Kaileya telah susah payah bangkit dari keterpurukan masa lalu, kini berhasil membangun kariernya. Namun, sekarang dia dihadapkan dengan pilihan sulit. Dirinya harus memilih antara karier atau buah hati karena atas desakan agensinya.
Bagaimana caranya ia harus bisa memilih antara dua pilihan yang begitu sulit?
Ditengah perjuangan melawan semua tantangan. Justin Killer seorang laki-laki dari masa lalu yang kehadirannya tak pernah diinginkan, kini kembali ke dalam hidupnya. Dia mencoba masuk untuk menjadi bagian di antara Kaileya dan kedua anaknya.
Lantas, langkah apa yang harus Kaileya ambil? Apakah dia akan meninggalkan kariernya? Ataukah dia akan meninggalkan buah hatinya demi mempertahankan karier?
Lalu, apakah kehadiran Justin akan diterima kembali oleh Kaileya atau malah sebaliknya?
Tolong Dibaca Setiap Bab Baru Update, ya!
Jangan ditabung. Don't be silent readers 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sisakata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7. Kembalinya Sang Rival
Pertanyaan Justin tak kunjung dijawab oleh Kaileya dan juga pria yang datang bersama istrinya Hal itu semakin membuat Justin naik darah. Ia melangkah maju dan memegang kerah kemeja pria yang berdiri di samping istrinya.
“Justin, kamu apa-apaan, sih?” lerai Kaileya melepaskan cengkraman suaminya di kerah Kevin.
“Santai, Bro, jangan emosi,” ujar Kevin masih terlanjur santai di saat Justin amarah Justin akan meluap. “Santai aja, sih, mukanya. Gue cuma rekan kerja Kaileya di agensi.”
Jawaban Kevin sontak merubah ekspresi wajah Justin. Laki-laki itu buru-buru kembali bersikap normal. Ia tidak mau disangka aneh karena hal barusan.
Kaileya dalam hati bersorak girang melihat ekspresi Justin seperti kambing kebakar jenggot, karena menahan cemburunya kepada Kevin.
“Saya juga tau jika anda, Pak Justin Killer terhormat, adalah suami teman saya.” Kevin kembali bersuara.
Siapa pun pasti tahu jika seorang Justin Killer sudah menikah dengan seorang model papan atas Kaileya Jennata. Itu tadi hanya akal-akalan Kevin untuk melihat seberapa cinta sosok laki-laki yang sudah resmi menjadi suami temannya.
“Silakan duduk, Kevin,” ujar Kaileya mempersilakan rekannya untuk duduk di sofa yang masih kosong.
Kemudian pandangan Kaileya berpindah kepada Justin yang masih belum seratus persen bisa meredam kesalnya.
“Gak usah gitu mukanya, tuh, liat anak-anak pada takut,” ucap Kaileya sambil menunjuk ke arah si kembar yang sudah mundur karena takut melihat wajah menyeramkan sang Daddy yang sedang terbakar api cemburu.
Kaileya tidak habis pikir dengan Justin. Sifat itu masih saja dipelihara oleh laki-laki itu.
“Dasar, gitu doang cemburu.”
***
Setelah menimbang-nimbang pilihan. Akhirnya, Kaileya menerima dan menyetujui permintaan Justin yang meminta agar dirinya dan juga si kembar ikut tinggal bersama laki-laki tersebut di mansion pribadinya.
Satu minggu setelah pernikahan dan resepsi keduanya terselenggara. Masih tidak ada keinginan sedikitpun bagi Kaileya untuk mengambil cuti. Wanita bertubuh jenjang itu hanya memikirkan kerja, kerja, dan buah hatinya.
Begitu pula dengan pagi ini, di mana Kaileya yang berangkat kerja seperti hari-hari biasanya. Kaileya mendengar berita jika beberapa rekan kerjanya yang lain, yang beberapa waktu lalu sedang ada di luar kota dan bahkan negara, hari ini berangsur-angsur kembali ke tanah air.
“Hai, Kaileya, selamat pagi,” sapa karyawan resepsionis ketika Kaileya melewati lobi utama perusahaan.
“Hai, Mbak, pagi juga. Aku masuk duluan, ya.” Kaileya membalas sapaan Tika dan kemudian beranjak dari sana menuju lantai atas.
Kaileya menyusuri setiap lantai bangunan dan sesekali menyapa cleaning service yang sedang bertugas. Kaileya bukan tipikal sosok model yang anti dengan orang-orang yang berada di level bawahnya. Ia bisa menerima dan akrab dengan siapa saja, asalkan orang tersebut tidak pernah menyinggung apapun hal kehidupan pribadinya.
“Wah … ternyata ada yang baru selesai melakukan resepsi pernikahan dadakan, nih …!” seru seorang wanita cantik, tapi nyelekit.
Kaileya yang baru saja tiba di ruangan tunggu untuk mengganti pakaiannya, langsung disuguhi dengan pemandangan salah satu rekannya. Rekan yang sangat memusuhi karir dirinya. Siapa lagi kalau bukan Alvineta Draka.
