NovelToon NovelToon
Bertukar Identitas

Bertukar Identitas

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:171.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: min.mie

Bermula dari keinginan Aya untuk hidup bebas, dari sangkar yang diciptakan kedua orang tuanya. Muncullah ide Untuk bertukar identitas dengan saudara kembarnya Asher.

Mengharuskannya untuk menyamar menjadi laki-laki di kampus. Sedangkan Asher sang kakak pergi keluar negeri untuk menggapai cita-citanya. Mampukah dia tetep bertahan menyembunyikan Identitas yang sebenarnya. Di sisi lain ,dirinya mulai menyadari perasaannya pada laki-laki Paling tampan di kampusnya yaitu Alan, yang awalnya dia benci hingga akhirnya malah menjadi sahabat dekat. Ketikan benih-benih cinta mulai tumbuh diantara mereka, yang malah membuat Alan makin frustasi dengan perasaan yang ia kira sangat-sangat salah karena mencintai sesama jenis.

Bagaimana akhir keputusan Aya?
Apakah dia akan mengungkap identitasnya pada Alan?
Atau malah sebaliknya?
Cari tau dengan membaca novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon min.mie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cowok Ganteng

Setelah kepergian laki-laki itu. Lamunan Aya buyar saat terdengar suara teriakan Cika yang hampir membengkakkan telinganya.

"Oh my God!!!"teriak Cika buru-buru keluar dari mobil.

"Apaan sih Cik?"sahut Aya sambil menutup telinganya yang masih mendengung.

"Cowok tadi ganteng banget Ra, coba deh kamu cubit tanganku! apa aku masih di bumi atau surga? rasanya seperti baru melihat malaikat." Cika masih terpana tidak percaya.

"Siapa? Malaikat Maut? "Aya menyahut.

"Iihhh, amit-amit" sambar Cika sambil mengetuk-ngetuk tangannya ke pintu mobil yang berada di dekatnya.

"Maksudku malaikat yang baru turun dari surga, gantengnya gak ketulungan!" Cika memekik tertahan.

"Biasa aja tuh! Masih gantengan... pangeran penolongku" Jawab Aya sambil membuka pintu mobil.

"Yang bener....Memang seganteng apa? Sama yang tadi masih kalah ganteng gitu?" Tanya Cika penasaran.

"Iyalah, nanti aku kasih lihat...yuk sekarang kita ke Mall dulu!"Jawab Aya sambil menarik tangan Cika untuk masuk ke dalam mobil.

"Janji ya?"

"Iya...iya, kalau gak lupa" sahut Aya terkekeh.

"Kira-kira Cika tadi sempat lihat kartu kredit aku gak ya? Sepertinya tidak, dilihat dari ekspresinya yang biasa saja." Gumam Aya dalam hati.

***

Dari arah sebaliknya. Laki-laki yang dibicarakan mereka tengah menghampiri temannya.

"Siapa tadi Al?"

"Cewek sok cantik! gak penting!"

"Cewek yang mana, yang rambutnya kriting?"

"Yang pake topi hitam." jawab pria yang dipanggil Al itu dengan cepat.

"Itu sih bukannya sok cantik, ya emang beneran cantik ,udah kenalan belum? Kalau Lo gak mau buat gue aja! "tanya pria itu lagi.

"Terus cewek yang kemaren mau Lo kemanain?"

"Di tuker sama yang tadi gue mau deh."

"Emang Lo kira barang??" Al menatap malas ke depan antrian.

"Jadi ngantri lagi gue!" Al mendengus kesal karena dia harus antri ulang untuk masuk ke mesin ATM karena mengejar Aya.

"Siapa tu cewek, kenapa wajahnya kayak gak asing? terus Topi yang dia pakai juga kayaknya gue pernah liat tapi di mana ya? Cantik sih, tapi sombong banget mentang-mentang anak orang kaya" batin Al.

***

Sesampainya Aya di kamar kost dia langsung merebahkan diri di ranjang, merasa sangat lelah. tidak ia duga menemani Cika jalan-jalan itu sungguh-sungguh menguras tenaga ,Cika terus saja menariknya untuk masuk ke toko satu ke toko lainnya hanya untuk melihat-lihat tapi tak ada satu barang pun yang mereka beli. kata Cika itu namanya cuci mata.

