NovelToon NovelToon
The Sweetest Mistake

The Sweetest Mistake

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Office Romance / CEO / Tamat
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Polaroid Usang

Bagi Heskala Regantara, kehidupannya di tahun 2036 hanya soal kerja, tanggung jawab, dan sepi. Ia sudah terlalu lama berhenti mencari kebahagiaan.

Sampai seorang karyawan baru datang ke perusahaannya — Aysha Putri, perempuan dengan senyum yang begitu tipis dan mata yang anehnya terasa akrab.

Ia tak tahu bahwa gadis itu pernah menjadi bagian kecil dari masa lalunya… dan bagian besar dari hidupnya yang hilang.

Lalu, saat kebenaran mulai terungkap, Heskal menyadari ...

... kadang cinta paling manis lahir dari kesalahan yang paling tak termaafkan.

•••

"The Sweetest Mistake"

by Polaroid Usang

Spin Of "Gairah My Step Brother"

•••

Bisa dibaca terpisah.

•••

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Polaroid Usang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6

•••

Hari itu, tim Lumina Project tiba di Taiwan — Negara yang memiliki keunggulan di bidang teknologi Sensor dan Chip— pada pukul dua siang.

Jadwal pertemuan tatap muka perdana kedua perusahaan itu diatur pukul 7 besok pagi dengan lokasi di perusahaan start up besar itu.

Setelah mengecek kembali proposal dan PPT Kerjasama Lumina, Heskal turun dari kamar hotelnya, sekedar mencari angin. Dia memberi waktu bebas untuk karyawannya hari ini, sebelum keesokan hari bertempur demi merealisasikan kerjasama ini.

Saat tiba di lobby hotel, langkahnya terhenti, lagi-lagi terpana.

Aysha, dia baru saja keluar dari lift lain. Begitu cantik. Dress manis berwarna peach lembut dengan renda-renda mungil disetiap tepiannya, sepatu kets putih, juga rambut yang kini tergerai indah.

Sekali lagi, rasanya Heskal seperti melihat orang yang berbeda. Aysha yang sekarang sangat-sangat berbeda dengan Aysha staff profesional yang dia lihat beberapa jam lalu. Apalagi ... senyum tipisnya itu.

Semalam, Heskal sudah berpikir banyak hal. Tentang kemungkinan yang terus bermunculan dalam benaknya. Semakin dia memikirkan semua hal itu, perlahan Heskal semakin yakin.

Mulai dari dirinya yang selalu merasa familiar, lalu Aysha yang terus mengelak tak pernah mengenalnya, juga wajah Shala Noa yang mirip dengannya.

Belum sempat berpikir, kakinya sudah melangkah lebih dulu mengejar perempuan itu.

"Aysha!"

Yang dipanggil menoleh dan terkejut saat tiba-tiba Heskal sudah berada didepannya, dengan jarak tak sampai satu meter. Aysha refleks mundur sedikit.

"Iya, Pak?"

"Kamu ... " Heskal berpikir sesaat, "mau kemana?"

Alis perempuan itu terangkat samar, "Mau cari angin, Pak. Sekalian cari oleh-oleh kalau ada, Pak. Saya duluan ya, Pak." Aysha membalikkan badan dan melangkah.

"Sebentar!"

Heskal menahan tangan Aysha, lalu langsung melepasnya saat sadar ia sudah kelewat batas.

"Pakai apa?"

"Jalan, Pak."

"Sama saya aja," ujar Heskal, dia menatap keluar lobby dimana mobil sewaannya baru saja tiba tanpa ada pengemudi, Heskal melangkah lebih dulu, "Ayo."

"Tidak perlu, Pak!"

Tak ingin mendengar penolakan, Heskal tetap melangkah, lalu membukakan pintu hingga mau tak mau Aysha melangkah ragu menghampirinya.

"Bapak mau kemana? Saya nggak mau merepotkan, Pak."

"Saya juga hanya ingin cari angin. Sepertinya saya gugup buat besok pagi?" Heskal tersenyum tipis.

Aysha tak bisa menahan senyumnya. Bohong sekali. Sebagai CEO perusahan sebesar Regantis Tech Group, tak mungkin lelaki itu merasa gugup.

Mobil mereka akhirnya berjalan dengan sistem kemudi otomatis. Suasananya hening, tapi nyaman. Instrumen musik tenang terdengar pelan dari speaker mobil. Taiwan pada sore itu begitu cerah dan tenang. Awan-awan tebal bergerak pelan dengan latar langit biru, orang-orang dan kendaraan berlalu lalang tanpa suara bising.

Heskal, sering kali tak bisa menahan dirinya untuk tak menoleh pada perempuan disampingnya. Aysha itu ... benar-benar seperti memiliki magnet yang membuatnya ingin terus menatapnya.

