NovelToon NovelToon
LOVE ME, SIR

LOVE ME, SIR

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Teen Angst / Dijodohkan Orang Tua / Terpaksa Menikahi Murid / Selingkuh / Tamat
Popularitas:126.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ivan witami

Ariana, gadis 18 tahun yang jatuh cinta kepada Guru paling dingin di sekolahnya.
Ternyata, semesta memberikan kesempatan padanya untuk bisa merebut hati sang guru, Arandra lewat perjodohan.

Tapi sayangnya, hati Arandra tetap tak bisa Ariana dapatkan. Meski mereka adalah suami istri. Arandra selingkuh dengan mantan kekasihnya yang sangat ia cintai.

Hati istri mana yang tidak hancur melihatnya. Ariana pun mengajukan gugatan perceraian kepada suaminya.

Saat keadaannya tengah terpuruk, kenyataan yang lain pun terkuak. Ariana hamil.

Tidak ingin ada siapa pun yang tahu, Ariana meminta bantuan Radit yang notabene adalah Om dari Arandra.

Radit selalu setia menemani Ariana dalam menghadapi masa-masa sulit di kehamilannya.
Dapatkah Ariana mendapatkan cinta yang tulus dari seseorang?
Di saat ia trauma dengan cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ivan witami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7 MENCOBA MENERIMA

Saat jam pelajaran Ariana tersenyum sambil melihat cincin di jari manisnya. Sesekali melihat intens Arandra yang sedang mengajar di depan kelas. Ia juga senang Arandra tidak melepaskan cincin pertunangannya.

“Bagaimana semua, apa sudah paham dengan persamaan vertikal 2x – 3y + 8 \= 0 dan melalui titik (-3.2) ?” seru Arandra membacakan soal yang ia tulis di papan tulis.

“3x + 2y \= 0.” jawab Ariana. Arandra dan teman sekelasnya sontak melihat Ariana, Ariana pun melihat Arandra dan semua temannya.

"Salah ya?” ucap Ariana sambil menggaruk kepalanya ia takut jawabannya salah.

“Benar, coba kamu selesaikan, bagaimana penjabarannya.

“Mampus! padahal aku asal jawab,” Pekik Ariana sambil membuang wajahnya ke arah Rasty. Sedangkan Rasty dan Daniar hanya tertawa tanpa suara.

“Ariana, ayo maju!” panggil Arandra.

“Iya, Pak!” Ariana bangkit lalu maju ke depan kelas dan mengerjakan soal yang ada di papan tulis.

Arandra memberikan spidolnya pada Ariana. Ariana nampak mengerucutkan bibirnya saat dihadapkan Arandra.

"Kerjakan!” titah Arandra.

Arandra berdiri di belakang Ariana yang sedang menjabarkan soalnya. Arandra tersenyum tipis, rupanya tunangannya itu ternyata juga pintar dan cerdas. Sebab selama ini Ariana jarang mengikuti pelajarannya.

"Kamu pintar, kenapa dulu sering bolos pelajaranku?” tanya Arandra pelan dan hanya Ariana yang mendengar.

"Malas boleh, bego' jangan pak! Saya memang bolos karena gak tahan lihat mata Bapak!” jawab Ariana pelan.

"Lebay,” lirih Arandra, sambil menghampus jawaban Ariana yang salah.

“Tentukan gradien garis pertamanya dulu!”

"Oh, iya! Lupa.”

Ariana kemudian mengikuti arahan Arandra hingga Ariana juga paham dengan pelajaran yang sedang ia ikuti.

“Nanti malam aku akan menjemputmu,” ucap Arandra pelan.

Ariana tersenyum lalu melirik Arandra yang melihatnya datar, lalu ia mengangguk. Ariana begitu senang dan hatinya berbunga-bunga sudah diberi kesempatan untuk membuat hati sang guru luluh padanya.

“Sudah, Pak!”

“Ok! Kembali duduk.”

Ariana kembali duduk sedangkan Arandra sejenak. memainkan cincinnya yang melingkar di jari manisnya, tak lama ia mencuri pandang.

Rasty yang menyadari pandangan Arandra pun mengikuti arah mata sang guru lalu melihat Ariana yang sedang sibuk menyalin jawaban dari papan tulis. Rasty juga melihat Arandra memainkan cincinya lalu tanpa sadar Rasty melihat cincin di jari manis Ariana dan terlihat sama.

