi-Lagi lisa dibuat kesal oleh Roy, hukuman yang diberikan selalu tidak sebanding dengan kesalahannya, fikir lisa.
Roy tengah berjalan kearah parkiran dimana mobilnya terpakir disana, murid-murid lainnya hanya tersisa beberapa orang saja, yang masih berlalu lalang disekolah.
Sedangkan lisa,kini tengah berada diparkiran setelah diajak Brian tadi, dia tengah menunggu supir jemputannya. Lisa tengah melamun dengan pandangan mata menelisik seluruh sisi sekolahnya itu, sekilas pandangan mata gadis itu menangkap sebuah pemandangan yang mengejutkan juga membuatnya penasaran, tidak lama setelah melihat itu lisa langsung bermonolog sendiri.
"Dasar play boy,"
Ya, pemandangan yang lisa lihat saat itu adalah seorang gadis cantik yang menggunakan seragam lain, tengah berlari kearah Roy, seperti akan memeluk Roy, namum dengan sigap Roy menghindarinya.
Kini terlihat Roy tengah berbincang dengan gadis cantik tersebut, tak lama kemudian gadis cantik tersebut terlihat berlutut dihadapan Roy, namun laki laki itu malah pergi begitu saja, meninggalkan gadis cantik tersebut.
"Bodo ah bukan urusan gue, dia kan memang play boy,"
Setelah itu lisa menghampiri sopirnya yang telah tiba disekolah.