NovelToon NovelToon
FOR NOW & FOREVER

FOR NOW & FOREVER

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Perjodohan
Popularitas:67.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Yuniar Frida

Indra dan Tiwi, dua anak manusia itu bersatu karena perjodohan.

Keduanya sama-sama memiliki jawaban, kenapa mereka menerima perjodohan tersebut.

Awal pertemuan yang buruk dan tidak adanya rasa satu sama lain menjadi masalah besar dalam rumah tangga mereka.

Lantas, saat keduanya benar-benar jatuh cinta, masa lalu dari masing-masing pihak kembali muncul dan mampu meretakkan pondasi pernikahan mereka.

Lalu apakah yang akan Indra dan Tiwi lakukan agar pernikahan sekali dalam seumur hidup seperti yang mereka impikan itu bisa bertahan selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Yuniar Frida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seorang Wanita

Mobil mewah milik Indra sudah melaju menuju pantai yang tidak jauh dari bandara.

Jihan yang tadi berada digendongan Indra telah beralih ke Tiwi. Bocah itu sekarang berada di pangkuan Tiwi, tidak baik juga membiarkannya sendirian di jok belakang.

"Indra kita singgah depan situ dulu ya?" Tiwi mengingat sesuatu, harus ada sesuatu yang dia beli untuk jalan-jalan ini di pasar depan.

"Mau ngapain di sana?" Tanya Indra.

"Menjual!" Ucap Tiwi sinis.

"Yang bener?" Kali ini Indra yang menoleh.

"Yakali, gue mau beli sesuatu lah."

"Beli apaan?" Indra telah menghentikan mobilnya di parkiran dengan hati-hati, bisa-bisa ia kembali menyerempet mobil dan si ibu negara marah-marah.

"Topi sama kacamata. Kasian Jihan nanti jadi item ini udah siang hari." Tiwi melepaskan seatbeltnya lalu menurunkan Jihan terlebih dahulu kemudian ia menyusul.

"Jihan mau ganti pakaian sayang?" Tanya Tiwi sambil menutup pintu mobil. Jihan memakai pakaian tebal, jeans, sepatu ditambah pula dengan jaket.

Jihan mengangguk, ia juga merasa risih. "Iya Tante, pakaian yang adem aja yah."

"Okay, yuk!" Tiwi sudah menggenggam tangan Jihan melangkah ke keramaian di depan, di sampingnya Indra juga berjalan.

Tidak butuh waktu lama untuk memilih, barang yang Tiwi cari terjual banyak, hampir di seluruh toko yang ada di pasar. Ia sudah membeli 2 buah topi pantai dan 3 kacamata beserta pakaian ganti untuk Jihan yang dijual di satu toko. Semuanya Indra yang membayar.

"Jihan udah enakan?" Tanya Indra yang sudah kembali memasuki mobil siap berangkat.

"Udah Om."

Indra mengangguk, segera melajukan mobilnya ke pantai yang tidak jauh lagi.

***

"Lamai banget yah Tante Tiwi." Mata Jihan mengernyap-ngernyap saat Tiwi memasangkan kacamata antiradiasi padanya.

"Iya dong, kan musim liburan." Tiwi juga memasangkan topi kepada Jihan, mereka sekarang masih berlindung di bawah pohon besar.

Jihan menoleh kesana kemari memperhatikan keramaian pantai yang cukup terkenal itu. Banyak turis berdatangan, bahkan matahari yang sudah semakin menyengak masih ada yang berenang.

"Gue duluan yah kesana, cepetan!" Indra sudah melangkah menuju pondok-pondok yang terbuat dari bambu dan dihiasi oleh kerang-kerang kecil sebagai tirai.

"Gak mau pake sunblock?" Teriak Tiwi kepada Indra yang sudah melangkah jauh di depan.

"Gue tetap ganteng biar item." Indra juga berteriak yang dibalas desisan oleh Tiwi.

Tiwi sudah selesai memakaikan lotion tabir surya yang sempat dibelinya juga tadi kepada Jihan. Ia dan Jihan lalu menyusul Indra yang sudah duduk manis menikmati es kelapanya.

"Om Indla tuh jahat benel, nggak nungguin kita." Ujar Jihan sinis lalu duduk di salah satu kursi. Sementara Tiwi masih harus menggeser kursi lain karena satu meja hanya terdiri dari dua kursi.

"Dih gitu aja dikatain jahat. Nanti Om nggak beliin es kelapa, baru tau rasa." Balas Indra sengit.