Tentu saja Aya belum pernah melakukannya, seumur-umur baru kali ini ia melakukan hal konyol seperti itu. Dulu bila ia masuk ke toko pasti langsung membeli bahkan sampai memborong semua barang yang tampak menarik perhatiannya dan malah berakhir hanya jadi pajangan tanpa pernah ia gunakan. ia teringat pesan Asher, selama ia tinggal di sana Aya harus menyembunyikan statusnya sebagai putri keluarga Narendra. Keluarga konglomerat terpandang yang sudah diketahui hingga pelosok Negeri. Bukan hal yang mudah bagi Aya tapi suatu beban yang berat karena bahaya selalu mengancam mereka. Dan yang paling penting agar keberadaannya tidak diketahui kedua orang tuanya.

Aya harus mulai belajar hidup sederhana, yang belum pernah ia lakukan sebelumnya. Dimulai dari tempat tinggal, penampilan dan gaya hidupnya harus Aya rubah total agar orang-orang tidak curiga.

ia baru ingat, belum menghubungi kedua orang tuanya, pasti mereka khawatir. Dan jangan sampai malah membuat mereka curiga. Saat akan menghubunginya ternyata batrenya lowbat.

"Aduh... sampai lupa belum aku charger." gumamnya sambil mencoba menghidupkannya.

Ada beberapa panggilan tak terjawab, satu dari ima, tiga Asher dan sepuluh panggilan tak terjawab dari Mamanya.

"Oh my God...mati kau Aya....., gimana aku menjelaskannya? Ayo Aya berfikir......." belum sempat Aya berfikir Mamanya sudah menelfon. Tanpa pikir panjang langsung Aya angkat.

"Hallo Ma?"

"Hallo sayang, bagaimana keadaan mu? apakah sudah sampai? Kenapa Mama hubungi telfonmu tidak aktif sayang? Mama sangat khawatir! " Silvia langsung memberondong Aya dengan berbagai pertanyaan.

"Maaf Ma, setelah sampai tadi Aya ketiduran dan handphone Aya lowbat."

"Syukurlah kalau begitu, bagaimana sayang kamu betah di sana? Kapan kamu mulai masuk kuliah? " Tanya ibunya Silvia.

Aya langsung bingung menjawab pertanyaan Mamanya hingga suara ketokan pintu membuatnya tersadar.

"Sebentar ya Ma, telfonnya Aya tutup dulu, nanti Aya telfon balik ya?" Belum sempat Mamanya menanggapi Aya segera menutup telfonnya.

"Syukurlah kali ini aku selamat " batinnya.

Aya membuka pintu kamar. Nampak Mita berdiri di balik pintu. "Aku mau keluar cari makan sama Cika, kamu ikut gak?"

"Gak kak, aku capek mau istirahat," Aya terdiam sesaat berfikir. "Boleh nitip sekalian gak Kak?"

"Boleh kamu mau nitip apa?" Tanya Mita.

"Disamain sama Kakak dan Cika aja, sebentar aku ambil uangku dulu." Aya berbalik membuka tasnya lalu mengambil tiga lembar uang seratus ribuan.

"Ini Kak, pakai uang ini sekalian aja buat beli makanannya Kakak sama Cika, itung-itung untuk ucapan selamat datang dari Aku," ucap Aya sembari menyodorkan uang tiga ratus ribu.

"Wah...baik banget, makasih ya?," jawab Mita mengambil uang dari tangan Aya kemudian berlenggang pergi.

Sepeninggal Mita, Aya langsung menghubungi Ima.

"Hallo Ima?"

"Hallo Ay ,eh gimana kamu sudah sampai? " tanya Ima dari seberang telfon.

"Udah, eh ....kapan kamu mulai kuliah?"

"Emang ada apa Ay?"

"Mama baru aja telfon. Aku ditanyain kapan mulai kuliah.... Ya aku gak tau lah, kan yang kuliah Akbid kamu. Aku panik.... makanya sekarang aku hubungin kamu."

"Oke itu masalah gampang, entar aku kirim file nya ke kamu. tapi aku mau curhat bentar boleh kan?."

"Boleh lah..., tapi jangan lama-lama entar keburu Mama telfon."protes Aya

"Tadi aku ketemu cowok, sumpah ganteng banget Ay! "ujar Ima dengan penuh semangat.

"Tumben kamu tertarik sama cowok, biasanya juga dideketin cowok dikit kamu bogem." Aya tertawa teringat masa lalu, dulu saat ada Cowok yang mau kenalan dengan Ima, malah di bikin babak belur karena Ima yang dasarnya jago taekwondo. Semenjak itu para cowok tidak ada yang berani mendekatinya.

"Tapi ini cowoknya beda banget Ay, aku langsung di bikin klepek-klepek pada pandangan pertama. apa mungkin ini yang di sebut love at first sight...ya? " Tanya Ima dari seberang telfon.