Sekalian beli oleh-oleh.

Dia kembali teringat perkataan Aysha, matanya langsung meredup, "Buat suami dan anak-anak?"

"Hah?" Aysha menoleh.

Heskal gelagapan, tak menyangka isi hatinya malah terucap tanpa sadar, "Oleh-olehnya, buat suami dan anak-anak?"

Deg!

Di atas pahanya, tangan Aysha mengepal, dia berusaha tersenyum tipis, "Buat anak-anak aja, Pak."

"Buat suami enggak?" Heskal tak bisa menahan rasa penasarannya.

Aysha mengalihkan pandangannya segera, tak sanggup menatap mata hitam itu, "Saya single mom." Gumamnya.

"Single mom..." Ulang Heskal tak kalah pelan.

Aysha meremas tangannya, memilih kembali melihat pemandangan Kota Taipei dari jendela mobil yang dibukanya.

Heskal menatap sisi wajah Aysha, rambutnya bergerak pelan diterpa angin. Wajah Aysha, membuatnya kembali teringat dengan Shala, mereka benar-benar mirip, Shala juga ... sekilas mirip dengannya. Lalu Noa ... semakin diingat, anak laki-laki itu juga semakin mirip dengan dirinya diwaktu kecil.

"Semakin lama," Heskal berucap pelan, tapi berhasil membuat Aysha berdebar cemas lagi, "Saya merasa kamu berbohong. Tentang tak pernah mengenal saya."

Aysha menelan ludahnya sebelum berkata dengan suara tertahan, "Saya memang tak mengenal, Pak Heskal."

Heskal tersenyum tipis, menahan rasa di dadanya, "Semalam saya ketemu anak-anak kamu di Cafe."

Aysha menatapnya terkejut.

Heskal menatap matanya, menyelami mata hitam itu, berusaha mencari kejujuran disana.

"Kenapa mereka mirip saya?" Tanya Heskal.

Aysha terpaku. Tubuhnya menegang tanpa sempat berpikir. Dunia seolah mendadak hening — suara kendaraan, instrumen musik, bahkan hembusan angin pun menghilang. Hanya ada tatapan itu, tatapan tajam yang menembus semua benteng yang selama ini dia bangun.

"Apapun yang ada dipikiran Pak Heskal, sepertinya itu terlalu konyol." Ucap Aysha pelan, setelah berusaha untuk tak terdengar bergetar.

Tanpa sadar rahang Heskal mengeras, "Mereka mirip saya! Dan kamu tidak mau jujur kalau mengenal saya, anak-anak itu pasti—"

"Mereka bukan anak Bapak. Jangan konyol."

•••

Heskal menatap punggung kecil itu. Aysha berdiri bersandar di pagar pembatas, memandangi permukaan danau yang berkilau diterpa cahaya matahari yang mulai tenggelam.

Heskal menghela napas panjang. Ada penyesalan samar di dadanya — bukan karena dia ragu pada keyakinannya sendiri, tapi karena mungkin, ia terlalu tergesa-gesa.

Pasti ada sesuatu.

Sesuatu yang membuat Aysha memilih berbohong, menyembunyikan sesuatu darinya. Sesuatu yang membuat perempuan itu seakan menjaga jarak. Dan mungkin juga... karena dirinya yang tak mampu mengingat perempuan itu.

Jika semua dugaannya benar, Heskal tahu, dirinya pantas dihukum.

Dia melangkah perlahan, berdiri di sisi perempuan itu. Menatap sisi wajahnya yang diterpa lembut cahaya senja.

"Maaf," ucapnya pelan, nyaris seperti bisikan, “Saya hanya merasa seperti pernah mengenal kamu.”

Aysha diam sejenak sebelum menjawab lirih, “Tidak apa-apa. Mungkin itu cuma perasaan Bapak saja.”

Heskal tersenyum tipis — senyum yang lebih seperti bentuk penyesalan. “Terkadang saya juga merasa... seperti pernah kehilangan kamu.”

Aysha tak menanggapi lagi. Hening menyelimuti di antara mereka, hanya suara air danau yang berdesir pelan tertiup angin.

Heskal akhirnya ikut menatap ke arah yang sama, ke danau buatan itu, di mana beberapa swan boat berlalu-lalang dengan penumpangnya yang tertawa bahagia.

Tanpa berkata apa-apa lagi, Heskal mengalihkan pandangannya pada Aysha.

"Ikut saya," katanya pelan sebelum berbalik melangkah.

Aysha mengerutkan kening. Dilihatnya Heskal menuju tempat penyewaan swan boat, berbicara sebentar dengan petugas, lalu menaiki salah satunya. Tak lama kemudian, lelaki itu melambaikan tangan padanya.

