Bagaimana kalau tubuh laki-laki seorang pembunuh bayaran berakhir di tubuh perempuan yang tidak ia kenal. Bagaimana kisahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erika Ponpon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7
Hazel menghentikkan mobilnya di depan mansion mewah yang di duga mansion milik keluarganya mansion Salendra.
Ceklek!
Hazel dengan pakaian formal nan elegan turun dari mobil dan menatap bangunan ala eropa yang ada di depannya.
Sebelum melangkahkan kakinya masuk kedalam mansion Hazel mengambil kacamata hitam lalu memakainya.
Tuk
Tuk
Tuk
“Selamat pagi nona Hazel” ucap kepala asisten.
Hazel menuruni sedikit kacamatanya sambil menatap wanita tua yang berdiri di depannya.
Hazel berpikir sebentar untuk mengingat nama kepala asisten yang bekerja di mansion Salendra.
“Bibi Keni, apa ada mommy di dalam?”tanya Hazel.
Bibi Keni yang ditatap oleh Hazel seketika menelan saliva dengan pelan.
‘Kenapa auranya nona Hazel sangat berbeda tidak seperti dulu lagi’ batin Bibi Keni.
“Bibi Keni kenapa melamun?” Suara Hazel membuyarkan lamunannya.
“Ah, ada nona apa perlu saya panggilkan?”.
“Tidak perlu biar saya yang kesana, dimana mommy?”.
“Di ruang kerja nona”.
“Baiklah, dan ini buat Bibi dan pekerja lainnya” Hazel memberikan kue kesukaan Bibi Keni, Hazel pernah memberitahu kesukaan Bibi Keni lewat mimpi.
“Makasih non” mata berbinar-binar Bibi Keni menerima kue pemberian Hazel.
Hazel langsung naik ke lantai tiga menggunakan lift biar cepat sampai di ruang kerja orang tuanya.
Ting!
Tap
Tap
Tap
Sebelum mengetuk pintu Hazel mengatur nafasnya agar dia bisa bersikap seperti Hazel yang asli.
Tok
Tok
Tok
“Masuk” terdengar suara dari dalam ruangan kerja.
Ceklek!
Sarah mendongakkan kepalanya melihat siapa yang datang ternyata anak semata wayangnya Hazel.
“Hazel?tumben kamu datang nak, setelah beberapa tahun belakangan ini kamu jarang menjenguk mommy, kamu datang sendirian? Mana suami kamu hm?” Berbagai pertanyaan dari Sarah membuat Hazel bingung menjawabnya dari mana dulu.
Hazel tersenyum tipis berjalan menghampiri Sarah yang sudah berdiri menyambut kedatangan putri tunggalnya.
Grep!
Sarah memeluk anak perempuannya yang sudah lama ia rindukan, tiap kali Sarah datang ke mansion pasti Raga bilang kalau Hazel sedang beristirahat tidak boleh ada yang mengganggunya. Dan itu sangat aneh sekali.
Tubuh Hazel menegang dan sedikit bergetar entah ini respon dari tubuh asli Hazel atau hatinya sendiri yang sama sudah lama tidak merasakan pelukan seorang ibu. Dulu Kaisar di besarkan tanpa kedua orang tua entah dimana orang tua Kaisar sampai dia menjadi pembunuh bayaran agar bisa mencari orang tuanya.
Sarah merenggangkan pelukkannya dan mengusap rambut putrinya.
“Kamu makin kurus nak, ada masalah apa hm? Sini duduk” Sarah menyuruh Hazel duduk di sofa.
“Mom mulai besok aku boleh ambil alih semua perusahaan dan mansion ku yang sekarang aku tinggal bersama Raga?”.
Pertanyaan Hazel membuat Sarah mengerutkan keningnya.
“Ada masalah?”
“Aku ingin kembali ke posisiku sebagai Ceo di Salendra Group’s mom, dan aku ingin segera berpisah dengan Raga”.
Sarah sedikit shock mendengarnya.
“Cerai? Raga menyakitimu Hazel?”. Hazel menganggukan kepala, Sarah langsung memeluk Hazel.
Sarah menyesal menyetujui pernikahan Hazel dengan Raga atas permintaan suaminya sebelum suaminya meninggal dunia.
“Apa yang Raga lakukan terhadap kamu sayang?apa Raga berselingkuh?”.
