Novel ini berhubungan dengan novel takdir cinta bella season 1 dan 2.
Vira adinda vins anak dari pasangan stiven dan bella. Ia memiliki paras yang cantik dan imut. Sifat nya yang periang dan aktif membuat nya di gemari banyak orang. Memiliki kakak yang seper duper protetif pada nya membuat nya tidak bebas melakukan hal apapun, itu yang membuat nya lebih memilih tinggal di korea bersama oma dan oppa nya sejak umur 13 tahun.
Vira tumbuh menjadi gadis yang sangat pintar, saat ini ia sedang menempuh pendidik S2 di salah satu universitas ternama di korea. Kehidupan nya berubah seketika saat bertemu kevin orang yang secara tiba-tiba mengejar nya.
Kevin zhing, laki-laki tampan yang besar dan tinggal di korea walaupun ia bukan orang asli korea. Mamah nya berhasal dari indonesia dan papah nya bersal dari tingkok. Kevin mengejar-ngerjar vira bukan tanpa alasan ia mendapatkan perintah oleh seseorang untuk mendapatkan hati vira, awal nya kevin hanya bermain-main pada vira tetapi sifat vira berhasil meluluh kan hati nya.
Bagaiman kisah cinta mereka berdua..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerita_Bahagia12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7
Bagaimana cara nya.
"Apa vir." tanya kevin.
"Apa kamu tuli, kembalikan ciuman pertama ku." jawab vira.
"Bagaimana cara nya." tanya kevin.
"Kau yang merenggut nya, kau yang harus memikirkannya." ucap vira.
Otak licik dan mesum kevin bekerja seketika, kevin memberhentikan mobil mereka di pinggir jalan. Kevin melepas kan sabuk pengaman dan mendekati vira.
"Vin apa yang kau lakukan." tanya vira.
"Aku ingin mengembalikan ciuman pertama mu." jawab kevin.
"Lakukan lah tapi jangan mendekati ku seperti ini." ucap vira.
"Vira sayang, aku mencium menggunakan apa." tanya kevin.
"Bibir." jawab vira.
"Jadi aku harus mengembalikan menggunakan." tanya kevin.
"Bibir." jawab vira.
"Ya sudah akan ku lakukan." ucap kevin.
"Oww, lakukan lah." ucap vira sambil memonyongkan bibir nya.
Dengan senyuman penuh kegembiraan kevin kembali mendekati bibir vira, yang menurut nya rasa nya begitu manis. Saat tinggal beberapa cm lagi vira menutup bibir nya secara tiba-tiba.
"Jika kau mencium ku lagi, berarti ini ciuman kedua ku." ucap vira.
"Tidak, ini akan mengembalikan ciuman pertama mu." ucap kevin.
"Tidak, kau menipu ku." teriak vira.
"Terus apa yang harus aku lakukan." tanya kevin kembali ke posisi semula.
"Aku akan memaafkan mu asalkan kau mau menjadi supir pribadi ku." ucap vira.
"Dengan mobil merah muda ini." tanya kevin.
"Jangan khawatir aku akan meminta daddy untuk mengganti nya asalkan kau mau menjadi supir ku." ujar vira.
"Tidak buruk, iya aku mau." ucap kevin.
"Oke supir pribadi ku, bawa aku mengelilingi kota seoul." perintah vira.
"Oke bos." jawab kevin.
Kevin membawa vira mengelilingi kota seoul, dan ia harus rela berhenti jika vira melihat yang menarik perhatian nya. Tidak peduli itu mahal atau apapun, jika menurut nya menarik pasti di beli nya.
Sesuai perintah vira, kevin membawa mobil itu ke tempat pusat perbelanjaan. Vira menarik tangan kevin agar selalu mengikuti nya kemana pun ia pergi.
"Vin, kita masuk ke toko itu." ucap vira.
Kevin hanya menganggukan kepala nya, mengikuti setiap langkah kaki vira kemana pun vira pergi.
"Vir, ini kan toko baju laki-laki." ucap kevin.
"Kita akan membeli baju untuk mu." ujar vira sambil melihat-lihat baju yang menurut nya bagus.
Kevin menelan air liur secara kasar, harga satu baju di sini setara dengan uang sewa apartemen nya. Bahkan untuk dia pindah kemarin kevin harus merelakan tabungan nya.
"Vir. ini terlalu mahal untuk ku." ucap kevin.
"Kevin, aku yang membawa ku tempat ini, jadi aku yang akan membayar nya." ujar vira.
"Vir, sudah lah aku tidak memerlukan ini." ucap kevin.
"Diam atau aku tidak akan memaaf kan mu." ujar vira.
Akhirnya kevin hanya diam, menuruti dan menerima apa yang di perintah kan dan di pilih kan vira untuk nya. Setelah membeli beberapa pakaian dan membayar nya mereka memutuskan untuk pergi makan karena merasa lapar.
"Berapa total tadi vir." tanya kevin.
"Tidak banyak hanya beberapa ratus juta." ucap vira sambil memaikan hp nya.
"Aku akan mengganti nya jika, sudah mendapat kan kiriman dari cafe ku." ujar kevin.
"Tidak perlu vin, anggap saja gaji karena telah menjadi supir ku." ucap vira.
"Menjadi supir mi saja sudah mendapat kan semua ini, apalagi suami mu." ucap kevin.
"Hehehe, aku akan memberikan yang ku punya." ucap vira.
Tak lama makanan yang mereka pesan pun datang, mereka berdua langsung makan dengan lahap nya. Kevin memperhatikan cara makan vira yang menurut nya kekanak-kanakan, biasa nya orang kalangan atas makan dengan anggun dan rapi berbeda dengan vira yang super berantakan tidak peduli dengan orang di sekitar nya yang terpenting perut nya terisi.
"Vir, bibir mu." ucap kevin.
"Ada apa, ada yang salah." tanya kevin.
"Di penuhi dengan saus." jawab kevin sambil membersikan nya dengan tisu.
Vira menatap kevin dengan tatapan yamg tidak bisa kevin artikan. Hati vira merasa sangat senang saat mendapatkan perhatian lebih dari kevin, perhatian yang dulu ia dapat kan dari dua orang kakak nya vino dan andy. Tetapi perhatian itu hilang seketika saat vira memutuskan untuk pindah kekorea.
Vira memeluk kevin dengan erat, tiba-tiba ia merasakan kerinduan yang amat mendalam pada dua orang sosok yang selalu melindungi nya itu. Maklum saja sudah hampir 1 semester vira belum pernah bertemu lagi dengan mereka.
"Ada apa vir." tanya kevin.
"Aku merindukan kakak ku." jawab vira tanpa sadar menitihkan air mata nya.
Kevin membalas pelukan dari vira, bisa di katakan ia juga sangat merindukan seseorang, orang yang sejak kecil berpisah dengan nya.