NovelToon NovelToon
Perempuan Yang Bangkit Setelah Dikhianati

Perempuan Yang Bangkit Setelah Dikhianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Obsesi / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mamah AllRey..

Tidak semua luka meninggalkan darah. Ada luka yang tersembunyi di balik senyum seorang perempuan, di balik suara lembut yang tetap terdengar tenang meski hatinya sedang runtuh perlahan. Pengkhianatan adalah salah satu luka terdalam yang mampu mengubah hidup seseorang dalam sekejap, terutama bagi perempuan yang selama ini menggantungkan cinta, kepercayaan, dan harapannya pada keluarga yang ia perjuangkan dengan sepenuh hati.

Novel ini menghadirkan kisah tentang ketegaran seorang perempuan menghadapi pahitnya pengkhianatan cinta, kekecewaan, serta perjuangan menemukan kembali harga dirinya. Kisah ini bukan hanya tentang air mata dan kehilangan, melainkan juga tentang keberanian untuk bangkit ketika dunia terasa runtuh. Tentang bagaimana seorang perempuan belajar memaafkan, bukan karena luka itu kecil, tetapi karena ia memilih untuk hidup lebih kuat daripada rasa sakitnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamah AllRey.., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tatapan yang belum selesai

Backstage ballroom terasa jauh lebih dingin dibanding beberapa menit lalu. Dua crew yang sejak tadi berasa disana, memilih untuk keluar dengan maksud memberikan ruang bagi mereka untuk bicara.

Joyce berdiri membelakangi Arka sambil berusaha mengatur napasnya yang mulai tidak stabil. Suara tepuk tangan dari dalam ballroom terdengar samar, bercampur dengan dentingan musik acara yang masih berjalan.

Sedangkan di belakangnya… Arka berdiri dengan tatapan penuh kegelisahan.

“Joyce… please, kita harus ngomong.” dan tangan laki-laki itu terulur memegang bahu gadis itu dari belakang.

Joyce mengibaskan tangan itu, kemudian tertawa kecil tanpa menoleh. Hambar.

“Aku rasa kita udah selesai ngomong sejak malam pertunangan itu. Jangan ganggu aku lagi Arka.. kita sduah selesai”

“Enggak sesederhana itu sweety... Hanya kamu yang ada dihatiku”

Kini Joyce berbalik perlahan. Tatapannya tajam, tetapi matanya menyimpan lelah yang begitu dalam.

“Kalau menurut kamu tunangan di depan ratusan orang masih bisa dijelasin… berarti aku memang nggak pernah benar-benar kenal kamu. You lied... Arka...”

Arka mengusap wajah frustrasi.

“Kamu nggak ngerti posisi aku waktu itu.” laki-laki itu berusaha menjelaskan.

“Dan aku nggak mau ngerti hal lagi. Not my business”

Jawaban Joyce cepat. Tegas.

Arka melangkah mendekat ke arahnya, namun ia mundur beberapa langkah ke belakang. Joyce menghindar, seakan memberi garis batas yang jelas akan hubungan mereka saat ini.

“Aku dipaksa keluarga Jo.., dan aku tidak bisa menolaknya.”

“Cukup.”

Suara Joyce mulai bergetar. Gadis itu seakan kehilangan kesabaran ketika menghadapi laki-laki pecundang di depannya itu.

“Jangan terus pakai keluarga buat nutupin keputusan yang kamu pilih sendiri.”

Arka terdiam sesaat. Sorot matanya berubah penuh penyesalan ketika melihat Joyce yang kini benar-benar berbeda. Tidak lagi lembut seperti dulu. Ada jarak dingin yang sekarang berdiri di antara mereka.

“Aku nggak pernah berhenti sayang sama kamu.”

Kalimat itu membuat Joyce tersenyum pahit.

“Lucu ya…, dengan mudah dan ringan kamu berusaha mempermainkan gadis, dimana kalian berdua sudah memutuskan menjalin sebuah komitmen bersama. Sekarang.. dengan tidak tahu malunya, kamu masih berusaha membujukku untuk mengulang kesalahan yang sama. Damn....”

Air matanya mulai menggenang, tapi kali ini ia tidak membiarkannya jatuh. Joyce menengadahkan wajah ke atas, untuk menghalau air mata agar tidak menetes.

“Lelaki selalu bilang sayang setelah menghancurkan perempuan yang cinta mati sama dia. Tapi itu dulu Ka.. Sekarang mataku sudah terbuka, untuk mengenali laki-laki pecundang like you...”

Arka terlihat kehilangan kata-kata. Joyce menggeleng pelan.

“Kamu tahu apa yang paling bodoh dari aku?”

Suaranya melemah.

“Aku masih nungguin chat kamu malam itu… sementara kamu lagi latihan tukar cincin sama perempuan lain.”

Dadanya terasa sesak kembali. Arka mencoba mendekat lagi.

“Joyce, dengar.. please..”

“Aku capek jadi pilihan keduamu Arka. Aku ikhlas, aku ridho kamu sama gadis bernama Celine itu. Silakan pergi.”

Kalimat itu akhirnya keluar. Tegas.., Jujur..., Mentah.... Dan sangat menyakitkan.

