NovelToon NovelToon
AKU DIANTARA KAU DAN DIA

AKU DIANTARA KAU DAN DIA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:380.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Fifie

Kisah cinta segitiga antara Dika, Ranti dan Vika. Semua berawal dari ketidaksengajaan hingga menjadi cerita cinta yang cukup pelik. Menguras airmata dan juga emosi Ranti yang akhirnya mengetahuinya setelah hubungan rumah tangganya dengan Dika telah menginjak tahun kelima dengan dikaruniai buah hati cantik berusia 2 tahun. Sementara Vika adalah sahabat baiknya semasa SMA. Semua rasa dihatinya bercampur aduk, bergejolak membuatnya dilema antara menjaga keutuhan rumahtangganya dan juga mempertahankan harga dirinya sebagai wanita yang selalu menjunjung tinggi cinta dan kesetiaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fifie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DIA MENEMPEL TERUS PADAKU

Setiap hari Vika datang menemuiku dikantor. Mengirimkanku makan siang, menungguku hingga jam pulang kantor. Lalu kami berbincang dicafe dekat kantor walau hanya sekedar minum kopi.

Itu telah berlangsung hampir seminggu. Padahal aku selalu memarahinya. Memaki dan membentaknya agar tidak melakukan hal-hal itu lagi besok, besok dan besoknya lagi. Tapi Vika seperti mengacuhkan omelanku. Hhh...

"Sabar, Vika! Kalaupun artis itu menghubungi untuk bertatap muka dan tanda tangan depan notaris pasti akan aku hubungi kamu. Uangmu ga bakalan cair selama kamu belum menandatangani perjanjian jual belinya. Dan lagi aku pinjami uang 1 juta untuk biaya hidupmu sehari-hari selama menunggu jatuh tempo perjanjian. Jadi, ga perlu kamu sogok aku dengan makan siang buatanmu. Itu ga ngaruh juga buatmu. Walaupun masakanmu kuakui enak, tapi pleasee... orang-orang kantor akan salah faham nanti."

"Maaf, mas kalo aku buat kamu ga nyaman. Tapi bukan itu maksudku. Aku cuma ngerasa kesepian aja dirumah sendirian. Ga da kegiatan kecuali masak. Daripada mubazir, aku bagi hasil masakanku yang biasa saja buat makan siang mas. Sungguh aku ga kepikiran gimana orang-orang akan salah menilai hubungan kita. Tapi aku beneran respek sama mas! Tanpa mas, aku ga tau lagi gimana aku!"

Ucapan Vika yang manis. Walau kutahu itu tulus dan polos meluncur begitu saja dari bibirnya tapi aku adalah lelaki normal yang berdesir juga jantungku karena perkataannya itu terdengar seperti rayuan.

"Sebaiknya kamu mulai hunting tempat yang mau kamu tinggali nanti. Waktu berjalan cepat. Jangan sampai pas waktunya tiba kamu justru belum siap meninggalkan rumahmu nanti. Carilah rumah atau kosan sementara jika kamu belum punya gambaran rumah yang kamu inginkan."

Vika menatapku lekat. Ia sepertinya menyukai saranku. Matanya terlihat mengharap. Entah apalagi keinginannya itu.

"Kenapa?"

"Akuu...mmmh aku ga tau tempat kosan bagus, mas!"

"Ya Tuhaaan.... Vika! Ampun deh, kamu tau tempat jalan-jalan kota Jakarta ini. Tempat kamu sekolah SD, SMP, SMA....bahkan saat kuliah,... kamu juga tau rumah temen-temen kamu dulu khan?"

"Aku takut salah, mas!"

Hhhh.... Aku hanya bisa menarik nafas panjang. Kesal. Tapi tak dapat berbuat apa-apa selain menatapnya keki.

Ranti! Kenapa aku lupa kalau Vika itu sahabatnya Ranti. Pasti mereka akan lebih akrab. Dan sudah pasti Ranti bisa membantu Vika lebih tulus daripada aku.

"Masuk!"

