NovelToon NovelToon
Adipaty'S Next Generation

Adipaty'S Next Generation

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Berondong / Dikelilingi wanita cantik / Anak Genius
Popularitas:560.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Lala Jingga

Sebelum lanjut, sebaiknya baca terlebih dahulu novel sebelumnya (Goodbye Daddy See You Again) biar nyambung ceritanya.

Mengisahkan tentang seorang wanita jenius memilih jadi ibu rumah tangga untuk mengurus suami dan anak-anaknya dan mempercayakan harta warisan keluarga ditangani oleh kedua adik kembarnya.

Siapa sangka tugasnya lebih berat dari kedua saudaranya karena selain tugas rumah tangga, wanita beranak dua itu juga harus bekerja keras dibalik layar untuk melindungi keluarganya dari orang-orang jahat yang menyerang lewat perusahaan dan orang-orang terdekatnya.

Tidak hanya itu, ia juga harus memiliki banyak stok kesabaran untuk mengatasi kedua adiknya yang berbeda karakter itu. Ia juga sampai harus turun tangan untuk mengatasi masalah percintaan mereka yang terbilang cukup rumit.

Bagaimana kisah Maggie, Daffa dan Daffi selanjutnya?

Kawal terus novel ini!

Happy Reading ❤🌹🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lala Jingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menagih Janji

Keesokan harinya, Daffi sudah rapi seperti kemarin karena ini adalah hari dimana ia mulai menjalankan tugasnya sebagai seorang CEO.

Daffi yang memilih untuk menjadikan Jansen sebagai asistennya sendiri, sehingga pagi ini ia sudah menghubungi pria itu untuk menyiapkan semuanya untuk hari ini.

Daffi tiba di parkiran, perlahan-lahan ia membuka pintu mobilnya dan keluar dari sana seperti seorang raja yang turun dari singgasana. Jansen yang selalu stay langsung mengambil alih tas atasannya dan mengekor dari belakang Daffi.

Dengan penuh wibawa pria muda itu melangkah masuk ke koridor kantor hingga tiba di depan pintu lift kusus yang ada di samping lift karyawan. Bertepatan dengan itu seorang gadis yang terburu-buru karena terlambat, ikut masuk ke lift kusus karena saking paniknya.

Daffi melihatnya dengan tatapan tajam bahkan Jansen sampai ikut panik karena sekretaris baru itu berani berbuat masalah di hari pertamanya.

Gadis itu bahkan tidak merasa bersalah walaupun di dalam lift itu hanya ada dia dan dua orang pria berjas tadi.

Tring tring tring

Disaat yang tidak tepat pula ponsel gadis itu berdering karena ada panggilan masuk.

📞Halo ka?

📞Asry, hari ini kamu mulai bekerja kan?

📞Iya ka, ini hari pertama aku bekerja tapi sepertinya aku melakukan kesalahan

📞Kesalahan apa?

📞Aku datang terlambat karena pagi ini Ike nggak ngantar aku jadi harus ke kantor dengan ojek

📞Ya ampun Asry, oke nggak apa-apa. Oh ya kaka hampir lupa, jangan lupa ingatkan dia untuk makan siang ya?

📞Siap ka.

Sambungan telepon berakhir antara Maggie dan Asry. Daffi terus menelusuri wajah gadis itu karena tidak asing baginya. Ia sempat terkejut juga saat tadi gadis itu menyebut nama Ike namun ia tepis pikirannya itu. Mungkin yang dimaksud bukan Ike yang dia kenal.

Asru yang baru sadar kalau di lift itu hanya mereka bertiga, mendadak diam.

"Sudah tahu apa kesalahanmu?" tanya Daffi. Ike langsung mengenal jika pria itu adalah CEO karena wajahnya duplikat Daffa, kekasih Ike yang pernah dia lihat.

Asry ngangguk lemah.

