Qiana akhirnya menyetujui permintaan Reino untuk menikah dengannya , meski harus menyembunyikan pernikahan mereka karena status keduanya yang masih pelajar.
Kedua orangtua Qiana pun tak bisa menolak , apalagi mereka sudah banyak menerima kebaikan Orang tua Reino, Majikan mereka yang sudah sangat baik pada mereka, bahkan mau menyekolahkan Qiana di sekolah yang sama dengan Reino.
Pernikahan Qiana dan Reino pun akhirnya kandas setelah orang tua Reino mengetahuinya. Meski tidak rela , Reino dengan terpaksa mentalak Qiana , demi keselamatan orang yang diam - diam sudah mencuri hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
07. Yang Sebenarnya Terjadi
Reino tiba - tiba hatinya seperti di remas. Dia memegang dadanya.
" Ada apa ini ...Qiana....aku merindukan kamu sayang ". Setetes air mengalir dari mata Reino.
" Semoga kamu baik - baik saja , maafkan aku yang tidak bisa mempertahankan kamu , tunggulah Qi , setelah aku punya kekuatan aku akan membawa kamu kembali dalam pelukan aku ".
Reino sendiri tersiksa di sana. HP nya bahkan di sita oleh Mama Rieta , Meski ia hafal nomer Qiana , ia tidak bisa menghubungi Qiana.
Ancaman sang Mama untuk membuat Qiana menderita selalu menjadi ketakutan sendiri baginya.
Mami Rieta sebenarnya tidak terlalu jahat , ia hanya mencoba melindungi putra nya dari sifat sang suami yang begitu keras.
Hanya Reino yang ia punya sekarang , dia tidak ingin kehilangan anak lagi akibat keegoisan suaminya.
Cukup Reina yang meninggalkannya , sampai saat ini pun ia tidak tau bagaimana kabar putrinya, kakak Reino yang menghilang bak di telan bumi.
Tanpa sepengetahua Reino, sebenarnya Mami Rieta juga berusaha melindungi Qiana. Jika Reino masih berhubungan dengan Qiana , ia tidak tau apa yang akan di lakukan suaminya pada wanita itu.
Karena itu, Mami Rieta memberikan uang yang tidak sedikit pada Pak Agus. Bahkan uang itu cukup untuk membeli rumah di kota , dan juga untuk kuliah Qiana kelak.
Kali ini ia hanya berharap semoga sang putra tidak melakukan kesalahan.
*
*
Di kampus Qiana , terlihat beberapa mahasiswa sedang berkumpul.
" Bagaimana Az , kamu sudah bisa membuat Qiana jadi kekasih kamu ?". tanya Abas.
" Belum ". jawab Azka lesu.
Tapi beberapa teman Azka malah meledak tawanya.
Ha...ha...ha.....mereka sepertinya mengejek karena kegagalan Azka.
" Yang benar saja , baru kali ini playboy kelas kakap hilang pesonanya ". tambah Doni.
" Iya, apa aku sudah tidak menarik lagi ya...tapi para cewek di kampus ini masih saja banyak yang mengejarku , apa si Qiana matanya rabun ya ".
Ha..ha..ha...mereka kembali tertawa.
Seorang Azka sampai kehilangan kepercayaan dirinya hanya karena penolakan Qiana.
" Qiana sukanya yang kayak aku kali ya ". ucap Abas.
Huuuuuuu...sorak yang lain tidak terima.
" Siapa tau aja iya , kalian ini jangan suka ngiri lah sama aku ". Abas memang punya tingkat kepedean yang melampaui batas.
" Huekkkk ". balas Doni.
" Biarkan saja Don , tapi kalo sampai Qiana mau sama Abas , aku traktir kalian sampai sebulan ". tantang Azka.
" Boleh tuh Az , tapi kayaknya engga mungkin ". Doni kembali berucap.
" Sialan kamu Don , enggak dukung aku sama sekali ".
" Lalu apa yang akan kamu lakukan Az , apa akan menyerah begitu saja ?". tanya Doni.
" Oh tentu tidak , seorang Azka tidak akan mudah putus asa , ini seperti tantangan bagiku , gadis yang menarik ". ucap Azka , matanya memindai Qiana yang terlihat sedang berjalan dengan Winda.
" Sssstttt Az , gebetan tuh !". tunjuk Abas.
" Aku sudah tau , alarm ku berbunyi otomatis kalo ada gadis cantik mau lewat ". gurau Azka.
Azka maju mendekat ke arah Qiana dan Winda.
" Pagi Qiana...bisa bicara sebentar ".
" Tapi sebentar lagi mau masuk Kak ". tolak Qiana.
" Sebentar saja , kita kesana ". tunjuk Azka pada bangku kosong di taman.
Qiana menengok ke arah Winda , Winda hanya memgangguk .
" Aku akan tunggu di sini Qi , pergilah !".
" Duduk Qi !".
" Baiklah , lima menit ya tidak lebih , ini waktunya Pak Bayu yang mengajar, kak Azka tau kan betapa kilernya Pak Bayu ".
" Aku hanya mau menanyakan jawaban dari surat aku Qia ".
" Maaf Kak , jawaban aku masih sama , kakak tampan dan terkenal du kampus ini , pasti akan mendapat gadis yang lebih baik dari aku ".
" Jadi kamu tetap menolak aku Qiana ?".
" Maaf Kak , aku tidak bisa ".
" Apa ada pria lain yang kamu cintai ". Qiana mengangguk, maksudnya adalah Reino , pria itu masih menempati hatinya yang terdalam.
" Apa dia ada di kampus ini ". Azka jadi takut kalau omongan Abas benar, bisa tekor dia.
Qiana menggelengkan kepalanya. Meski kesal Qiana sudah menyukai pria lain , setidaknya ia lega , omongan Abas tidak terbukti.
" Bolehkah aku bertemu dengannya, jangan kuatir, aku hanya ingin memberi selamat padanya karena sudah bisa mendapatkan hati kamu Qi ".
" Tidak bisa ".
" Kenapa ?".
" Aku tidak tau dia ada di mana " opppsss Qiana kelepasan , dengan cepat ia menutup mulutnya. " Maaf kak , sepertinya kita sudah lama berbicaranya , aku permisi duluan ". sebelum Azka menjawab , Qiana dengan cepat meninggalkan tempat itu.
Azka tersenyum miring . " Kamu menyembunyikan sesuatu Qiana...dan aku makin penasaran, akan aku taklukan hatimu , siapapun dia...ternyata hanyalah orang bodoh, yang meninggalkan gadis secantik dan baik hati seperti kamu Qiana ".
" Tunggulah Yayang Azka yang akan memperjuangkan kamu sayang ". Azka seperti orang gilan, bahkan ia memberikan ciuman jarak jauh pada Qiana.
Teman - temannya dari jauh melihat kelakuan Azka hanya tersenyum , sudah biasa bagi mereka ketika Azka sedang terbuai asmara.
" Ck....stresnya kumat dah tuh anak ". gumam Doni.
Jangan lupa dukungannya ya 😘
Bersambung.....