Jihan yang masih cengeng-cengengnya langsung menangis. "Om.. hiks.. Indla.. hiks.. jahat.. Tante Tiwi." Jihan langsung turun dari kursinya menuju Tiwi dan memeluk pahanya.

Tiwi menatap manik hitam Indra dengan aura membunuh. Tapi Indra tidak merasa ngeri sedikitpun.

"Gitu aja nangis, dasar bocah." Oceh Indra semakin membuat Jihan menangis.

Tiwi sudah tersulut emosi, lalu tanpa ragu mencubit lengan Indra dengan keras. "Jangan gitu napa, ini bocah baru aja ditinggal emak bapaknya."

Indra mengiris kesakitan, mengusap-ngusap lengangnya yang sudah berubah warna. "Baru sehari jadi bini aja udah kaderete lo!"

"Ya lo bocah aja diajak gelud!" Tiwi melepaskan topi dan kacamata Jihan agar Jihan merasa tenang.

Indra mulai merasa iba dengan ponakannya yang semakin larut dengan tangisannya. Pengunjung lain menoleh ke arah mereka, menatap sinis Indra.

"Cup cup cup!!" Indra mengusap-usap kepala Jihan dengan lembut. "Om tadi bercanda kok, Jih. Om bakal beliin es kelapanya. Sini sama Om."

Jihan menggeleng-geleng. "Nggak mau sama kamu lagi, Jihan maunya sama Tante Jihan aja. Kamu pergi sana!"

Indra membelalakkan mata, tersenyum geli dengan keuwuan keponakannya saat ngambek. "Dih manggilnya kamu lho!"

"Yaudah sini sama Tante." Tiwi lagi-lagi mengangkat Jihan ke dalam pangkuannya. Jihan membenamkan kepalannya di dada Tiwi dan mengalungkan tangannya di leher Tiwi.

Jihan tampak tenang dalam pelukan tantenya, tak bergeming sedikitpun. Tangisannya pun sudah reda. Dan posisinya itu bertahan sampai satu jam ke depan. Tiwi yang menyadari kalau Jihan tertidur karena merasakan deru napasnya yang teratur. Jadi Tiwi tidak bergerak banyak supaya Jihan tidak terjaga, meskipun ia sudah merasa pegal.

"Jihan tidur?" Tanya Indra sepelan mungkin. Pondok itu tidak lagi seramai tadi saat makan siang, jadi tidak terlalu ribut.

"Iya tidur dia." Tiwi mengelus-ngelus belakang Jihan dengan lembut.

Sampai sore hari, Jihan sudah bangun. Mereka sekarang berjalan-jalan di pesisir pantai, berniat menyaksikan matahari tenggelam nantinya.

***

"Tante, ini udah jam belapa?" Tanya Jihan yang menyandarkan kepalanya di lengan Tiwi. Mereka sedang duduk di pasir yang hanya beralaskan sendal jepit.

"Jam setengah lima, Jih." Tiwi menggambar-gambar pola abstrak di pasir.

"Masih lama yah sunsetnya?"

"Iya Jih, masa lama." Tiwi merangkul tubuh kecil di sampingnya itu, berusaha menyalurkan kehangatan. Ia merasa bertanggung jawab apapun dengan yang terjadi dengan Jihan, bis dibilang ia seakan berperan sebagai ibu sementara Jiha.

"INDRA?" Suara wanita yang lembut mendarat di ketiga pasang telinga yang sedang duduk di pasir itu. Suara itu berasal dari arah belakang. Sontak ketiga orang itu membalikkan badan dan berdiri. Mereka mendapati wanita cantik memakai dress tipis yang terbelah, rambutnya yang berwarna coklat berterbangan kesana kemari, manik matanya yang juga berwarna coklat terlihat bersinar, dan bibir tipisnya yang berwarna pink tersenyum cerah ke arah Indra.

"Jessica? Apa yang kamu lakukan di sini?" Tanya Indra mengerutkan kening, ia tahu sekali siapa wanita yang barusaja memanggil namanya itu. Mantan kekasihnya dulu, Jessica.

"Aku lagi ada pemotretan di sekitar sini. Biasalah, kamu tau kan kerjaan aku. Kamu sendiri di sini lagi ngapain?" Jessica menoleh sebentar ke arah Tiwi lalu menoleh lagi ke arah Indra.

"Kenapa kamu bisa tau aku di sini?" Indra tidak menjawab pertanyaan wanita yang bekerja sebagai model itu, ia malah bertanya balik.

