NovelToon NovelToon
RAHIM UNTUK ISTRINYA

RAHIM UNTUK ISTRINYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Ibu Pengganti / Mafia / Nikah Kontrak
Popularitas:25.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wiw1tt

Aku hanya diminta untuk mengandung anaknya.
Tidak untuk dicintai, tidak untuk dipertahankan.
Setelah melahirkan, aku harus pergi… membawa hati yang hancur, dan meninggalkan bayi yang kukandung dengan air mata.

Namaku Naira.
Aku bukan siapa-siapa — hanya wanita yang dijodohkan demi rahimku, agar keluarga besar Arga punya pewaris.
Pernikahan ini semu, cinta ini tidak pernah diminta.
Tapi di setiap detik aku merasakan kehidupan tumbuh di dalam perutku, aku juga mulai merasakan sesuatu yang tak seharusnya: aku jatuh cinta pada suamiku sendiri.

Namun di rumah itu, ada satu nama yang tak pernah bisa kulewati — Raisa, istri pertamanya.
Wanita sempurna yang tak bisa mengandung, tapi memiliki seluruh hatinya.

Aku hanyalah bayangan, tapi bagaimana jika bayangan ini mulai memiliki cahaya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wiw1tt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HANGAT YANG TAK DIAKUI

Malam turun lebih cepat dari biasanya.

Rumah itu kembali sunyi setelah makan malam ringan.

Para pelayan sudah kembali ke ruang masing-masing. Sedangkan Raisa pergi ke kamar lebih dulu dengan alasan lelah. Dan untuk pertama kalinya sejak mereka pulang dari mall, Arga dan Naira berada kembali dalam satu ruangan tanpa orang ketiga.

Naira Berjalan menuju ke arah dapur dan berdiri di sana, Ia menuangkan air hangat ke dalam cangkir. Gerakannya pelan. Hati-hati. Seolah takut membuat suara sekecil apa pun.

Ia tidak menyadari bahwa ada sepasang mata yang memperhatikannya dari ambang pintu.

Arga bersandar di sana dengan tangan dimasukkan ke saku celana. Tatapannya datar seperti biasa. Tapi matanya menatap jauh lebih lama dari biasanya.

"Ada apa tuan?"

Suara Naira membuat Arga tersadar. Ia tidak sadar sudah menatap cukup lama.

"Tidak ada."

Jawaban yang singkat dan Dingin. Seperti biasa.

Naira mengangguk pelan. Lalu berjalan menuju ke arah Arga dan menyodorkan satu cangkir teh ke nya.

"Ini...teh hangat. Kalau Tuan mau."

Arga tidak langsung menjawab. Tatapannya turun ke cangkir itu. Lalu kembali ke wajah Naira.

"Saya tidak minta."

Nada suaranya datar, sedikit tajam.

Naira hanya mengangguk. Tidak tersinggung. Tidak marah.

"Iya. Tapi...malam dingin."

Kalimat sederhana.

Tapi entah kenapa, dada Arga terasa seperti dipukul pelan dari dalam. Selama ia berumah tangga tidak pernah ia mendapatkan satu cangkir teh maupun kopi dari Raisa. Yang ada Arga yang selalu membuatkannya untuk Raisa.

Arga berjalan mendekat, mengambil cangkir itu. Tanpa berkata terima kasih.

Naira tidak menunggu respon, Ia langsung berjalan masuk lagi ke dalam dapur dan membersihkan meja. Seolah memang tidak berharap apa-apa.

Tapi justru itu yang membuat Arga tidak nyaman.

Kenapa perempuan ini tidak menuntut?

Kenapa dia tidak marah?

Kenapa dia... tetap hangat?

🌻🌻🌻

Mereka berjalan ke arah kamar hampir bersamaan.

Langkah Naira sedikit lebih pelan. Seperti menyesuaikan dengan langkah Arga tanpa sadar.

Arga membuka pintu kamar, masuk lebih dulu. Tidak menoleh.

Tapi saat pintu hampir tertutup, tangannya berhenti.

"Masuk."

Hanya satu kata. Tanpa melihat.

Naira masuk pelan, ia langsung membersihkan riasannya.

Sedangkan Arga duduk dengan Jarak cukup jauh dari Naira.