Kaileya membalas wanita yang kerap disapa Vineta itu dengan senyuman. Ia mencoba tidak peduli dengan omongan wanita itu. Kaileya melewati Vineta begitu saja, tanpa ingin memperpanjang bicara dengan wanita tersebut.
Kaileya langsung menuju meja rias, yang mana di sana sudah ada perias yang diperuntukkan untuknya. Di mana beberapa orang di samping meja rias Kaileya sedang melakukan siaran langsung pagi ini, untuk memperlihatkan pada pengikutnya, bagaimana keseharian mereka dalam merias wajah seorang model.
“Kaileya, serius kamu nikahnya hanya dengan persiapan dua hari? Bagaimana bisa seorang model papan atas, seperti Kaileya Jennata menikah tanpa persiapan yang matang?” tanyanya mencoba untuk menghebohkan suasana ruangan ganti pagi ini.
“Itu sudah kami rencanakan sedari dulu, Vineta,” balas Kaileya santai sambil menampilkan senyumnya kepada lawan bicara.
Vineta tidak bisa tenang jika balasan rivalnya masih sesantai itu. Ia mencoba menyusun kembali kata-katanya untuk bisa memanasi pikiran seorang Kaileya Jennata.
“Oh … aku tau sekarang. Alasan kau menikah dadakan setelah berita tentang anak mu itu viral … karena anak kembar mu itu adalah pasti anak dari hasil hubungan gelap, kan?”
Pertanyaan sampah itu seketika mengejutkan semua penata rias dan beberapa karyawan lainnya yang sedang bertugas. Jangan tanya lagi bagaimana keadaan Kaileya setelah mendengar pertanyaan Vineta. Wanita cantik itu benar-benar sangat meredam amarahnya, jika saja masalah kehidupan pribadinya dibicarakan. Apalagi ini adalah masalah anaknya, yang tidak bisa sedikitpun disinggung oleh siapa pun.
“Jangan asal bicara, ya, Vineta!” sentak Kaileya menatap nyalang Vineta.
“Ops? Kau marah? Berarti yang aku katakan adalah benar?” Vineta masih mencoba memanasi suasana. “Jika anak kamu itu adalah anak haram?”
Karyawan yang ada di sana sudah menegur Vineta, agar wanita itu tidak lagi memperpanjang lagi pembahasan kehidupan pribadi Kaileya. Namun, yang namanya Vineta tetaplah keras kepala. Wanita angkuh itu tidak menerima dan mendengar apapun yang dikatakan oleh karyawan.
Kaileya bangkit dari duduknya untuk menghampiri Vineta yang berdiri di depan cermin salah satu meja rias. Kaileya benar-benar tidak akan tinggal diam jika anaknya disinggung dengan sangkaan buruk seperti itu.
“Kaileya, udah, ya, kamu tenang dulu.” Penata riasnya menahan pergerakan Kaileya yang semakin akan mendekati Vineta.
“Vineta, kau juga jangan semakin memanas-manasi keadaan. Tidak seharusnya kamu bicara seperti itu untuk Kaileya,” lanjut karyawan lain untuk meluruskan masalah pagi ini. “Jangan mengada-ada kalau bicara.”
Di lain sisi ruangan rias tersebut. Suara notifikasi masuk terus menginstruksikan telinga. Perias yang tadinya sedang melakukan siaran langsung, begitu terkejut karena sudah banyak notifikasi yang masuk dan sudah banyak telinga yang mendengar percekcokan mulut antara model Vineta dan Kaileya.
Suasana semakin terasa mencekam di saat banyak notifikasi berasal dari ponsel Kaileya. Dengan cepat Kaileya meraih ponselnya untuk melihat apa lagi yang terjadi setelah insiden pagi ini.
Hot News Lagi Warga Konoha!!!
Diduga anak kembar seorang model Kaileya Jennata, yang sempat viral satu minggu lalu adalah anak dari hasil hubungan gelap?
Apakah benar begitu? Anak itu adalah anak hasil hubungan gelap model papan atas kita dengan kekasihnya?
Mimin ada ikutan siaran langsung penata riasnya dan Mimin dengar semua percekcokan antara Kaileya dan Vineta.
Ini beritanya belum jelas. Nanti mimin kabarkan lagi, jika ada pembalasan baru dari Kaileya, okay?
Salam lambe turah National Tjulid!!!
Tak lama kemudian nada dering muncul kembali dari ponselnya. Ia melihat di sana tertera nama sanga atasan. Dengan cepat ia mengangkat panggilan tersebut.
“Kaileya Jennata, rumor apa lagi yang kau timbulkan?!” Suara sang atasan begitu sarkas terdengar di telinga.
Kaki Kaileya tak sanggup berdiri lagi. Anaknya kembali menjadi fitnahan publik. Namun, apakah ini akan ada peluang untuk diklasifikasikan? Pasalnya beritanya belum seratus persen diterima mentah-mentah begitu saja oleh para netizen tanah air.
Tuhan, apa lagi cobaanmu! batin Kaileya ingin berteriak rasanya menghadapi situasi yang sangat mencekik dirinya.