NovelToon NovelToon
TUMBAL

TUMBAL

Status: tamat
Genre:Spiritual / Rumahhantu / Tumbal / Horor / Tamat
Popularitas:38.2k
Nilai: 5
Nama Author: Endah puji astuti

Sebuah ujian kesulitan hidup, memaksa seorang pria bernama Rudi memilih menempuh jalan yang salah. Sebuah iming-iming kekayaan di depan mata membuatnya gelap mata. Dengan mengikuti sebuah ajakan seseorang, membuatnya terikat dengan perjanjian ghaib. Dimana dia harus rela kehilangan anak-anaknya untuk di jadikan tumbal agar memperoleh kekayaan dengan cara instan. Hingga akhirnya ia juga harus kehilangan istrinya tercinta. Pada akhirnya, sebuah kejahatan sekecil apap pun itu, akan mendapatkan balasan dari apa yang telah di perbuatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Endah puji astuti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Surti Hamil

Aku memutuskan untuk jauh lebih berhati-hati agar tak menimbulkan rasa curiga pada Surti.

“Bu, Bapak mau ke gudang dulu.” Pamit ku pada Surti yang tengah sibuk dengan adonan kuenya. Surti memang memiliki hobi untuk membuat aneka menu yang ia contek dari internet.

“Ya, Pak. Jangan sore-sore pulangnya. Ibu mau bikin kue buat Bapak.” Jawabnya membuatku tersenyum bangga.

Surti sudah tak mengungkit kembali suara keributan di gudang. Apalagi sebelumnya aku sempat mengajak Surti untuk membuka gudang dan masuk bersamanya. Tentu saja sebelumnya sudah ku singkirkan terlebih dahulu gentong dan juga peralatan yang ku gunakan untuk proses pesugihan.

“Tuh, kan, Bu. Tidak ada apapun. Pasti tikusnya sudah pergi.” Ucapku pada Surti yang berjalan di belakangku.

“Iya, ya, Pak. Kok sudah tidak ada. Ibu Cuma khawatir kalau nanti tikusnya mati di dalam dan rumah kita jadi bau busuk.” Ucapnya. Untung saja aku berhasil menepis kekhawatiran dari Surti dengan berjanji akan mencari lagi suatu saat jika memang masih ada tikus di dalam gudang. Aku menuruti permintaannya untuk memasang perangkap guna menjebak tikus dengan jebakan jaring kawat.

*

Aku menghisap dalam-dalam rokok yang ku dapat dari salah seorang pemulung yang menyetorkan hasil memulung kepadaku.

“Makasih banyak, Pak.” Ucapku sambil menerima sebatang rokok dari Pak Kardi.

“Sama-sama, Pak. “ jawabnya lalu duduk tak jauh dari tempatku duduk. Meskipun aku berusaha ramah dan membersamai mereka semua, namun para pemulung rupanya masih memiliki rasa enggan untuk berdekatan dengan ku. Katanya takut aku merasa terganggu dengan bau aroma tubuh mereka yang seharian bekerja berkeliling mencari rongsokan di tumpukan sampah.

“Duduk sini saja, Pak Kardi.” Panggilku. Sedangkan Pak Kardi menolak dengan halus.

“Pak, maaf jika saya lancang dan salah.” Tiba-tiba saja Pak Kardi membuka suara.

“Ada apa, Pak?”tanyaku.

“Kemarin saya sempat lihat Bu Surti. Sepertinya lagi hamil, ya?” Tanya Pak Kardi membuatku terperanjat.

“Pak Kardi lihat istri saya di mana?” aku seolah mendapat angin segar mendengar cerita Pak Kardi.

“Di pasar, Pak. Tapi maaf jika saya salah.” Jawabnya dengan wajah yang terlihat tak nyaman.

“Memangnya kenapa kok minta maaf? Saya malah belum tahu kalau istri saya hamil. Coba nanti saya tanyakan.” Aku pun penasaran dengan cerita Pak Kardi. Hatiku merasa berbunga-bunga, seperti mendapat angin segar. Pak Kardi melihatku yang tersenyum setelah mendengar ceritanya.

“Selamat, ya, Pak. Semoga saja benar. “ucap Pak Kardi lagi. Aku mengangguk dan terus tersenyum bahagia.

“Saya tahu bagaimana perasaan, njenenengan.” Ucapnya lagi yang hanya ku jawab dengan ucapan terima kasih Sudah memberikan tahu ku soal kehamilan Surti.

