NovelToon NovelToon
Mengandung Benih CEO Playboy

Mengandung Benih CEO Playboy

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cintapertama / Selingkuh
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aryani Ningrum

Demi untuk membalas budi pada seorang kakek yang menyelamatkan hidupnya, Viola rela menggantikan cucu si kakek yang masih belia untuk menjadi wanita penebus hutang- melayani lelaki yang membayarnya dengan harga yang tidak murah.

Tidak disangka Raja -CEO Playboy yang suka gonta-ganti wanita jatuh cinta pada wanita yang melayaninya malam itu.

Apakah Raja akan berhasil hidup bersama dengan wanita yang sudah mencuri hatinya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani Ningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.7

Dengan napas tersengal dan baju yang basah karena keringat Vio pada akhirnya sampai juga di kantor Raja. Ia ingin melamar pekerjaan sebagai OB. Padahal Vio gadis yang cerdas, akan tetapi karena tidak membawa ijazah terakhirnya, maka Vio hanya berani melamar sebagai OB.

"Kenapa semua orang menatapku dengan tatapan aneh begitu? Memang ada apa dengan penampilanku?" Vio memerhatikan dirinya dengan melihat ke bawah dan ke samping. Namun tidak ia temui sesuatu yang janggal.

Vio menemui petugas Satpam yang tadi pagi berjaga juga di depan. "Permisi, Pak Satpam. Saya datang lagi tuk melamar pekerjaan sebagai OB. Apakah lowongan itu masih ada?" Vio menyerahkan map dari dalam tas ranselnya.

Saat Vio melepas tasnya, bentuk tubuh Vio yang memiliki pencetak ASI berukuran jumbo terlihat jelas. Apalagi Vio memakai bra berwarna hitam.

"Busyeeet ... gede amat yak! Pantas saja Tuan Raja sangat ingin wanita ini menjadi pegawainya. Ternyata ada bayik besar yang ingin menyusu xixixi ...." bathin si satpam dengan pikiran mesvmnya.

"Pak ... Pak Satpam? Kenapa anda diam saja dan senyum -senyum sendiri seperti itu?" tanya Vio dengan wajah tidak suka. Apalagi mata si satpam selalu terarah pada kedua pepayanya.

"Eh ... Tidak, Non. Maaf, hanya berpikir tadi, tuan Raja sedang keluar. Beliau tadi pesan jika ada yang ingin melamar menjadi OB maka tunggu dia kembali ke kantor. Sebaiknya anda menunggu di lobi. Di sana anda bisa duduk beristirahat sambil menunggu tuan Raja kembali," jawab si Satpam dengan pipi yang memerah karena dirinya sudah terhipnotis dengan indahnya tubuh Viola.

Viola mengangguk dan tersenyum, ia memilih segera pergi dari pos satpam itu. Sungguh ia tidak nyaman dengan tatapan si satpam. Seakan -akan si satpam itu ingin menelannya hidup -hidup.

"Sebaiknya ku duduk saja di sini. Kantor ini sangat aneh, berbeda dengan ruang kantor pada umumnya!" bathin Vio melihat ke sekeliling lobby kantor itu.

Vio berulang kali melihat ke arah jam tangannya, masih ada waktu setengah jam jatah jam istirahat habis. Karena lari, Vio merasa lapar.

"Duh ... Perutku lapar sekali!" Vio memegangi perutnya. Beberapa hari ini ia tidak makan tepat waktu. Berbeda sebelum dirinya memutuskan untuk pergi dari rumah. Sang ibu selalu mengingatkan dia untuk makan. Vio tidak pernah kekurangan seperti saat ini.

"Aku sangat merindukan mama. Andai saja aku tidak pernah bertemu dengan lelaki buaya itu, tentu saja aku tidak akan kelaparan begini!" Vio merapatkan kedua kakinya lalu memeluk tas ranselnya untuk mengurangi rasa sakit di perutnya.

Rombongan Raja pun datang, saat turun dari mobil si satpam memberi tahunya jika gadis yang akan datang lagi untuk melamar pekerjaan menjadi OB sudah datang.

Raja terlihat senang, ia pun mempercepat langkah kakinya untuk menemui wanita yang ia harapkan.

"Kemana wanita itu, Satpam!" tanya Raja pada satpam yang mengekor dirinya.

"Tadi ... Saya lihat dia masih ada di sini. Wanita itu datang setengah jam yang lalu, berhubung tuan sedang keluar maka saya memintanya untuk menunggu di ruang lobby," jawab si satpam panik. Saat ini tubuhnya sudah menunjukkan rasa takut, khawatir ia akan mendapat hukuman dari Raja karen tidak bisa menjaga wanita itu.

