NovelToon NovelToon
Bidadari Tak Bersayap {Antara Dua Takdir}

Bidadari Tak Bersayap {Antara Dua Takdir}

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Selingkuh / Cintapertama / Tamat
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: BundaNazwa

Al-qolbu-lladzi-nkashara laa ya'uudu kamaa kaana, hatta lau haawalnaa tammimahu.
Allahu a’lamu bimaa fi-l quluub.

"Aku lelah, Mas, biarkan aku pergi untuk menghapus lukaku."

Aiza Adiva Humaira, seorang wanita yang sudah memiliki tambatan hati, namun harus merelakan cintanya karena sebuah perjodohan yang tak bisa ia tolak.
Namun, hidup yang ia kira akan baik-baik saja, perlahan hancur karena dua hati tak saling menyatu.

Yuk simak cerita selanjutnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BundaNazwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mbah Pingsan

Hari-hari di rumah mewah itu bagaikan penjara bagi Aiza. Setiap harinya terasa begitu sepi, hanya air mata yang selalu membersamainya.

Aiza rindu pada kampung halamannya, rindu pada nenek dan orang-orang yang dia sayangi.

Yang lebih menyakitkan, semua orang seolah tak peduli dengan air matanya. Mereka hanya sibuk mempersiapkan pesta pernikahan mewah yang akan dilangsungkan besok.

“Mbah, Aiza kangen. Gimana kabar mbah sekarang? Besok Aiza menikah, mbah, Aiza berharap mbah datang, tapi itu pun ndak mungkin.

Aiza mengusap air matanya. Sebuah foto usang di dalam dompetnya itu menjadi pelipur lara sekaligus pengobat rindu pada neneknya.

Aiza cepat-cepat mengusap sisa air matanya ketika pintu kamarnya terbuka. Seorang meid datang dengan nampan berisi makanan.

“Silahkan makan malam dulu, nona." Meid itu meletakkan nampannya di atas nakas dan tak lupa mempersilahkan Aiza untuk makan.

Namun Aiza yang merasa tak enak hati pun lantas berkata.

“Loh, Mbak. Ndak usah dibawa ke kamar segala makanannya, nanti saya bisa makan di bawah saja."

Meid itu tersenyum sedikit dingin. Hanya sekilas, setelahnya ia mencoba bersikap normal.

“Tidak perlu, nona. Mulai hari ini nona bisa makan di kamar saja, biar saya yang mengantarkan."

“Loh, kenapa? Saya masih sehat kok, Mbak. Ndak perlu diantarkan ke kamar makanannya."

“Lebih baik nggak usah ngeyel deh! Nyonya sama tuan muda Arjuna tuh nggak bisa makan bareng cewek kampung. Nanti mereka muntah lagi," jawab meid itu mulai terlihat sengit.

“Kenapa begitu? Kan saya calon istri mas Arjuna, berarti saya calon mertua di keluarga ini." Aiza sedikit heran dan terkejut dengan jawaban meid itu.

Namun meid itu malah tertawa lepas, seolah ucapan Aiza adalah lelucon baginya.

“Pede banget sih ngarepnya? Seharusnya sih ngaca, kalau orang kampung kayak kamu dijadikan istri sama orang terpandang kayak tuan muda Arjuna, berarti kamu tuh lagi di manfaatin. Gitu aja nggak sadar.”

Aiza tertegun mendengarnya. Ada rasa sesak ketika hatinya membenarkan ucapan meid itu. Meskipun pernikahannya dan Arjuna adalah sebuah keterpaksaan, tapi jika benar dirinya hanya dijadikan alat oleh keluarga itu, tentu saja dia tidak akan terima. Namun meskipun begitu dia tidak boleh suudzon. Dia tidak boleh menelan ucapan dari meid itu mentah-mentah sebelum ada bukti yang kuat.

“Mbak ini ngomong apa to. Ndak mungkin mereka berniat begitu." Aiza pun menyangkal dan mencoba tetap berpikir positif.

“Ya udah kalau nggak percaya. Itu mah urusan kamu." Meid itu tampak acuh.

“Ya udah, saya permisi dulu. Itu makanannya jangan lupa dimakan, dan jangan keluar sampai pernikahan besok!”

Setelah menyelesaikan tugasnya secara ogah-ogahan, meid itu pun keluar dari kamar Aiza.

"Astaghfirullah, kok ada ya yang menjelek-jelekkan majikannya di belakang seperti itu.” Aiza mengusap dadanya melihat tingkah meid muda itu.

***

Udara pagi masih terasa dingin saat Gus Qais turun dari mobilnya, melangkahkan kaki di halaman rumah Warih. Dengan senyum teduhnya, ia membawa serantang sarapan hasil masakan Uminya tadi pagi, berharap Warih akan senang dengan kedatangannya.

Kedatangannya ke rumah wanita tua itu bukan bermaksud apa-apa. Meskipun ia dan Aiza putus hubungan, bukan berarti tali persaudaraan sesama muslim harus terputus juga.