“Raga sering melakukan tindakan kekerasan kepada ku mom dan baru minggu lalu aku keluar dari rumah sakit karena kata Bibi Ranti Raga mendorong ku dari anak tangga dan hanya Bibi Ranti yang menjaga ku selama di rumah sakit, Raga tak pernah menjenguk ku karena dia terlalu sibuk dengan Elora Valencia Aldebaran”.
Lagi-lagi Sarah di buat shock oleh ucapan Hazel, Sarah semakin bersalah dan tidak becus menjadi seorang ibu untuk Hazel.
Pantas saja akhir-akhir ini perasaan Sarah sering gelisah ternyata anaknya di sakiti oleh pria busuk seperti Raga, Sarah pikir Raga adalah laki-laki yang baik dan cocok untuk Hazel namun malah sebaliknya lebih busuk dan lebih gila dari orang gila yang ada di jalan raya.
“Mommy tidak menyangka Elora yang kelihatan lugu dan polos akan tega merusak hubungan rumah tangga mu dengan Raga, apa mommy perlu bilang ke orang tua Elora Zel?”.
Hazel mencegah Sarah untuk tidak memberitahunya terlebih dahulu dia masih ingin bermain dengan Elora dan Raga. Sayang kalau mereka tidak di beri hukuman.
“Jangan dulu mom, nanti setelah Hazel puas dengan mereka baru lah mommy boleh beritahu sama bibi dan om”.
“Baiklah terserah kamu saja mommy hanya bisa mendukung kamu tapi jangan kelamaan Hazel takutnya kamu di siksa lagi sama Raga, jadi kapan kamu akan bercerai dengan Raga?”.
“Setelah Hazel mengumpulkan bukti dan mempermalukan Raga di depan para petinggi saat rapat pemegang saham” Hazel menyunggingkan sudut bibirnya.
“Baiklah, jadi kamu yakin mulai besok kamu mau bekerja di kantor Zel?”.
“Of course mom…”
“Mending kamu jangan langsung ambil posisi Ceo Zel kalau kamu ingin balas dendam, dan lagi di sana mereka belum tahu siapa kamu, nanti setelah rapat itu selesai baru kamu kembali ke posisi mu sebagai Ceo Salendra Group’s, mommy ingin melihat betapa terkejutnya mereka melihat kamu menduduki posisi Ceo. Besok mommy akan menyuruh Radit untuk menjadikan asistenmu dia akan mengajarkan mu tentang perusahaan sementara posisi kamu sebagai Direktur dulu ya… kamu gak apa-apa kan Zel?”
“Hm… baiklah mom sesuai rencana mommy Hazel ngikut yang penting Hazel ingin melihat kekalahan Raga dan Elora”.
“Baiklah nanti mommy akan menghubungi Radit”.
Sarah menggantikkan posisi suaminya di perusahaan Salendra namun dia jarang terlihat di kantor, selalu Radit yang datang ke mansion dengan membawa beberapa dokumen yang membutuhkan tanda tangan Sarah, Raga hanya di tugaskan mengurusi perusahaan jika Sarah tidak ada di kantor, sebenarnya posisi Raga di kantor adalah wakil Ceo namun Raga mengumumkan dirinya seolah sebagai Ceo disana kepada semua karyawan, Sarah tahu itu semua dari Radit yang melapor, Radit juga bertugas untuk mengawasi perusahaan tanpa sepengetahuan Raga, karena Sarah tidak menyukai sikap arogan Raga di kantor kepada karyawan nya selalu bersikap sewena-wena.
Sudah sangat lama sekali Sarah ingin menjabut jabatan Raga namun belum ada kesempatan dan alasan tertentu karena para petinggi perusahaan masih ingin mempertahankan Raga sebagai wakil Ceo.
Entah apa yang dilakukan Raga kepada para petinggi sehingga mereka ada di pihak Raga. Sarah akan mencari bukti untuk menggulingkan Raga dan mencopot jabatan Raga dari perusahaannya.
udah ngerbut raga dari Hazel eh tapi malah bagus dong baj•ngan sama lacu•r sama sama cocok jadi satu
manuk diobral nang cangkeme wong wedok gak nggenah..
eh apa msh aktif jd pembunuh bayaran Thor?
koq gak pernah liat aksinya lagi..?