"Maaf tuan, saya buru-buru sampai tidak sadar kalau sudah masuk lift kusus" ucapnya gugup.

"Apakah kamu karyawan baru di sini?" tanya Daffi lagi penuh penekanan.

"Tuan muda, dia adalah sekretaris yang baru terpilih kemarin" jawab Jansen mewakili.

"Cih kenapa daddy pilih orang kampung seperti ini yang jadi sekretaris ku?" gerutu Daffi.

Deg

Asry tercekat. Walaupun dia orang kampung tapi baru kali ini dia direndahkan oleh seorang pria yang adalah atasannya sendiri.

Asry diam hingga mereka keluar dari lift tersebut.

Daffi keluar dengan diam tanpa mempedulikan Asry yang merasa terpojok dan masih diam di sana.

Asry akhirnya mengebor kedua pemuda itu hingga tiba di depan pintu CEO.

"Bu Asry, ini tempat kamu" ucap Jansen sebelum Daffi.

"Oh ya saya Jansen, asisten tuan muda" ucap Jansen lagi memperkenalkan diri.

"Terimakasih pak" ucap Asry yang tidak berani menatap kedua orang tersebut.

Daffi dan Jansen masuk ke ruangan tersebut meninggalkan Asry yang akhirnya ikut mengambil tempat duduknya sesuai yang diperintahkan oleh Jansen.

Tok tok tok

"Masuk" terdengar suara dari dalam. Asry mendorong pintu tersebut dan masuk dengan memegang sebuah map di tangannya.

"Tuan, ini daftar kegiatan hari ini. Nanti sore jam empat ada klien dari Malaysia yang akan bertemu sama tuan" Jelas Asry setelah berdiri di seberang meja kebesaran Daffi.

"Kalau begitu saya permisi" ucap Asry setelah tidak mendapat jawaban dari atasannya.

Waktu terus berlalu, dan kini sudah mulai sore. Jansen kembali masuk ke ruangan Daffi karena keduanya yang akan bertemu klien tersebut.

"Asry, kamu atasi semua pekerjaan sampai jam pulang kantor ya?" ucap Jansen saat keduanya hendak pergi menemui klien.

"Baik Pak" jawab Asry seraya membungkukkan sedikit tubuhnya.

*****

"Mam, opa sama oma mana sih?" tanya seorang gadis kecil yang tidak melihat keberadaan kedua orang tua mamanya.

"Tuh lagi di gazebo belakang mansion. Emang kenapa Miss Peggy mencari opa sama oma?" tanya Maggie kepada putrinya.

"Ade mau nagih janji sama opa" ucapnya tegas.

"Loh emang opa janji apa sama miss?" tanya Maggie lagi.

"Opa janji malam ini mau ngajak ade Jalan-jalan" ucapnya lagi sambil bercakak pinggang.

"Ya aurel,, sayang, sekarang kan masih sore loh?" ucap Maggie tidak habis pikir karena belum tiba waktunya tapi gadis kecil itu sudah mulai ngotot seolah-olah janji itu sudah diingkar seminggu yang lalu.

"Nggak bisa mam, ini udah sole loh? kapan ade mandi, kapan pilih bajunya, kapan dandannya?" gerutunya sambil menghitung jari kecilnya satu per satu.

"Oke, oke miss. Kalau begitu kita ke belakang panggil opa sama oma, oke?" ucap Maggie mengalah.

"Oke" jawabnya singkat dan melangkah beriringan sama sang mama menuju ke belakang mansion tempat Alfa dan isterinya beraantai.

"Opa!!!" Seru gadis kecil itu saat masih jauh dari kedua orang tua itu. Alfa dan Mey serentak menatap ke arah suara yang tadinya melengking di telinga mereka.

"Ada apa sayang?" tanya Mey saat melihat puterinya dan cucunya yang semakin dekat ke arah mereka.

"Opa nggak lupa kan?" tanya Miss Peggy langsung pada intinya.

