NovelToon NovelToon
Tak Lagi Mencintaimu

Tak Lagi Mencintaimu

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Pelakor jahat / Tamat
Popularitas:101.5k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Badai datang pelan namun mematikan, menggoyahkan komitmen lima tahun yang Risa yakini abadi. Di bawah langit malam yang sunyi, dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri suaminya, Raga, sedang bermesraan dengan wanita lain di dalam mobil mereka.

‎Setelah bertahun-tahun membangun rumah tangga dengan penuh pengorbanan, meninggalkan karir impian untuk mendukung karir suaminya, Risa harus menghadapi kenyataan pahit bahwa cinta yang dia anggap tulus telah dipermainkan.

‎Pengkhianatan itu menjadi pukulan terberat bagi hatinya.

‎"Selama ini aku menutupi kekuranganmu demi menjaga harga dirimu, tapi balasanmu adalah pengkhianatan. Mulai hari ini, aku tidak mau lagi menjadi orang yang selalu mengalah." ~ Risa Anindita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 2

‎Risa terpaku di tempat, jantungnya berdegup kencang. Kata-kata singkat di layar ponsel itu menusuk hatinya. Rahasia besar? Apa yang disembunyikan suaminya? Raga adalah suami yang baik baginya, dan selalu terbuka dalam hal apapun, tidak mungkin ada rahasia besar yang disembunyikan oleh suaminya itu.

‎‎Tanpa berpikir dua kali, Risa langsung berlari keluar gerbang rumahnya, kakinya melangkah cepat bahkan hampir terjatuh karena terburu-buru. Napasnya tersengal-sengal, matanya tetap terpaku pada jalanan yang gelap dimana mobil suaminya baru saja menghilang.

‎‎"Tunggu… Tunggu sebentar…" gumam Risa parau, matanya mencari-cari kendaraan yang lewat di jalanan yang sepi itu.

‎‎Beberapa detik kemudian, sebuah taksi melaju pelan melewati depannya. Tanpa ragu, Risa langsung melambaikan tangan, berteriak memanggilnya.

‎‎"Pak! Tolong berhenti! Pak, tolong!"

‎‎Sopir taksi itu kaget, segera mengerem mobilnya hingga berhenti tepat di depan Risa. Begitu jendela terbuka, Risa langsung bicara dengan suara terburu-buru dan gemetar.

‎‎"Pak, tolong ikuti mobil hitam yang baru saja lewat tadi! Cepat pak! Berapapun ongkosnya saya bayar, yang penting cepat ikuti!"

‎‎Wajah Risa terlihat sangat panik dan cemas, membuat sopir itu tidak bertanya banyak lagi. Ia langsung mengangguk, menginjak gas dengan cepat begitu Risa masuk dan duduk di kursi belakang.

‎‎"Baik Bu. Saya akan ikuti secepat mungkin," ucap sopir itu, lalu kendaraan itu langsung melaju kencang membelah jalanan kota yang mulai sepi di malam hari.

‎‎Di dalam taksi, Risa duduk dengan tubuh yang kaku, tangannya saling menggenggam erat di atas pangkuan, keringat dingin membanjiri telapak tangannya. Matanya terus menatap lurus ke depan, hatinya bergemuruh antara harapan dan ketakutan.

‎‎Sementara itu, mobil yang dikendarai Raga melaju jauh dari perumahan mereka, menuju daerah pinggiran kota yang cukup sepi, jarang dilalui orang dan minim lampu penerangan. Ia melambatkan laju kendaraannya, lalu memarkirkan mobilnya di sisi jalan, di antara pepohonan rindang.

‎‎Pintu mobil sisi pengemudi terbuka, Raga baru saja melangkah turun saat sosok wanita cantik dengan rambut panjang bergelombang, berpakaian sangat seksi yang memperlihatkan lekuk tubuhnya, langsung berlari mendekat dan langsung memeluk tubuh Raga dengan erat.

‎‎"Sayang… Akhirnya kamu datang juga. Aku sudah menunggu lama sekali disini," bisik wanita itu dengan suara manja, lalu ia mengangkat wajahnya dan langsung mencium bibir Raga dengan mesra.

‎‎Raga sama sekali tidak menolak, bahkan kedua tangannya langsung melingkarkan erat di pinggang ramping wanita itu, membalas ciuman itu dengan penuh gairah, seolah tidak ada rasa bersalah sedikitpun di hatinya. Mereka berciuman dengan begitu lepas, tidak peduli tempat yang gelap itu, seolah dunia hanya milik mereka berdua saja.

‎‎“Maaf ya, Sayang. Aku harus mengantar Risa pulang dulu. Tadi kami habis makan malam dirumah mama seperti biasa," bisik Raga sambil melepaskan ciuman itu sebentar, lalu mengusap pipi wanita itu dengan tatapan penuh cinta.