Tangan Aysha mengepal di sisi tubuhnya. Jantungnya berdebar begitu keras saat kenangan itu —kenangan yang sudah berusaha ia kubur sepuluh tahun lalu— kembali melintas. Hanya dia yang masih mengingatnya. Lelaki itu tidak. Dan kenyataan itu, selalu saja membuat dadanya nyeri.

Aysha memang tak ingin Heskal mengingatnya. Tapi di sisi lain, dia juga tak sanggup menghadapi tatapan lelaki itu yang semakin sering menembus batasnya.

“Aysha!”

Akhirnya, ia melangkah. Mendekat, lalu menaiki swan boat itu. Duduk di samping Heskal, tanpa sepatah kata pun.

Heskal mulai mengayuh pelan pedal perahu itu dengan kakinya. Perahu berbentuk angsa itu bergerak menyusuri tepian danau hingga perlahan tiba di tengah

Heskal berhenti di tengah danau. Dalam diam yang tenang, mereka memandang matahari yang perlahan semakin tenggelam di balik celah gedung-gedung pencakar langit.

Heskal menoleh, menatap wajah Aysha yang diterpa lembut oleh cahaya keemasan itu.

"Saya lihat kamu terus menatap swan boat, jadi saya menyewanya." Ucap Heskal membuat Aysha menoleh menatapnya.

"Sebagai permintaan maaf. Karena saya sudah kelewat batas." Tambah Heskal.

Aysha mengangguk, lalu kembali melihat pemandangan saat sadar wajahnya memanas. Heskal itu ... masih seperti dulu, terlalu mempesona.

Karena gugup, Aysha merogoh tasnya, mengambil handphone untuk mengabadikan tenggelam ya matahari yang begitu cantik itu. Berusaha menyibukkan diri supaya tak terbayang tatapan Heskal yang mampu membuatnya hilang akal.

Bruk!

Tangannya yang berkeringat membuat handphone-nya tergelincir dari tangan, jatuh kebawah tempat duduknya.

Aysha meringis malu, buru-buru menunduk, berusaha meraih benda kecil itu di sela kursi sempit, tapi tak juga terjangkau.

"Bisa?" Tanya Heskal juga menunduk, ingin membantu pun tak bisa, tak mungkin ia berjongkok didepan perempuan itu dan meraih handphone di kolong kursinya.

"Bisa, Pak." Akhirnya Aysha memilih turun dari kursinya, berjongkok dan meraih handphone-nya.

"Sudah, Pak." Aysha mendongak menatap Heskal, tersenyum tipis sembari meringis malu.

Dan di detik itu, Heskal terpaku.

Sesuatu di dadanya seperti berhenti sejenak. Bayangan samar masa lalu menyeruak tanpa permisi—wajah seorang gadis kecil.

Bibirnya bergerak pelan, hampir seperti gumaman yang terlepas tanpa sadar.

"...Zeline?"

•••

1
styandrie
wahhh aku juga rela berpisah sama heskala zeline😭😭😭😭
styandrie: eeh iya😭😭
total 2 replies
styandrie
lucu banget fotonyaaa bajunya couplee ihhh😭😭😭🫶🏻
styandrie
image cool nya langsung ilang ya kal😭🤏🏻
styandrie
ini sepertinya heskal yang menghasut shala buat teriak panggil mimi nya nih😭😭🫵🏻
styandrie
episode ini yang aku tunggu tungguuu🫶🏻🫶🏻
styandrie
aaaaa terharu bangett😭😭😭😭
styandrie
lucu bgt Noaaa😭😭😭
ms. S
up lagi Thor
ms. S
pinter noa melindungi mimia bgt.. walau masih kecil tapi tegas👍👍👍
ms. S
up up lagi kak
styandrie
lanjut thorrrrrrr
@RearthaZ
kak aku sudah baca, semua chapternya seru banget...

oh iya boleh tolong bantuannya juga ya kak untuk like dan baca cerita baru ku (aku baru pemula hehehe)
boleh cek profil ku ya kak... nama judul ceritanya Pernikahan yang tak terduga
Bu Yudi Wahono
lanjut
styandrie
LANJUT KAAA AUTHORR
PLISSSSSSSS
styandrie
aaaa nangisss.......
😭😭😭😭😭
styandrie
ahhh noaaaa
styandrie
KAK AUTHOR KAMU KEREN BGTTT SEMANGAT TERUS YAA
styandrie
ga bisaaa nahannnn senyuuummmmm😭😭😭🤸🏻🤸🏻🤸🏻🤸🏻🤸🏻
styandrie
SOK SOK NANYA DIH HESKALL
styandrie
ZELL SERIUSS?????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!