Randy merupakan seorang anak remaja berusia 19 tahun, orang yang suka menyendiri dan diasingkan oleh keluarganya hidupnya penuh akan kepahitan namun sesuatu merubah hidupnya.
kini dia hidup sebagai perempuan dan menggantinya namanya menjadi Risa, perlahan dia harus menerima dirinya yang ini namun perlahan juga semakin berubah hidupnya apa yang sebenarnya terjadi apakah Randy akan menerimanya diri atau tidak sebagai perempuan atau bagaimana lihat novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gusti m.Ainnur f., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Aku tidak menyangka ternyata begini rasanya punya seorang sahabat, setelah kami selesai berpelukan.
Kami pun saling mengobrol dan berbicara mengenal lebih dekat dengan yang lainnya, lalu setelah selesai.
Kami juga pergi ke taman bunga melihat bunga-bunga yang bermekaran, berfoto-foto di sana.
Semua penuh akan keindahan kami juga ke tokoh Ikan dan melihat beberapa ikan, ikan disini cukup bagus sih.
Tapi aku tidak punya banyak duit jadi aku tidak membelinya meski sih Sivia dan Fira membelinya.
Setelah selesai dari tokoh ikan, aku bisa melihat ada wahana hiburan tunggu itu fun adventure.
Tapi bagaimana bisa sekarang ada dulu waktu ku kecil, aku sangat tidak pernah ke sana bukan.
Walau pernah sih dulu dengan kakak, namun yang dilakukan sana sejujurnya cukup indah.
Benar-benar sebuah kenangan kira-kira bagaimana dengan kakak keadaan sekarang.
"Hei Risa" panggil Sivia.
"Uh iya" sautku.
Aku yang telah mendengar Sivia memanggilku langsung menghampiri mereka.
"Ya ampun kau ini darimana saja sih?" tanya Sivia.
"Haha maaf aku tadi melihat-lihat lingkungan sekitar saja" balasku.
"Ok deh baiklah setelah kita mau kemana lagi nih" ucap Sivia.
"Aku pikir untuk saat ini kita udahan saja dulu ok, lihat sudah mau malam dan matahari sudah mau tenggelam" balas Fira.
"Benarkah?" ucap ku dengan tidak yakin.
"Jangan coba berbohong lagi dah fir" Sivia menambahkan.
"Mana ada aku seperti itu!, jika kau tidak percaya lihat saja itu" balas Fira dan menunjuk matahari.
Aku dan Sivia melihat matahari tersebut dan itu benar-benar matahari sudah tenggelam sekarang.
"Bagaimana sekarang kau sudah percaya kan yasudah yuk sekarang kita balik" ucap Fira.
"Wah itu benar-benar indah" takjubku.
"Bagus aku bisa memfotonya dengan indah" kata Sivia.
"Nah kan kalian malah terpesona sekarang ini sudah malam, jadi kau ingin melanjutkan perjalanan ini apakah ingin balik" balas Fira.
Saat Fira mengatakan itu kami berpikir, yang dia katakan dia memang benar akan lebih baik untuk pulang dan istirahat.
Jadi aku meminta Fira, untuk membeli waktu dulu kami menghadap belakang.
Dan aku berbisik pada Sivia, mendiskusikan apakah lebih baik balik atau tidak tapi pemandangan malam ini juga cukup indah.
Namun saat diskusi kami belum selesai, hp kami berbunyi dan kami memeriksa pesan dari masing-masing hp kami.
Dosen meminta kami untuk menemuinya di ruang dosen, melihat ini aku dan Sivia memutuskan untuk ke sana.
Namun sebelum itu kami membicarakan hal ini dahulu kepada sih Fira.
"Uh Fira maaf kami tidak punya banyak waktu kau lebih baik pulang saja kami ada urusan ya kan Sivia?" tanyaku.
"Uh iya itu benar, kalau gitu sampai jumpa Fira" balas Sivia.
Kami pun langsung pergi darinya.
"Hei kalian main pergi aja, beritahu dulu kek alasannya ah ya ampun" pasrah Fira.
Di perjalanan jujur aku tidak enak langsung main pergi seperti ini, dan tidak memberitahu alasannya kepada Fira. tapi mau bagaimana lagi dosen juga sudah memanggil kan, ya mau tidak mau kami harus kesana.
Sesampainya di ruang dosen kami dapat melihat dosen kami yang sudah menunggu kami dan sedang duduk.
Kami pun menghampiri meja dosen kami dengan mengucapkan salam, lalu sesampainya disana aku bertanya.
"Uh maaf pak jadi ada apa bapak memanggil kami malam-malam begini?" tanyaku.