Vika menurut ketika kusuruh ia masuk mobilku dan membawanya kesuatu tempat.

"Mau kemana kita mas?" tanyanya setelah ia menyadari jalan yang kami lewati bukan arah rumahnya.

"Kerumahku."

"Kerumah mas?"

"Kamu khan pernah bilang mau banget ketemu Ranti! Kamu bisa ketemu dia, minta saja bantuan dia. Ranti khan sahabatmu!" Vika melonjak kaget. Tapi tidak bersorak kegirangan. Ia hanya tersenyum kecil. Sesekali meremas tangannya, mengusap dahinya yang terlihat berkeringat.

"Bukannya mas pernah bilang, kalau Ranti ga tau hubungan kita? Aku takut salah omong nanti!" ucapnya membuatku tertawa ngakak.

"Memang ada rahasia diantara kita, tapi bukan berarti Ranti bakalan ngelabrak kamu terus marah-marah juga kali, Vik! Kamu harusnya seneng, aku bawa langsung ke Ranti. Asal tau aja, istriku itu nanyain kamu tanya nomor hape kamu. Ya aku bilang hapenya disita suaminya. Juga aku bilang, kamu nangis-nangis minta tolong ikut aku ke Jakarta."

"Ranti tau itu mas? Ranti juga tau kalo aku ikut kamu kabur ke Jakarta dari Batam? Kamu cerita semuanya ke Ranti mas?"

"Iya lah. Aku juga ceritain kisah kamu. Awal mula kita ketemu juga pas kita ketemu lagi di kafe tempat kamu nyanyi."

"Kamu bisa sejujur itu cerita sama Ranti, mas? Terus Ranti ga marah atau curigain kamu berbuat aneh-aneh gitu?" Aku tertawa lagi menanggapi pertanyaannya yang bertubi-tubi.

"Aku dan Ranti tidak punya rahasia. Dari awal kami komitmen pacaran 2 tahun, lalu menikah 4 tahun lebih.... kami menganut faham komunikasialisme. Apapun itu, kami selalu diskusikan." Vika menatapku tajam. Ada binar kekaguman disana.

"Waktu mas bilang rahasia yang jangan dulu Ranti tau. Itu rahasia apa?"

"Yaa ...masalah bisnis kamu jual rumah ini. Karena aku ga mau bikin Ranti banyak berfikir, berharap dengan hasil yang belum pasti untuk kami. Aku baru akan cerita bila semua sudah pasti. Urusan jual beli berhasil, dan uang sudah ditangan. Karena aku kepingin berangkatkan umroh ayah dan bapak mertuaku."

Vika menangis. Ia bahkan terus mengucurkan airmatanya membuatku agak risih dan bingung.

"Kamu orang yang sangat baik, mas! Seumur-umur aku baru ketemu cowok sebaik dan semanis kamu mas! Huhuhuhuhu... Aku terharu beneran.... Aku ga habis fikir, kamu begitu hebat merancang semua rencana masa depanmu, mas!"

Aku hanya tersenyum tipis seraya mengusap bahu Vika menguatkannya agar tidak terlarut dengan kesedihannya.

"Aku ini orang miskin. Ga sehebat yang kamu bayangkan. Andai kamu bertemu denganku 20 tahun yang lalu, kamu bahkan mungkin ga sudi untuk mengobrol denganku seperti ini!" katanya membuatnya tertawa tak percaya.

"Syukurnya aku bukan orang yang pilih-pilih teman mas! Cuma sayangnya, teman-temanku justru pura-pura tidak mengenalku ketika aku dalam keadaan terpuruk dan sangat butuh bantuan."

Aku lagi-lagi tersenyum menanggapinya. Aku mengerti maksud ucapannya.

"Begitulah hidup. Orang akan mendekat bila kita memiliki segalanya. Lalu menjauh dan menghindar, ketika kita ada dilembah yang disebut kemelaratan. Itu sudah hukum alam sifat manusia." Vika terdiam meresapi perkataanku.

