NovelToon NovelToon
Harga Sebuah Pengorbanan (Sita'S Love Story)

Harga Sebuah Pengorbanan (Sita'S Love Story)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:139.2k
Nilai: 5
Nama Author: r_eka

"Dia adalah anakku, bukan anak haram"
~Rosita Salsabila Akbar~


"Mereka tak pernah benar-benar ada karena cinta. Mereka disampingku hanya untuk harta dan kedudukan, bahkan mereka akan mundur perlahan karena malaikat kecil yang selalu ada di sisiku. Tapi kau, bagaimana dengan kau?"
~Rosita Salsabila Akbar~


"Aku tak pernah benar-benar mencintai wanita sebesar ini"
~Bimantara Eka Julian~


"Melihatlah ke arahku! Dan jangan katakan itu lagi, karena itu sangat menyakitkan buatku"
~Bimantara Eka Julian~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon r_eka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu

Gala menarik-narik Sita, agar berjalan lebih cepat, karena dia ingin menunjukkan sesuatu kepada Bundanya itu. Sementara Mila yang masih sibuk menelepon, masih berada jauh dibelakang mereka.

"Sayang, pelan-pelan! Bunda sudah capek ini, dari tadi kamu ajak main", seru Sita sambil berjalan cepat, berusaha mengimbangi tarikan dan langkah Gala.

"Kalau nggak cepet nanti diambil orang, Bun", kata Gala yang terus berjalan sambil menarik Sita, tanpa mengurangi sedikitpun kecepatan berjalannya.

"Kalau sudah diambil orang, berarti belum rezekinya Gala. Gala bisa beli mainan yang lain", kata Sita.

"Bu Sita....bu Sita, coba lihat itu!" Seru Mbak Saroh, sembari menahan tangan Sita agar langkahnya terhenti, sementara tangan yang lain menunjuk suatu tempat, yang tak lain adalah restoran.

"Gala bentar!" Ucap Sita, menetapkan tubuhnya agar berhenti. "Ada apa, Mbak?" Sita menoleh ke arah Mbak Saroh.

"Ayo dong bunda", Gala menghentakkan kaki dan menggoyangkan badannya serta merengek.

"Buk, itu bukannya pak Rafi, ya?" Kata Mbak Saroh.

"Biaarin aja, Mbak. Ntar kalau dia lihat kita, malah ikut-ikutan", kata Sita yang kini berlutut menenangkan Gala.

"Tapi itu Pak Rafi berduaan sama perempuan cantik, Bu", kata Mbak Saroh lagi.

Sita berdiri, sambil melihat ke arah yang ditunjuk oleh Mbak Saroh. Tak ada raut kaget atau sedih dari wanita itu, melihat tunangannya nampak mesra dengan wanita lain.

Selama ini Sita sudah sering mendengar bahwa tunangannya itu seorang playboy. Namun dia bergeming, karena sesungguhnya menerima lamaran Rafi adalah salah satu cara saja untuk dia mengungkap rahasia kematian orangtuanya.

Suatu saat jika tujuannya telah tercapai. Ia akan mengakhiri pertunangannya dengan si brengsek itu.

"Ayo kita pergi saja, Mbak. Saya nggak mau Gala melihat tingkah laku tak beradab orang itu", kata Sita dengan santainya.

*******

Seorang wanita berperawakan tinggi besar dan berkacamata, masuk ke dalam ruangan Sita, setelah diizinkan oleh pemiliknya.

"Selamat siang Bu Sita! Tadi__", belum sempat wanita yang bernama Lidya itu menyelesaikan ucapannya, Sita memotongnya.

"Ya, dia adikku. Terserah kamu mau memberinya pekerjaan di bagian apa. Aku tak mau ikut campur", ucapan Sita membuat Lidya membisu sejenak, memikirkan darimana atasannya itu tau apa yang akan dia katakan.

"Tapi, Bu. Kalau orang-orang di kantor tau, kalau itu adik Bu Sita hanya pegawai biasa, bukannya akan mencoreng citra Bu Sita?" Kata Lidya dengan hati-hati.