Hening memenuhi backstage beberapa detik. Sampai tiba-tiba terdengar suara langkah kaki lain mendekat.

“Sepertinya saya datang di waktu yang tidak tepat.”

Suara berat dan tenang itu membuat keduanya menoleh bersamaan.

Ardian. CEO Aethera Corporation itu berdiri tidak jauh dari mereka dengan ekspresi datar, namun sorot matanya tajam membaca situasi.

Ia memandang Arka sekilas, lalu mengalihkan perhatian pada Joyce.

“Session berikutnya dimulai lima menit lagi. Kamu harus profesional Ms Joyce.. siapkan dirimu”

Nada bicaranya profesional. Tenang. Namun anehnya…kehadiran Ardian membuat Joyce merasa sedikit lebih aman. Tanpa dia sadari, Joyce merasa mendapatkan perlindungan, untuk bisa mengusir Arka.

Arka memperhatikan lelaki itu beberapa detik. Terlihat tatapan tidak suka, namun ketika sadar siapa laki-laki yang mengganggu komunikasinya dengan Joyce, dia tidak bisa berbuat apa-apa

“Maaf, saya.. ada urusan dengan pacar saya tuan...”

“Saya Ardian Mahendra. Dan saya keberatan dengan kemunculan anda di back stage. Tempat ini hanya commitee dan crew yang bisa menggunakannya”

Ardian mengulurkan tangan dengan sopan namun penuh wibawa. Arka menyambutnya singkat.

Dan entah kenapa, atmosfer di antara dua lelaki itu langsung terasa tidak nyaman.

“Aethera punya MC yang sangat profesional,” lanjut Ardian sambil menatap Joyce.

“Meskipun sedang menghadapi situasi pribadi yang tidak mudah.”

Kalimat itu membuat Joyce sedikit tersentak. Sedangkan Arka langsung memahami maksud tersembunyi di balik ucapan Ardian.

CEO itu sedang… membela Joyce. Untuk pertama kalinya malam itu, Arka merasa terancam.

Sementara Ardian melangkah mendekati Joyce dan berkata pelan,

“Ballroom menunggu Anda, Ms. Joyce.”

Tatapan lelaki itu tenang. Tidak memaksa. Tetapi cukup membuat Joyce perlahan mengangguk.

Dan tanpa sadar… untuk pertama kalinya sejak hatinya hancur, Joyce memilih berjalan meninggalkan Arka.

****************

Sementara itu di kursi VIP, Celine merasa gelisah. Gadis itu mengedarkan pandangan, berusaha mencari tunangannya.

"Kemana Arka.. ada sesuatukah." ia tampak khawatir.

Gadis itu kemudian berdiri, dan perlahan melangkahkan kaki menuju ke arah rest room. Beberapa saat Celine menunggu di depan rest room untuk male, namun tidak terlihat satupun orang keluar dari dalam.

"Hhhh.."

Ia menghela nafas, dan rasa curiga mulai menghampirinya.

"Mungkinkah Arka menemui gadis itu. Sepertinya MC tadi adalah perempuan yang mengacaukan pesta pertunanganku.."

Sesaat ingatan Celine melayang ke acara pertunangannya itu. Seketika wajah gadis itu memerah, dan menahan geram

"Kurang ajar.. aku tidak boleh tinggal diam. Aku harus mempertahankan garis batas, dan akan menghancurkan siapapun yang berani menginjak garis batasku.."

Aura dendam dan jahat terlihat di wajahnya yang cantik. Sesaat ia kembali mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan ballroom. Di depan ia melihat Arka keluar dengan wajah sendu. Gadis itu bergegas menghampiri..

"Sayang... kemana saja, aku mencarimu dari tadi Arka.." dengan manja, Celine menyapa.

Arka mengangkat wajah, kemudian memaksakan senyuman ke arah gadis itu.

"Aku ada urusan sebentar Celine.. tidak perlulah sampai menyusulku kemari.."

"Tapi lama sekali kamu perginya. Aku kan khawatir, jika kamu lupa dan meninggalkanku sendiri di hotel ini.."

Celine menggelayut manja di sisi Arka. Laki-laki itu terlihat tidak suka, karena berhenti dan menurunkan tangan gadis itu yang menggayut di pundaknya.

"Jangan bersikap kekanakan Celine.. Tahulah dimana saat ini kita berada, ga elok.."

Gadis itu tertegun, dan kaget karena Arka malah meninggalkannya. Laki-laki itu berjalan cepat, dan bukannya kembali duduk di kursi VIP, namun malah ke arah pintu keluar ballroom.

"Arka .. tunggu aku.."

"Cepat ikuti aku.." tanpa melihat ke belakang, Arka terus bergegas

"Tapi ke arah manakah kita.. Kok keluar, padahal aku masih ingin lihat presentasi produk baru Aetera .."

Gadis itu merajuk. Namun Arka mengabaikannya, dan malah terus berjalan cepat meninggalkannya sendiri. Tidak ada pilihan lain, Celine mengekor di belakangnya

1
Mundri Astuti
Adrian kebangetan lembek, berarti sama" cucunya Oma Ratih kah ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!