Sudah hampir empat bulan Surti terlihat berbeda. Dia sangat suka makan dan rajin memasak. Apalagi kini Surti terlihat lebih cantik dari biasanya. Kata orang, wanita akan kelihatan lebih cantik jika sedang mengandung anak perempuan.

“Aahhh, mau laki-laki atau pun perempuan aku tidak peduli. Yang pasti, aku akan semakin kaya sebentar lagi.”gumamku sambil bersenandung di sepanjang perjalanan.

*

Sesuai janjiku pada Surti, hari ini aku memilih untuk pulang lebih awal. Tak lupa. ku telepon istriku untuk menanyakan apa yang ia inginkan untuk ku bawakan pulang sebagai oleh-oleh untuknya.

"Tidak usah, Pak. Ibu sudah buat biskuit dan bolu untuk kita." jawabnya di seberang telepon.

"Baiklah, Bu." bergegas ku lajukan kendaraan ku sedikit lebih cepat. Tak sabar rasanya aku ingin cepat tiba di rumah dan menanyakan sendiri pada Surti tentang kabar yang di berikan oleh Pak Kardi.

Aku menepikan mobilku di sebuah warung bakso langganan Surti. Niatku membelikan bakso untuk kami makan bersama di rumah nanti. Itung-itung sebagai hadiah atas kehamilannya kali ini. Meskipun aku belum pasti benar atau tidaknya berita tersebut, namun setidaknya aku akan berusaha lebih untuk meminta Surti kembali hamil dalam waktu dekat. Selain itu, Surti doyan sekali dengan jajanan mengenyangkan yang satu ini. Seingatku, sudah lumayan lama kami tak makan bakso ini. Biasanya Surti akan merengek padaku agar kami sekeluarga pergi makan di luar meskipun hanya jajan bakso saja.

"Bu." panggilku setelah memarkirkan mobil di garasi rumah.

Aku sudah tan pernah lagi mengucap salam saat pulang maupun pergi dari bepergian. Bahkan aku sudah tak pernah lagi melakukan ibadah pada Tuhanku yang katanya Sang pemberi rejeki itu. Toh selama ini hidupku selalu miskin dan terhina.

"Mbok ya ucap salam dulu, Pak, kalau mau masuk ke rumah." protes Surti saat menyambut ku pulang. Aku hanya tersenyum mendengar ucapan Surti.

"Maaf, Bapak lupa. Saking kangennya sama Ibu di rumah." elakku memberikan alasan.

Akh meletakkan bungkusan yang ku bawa di meja begitu saja. Bergegas ke belakang dan mengambil mangkok serta sendok dan kembali dengan cepat ke ruang tengah. Namun Surti malah berlari ke kamar mandi dan menabrak pundakku yang sedang berjalan.

"Hhoooeeekkk... hooeeekkk... "

Terdengar suara Surti yang sedang memuntahkan sesuatu di kamar mandi. Dengan cepat aku menghampiri dan berniat untuk melihat kondisinya. Sayangnya, pintu kamar mandi di kunci dari dalam.

"Bu." panggilku sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi. Dari dalam, masih terdengar Surti yang berusaha mengeluarkan isi perutnya. Suara gemericik air menyamarkan pendengaranku.

"Bu, kamu sakit?" aku menginterogasi Surti yang baru saja keluar dari kamar mandi. Wajahnya tampak pucat. Surti menggeleng.

"Pak, maaf. Bapak makan saja baksonya. Perut ibu mual." ucapnya sambil menunjuk ke bungkusan bakso yang sudah keluar dari dalam kantong kresek.

"Loh, memangnya kenapa? Ibu sakit? Ayo kita periksa ke Dokter." ajakku berusaha memapah tubuh istriku. Namun di tolak nya.

"Ibu mau istirahat saja di kamar. Nanti ilang sendiri kok, Ibu hanya pening sedikit." ucapnya sambil berlalu ke dalam kamar.

*

"Bu, masih pusing?"

Aku menghampiri Surti yang sedang terbaring di ranjang. Aku yang kekenyangan akibat makan dia porsi bakso hanya duduk di tepi ranjang.

Surti menggeleng. Bibirnya tersenyum, manis sekali. Tak sabar rasanya aku menanyakan kebenaran berita yang di ceritakan oleh Pak Kardi. Namun, aku harus mencari cara agar Surti tak tersinggung dengan pertanyaan ku.

"Pak." panggilnya membuyarkan lamunanku. Aku menoleh, tersenyum pada Surti dan membelai lembut kepalanya.