"Aku tak peduli, apa kata orang. Yang aku pedulikan perusahaan ini tetap berdiri kokoh dan ribuan karyawanku bisa makan", ucap Sita tegas dengan tatapan tajam ke arah lawan bicaranya.

"Baik Bu, akan saya laksanakan. Kalau begitu saya pamit dulu", kata Lidya yang kemudian memutar badannya hendak meninggalkan ruangan Sita.

"Tunggu!" Suara Sita membuat langkah Lidya yang hampir mendekati pintu, terpaksa harus berhenti. "Kabari dia hari ini juga, supaya besok, dia bisa bekerja", kata Sita.

Tak lama setelah Lidya keluar dari ruangannya, Ratih menginformasikan bahwa ada klien ingin bertemu diluar kantor. Saat itu juga, Sita yang memang tidak ada pekerjaan di kantor menyanggupinya.

Hanya dengan Ratih saja, Sita berangkat mengendarai sendiri mobilnya, menuju restoran, tempat pertemuan dengan kliennya yang alamatnya sudah dikirim kepada Ratih beberapa menit lalu.

Melewati jalanan yang tidak terlalu padat, Sita melajukan mobilnya cukup kencang. Hingga tanpa sadar wanita itu kurang terkontrol ketika mengarahkan setir di saat hendak berbelok, akibatnya mobil yang datang dari arah kanan dengan kecepatan yang sebenarnya tidak terlalu tinggi, berhasil membentur mobilnya.

Brakkkk.....saat benturan terjadi, terdengar pula teriakan dari seorang Sita yang memanggil ayah dan ibunya. Persekian detik kemudian, ia tak sadarkan diri, meski luka tak nampak sama sekali ada di tubuhnya.

"Mbak Sita....Mbak Sita.... Mbak Sita, bangun mbak?" Ratih menggoyang-goyangkan tubuh Sita yang tengah tidak tersadar.

Disaat kepanikan Ratih mulai melanda, terdengar ketukan di kaca jendela mobil yang ia tumpangi. Tanpa pikir panjang, Ratih segera membuka kaca jendela mobil yang ada di sampingnya.

"Nona tidak apa-apa?" Tanya seorang laki-laki, yang ternyata adalah si penabrak mobil Sita.

"Saya tidak apa-apa. Tapi, teman saya tidak sadarkan diri", kata Ratih dengan suara bergetar ketakutan.

Dengan sigap, Laki-laki itu segera mengeluarkan Sita dari dalam mobil dan membawanya ke rumah sakit, menggunakan mobilnya yang hanya lecet bagian depannya.

"Bagaimana dokter, kondisinya?" Tanya laki-laki tadi yang diketahui namanya adalah Dimas.

"Tidak apa-apa Pak. Anda tidak perlu khawatir! Tidak ada luka sama sekali yang dialami nona ini. Hanya sepertinya ada traumatik, sehingga membuatnya pingsan", jawab dokter yang kini berhadapan dengan Dimas di balik tirai yang di dalamnya ada Sita yang tengah berbaring.

Ratih baru saja membantu Sita duduk, sesaat setelah Sita sudah sadarkan diri. Wanita itu kemudian memberikan minum kepada teman sekaligus atasannya itu.

"Mbak Sita baik-baik saja?" Tanya Ratih, sambil menutup kembali botol minuman yang isinya baru saja di teguk oleh Sita. Dan Sita hanya mengangguk, menjawab pertanyaan Ratih.

Sita mengamati sekelilingnya, kemudian menengok jam yang ada dipergelangan tangannya.

Seolah mengerti apa yang dipikirkan atasannya itu, Ratih berkata, "Pertemuannya sudah saya batalkan, Mbak! Dan mereka bersedia bertemu lagi lain waktu".

"Baguslah kalau begitu", kata Sita dengan wajah yang masih nampak pucat. "Kita balik ke kantor sekarang ya!" Lanjutnya, hendak bergerak turun ranjang, namun Ratih menahannya.

"Muka Mbak Sita masih pucat. Mbak istirahat disini dulu, sampai kondisi Mbak Sita bener-bener pulih", kata Ratih mencoba memberi pengertian pada Sita.

"Mas Bayu sudah perjalanan ke sini sama Gala", kata Ratih sambil tersenyum tipis.