"What the f...” gumamnya tanpa melanjutkan kalimat akhir ucapannya.

“Gak mungkin selama ini mereka punya hubungan,” batin Rasty melihat jari manis Arandra dan Ariana bergantian.

Tak lama bel istirahat berbunyi, Semua murid bersorak-sorai senang. Arandra menghela nafas sebab jam pelajaran di kelas IPA 3 C tersebut sudah selesai. Arandra duduka dan membereskan buku-bukunya, dan sesekali mencuri pandang ke arah Ariana yang sedang membereskan buku-bukunya ke dalam tasnya.

Rasty dengan keinginan tahuannya yang tinggi, ia mencuri pandang ke arah Arandra dan Ariana. Namun keduanya tampak seperti tidak ada hubungan apapun.

"Guys! Ayo ke kantin. Hari ini aku yang traktir kalian semua, satu kelas!” seru Ariana pada semua teman kelasnya.

"He! serius? Ada acara apaan?” tanya salah satu murid.

"Gak ada acara apa-apa sih! Cuma mau rayain kucingku lagi lahiran!”

Seisi kelas tertawa termasuk Arandra yang menyembunyikan tawanya dengen menunduk dan menutup keningnya dengan tangannya.

“Ye ... aku kira apaan? Ya sudah, lanjut guys, hari ini makan gratis di kantin.”

"Apa saya juga termasuk?” sambung Arandra tiba-tiba membuat seisi kelas terdiam dan melihatnya.

Ariana sejenak melihat Arandra,“ Boleh Pak! Siapa tahu Bapak bisa menyumbang memberi nama anak-anak kucing saya." Seisi kelas pun tertawa dan Arandra hanya tertawa kecil. Kemudian Arandra pun meninggalkan kelas setelah sejenak melihat Ariana, kemudian di ikuti murid lainnya keluar kelas menuju kantin.

Saat di kantin teman-teman sekelas Ariana memesan apa yang mereka suka. Begitu juga Ariana mengambil makanan sendiri bersama dua sahabatnya dan di ikuti sang guru, Arandra. Arandra melihat makanan yang diambil Ariana lalu ia juga mengambil apa yang dimakan Ariana.

“Wah! Bapak serius makan ngikuti Ariana?” ujar Daniar melihat Arandra mengambil bakso dengan banyak saus dan sambal lumayan banyak seperti Ariana makan.

"Hm.” Arandra pun menganduk mie baksonya. Ariana sadar jika Arandra tidak bisa makan-makanan pedas pun menarik mangkok Arandra.

"Jangan, Pak. Nanti Bapak sakit perut. Nanti saya yang harus tanggung jawab.” Ariana memberikan baksonya yang belum ia berikan saus dan sambel.

Arandra melihat ke arah Ariana yang duduk di sampingnya, rupanya gadis kecil itu begitu perhatian. Rasty semakin curiga lantaran tatapan keduanya saat ini begitu berbeda, tidak seperti waktu di dalam kelas, ditambah cincin yang melingkar di jari keduanya.

"Riana,” panggil Rasty sambil sedikit melihat Arandra yang sedang memakan baksonya.

"Hm.”

"Em ... sebelumnya maaf pak Aran saya bertanya boleh?” tanya Rasty.

“Hm,” balasannya singkat.

“Em ... pelajaran tadi saya kurang paham, apa bisa Bapak menjelaskannya lagi?” tanya Rasty yang mengubah pertanyaan. Ia ingin bertanya apakah Arandra mempunyai hubungan khusus dengan Ariana atau tidak. Namun, ia takut melontarkan kalimat tersebut. Rasty paham jika itu terjadi, itu hak pribadi masing-masing.

"Boleh, besok kita bahas lagi. Kamu juga bisa tanya Riana.” Andra tanpa sadar tersenyum ke arah Riana, senyum yang tidak pernah ia tunjukkan pada siapapun kecuali orang-orang yang anggap ia penting

Mendapatkan senyuman dari Arandra Ariana sedikit salah tingkah dan membalas senyuman Arandra dengan sedikit malu. Karena malu Ariana menunduk dan meletakkan tangannya di atas pangkuannya. Arandra diam-diam juga menurunkan satu tangannya lalu meraih jemari Ariana. Arandra bersikap tenang saat menggenggam tangan Ariana, lalu melanjutkan makan baksonya. Arandra melakukan itu hanya semata ingin mencoba menerima Ariana sebagai calon istrinya, Walau tidak ada rasa terhadap muridnya tersebut. Ariana sejenak terpaku dan melihat situasi, takut banyak siswa yang melihat ulah guru sekaligus tunangannya.