Ranti membukakan pintu untukku. Senyum manisnya mengembang menyambutku.

"Tebak, aku bawa siapa tuh?"

"Siapa?" tanyanya berbinar.

"Tuh, orangnya masih di mobil. Gugup katanya ketemu kamu, yang!"

"Siapa sih mas? Kenapa gugup ketemu aku?" tanya Ranti sambil bergegas keluar menemui Vika yang memang masih duduk di jok mobil mengatur perasaannya.

"Vikaaaaaaaa!" Kudengar suara istriku memekik kegirangan. Suara riuh ramai membuatku tersenyum geleng kepala. Begitulah para perempuan bila berkumpul.

Aku masuk kamar. Mandi dan mengajak sikecil bermain. Memberi kebebasan pada istriku yang bernostalgia mengenang masa lalunya. Karena aku selama ini selalu mengekangnya. Tidak sekalipun memberinya izin untuk mengikuti reuni-reuni bersama teman sekolahnya dulu. Karena kupikir kurang manfaatnya. Hanya ada adu kesuksesan dan cinta lama bersemi kembali. Itu yang kupetik dari setiap acara reuni. Karena berapa banyak rumah tangga hancur setelah ikut reuni. Mulai dari karena ekonomi yang tidak juga mumpuni, hingga akhirnya cinta berpindah kecinta pertama. Mmmmh....walau tak bisa kuanggap negatif semuanya juga. Tapi aku hanya akan respek bila ada urunan untuk kawan yang sedang ada masalah saja, seperti sakit atau ada anggota keluarganya yang wafat.

Aku menjauh dari Ranti dan Vika. Bahkan waktu minum teh pun aku tidak bergabung dengan mereka. Biarlah istriku tertawa bersama sahabat lamanya. Walau ia berkali-kali memanggilku, mengajaknya untuk ngobrol bersama. Tapi aku hanya menggeleng dan tersenyum.

"Kamu cantik sekali Ran! Kamu hebat sekarang."

"Kamu tetap yang tercantik, Vik! Dibanding kamu, dulu maupun sekarang aku ini ga ada apa-apanya."

"Kamu terlalu merendah. Aku justru minder jumpa sama kamu kalau saja suamimu ga memaksa aku ikut supaya bisa ketemu kamu, aku ga bernyali sama sekali menemuimu."

"Vika! Aku tau kamu saat ini dalam keadaan yang kurang baik. Tapi kamu terlihat tetap elegan, manis dan punya kharisma. Aku khan fans berat kamu dari dulu. Kamu ngeraguin aku?"

"Aku bersyukur bisa bertemu mas Dika, Ran! Aku banyak menyusahkan suami kamu. Maaf ya? Semoga kedepannya aku ga akan terlalu ngebebani mas Dika dan kamu."

"Aku seneng kamu bertemu suamiku. Dia orang yang jutek, kasar dan keras. Tapi sebenarnya hatinya lembut. Aku mengenalnya luar dalam." Aku tersenyum mendengar perkataan Ranti mengenai aku. Memang hanya dialah perempuan yang mengerti aku.

"Aku berkepala batu sama suamimu. Kalau engga', mana mungkin akhirnya suamimu mau membawaku kabur dari Batam. Aku juga dibantu asistennya yang baik itu."

"Ah, Cecil!"

"Iya. Ia asisten yang baik."

"Aku juga kenal Cecil. Beberapa kali kita ketemu bila ada acara di kantor mas Dika. Cecil cantik, makanya aku kadang suka jailin mas Dika. Isengin dia kalau bisa cinlok sama Cecil. Tapi dia marah besar, bilang aku berhalu terlalu tinggi. Mas bilang ia dan Cecil itu partner kerja profesional. Cecil juga menghormati mas Dika layaknya atasan seperti yang lain. Sejak itu, aku ga lagi berani menggodanya bermain-main dengan perempuan lain."

"Kamu sangat beruntung, Ran! Beda banget sama aku. Aku salah memilih suami." Suara keduanya hilang. Tenggelam dalam keheningan. Hingga akhirnya mereka larut dalam kesedihan Vika. Terdengar suara tangis sesegukan.