"Aku liat feed IG kamu! Kamu di sini liburan, kerja atau ngapain?" Jessica bertanya kembali.

"Aku liburan." Jawab Indra singkat.

"Kamu bareng mereka?" Jessica menunjuk Tiwi dan Jihan. "Mereka siapa kamu?"

Indra tidak menjawab, ia menatap mata Tiwi dengan intens yang juga sekarang menatapnya. Dari sana, Tiwi bisa membaca bahwa ada sesuatu yang hendak disampaikan oleh Indra, Tiwi bisa merasakan kegelisahan di mata Indra.

"Saya babbysitter keponakannya Pak Indra, dan saya kira tadi yang datang Bundanya Jihan." Tiwi menjawab cepat sesuai yang pikirannya tangkap.

Indra menatap nanar ke arah Tiwi yang sedang tersenyum palsu kepada Jessica.

"Aku bolehkan bawa Indra, sebentar aja?" Jessica meminta izin kepada Tiwi.

"Oh, boleh-boleh, kan situ doinya, saya mah bukan siapa-siapa Pak Indra. Saya di sini aja nggak papa, nanti Bu Yuna sama Pak Rifaldi datang kok." Tiwi lagi-lagi tersenyum, sementara Jihan sudah bingung dengan perkataan Tantenya barusan.

"Kita ke kafe dekat sini yuk Indra, udah lama nggak habiskan waktu bareng, ada Ferel, Stefan sama Resa di sana." Jessica lalu menyusupkan tangannya di lengang Indra lalu memeluknya erat-erat. Jessica dan Indra sudah melangkah jauh ke depan meninggalkan Tiwi dan Jihan yang juga sudah berbalik melangkah.

"Jessica, ada yang mau aku omongin dulu sama keponakan aku. Tunggu aja di kafe." Indra melepaskan rangkulan tangan Jessica di lengannya, lalu berbalik menuju Tiwi yang sudah melangkah jauh.

Sebuah tangan yang kekar mendarat di pundak Tiwi membuat Tiwi mendadak menghentikan langkahnya.

"Om Indla?" Tanya Jihan melihat Indra yang sedang ngos-ngosan karena habis berlari.

"Tiwi, kenapa lo tadi nggak bilang kalo lo itu bini gue, hah?" Pertanyaan itu keluar begitu mulus dari mulut Indra. Wajahnya menampilkan kekesalan.

"Lah, udah balik lo? Cepet amat!" Tiwi tidak menghiraukan pertanyaan Indra.

"Kenapa lo bilangnya lo—"

"Yaelah, gue bantuin lo, nanti doi marah sama lo gimana? Terimakasih kek, apa kek!"

Indra menghembuskan napasnya gusar, ia memegang kedua lengang Tiwi dengan keras.

"Lo tungguin gue sama Jihan, cari apalah gitu sembarang. Kita bakal pulang ntar malam. Oke? Jihan Ok?"

"OK!" Tiwi dan Jihan serempak menjawab.

Setelah itu, Indra kembali menyusul Jessica menuju kafe yang tidak jauh dari pantai.

tbc..

1
nanaarmd🌻
kok gak ada ya?
Nanay Dachliawati
ko saya cari ninayaa ga ada
Nanay Dachliawati
ko blm up
Anik Rohman
kapan up lagi kak
Zhulayykha Anniza
lnjuut...
Rere~
seneng deh kakak otor kalok up cerita ni
Fitriyah Azsahrah
buat dong kisah tiffany dan ferrel...atau tiffany ama stefen...😁
ninayaa: Soon..
total 1 replies
Rere~
aku suka somay, Yura
so may i marry u?
kalimat yg bikin aku cekikikan😂
next kak
semangats
semoga bisa up tiap hari hehehe
Rere~
semoga besok bisa up lagi
Rere~
next kak semamgats
Rere~
Maklumin aja lah bang Aldo, Indra kan baru jatuh cinta tuh jadi ya gitu hahaha😂
Rere~
next kak
Zhulayykha Anniza
lanjuuutt.....
Zhulayykha Anniza
lanjuut...
Rere~
next thor
Rere~
akhirnya up juga😚
Anik Rohman
kapan up lagi kak..
Rere~
next thor semangats, awal baca part ini dag dig dug, pas diakhir seneng deh baca keuwuan mereka😂
Rere~
next kak
Mini Sarbini
akhirnya...lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!