"Idih lebay banget.......Tapi mungkin aja sih, waaaah.... bakal ada yang patah hati?"Aya menanggapi sambil tertawa.

"Makasudnya? "

"Gak penting! Eh buruan kirim jadwal kuliah kamu? apa perlu aku tulis aja?"

"Udah barusan aku kirim."

Baru saja Aya menutup telfonnya tiba-tiba ada satu panggilan masuk.

"Ngapain nih anak telfon?" Gumam Aya sambil memencet tombol hijau.

"APA!?"

"Belum juga ngomong? main ngegas.....Tarik tunai sebanyak itu buat apa?!! "tanya Asher dari seberang telfon.

"Iiih....kepo!"

"Itu kartu yang kamu pakai punya Kak Asher Ya!"

"Kakak?...Hello...kita cuma beda lima menit doang ya?....gak sudi!" Aya hanya mendengar suara dengusan dari seberang telfon.

Setelah diam beberapa saat, akhirnya. "Iya Oke, aku ngaku....emang tadi aku tarik tunai, buat nanti beli keperluan sehari-hari, kan gak mungkin aku langsung pake kartu kredit itu buat belanja, bisa langsung ketahuan kalau aku anak Sultan!" Jawab Aya dengan cepat.

"iya juga, kenapa gak kepikiran sampai kesitu,...Oh iya hampir lupa, Senin besok kamu udah mulai masuk kuliah, udah tahu kan kampusnya? " Asher bersua.

"Ya..."jawab Aya malas.

"Gimana tempat tinggalnya bagus kan? di jamin kamu bakalan betah di sana ", terdengar suara tawa mengejek Asher dari balik telefon.

"Sialan! Awas saja kamu Sher!" Aya diam sesaat setelahnya muncul senyum smrik, "Tau gak Sher barusan Ima telfon lho.... katanya dia dapat gebetan baru, katanya sih ganteeeeeng banget!" Aya berusaha memanas-manasi Asher.

"Bohong pasti!! baru juga gebetan, belum tentu jadian? "Asher berusaha tidak terpancing.

"Masih mending aku, cewek yang aku suka itu jelas orangnya.... dari pada kamu, suka kok sama cowok khayalan! "

"Enak aja dibilang khayalan,ini itu nyata!! dan suatu saat aku yakin pasti bisa bertemu dengannya. Dan pasti bakal aku tunjukkan ke kamu!" Jawab Aya tidak terima.

"Terserah!! Aku gak peduli,...mau kamu tunjukkan si kuda Nil itu atau enggak, gak ada untungnya buatku! " Sahut Asher sambil tertawa dengan keras.

"Iiisshhh.....namanya Nathaniel, Loe tu yang kudanil!" Aya menyahut dengan penuh amarah. "Males banget ngomong sama loe!"

"Language AYA!"

"Sorry." sahut Aya lemah.

Di keluarga Aya memang sangat mengutamakan tata krama dan kesopanan, mereka dilarang memanggil dengan sebutan Lo gue seperti orang Jakarta pada umumnya, apalagi mengumpat yang melibatkan binatang sangat-sangat tidak diperbolehkan.

"Ya udah aku tutup dulu." Aya langsung menutup telfonnya.

Tapi lagi-lagi Asher menelfon dan malah beralih melakukan panggilan video ,.... Saat ingin menggeser tombol tolak.

BRAK!!

Suara pintu terbuka membuat Aya terkejut hingga malah menggeser ke arah sebaliknya.

Tanpa BaBiBu Cika langsung menghambur memeluk Aya yang masih terbengong dengan handphone ditangannya.

"Ra... thanks banget buat traktirannya, besok-besok lagi ya?" Setelah melepaskan pelukan, Cika menoleh ke arah handphone yang dipegang Aya."Eh...kamu lagi video call sama siapa Ra? Pacar kamu ya? Atau pangeran penolong yang kamu ceritakan tadi?"

"Bukan siapa-siapa!" Aya berusaha menyembunyikan handphone di belakang punggungnya, tapi dengan cekatan Cika langsung merebut dan membawanya pergi.

"Hallo mas salam kenal, kamu pacarnya Raisha ya?" Tanya Cika sambil melambaikan tangan pada Asher yang tengah mengerutkan keningnya di seberang telephon.

"Raisha? Apa dia pakai nama samaran itu di sana?... pintar juga dia."batin Asher.

"Hey...siniin handphoneku Cik, bukan...dia bukan pacar aku, dia saudara kembarku," Aya masih berusaha merebut handphone yang dipegang Cika.