"Jingga ketiduran, yang! Kamu udah masak khan? Sebentar lagi adzan maghrib. Kita makan setelah sholat."

"Maaf ya mas! Aku terlalu sibuk sama Vika."

"Ga apa. Aku ngerti koq!"

"Mas! Boleh khan Vika malam ini nginap dirumah kita? Besok kami akan pergi cari rumah kontrakan. Vika mau minta bantuanku. Boleh khan mas? Boleh ya? Kasian Vika, mas!"

Aku menarik nafas panjang. Diam dan berlalu masuk kamar menemani Jingga. Ternyata Ranti mengejarku. Menutup pintu lalu memelukku dari belakang. Menciumi bahu punggungku. Sepertinya ia sedang merayuku.

"Setiap kali aku ketemu dia, kram otakku." gumamku membuat Ranti tersenyum.

"Mas ku orang yang baik hati. Aku tau koq, sebenarnya kamu juga kasian sama Vika. Kamulah yang pertama menolong Vika dari ketidakadilannya. Kamu suamiku paling hebat!" Ranti terus menghujaniku dengan pujian. Aku tersenyum puas lalu berbalik menerkamnya dengan ciuman panasku.

Ranti memekik kecil menerima gigitan kecil dariku dibibirnya.

"Mas, malu mas! Nanti Vika dengar!"

"Tuh khan...! Sekarang wanita itu juga berhasil mengambil kenikmatanku bersama wanitaku." Ranti menahan tawa lepasnya.

"Kamu cemburui aku sama Vika, mas?" godanya mencubit hidungku. Bibirnya tak henti-henti mengembang. Membuatku semakin gereget ingin **********.

"Daah, maaas! Aku mau bersenang-senang dulu sama sicantik Vika!" goda Ranti lagi setelah mengecup bibirku cepat.

Aisssh..... Ranti, Ranti! Aku tersenyum melihatnya menghilang dibalik pintu.

Bersambung-

1
Lailatul Fadjariyah
bnyak hikmah yg BS kita ambil drcerita ini.bhwa kehidupan spti roda yg berputar..,tp semua tetap akan kembali kpd sang Halik.🙏🙏
Nanik Ismawati
Ranti yg skrg tambh bijak Krn didewasakan oleh pengalaman dan keadaan...skrg Dika yg tambh menyesal
YuWie
yaelahhh..malah salah2 an. laki2 mah klo zina istri yg di salahkan..yg sdh gak seksi lah, yg sdh gak perhatian lah, yg gak dilayani lah... apalagi lg merasa diri mapan..beuhhh
YuWie
dika kie nangisan ough
YuWie
trus klo Vika muncul ntar goyah lagi kamu Dika
YuWie
lagi membayangkan 2 laki2 dewasa yg gagah perkasa menangis...ya opo kuwi suasanane..
ika
byk pelajaran dari crita ini...
hidup bkn hny melulu seneng, tp jg ada sedihnya...
smoga Dika tenang disisiNya...
ika
rasain...
jd laki koq gitu amat...
sapa coba yg g sakit hatinya...
dari awal baca udah greget ma sikap Dika..
ika
karyanya bagus
ika
sakit rasanya...
Cusrita Bachri
sukurin deh...kesel sm laki² model bgini
Rani Ummi
krrennn ranti
‼️n
Walah....pelakot....njengkelke.....nghrrhetke😡😡😡😡
Dep queen
Bom like kU meluncur bubun🥰🥰👏👏👏👏👏👏👏👏👏👏
Beast Writer
tamat
Fira Ummu Arfi
lanjuttttttt
Fira Ummu Arfi
semangatttt
Kd Aswini Putra
biar Ranti balikan sama mantan suaminya ,demi jingga thor
Kd Aswini Putra
biar Ranti balikan sama mantan suaminya ,demi jingga thor
Kd Aswini Putra
biar Ranti balikan sama mantan suaminya ,demi jingga thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!