‎‎"Mas... bagaimana kalau Mba Risa sampai tahu tentang hubungan kita? Aku tidak mau disebut telah merebut kamu darinya," Amelia menempelkan wajahnya ke dada bidang Raga, bahunya berguncang pelan.

‎‎"Mas… aku benar-benar takut," isak Amelia pelan, jari-jarinya meremas jaket Raga dengan lemah, "Aku tahu aku salah… aku orang ketiga di antara kalian berdua. Kalau sampai Mba Risa tahu, dia pasti akan membenciku, semua orang akan menyalahkanku, menyebutku wanita jahat yang merebut suami orang. Aku tidak kuat dihina seperti itu, Mas… aku tidak sanggup."

‎‎Ia mengangkat wajahnya, mata indahnya berkaca-kaca. "Bagaimanapun juga, dia itu istri sahmu, wanita yang sudah bersamamu lima tahun lamanya. Aku cuma orang asing yang datang belakangan… aku cuma bisa mencintaimu diam-diam, tanpa berhak apa-apa. Kadang aku berpikir, sebaiknya aku mundur saja, biar kamu hidup tenang bersamanya… tapi aku tidak kuat, Mas… aku terlalu mencintaimu sampai tidak sanggup melepaskanmu,"

‎‎Raga langsung memeluk Amelia lebih erat, mengusap punggung wanita itu dengan lembut.

‎‎"Jangan bicara begitu, Sayang. Jangan pernah berpikir untuk mundur," ucap Raga tegas, suaranya lembut namun penuh keyakinan. "Kamu tidak bersalah sedikitpun, mengerti? Semua ini salahku, akulah yang mengejarmu lebih dulu, akulah yang tidak bisa menahan perasaanku padamu. Kamu wanita yang baik, yang menerima cintaku dengan tulus, kamu sama sekali tidak bersalah."

‎‎Raga menundukkan wajahnya, mencium kening Amelia dengan penuh kasih, lalu menatap mata wanita itu lekat-lekat.

‎‎"Aku yang mendekati dan memintamu menjadi milikku, bukan kamu yang merebutku dari Risa. Jadi kamu tidak perlu takut, tidak perlu merasa bersalah pada siapapun, apalagi pada dia. Semua tanggungjawab ada padaku, aku yang akan menanggung semuanya."

‎‎Amelia tersenyum samar di balik pelukannya. Ia kembali merapatkan tubuhnya erat ke dada Raga, bibirnya menyentuh leher pria itu dengan sentuhan lembut yang membuat napas Raga langsung memburu.

‎‎"Kalau begitu aku percaya padamu, Mas. Aku akan tetap disini, tetap bersamamu, selama kamu masih menginginkanku," bisik Amelia dengan suara merdu yang menggoda, lalu tanpa menunggu lama, ia kembali mengangkat wajahnya dan menyambar bibir Raga dengan ciuman yang lebih dalam, lebih liar dan penuh gairah.

‎‎Raga sama sekali tidak menolak, bahkan kedua tangannya semakin erat memeluk pinggang ramping wanita itu, menarik tubuhnya semakin menempel rapat ke tubuhnya sendiri. Ciuman itu berlangsung lama, penuh nafsu dan kebebasan, seolah semua rasa bersalah, semua ingatan akan janji pernikahan, dan semua rasa hormat pada Risa yang sudah bersamanya lima tahun itu, lenyap begitu saja dari hati dan pikirannya. Di saat itu, baginya hanya ada Amelia, wanita yang dianggapnya mampu memenuhi segala keinginan dan kebutuhannya.

‎‎Tanpa membuang waktu lagi, Raga mengangkat tubuh Amelia dengan mudah, membawanya masuk ke dalam mobil, lalu menutup dan mengunci semua pintu dengan rapat. Di dalam ruang mobil yang sempit, gelap dan sunyi itu, tidak ada lagi batasan sedikitpun antara mereka berdua. Cahaya lampu jalan yang redup hanya masuk sedikit melalui kaca jendela, cukup untuk menerangi bayangan tubuh mereka yang saling memeluk erat.

‎‎Pakaian mereka perlahan terlepas satu persatu, tergeletak sembarangan di kursi mobil. Pelukan yang erat, ciuman yang panas, sentuhan yang liar dan penuh hasrat, semuanya terjadi begitu saja tanpa rasa ragu, tanpa rasa malu, dan tanpa rasa bersalah sedikitpun. Suara desahan lembut, bisikan manja, dan tawa genit Amelia terdengar jelas bergema di dalam ruang tertutup itu, bercampur dengan napas berat Raga yang semakin tergila-gila pada wanita itu.