"Saudara kembar?? "Cika, menatap Asher dari handphone Aya penuh selidik. "Eh...memang mirip sih,tapi yang ini lebih ganteng."

Akhirnya handphone berhasil di rebut Aya, "Jangan bilang gitu didepannya, bisa besar kepala dia!" Sahut Aya yang kemudian beralih menatap Asher yang tengah tersenyum menyeringai.

"Siapa yang tadi? temen kamu? cukup pintar menilai orang, walaupun berisik, " sahut Asher.

"Udah lah ,aku tutup dulu!" Aya langsung mengakhiri panggilan video itu. Lalu duduk di ranjangnya.

"Ra... beneran yang tadi itu saudara kembarmu?? Kenalin dong!! Ganteng banget,"Cika mendekati Aya, sambil mengatupkan kedua tangannya.

"Terus malaikat maut yang tadi, kamu kemanain??"tanya Aya.

"Iiiihh...udah lupakan yang tadi, buat apa cari yang jauh udah gitu gak tau namanya, mendiangan cari yang dekat, ada yang nyomblangin lagi!" Cika masih tetap kekeh membujuk Aya.

"Siapa yang bilang mau nyomblangin?"

"Ayolah Ra? Siapa namanya Ra...?"

"Asher...., gak bakalan cocok kamu sama dia, dia itu ngeselin oranya!" Aya mengambil handuk lalu keluar berjalan menuju kamar mandi.

"Kapan-kapan kenalin ya Ra?? Please?" Cika mengikuti Aya dari belakang.

"Orangnya gak disini, dia kuliah di LA sana jauh..... banget!" Sahut Aya berlalu masuk ke kamar mandi.

Cika mematung sambil terbengong di depan pintu kamar mandi. Entah apa yang difikirkannya.

Bersambung....

ini visual mas Asher...

1
Adjeng Febrianti
Wahhhh kapan dilanjutkan lagi ceritanya.. ini sih ngegantung namanya Thor.. lanjut akh.. nti Aku banyakin comment nya... ditunggu kelanjutannya Thor...
Adjeng Febrianti
Wah selamat Thor atas kehadiran calon baby nya semoga lahiran dgn selamat.. happy ya Thor... tapi ceritanya koa bisa ngegantung gini tuh.. lanjut akh biar jelas ending nya...
Tri Yuliati
Cerita terbagus yang pernah saya baca.
Semoga bisa dilanjutkan.
semangat
Ghiselbel Encee
lanjut thooor
Jhum Kasman
slmt ya ka..
smg ibu n anaknya sehat n lancar persalinannya..
aamiin
Jhum Kasman
lanjut ka..g usa down msh byk pengemar ka
Sidel
selamat y thor semoga nular ke aku juga yg udah belasan tahun belum di beri momongan
Herni
selamat ya kk author atas kehamilannya...semoga sehat2 ibu dan bayinya serta selamat dlm proses melahirkannya....aamiin
Yuna Rahma Azaria
selamat ya kak...
semoga ibu dan bayinya sehat lancar persalinannya. aamiin....
ヤナ_ナ ♡
Alhamdulilah, selamat author...

btw sempet kaget karna tiba" ada notif update novel ini di daftar favorit. Untungnya masi di lanjut, kirain bakalan ngegantung endingnya karna sempet hiatus..
makasih thor updatenya ...

lov lov sekebon buat author ❤️❤️❤️❤️❤️
_yeajiso_
welcome back Kak 😘...
congratulation atas anugerahnya semoga dilancarkan dan dimudahkan 🤲🙏...
rasebulan
Terima kasih dah up lagi...
selamat ya atas kehamilannya Thor...semoga di lancarkan sampai proses persalinan sehat ibu dan babynya,amin...
💝 Mak iik 💝
selamat Ya kak.

salam sehat selalu.

iya nih nunggu dari dulu kok belum oernah up.
min.mie: makasih udah setia nunggu aku up.... dan makasih ucapannya
total 1 replies
Yuli
terima kasih sudah lanjut lagi thor.. 🙏
selamat ya semoga sehat selalu & persalinanx nanti berjalan lancar🤲Aamiin
min.mie: makasih doanya....Dan makasih juga udah setia nunggu novel ini
total 1 replies
Yuli
kapan kah kelanjutannya thor...
Uni Wahyuni
kpan up thor
Andy Anggara
egk jelas ni si thoor y ud berbulan2 egk up up jg ud setia menunggu tp egk ad jg kabar y
Herni
kemana lanjutannya thor?apa gak dilanjut ya?
Nurull Idayatiyy
masih sabar menunggu thor
Yuli
Dah lama banget gantung ceritax thor🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!