"Di mana wanita itu, Satpam!" Suara Raja menggema membuat siapapun yang ada di dalam lobby itu diam tidak berani bersuara.

Dug ... Dug ... Dug ... Seeerr ....

Debar jantung si satpam sudah tidak karuan, apa yang akan ia jawab jika ia memang tidak tahu kemana wanita itu pergi. Sebab, saat ia tinggal ke depan untuk menyambut Raja wanita itu masih ada di lobby.

"Maaf, Tuan. Tadi beneran dia ada di sini. Wanita itu memakai atasan kemeja putih dan celana panjang hitam dan rambutnya di kucir satu belakang! Saya tidak mungkin salah mengenalinya, Tuan." Si satpam masih membela diri karena ia tidak salah.

"Tunggu, Tuan. Mungkin kita bisa tanyakan pada pegawai resepsionis itu. Saya yakin mereka juga melihat kalau ada wanita menunggu anda di lobby."

Setelah selesai berbicara, satpam itu berjalan menuju ke arah dua pegawai resepsionis. Ia masih merasa yakin wanita yang tadi ia suruh tunggu di lobby belum keluar dari kantor itu.

"Permisi, Nona. Apakah tadi anda melihat kemana wanita yang duduk di kursi sofa itu pergi?" tanya si satpam pada pegawai resepsionis. Sedangkan Raja memandangi dari kejauhan saja.

"Wanita yang duduk di sofa itu? Tadi saya lihat dia berjalan ke arah Toilet beberapa menit yang lalu, tapi entah mengapa sampai sekarang ia belum keluar dari arah toilet," jawab si pegawai dengan menunjuk ke arah toilet.

"Terima kasih, Nona."

Si satpam bergegas memberi tahu pada Raja jika wanita yang ia cari ada di toilet akan tetapi sampai sekarang belum keluar juga.

"Apa? Wanita itu ada di toilet dan sampai sekarang belum keluar juga?" seru Raja terkejut dan merasa ada yang tidak beres.

"Benar, Tuan."

"Oke, ayo kita ke toilet sekarang juga!" Raja melangkah ke arah toilet, hatinya merasa takut jika terjadi sesuatu pada wanita yang ia cari dua hari ini.

Tommy dan si satpam mengekor di belakang majikannya, mereka semakin penasaran, seperti apa wanita yang sudah membuat seorang Raja begitu peduli padanya. Padahal sudah tidak gadis lagi dan pastinya sudah menjadi bekas orang lain.

Hanya hitungan menit saja, Raja tiba di toilet. Ia tidak melihat siapapun di sana. Hanya suara rintihan dari dalam bilik paling pojok.

Raja mendekat dan menajamkan telinganya. Menelisik apakah suara itu suara wanita yang sama di malam itu.

"Sssh ... Argh ... Sakit sekali! Tolong ...!" Vio merintih kesakitan karena perutnya yang melilit.

Mendengar suara lirih dan lemah meminta tolong, Raja mengetuk pintu bilik itu. Ia tidak peduli apakah wanita yang ia cari itu yang ada di dalam atau tidak yang penting ia harus menolong karena ada suara minta tolong dari dalam.

Brak ... Brak ....

"Nona ... Apakah anda ada di dalam?" Suara teriakan Raja terdengar menggema di dinding-dinding toilet itu.

Raja kembali menggedor pintu dengan telapak tangan yang terkepal. Pendengaran tajam Raja memang luar biasa. Ia memiliki kemampuan ketajaman indera pendengar yang tidak biasa, ia mampu mendengar suara jelas meskipun itu jauh tempatnya. Dan saat ini ada yang berteriak minta tolong meskipun suaranya lemah.

"Tolong saya, Tuaan ... Saya tidak bisa bergerak karena sakit sekali." Vio masih tersadar namun suaranya lemah sekali.

Braaak ....

Raja sekuat tenaga menendang pintu toilet itu. Beberapa kali tendang, Raja berhasil membuka paksa pintu toilet itu.

Tepat ketika Raja masuk, Veo sudah mau pingsan. Untung Raja sigap menangkap tubuh Vio.

"Nona ... Anda tidak apa-apa?" Raja menepuk pipi Veo. Namun tidak ia dapati jawaban dari Vio karena Vio sudah tidak sadarkan diri.

Dengan sigap Raja membopong tubuh Vio dan keluar dari bilik toilet itu.

"Minggir semua! Tom ayo kita ke rumah sakit sekarang juga!" teriak Raja panik.

1
Muna Junaidi
Mareee kita baca💪💪
Anik
aku saflok sama "katakan kau masih gadis atau sudah janda ? " kaya lagunya siapa itu🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!