‎‎Disaat Raga tengah larut dalam kenikmatan itu, dibalik pepohonan yang gelap Risa berdiri diam. Semuanya terdengar dan terlihat jelas oleh matanya sendiri. Air matanya jatuh bergulir, dadanya terasa sesak hingga ia sulit menarik napas. Kakinya lemas, tubuhnya gemetar hebat, seolah seluruh tenaga dan nyawanya disedot habis oleh kenyataan pahit yang sedang ia saksikan itu.

-

-

-

‎Jam dinding di ruang tamu sudah menunjuk pukul tiga pagi saat suara mobil Raga terdengar masuk ke halaman. Pintu depan terbuka perlahan, Raga melangkah masuk dengan gerakan hati-hati, berusaha tidak bersuara. Badannya terasa lemas, pakaiannya sedikit kusut, dan aroma parfum wanita asing samar-samar tercium dari tubuhnya.

‎‎Namun, baru saja kakinya melangkah melewati ambang pintu, tiba-tiba seluruh lampu di ruang tamu menyala terang bersamaan. Cahaya yang menyilaukan itu membuat Raga tersentak hebat, jantungnya berdegup kencang karena kaget. Ia segera memicingkan mata, dan saat pandangannya sudah jelas, darahnya seketika berdesir dingin.

‎‎"R-Risa? Kamu belum tidur?"

-

-

-

Bersambung...

1
cinta semu 2
OK...q tunggu karya selanjutnya kak🙏coba tema poligami kak...😄😄kayak ny lebih menantang dech... makasih ya cerita novel ny mampu bikin q baper badas🙏
🔥Violetta🔥: Wah terimakasih banyak kakak sudah berkenan mampir... Asiap... Novel selanjutnya sedang di persiapkan.. tinggal nunggu liris saja... Kalau tema poligami sepertinya belum berani kak 🤭 tapi nanti coba saya pertimbangkan 🙏😁
total 1 replies
cinta semu 2
ada lagi korban Gio🤣🤣 Keysha... bentar lagi juga ikutan preet pada waktunya 🤣🤣🤣🤣sukses dah Gio jadi pecundang kw
Agustinapurwanti
laki-laki bodoh mau aja d kadalin
Rina Arie
good
W I 2 K
boleh pesen regan 1 g buat aku.. cod gtu.... 🤣🤣🤣😍😍😍
🔥Violetta🔥: Masukin keranjang kuning kak 🤭
total 1 replies
Bunda HB
Amelia gimana itu thor udah edan to...?? jgn ksih bahgia buat teh clup gio thor.
bahkan udh END BIN TAMAT....🤭🤭🙏🙏🤣🤣👍👍❤️❤️
Anchovy
Emang enakk, mamam tuh penyesalan yg terlambat.. ihh keseell giliran tau yg mandul dia langsung noleh ke belakang 😌
🔥Violetta🔥: Judulnya Sesal yang terlambat kak 🤭🤭
total 1 replies
vj'z tri
lohhhh kok tamat ajj /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ perasaan baru baca
🔥Violetta🔥: Takut yang baca bosan kalau kepanjangan kak 😂😂😂
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
akhirnya happy ending... maap ya kak,, gak bisa banyak komen, lagi sambil kerja, bacanya kebut, seru, tegang degdeg ser..🤣🤣 jadi terabass... di tunggu karya barunyaaa...
🔥Violetta🔥: Santai kak /Ok/ Terimakasih sudah ikut meramaikan /Grin//Pray//Good/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
dah setahun aja🤭
🔥Violetta🔥: Konflik sudah selesai, takut pembaca bosan kalau kepanjangan /Grin/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
siap buat bikin kenangan baru.. eaa🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
ada yg udah gak sabar sih ini🤭
vj'z tri
lah yang baca yang panas gemetar ini /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🔥Violetta🔥: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Rizky Manik
aduuuhh senengnyaaaa akhirnya happy ending
🔥Violetta🔥: Amelia sudah tenang sama keluarganya 😂😂😂
total 3 replies
Rizky Manik
waduuhhh ada apa ituuu?
Rizky Manik
udah siap belom😁
udh siap belommmm😁
boleh ngintip dikit gk?🤣🤣
🔥Violetta🔥: Intip sjaa kak 🤭
total 1 replies
MamDeyh
Wah mantap kak . Up nya byk hari ini.. Lagi don😄
🔥Violetta🔥: Tunggu 1 bab lagi ya kak 😁
total 1 replies
Kusii Yaati
mereka yang mau MP kok aq yang deg degan 🫣...Risa" udah siap belum"🤭
🔥Violetta🔥: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Kusii Yaati
ada jodoh buat raga nggak Thor? ... lihat raga terpuruk kayak gitu aq ikut sedih, walau dia pernah jahat sama Risa tapi dia udah kena karmanya ibarat kata udah jatuh tertimpa tangga pula,udahlah di vonis mandul sekarang cacat pula kakinya ,gimana nggak hancur dianya 🤧
Rizky Manik
semangat raga, lekas sembuh embuh yaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!