Dosen kami sedang menyeruput kopi sebelumnya, namun sekarang dia berhenti menyeruput kopi dan menaruh gelas di samping mejanya.
"Bagus kalian datang tepat waktu" balas dosen.
"Tentu saja kami tepat waktu kami saat mendapat dari bapak kami yang melihat pesan bapak langsung kemari" balas Sivia.
"Begitu rupanya baik, jadi saya tidak ingin membicarakan ini banyak-banyak saya langsung ke intinya saja" balas dosen.
"Jadi begini saat saya melihat projek animasi yang telah kalian buat jujur saya aku akui ini sudah cukup bagus dan saya cukup menyukainya" tambah dosen.
Aku dan Sivia yang mendengar itupun cukup senang dan tersenyum, hingga tiba-tiba dosen mengatakan sesuatu lagi.
"Tapi" ucapnya.
"Tapi?" heran kami mendengar ucapan dosen.
"Kalian sangatlah buruk dalam hal beberapa frame banyak sekali frame yang terlalu cepat dan juga sangat lambat!, dan juga tidak lupa bahasa yang kalian gunakan di animasi ini sangatlah kaku dan itu tidak lancar!, tidak lupa juga kalian dalam hal background dan karakter terdapat beberapa gambar yang kurang atau pun pewarnaannya!" Jelas dosen dengan marah.
Aku dan Sivia yang mendengar itu hanya bisa terdiam.
"Kami minta maaf pak kami tidak bermaksud melakukan hal seperti itu, kami agak cukup buru-buru" balasku.
"Ya ampun terburu-buru katamu begitu, dengarkan saya ok saya tidak peduli apapun alasannya saya akan menunggu ini dalam waktu 1 Minggu jika ini masih gagal juga, dan kalian tidak memperbaikinya maka saya tidak segan-segan bahwa kalian gagal dan kalian tidak bisa mengikuti bidang ini lagi" jawab dosen.
"Aaaaapaaaaaaaaa?!!!!!!" teriak kami berdua saat dosen mengatakan hal tersebut.
Akhirnya tidak lama setelah dapat beberapa saran dan juga ocehan dari dosen, akhirnya kami balik juga.
Dan itu cukup lama aku tidak menyangka hanya dengan berbicara padanya, kami bisa menghabiskan waktu cukup lama bahkan sekarang sudah jam 12.
"Kita tidak mempunyai banyak waktu sekarang Risa, itu hanya 1 Minggu loh dan kita terdapat beberapa banyak kesalahan apakah itu bakal sempat" khawatir Sivia.
"Kau benar sih waktu 1 Minggu ini cukup cepat tapi mau bagaimana lagi, ah ini juga salah kita juga sih kita terlalu terburu-buru" balasku.
"Iya sih tapi kok aku ngerasa ada yang aneh Risa" jawab Sivia.
"Aneh bagaimana?" bingungku.
"Maksudku sebelumnya waktu pas aku kirim itu semua harusnya udah benar, dan tidak ada kesalahan" balas Sivia.
"Dan kau bisa melihatnya sendiri saat kita memeriksanya kan" Sivia menambahkan.
Saat Sivia mengatakan itu benar juga, pada dasarnya kan itu harus sudah bagus kami juga menggunakan voice aktor yang bagus kok.
Terlebih lagi kami juga sudah memperhatikan setiap detail gambar dan pergerakannya, kayak ada yang salah.
"Kau benar Sivia harusnya ini sudah benar kan" balasku.
"Nah kan" jawab Sivia.
"Hmm aku merasa seperti ada yang salah ini, coba kau lihat dulu deh Sivia apakah kau sudah mengirimkan file yang sudah jadi" balasku.
"Oh kau benar sepertinya aku mengirim file lama kita" balas Sivia.
Dia pun menyalakan hpnya dan melihat file yang dikirim.
Dan saat aku melihatnya aku tau dengan jelas karena dia cukup terkejut dan pasrah, melihat ini aku cukup khawatir dan bertanya padanya.
"Jadi bagaimana?" tanyaku.
"Hehe Risa pantas saja file kita yang itu banyak kesalahan" balasnya.
"Uh?" bingungku.
"Rupanya aku kirim file yang salah" balasnya.
"Tunggu apa maksudmu?" terkejut saat dia menjawab itu.
"Kau lihat saja ini" balas Sivia dan memberikan hpnya.
Aku pun mengecek file tersebut dan ternyata benar, file yang dia kirim bukan file yang sudah jadi.
Ini file lama yang sudah hancur dan rusak, pantesan banyak yang salah.
"Ya ampun kau ini benar-benar siv" jawabku.
"Maaf" balasnya.