Qais memang tipe orang yang mengayomi. Dulu sebelum kuliah di universitas kedokteran di Jakarta, dia memang terkenal dengan kehumbleannya. Apalagi saat ini Warih hanya tinggal sendiri, itu membuatnya tak tega dan selalu ingin membantu.

Dia memang seorang calon dokter. Itu sebabnya, sebelum Qais dan Aiza memiliki takdir masing-masing waktu itu, dia pernah berencana akan pindah ke Jakarta untuk melanjutkan kuliah sambil magang, tapi takdir berkata lain, Allah mungkin punya rencana yang lebih indah suatu saat nanti.

Ketika tiba di depan rumah Warih, Qais mengetuk pintu rumah bambu itu dengan antusias. Senyum hangat menghiasi wajah teduhnya.

"Assalamu’alaikum, Mbah?" sapanya lembut.

Nihil. Tak ada sahutan dari dalam rumah yang tampak sepi itu.

Namun Qais tak menyerah sampai di situ. Ia mengucapkan salam sebanyak tiga kali sesuai aturan Islam, namun hasilnya tetap sama. Ia ingin berbalik dan pulang, namun feelingnya mengatakan ada yang tidak beres. Ia melihat pintu rumah itu dikunci dari dalam, yang artinya di dalam sana masih ada penghuninya.

“Ya Allah….. maafkan hamba, ya Allah. Hamba terpaksa. Hamba takut terjadi sesuatu di dalam.”

Dengan segenap perasaannya, Qais mendobrak pintu itu sambil mengucap basmalah.

"Bismillahirrahmanirrahim.”

BRAK……

Dengan sekali dobrak akhirnya pintu itu terbuka juga. Qais masuk dengan hati-hati, mengucap salam sebelum memasuki rumah yang tampak lengang itu.

"Assalamualaikum, Mbah! Ini Qais.”

Qais terus berjalan hingga sampai di depan kamar. Qais terkejut ketika melihat pintu kamar yang terbuka, menampakkan Warih yang sedang tergeletak di lantai dengan masih mengenakan mukena lusuhnya. Sepertinya wanita tua itu pingsan usai melaksanakan shalat.

“Astaghfirullah hal adzim, Mbah!"

1
Trisna Suryani
kenapa harus berakhir seperti ini g tega sama zafran
Dartik Sriyanti
aku suka cerita nya
Erda Erda
gk sanggup baca ya kasihan snak ya ..
BundaNazwa: Iya sih, Kak 🥺
total 1 replies
jingga 007
gak Ada season 2 nya thor
BundaNazwa: Belum tau, Kak 🙏
total 1 replies
Mila Mulitasari
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
BundaNazwa: 🥺🥺🥺🥺😭😭
total 1 replies
Badau Badau
baru kali ini baca novel sampai air mata keluar thorr
BundaNazwa: Maafkan aku, kak. Ini udah jadi jalan cerita 🙏🥺
total 1 replies
Trisna Suryani
berharap kematian aiza mimpi buruk Qais ternyata beneran ko jdi gini ceritanya thor
BundaNazwa: Maaf, Kak. Ini sudah alurnya begini 🥺🤧
total 1 replies
Mila Mulitasari
aiza jangan meninggal dong thor moga aja ada keajaiban gitu thor kasian baby khai 😭
BundaNazwa: Udah dikubur, kak. nggak bisa balik lagi 😭🙏
total 1 replies
Erda Erda
sedih .semoga gus gk nikah lagi lah..perjuwangan isteri ya berat kali 😍
BundaNazwa: Banget, kak 🤧
total 1 replies
Trisna Suryani
di mana otak c Arjuna coba aduuuh dulu kau yg g peduli sekarang
Yulia Anugrahwati
alhamdulillah
BundaNazwa: Alhamdulillah 😁
total 1 replies
Yulia Anugrahwati
semoga ini tanda" Aiza hamil y
Siti Java
lanjut dong kk
BundaNazwa: Oke Kak ☺️
total 1 replies
Siti Java
kk lanjutan y mna😍
BundaNazwa: Siap, Kak. OTW 😁
total 1 replies
Yulia Anugrahwati
cerita seru
BundaNazwa: Terima kasih ☺️🙏
total 1 replies
Pipit Sopiah
masih maraton bacanya
Pipit Sopiah
si Arjuna itu udah nikah ya, tapi kaya engga di restui sama orang tua si Arjuna
Pipit Sopiah
udah lama engga buka aplikasi noveltoon
sekarang buka lagi langsung meluncur ke ceritamu thor
BundaNazwa: Masya Allah. Terima kasih, Kak ☺️
total 1 replies
Umy Fauzan
ceritanya bagus,enggak banyak iklan juga
BundaNazwa: Terima kasih ☺️
total 1 replies
Trisna Suryani
Arjuna licik kamu dulu di dia siakan sekarang menghalalkan segala cara
BundaNazwa: Hooh 🤧 Sekarang malah obses
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!