Ruangan itu hening.

Hanya suara AC dan detak jam.

Naira bangkit dari duduknya dan langsung membuka lemari. Mengeluarkan kaos hitam dan celana hitam milik Arga. Arga memang sengaja menaruh beberapa kaos dan celana di kamar Naira.

Ia menaruh baju itu di kasur dan langsung menuju kamar mandi, menyiapkan air hangat.

"Tuan...sudah makan cukup tadi?"

Pertanyaan kecil. Tidak penting.

Arga menghembuskan napas pelan.

"Kenapa kamu tanya?"

"Tidak kenapa-kenapa. Hanya memastikan."

Hening lagi.

"Lebih baik tuan mandi terlebih dahulu, air hangat dan baju sudah saya siapkan"

Arga menatap Naira lumayan lama, Naira yang ditatap seperti itu jadi kikuk sendiri, ia meremas samping bajunya.

"Kamu tidak perlu melakukan semua itu."

Naira mengerutkan kening. "Maksudnya?"

"Jadi istri yang...terlalu patuh."

Naira terdiam.

Lalu tersenyum kecil. Senyum yang tidak pahit. Tidak sinis.

Hanya...menerima.

"Tidak apa-apa."

Jawaban itu terlalu cepat. Terlalu tulus.

Dan itu membuat sesuatu di dada Arga bergetar lagi.

"Aku terbiasa melihat Ibu begitu ke Ayah. Jadi...mungkin aku hanya meniru."

Arga menelan ludah.

Ia tidak tahu kenapa kalimat itu terasa berat.

Tidak mau membuat suasana tambah awkward, Arga langsung bangkit menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Naira tidak berbicara lagi. Ia hanya merapikan bantal. Menarik selimut. Gerakan kecil yang... seperti rumah.

Hangat.

🌻🌻🌻

Lampu kamar dimatikan.

Hanya lampu tidur yang menyala redup.

Mereka berbaring membelakangi satu sama lain.

Seperti biasa.

Tapi malam ini... Arga tidak bisa langsung tidur.

Ia bisa mendengar napas Naira, Pelan dan Teratur.

Ia mengingat siang tadi.

Saat Naira menyodorkan nasi.

Saat Naira menunduk saat Raisa bicara.

Saat Naira tersenyum kecil melihat cincin lama itu.

Saat Naira memberikan nya teh hangat

Saat Naira menyiapkan air hangat untuknya.

Apa Naira sudah mulai mencari perhatian darinya?

Arga menghela napas pelan.

Dan tanpa sadar... ia menoleh sedikit.

Naira sudah tidur.

Hanya punggung Naira yang bisa ia lihat. Tidak ada beban. Tidak ada ketegangan.

Hanya...damai.

Naira bergerak memutar badannya, karena kaget akhirnya Arga langsung memejam matanya. merasa tidak ada pergerakan, Arga membuka matanya secara perlahan.

Ada satu helai rambut jatuh menutupi matanya.

Arga menatapnya.

Lama.

Tangannya bergerak sedikit...lalu berhenti di udara.

Seolah ingin merapikan rambut itu.

Tapi ia menarik tangannya kembali cepat.

Apa yang dia lakukan?

Ini salah.

Ia membalikkan tubuh dan membelakangi Naira lagi, Menutup mata keras berharap kantuk cepat menyerang.

Tapi jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.

Beberapa menit berlalu.

Naira bergerak pelan dalam tidurnya. Tanpa sadar... tangannya menyentuh punggung Arga.

Hanya sentuhan ringan.

Tapi tubuh Arga langsung menegang.

Sentuhan itu hangat,

Bukan menggoda. Bukan menuntut.

Dan Arga benci kenyataan bahwa ia tidak langsung menjauh, Ia diam.

Membiarkan tangan itu ada di sana beberapa detik.

Lalu perlahan... ia menggeser tubuhnya sedikit.

Menjauh.

Tapi bukan karena ia ingin tapi Karena ia takut...kalau tidak menjauh, ia akan terbiasa.

Di dalam gelap, Arga membuka mata.

Langit-langit kamar terasa terlalu jauh.

Kenapa dada nya terasa sesak?

Kenapa ia terus memikirkan perempuan yang seharusnya... hanya tanggung jawab?