"Ayo Bapak antar Ibu ke Dokter." bujuk ku. Siapa tahu dengan membawa Surti ke Dokter makan akan ketahuan apa penyebab Surti mual muntah saat melihat bakso. Apakah Surti ngidam?

Surti menggeleng.

"Ibu baik-baik saja, Pak."

"Ada yang mau Ibu beritahu pada Bapak." ucapnya tiba-tiba. Surti duduk dan bersandar pada tepi ranjang.

"Ada apa, Bu?" tanyaku berusaha menahan degub jantung saat Surti meremas jemariku dan menatapku tajam.

1
ChaManda
kasian aryaa/Whimper/
Srikandi Aulia Deandra
Bu Wati jangan2 ibunya pak Rudi ya😁
FiaNasa
terlambat....penyesalan itu slalu dtangnya terlambat pak.rudi..nikmatilah smua itu atas keserakahan mu pada harta dunia
FiaNasa
ya ampun pak Rudi...anak meninggal tragis gitu malah senyum² mikirin pundi² uang di gentongnya...otakmu udah pindah ke.dengkul kali pak..binatang aja gak tega nyakitin anak tp kamu.....kau lebih rendah dr binatang sekalipun
Endah_Merry: iya.. udh di sesat jalan hidupnya. jdi udh gk mikirin akhirat. yg dia pikirin cuma dunia
total 1 replies
FiaNasa
klau Surti sudah tau Zulfa kayak Arya dulu knp gak minta bantuan ustad gitu..blo' on gitu surti
Endah_Merry: dia terlalu takut sama suaminya. surti terlalu penurut sama suaminya. akhirnya semua terlambat
total 1 replies
estycatwoman
nice
FiaNasa
smoga Surti gak hamil.lagi kasian
FiaNasa
bagaimana nanti klau Surti tau bahwa Arya dijadikan tumbal oleh suaminya demi harta untuk membahagiakan dirinya
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: Rudinya dijadiin tumbal gantian🤣
total 4 replies
FiaNasa
hidup kaya raya tp didapat dg menjual nyawa anaknya
FiaNasa
sudah buta harta nyawa anak pun tiada artinya
Endah_Merry: iya benar. namanya serakah.
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
terlambat pak Rudy..Ter lam bat..😢😢
Ai Emy Ningrum: nasi liwet ikan asin 😚😙🤤🤤
nasi timbel komplit 🤤🤤
total 5 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
pas udah metong, pak Rudy baru tau kebohongan Widi, telaaaatttt.. /Toasted/
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ : yo wis to manut o ae penak.. penak
total 10 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
akhirnya yang ngasih tau kalau itu bukan anaknya pak Rudy adalah si demit, mirisss 😂😂😂
Ai Emy Ningrum: demit nya udah bete bnget tuh roman nya ,pen cepet kelarin ,nge log out nyawa nya pak Rudi 😆😆😆
total 5 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
Bu Wati baik bener, masih mau ngurusin mbah dukun 😥😥
Ai Emy Ningrum: 🐒🐒🐒bntukan ,rupa sampe ke tabiatnya jg sama /Facepalm//Facepalm/
total 17 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
simbah lagi kena azab, sebentar lagi giliran Pak Rudy
Ai Emy Ningrum: -selesai- ..
total 14 replies
Ai Emy Ningrum
ada jg yaaa jin penyadap suara ato jin kepo /Shy/
Ai Emy Ningrum: sambil ngopi sambil gali inpo sana sini 🙈🙈
total 6 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
iiih jangan mau tinggal di rumah itu Bu Surti, ada peliharaannya si bapack #bisik2
Ai Emy Ningrum: setan makan nya kemenyan 🙈🙈
total 12 replies
Ai Emy Ningrum
setan apa yg merasuki ibu Surti?? yg lebih setan tu bapak ,bersekutu dgn setan pula , menjual jiwa bapak pada iblis demi harta😒😒
khilaf tp diterusin,cinta tp mendua..
bullshit 😡
Endah_Merry: di gimanain ya enaknya 🤔🤔hhmm...
total 7 replies
Ai Emy Ningrum
"iya bnr bapak yg menumbal kan anak2 kita buk"
🥲 iisshh lama nyaa terungkap ,kasihan buk Surti 🥺
Endah_Merry: iya bener 🤣🤣
total 13 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
Pak Rudy saya tau bapack gak pinter2 banget, tapi mbok ya jangan bodoh2 banget juga gitu loh 😋
Ai Emy Ningrum: mantap 👍🏻👍🏻😍😍
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!