Ariana mencoba membalas genggaman tangan Arandra dan di sambut hangat oleh Arandra. Mereka berdua tersenyum, Namun, pandangan mereka melihat ke arah lain.

"Hai, Na!” sapa Fatan tiba-tiba, membuat Arandra dan Ariana melepaskan genggaman tangan mereka masing-masing.

"Kamu, Tan. Bikin kaget orang aja.” kesal Ariana melihat kearah Fatan yang duduk di sebrang mejanya.

"He, maaf! Siang pak Aran!” sapa Fathan yang seenaknya duduk di samping Ariana.

"Hm.” Arandra melihat sekilas ke arah Fathan.

“Na, jalan yuk pulang sekolah!” ajak Fatan sedikit memaksa.

Ariana sekilas melihat Arandra.“Em ... sorry, Tan. Aku ada acara sama keluarga. Minggu-minggu ini aku masih sibuk sama keluargaku. Lain kali saja. Aku saja menunda semua jadwal les ku.”

“Kapan aku mendapat kesempatan dekat sama kamu, Na. Kamu terlalu banyak alasan. Untung aku sabar.”

"Halah! Gombal!” sambung Dianar, diiringi tawa Rasty.

Arandra tampak santai mendengar ajakan Fathan pada Ariana. ia menganggap itu hanya ajakan biasa.

1
Alanna Th
tq, author. semoga sehat sejahtera n sukses selalu. 😘😍💗👍🙏👋👋👋
Alanna Th
spt kisah nyata y 👍😘😍💗
Alanna Th
apa diam" om radit mncintai ariana?
Alanna Th
ngeselin y, punya swami hatinya milik wnt lain. kasian ariana yg msh polos 🤔😱😰
Ratna Sari Dewi
bagus
Nuvia Tiway
menyesal jg kau rupa y' arandra 😆
Nuvia Tiway
cerita y' bagus autor kereN aku suka kebawa dlm kenyataan 😭😆
𝔦𝔳𝔞𝔫 𝔴𝔦𝔱𝔞𝔪𝔦: terima kasih kk, lanjut yuk.

follow akun FB ku juga ya kk untuk info cerita baru 🥰

FB Ivan Witami
total 1 replies
Nuvia Tiway
diam² sukaaa 😊 tapi gpp aku dung ariana dengn radit 🥰👍🏻
Nuvia Tiway
sedihhhh 😭

cerita y' bagus autor 👍🏻😘😘😘😘🥰
Novita
keren thor ceritamu...
Emily
ceritanya bagus nggak bleber kemana mana
Ruminah Ruminah
gh
Rosmianna Lubis
bgus
Gerung Fransisca
luar biasa.
Fitri Saswati
ya kok tatam ending y gk enk bget. nikah dulu kek JD bgs
𝔦𝔳𝔞𝔫 𝔴𝔦𝔱𝔞𝔪𝔦: iya kk. maaf ya kk. NNT di buat Extra part ya. saya masih fokus sama anak saya yang masih bayi. 🥰🙏🙏
total 1 replies
Nora
bagus ceritanya... lg seru2nya, tamat
⏤͟͟͞R◇Adist
lah klo kmu udh punya pacar slem 3tgun knp g coba kenalin ma ortu dan ajak nikah.. eh klo itu terjadi yg ad kmu g bkln dijodohin m riana y🤣🤣🤣
Dony Pratama
yaaaaah kok Sudah tamat az
𝔦𝔳𝔞𝔫 𝔴𝔦𝔱𝔞𝔪𝔦: iya kk. sepi ... hehe
total 1 replies
cengkir gading🤩
andra minta digetok juga nih
yuni kazandozi
siska emang keterlaluan,jangan coba coba merajuk pada Andra,dia ga bakalan peduli,akhirnya siska juga kan yang ngalah,,hati riana sudah terlalu sakit makanya ga semudah itu dia kasih maaf dan mempertemukan Andra sama anaknya
Chocolla: Hai kak, mampir yuk ke ceritaku 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!