Ia mengepalkan tangan pelan, Ini hanya perasaan sesaat.

Mungkin karena...

Hanya karena Naira terlalu baik.

Hanya karena ia belum terbiasa.

Tidak lebih.

Tidak boleh lebih.

Ia menutup mata, Memaksa dirinya tidur.

Tapi di sudut hatinya... ada sesuatu yang mulai retak dan Arga tahu.

Jika ia tidak hati-hati, Hangat itu bisa jadi sesuatu yang tidak bisa ia kendalikan.

Pagi belum datang. Tapi untuk pertama kalinya Arga terbangun bukan karena alarm. Melainkan karena ia sadar Tangannya tanpa sadar sedang memegang ujung selimut Naira

Ia langsung melepaskannya, Menarik tangan seperti tersengat. Arga Menatap ke arah Naira yang masih tidur.

Wajahnya tenang.

Dan entah kenapa Arga merasa ingin menjaga ketenangan itu.

Ia berdiri cepat dari ranjang, Masuk kamar mandi.

Menatap bayangannya di cermin, Wajah yang sama. Tatapan dingin yang sama Tapi ada sesuatu yang berbeda di matanya.

"Jangan bodoh", gumamnya pelan.

Ia membasuh wajahnya dengan air dingin, berusaha mematikan getaran kecil di dadanya.

Berusaha kembali menjadi Arga yang biasa.

Dingin.

Terkontrol.

Tidak tersentuh.

🌻🌻🌻

Di luar kamar, matahari mulai naik, Dan tanpa Arga sadari Hari ini Adalah hari pertama ia mulai takut...

Pada perasaannya sendiri.

1
Atifah Diani
lanjuttttt
Dewi Andika
kyknya author ny kehabisan ide🤭
Wiw1tt: LANJUTTTT
total 1 replies
Atifah Diani
lanjuttttt
Wiw1tt: LANJUT!!
total 1 replies
zoya
kapan lanjut nya thot
Wiw1tt: LANJUT!!
total 1 replies
Atifah Diani
lanjuttttt
Wiw1tt: LANJUT!!!
total 1 replies
anis abdullah
Reno bener gk sih
Wiw1tt: LANJUT!!
total 1 replies
zoya
blm up ka
Wiw1tt: LANJUT!!
total 1 replies
zoya
Lanjut ka
Wiw1tt: gass lanjuttt
total 1 replies
Atifah Diani
lanjuttttt
Wiw1tt: gass lanjuttt
total 1 replies
Dewi Andika
atau jgn2 raisa thor.. oh my god..
Wiw1tt: Mungkin aja si, kan raisa emang udah ngga suka sama Naira tuh 🤔
total 1 replies
anis abdullah
Kq aq curiga Raisa ya dalang dibalik semua ini
Wiw1tt: Tapi bisa jadi yang lain nihhh
total 1 replies
Atifah Diani
lanjut
Dewi Andika
duh.. curiga deh kalau reno tu sebenarnya ada hati ma naira🤭
Dewi Andika
syukaa👍
Wiw1tt: YUK LANJU!! UDAH UP LAGI NIH💪
total 1 replies
Datu Zahra
Raisa 👎
Wiw1tt: YUK LANJU!! UDAH UP LAGI NIH💪
total 1 replies
Datu Zahra
Bikin Naira kuat lah kak othor, lawan itu Raisa.
anis abdullah
Udah jatuh cinta tp egonya lbh tinggi
Wiw1tt: YUK LANJUT GUYSS!! 😍
total 1 replies
Dewi Andika
udah gk sabar liat kelanjutannya smpe naira melahirkan..
Wiw1tt: YUK LANJUT!! 😍
total 1 replies
Datu Zahra
Raisa ambisius, Arga bodoh. Pasangan cocok, memuakkan
Wiw1tt: UDAH UP LAGI NIHH, YUK LANJUT LAGI🤭
total 1 replies
Nada Afifah
jadi naira sakit, begitu juga jadi raisa dan arga, lanjut dong thor, sampai bawa mimpi, jujur aku suka gaya penyampaiannya , semangat 😍😍
Wiw1tt: UDAH UP NIHH, YUK LANJUT LAGII💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!