"Kenapa Bayu harus ngajak Gala segala. Anak itu pasti heboh bukan main", kata Sita sembari tersenyum membayangkan tingkah putranya.

"Kamu sudah sadar? Bagaimana kondisimu?" suara Dimas yang baru saja masuk ke bilik Sita di rawat, membuat Sita maupun Ratih melihat ke arah pria itu.

Degggg.....Jantung Sita serasa mau copot dan matanya terbelalak mendapati kenyataan, siapa laki-laki yang ada di depannya itu. "Ka_Kamu_", suara Sita nampak bergetar.

Dimas tersenyum tipis sambil bergerak mendekat ke arah Sita. "Ya, aku Dimas. Syukurlah kamu masih ingat aku Sita, kakaknya Mila", tutur Dimas.

"Pria brengsekkk", Kata itu muncul begitu saja dari mulut Sita.

"Ratih katakan pada Bayu untuk menunggu kita di parkiran saja, jangan izinkan dia kemari. Kita pulang sekarang!" Ucap Sita yang kemudian dengan tergesa turun dari ranjang.

"Jangan lupa kamu bayar biaya perawatanku dulu! Aku tunggu di parkiran", kata Sita hendak melangkah pergi, namun Dimas menahannya.

"Brengsekkk, lepaskan aku!" Sita berusaha melepas pergelangan tangannya, dari tangan Dimas.

"Aku saja yang pergi. Kamu istirahatlah dulu, wajahmu masih nampak pucat. Dan aku juga sudah membayar biaya perawatanmu, jadi kamu tidak perlu membayarnya", Kata Dimas dengan wajah penuh ketenangan.

"Tidak usah pura-pura baik kepadaku. Dasar ********!" Kata Sita ketus. "Ratih ayo kita pergi!" Ujar Sita saat Dimas sudah melepaskan tangannya.

#######

Happy Reading🌼

Semoga Suka dengan karyaku😘

1
Soraya
dri pas Sita kecelakaan bertemu Dimas q dh curiga klo dimas yg menghamili Mila
Soraya
bahasanya kurang pas gak konsisten kadang aku kadang mbak
Soraya
mampir thor
Novi Diansyah
lama y thor update ny lg
smga sehat" trs dan bs lnjut lg thor
elisabeth sembiring
terus terang, ya aq suka baca. tapi nggak mau yang pertama baca, biar belakangan nggak apa2 karena paling males baca, lanjutannya ntah kapan.
nah semangat thor, semoga sukses.
memang ada sih yang bilang biar penasaran.
elisabeth sembiring
akhirnya aq lebih milih sita dan dimas, walaupun dimas pernah jahat. mudah2an berubah.
mending mantan penjahat ya kan
elisabeth sembiring
ikuti, tapi kalau ada lagu e e peran permintaan boleh diterima ya thor.
elisabeth sembiring
ngotot banget ya si mila, tunangan kakaknya diambil masih ada muka mendatangi kakaknya. sita terlalu baik, sih.
buat perjanjian pranikah antara mila dan rafi misalnya " apabila rafi ketahuan selingkuh maka gugur kepemilikkan saham"
elisabeth sembiring
aq kasih favorite, thor
elisabeth sembiring
"mila" ternyata sangat sangat liar, wah wah. anaknya diurus kakaknya, tunangan kakaknya direbut. ini namanya mengurus anak macan, setelah besar menerkam
Sendy
Thor nulis nya masih sering ke serimpet yah.. mila jadi sita mulu nama nya. mungkin dirimu lelah ya thor hehe
Sendy
jijik liat c mila. adik ga tau diri... kelakuan nya begitu tapi masih ga intropeksi diri
Uung Uliyah
keren
amalia gati subagio
berapa lama nangisnya 🙃 hingga tidur....pasti lama....😼🙏😜💪
amalia gati subagio
tara - dimas, senyum sinis 😼
amalia gati subagio
hampir semua tokoh sakut jiwa, narsistis. 😈
Mia Mobateng
makin seru aja
Mia Mobateng
aseeekk. ..tuh ortu Rachel matre
Mia Mobateng
makin seru thoor ❤️
Mia Mobateng
oo anak Dimas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!