"Lupa apa sayang?" tanya Alfa bingung.

"Nah lupa kan? ade bilang juga apa? opa pasti lupa" ucapnya mulai menyalahkan Alfa tanpa sebab.

"Loh kan kasih tahu dulu sama opa, sayang?" ucap Alfa lembut karena tahu watak cucu kesenangannya itu.

"Daddy ada janji sama Miss ya? katanya mau dia ajak Jalan-jalan" jelas Maggie sebelum gadis kecil itu semakin ngegas.

"Oh itu, tentu opa ingat sayang. kan masih sore, kita janjiaannya malam kan sayang?" ucap Alfa sambil mengelus rambut panjang gadis kecil itu.

"Iya opa jalannya malam tapi halus siap dali sekalang loh opa" sungut nya membuat Alfa terkekeh.

"Iya sayang maafkan opa. Oke kalau begitu sekarang saatnya miss Peggy mandi, lalu dandan yang cantik ya?" ucap Alfa lagi untuk mengembalikan mood sang cucu.

"Mau mandi sama oma?" tanya Mey dan langsung mendapat anggukan kepala bertubi-tubi dari gadis kecil itu membuat mereka gemas dengan tingkah lucunya.

"Oke, let's Go" ucap Mey bersemangat.

Mereka pun kembali ke mansion karena Mey harus mandi bersama cucunya.

"Mau mandi di kamar oma atau di kamar ade?" tanya Mey lagi saat mereka sudah tiba di dalam mansion.

"Di kamal oma aja" jawabnya dan langsung menuju ke kamar utama lebih tepatnya kamar Alfa sejak dari masih single.

"Opa kenapa ikut sih?" gerutunya karena sang opa mengekor dari belakang.

"Kan opa mau ke kamar" jawab Alfa.

"Diihh ade sama oma mau mandi jangan ganggu" ucapnya sambil jari kecilnya menunjuk-nunjuk ke arah Alfa.

"Iya miss Peggy, opa tidak ganggu. opa mau tidur" jawab Alfa.

"No!!!" teriak Miss Peggy

BERSAMBUNG

1
Iin Wahyuni
ni kyk kisahnya ngegantung yah kok blm ad lanjutannya thor💪
4L1
Luar biasa
naroh namin
saya baca thn 2025 blom ada kelanjutannya....
Arnie
Di tunggu kelanjutannya thor 🙏🙏🙏🙏
슈가
Lumayan
Kusuma Ningsih
kok belum tamat ya kesannya Maggi masih akan membasmi musuh2nya oma Ratna dan opa Gaston
Diva Nayla
lama amat sih thooor lanjutannya
Giantini
kelakuan Daffi persis sama papinya Alfa
Giantini
Daffi egonya terllu tinggi kasihan Asry
Giantini
salah sendiri dah 2kali Nina ditangkap GK dibunuh palah dibebasin ...yaudah ..nikmati aja kecerobohan opa Gaston
Diva Nayla
lama amat sih thooor up nya.selalu meanti nih kelanjutannya
Iyaan Iyaanda
kpn lanjut lagi thorrr,,,,🙏🙏
Netti Irawati
kok dikit amat thor ....
Rina
Semoga musuh dapat segera ditemukan dan secepatnya di basmi , supaya keluarga Adipati dapat hidup dengan tenang aman dan bahagia 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Iyaan Iyaanda: lanjut kak,,,,
total 1 replies
nuraeinieni
wah musuh beraksi lagi,,,;semangat meggie,,,babat habis tuh musuh2
Russyulfi
lanjut lagi thor
sweetie belle
duh cpt berakhr aja deh musuhnya,, biar hepi ending smw 😮‍💨😮‍💨
Aan Putra Ranto
wah terimakasih tor
TS
up nya yg banyak thour
nuraeinieni
selamat ya utk asry dan daffi baby twins sdh louncing,,,,
semoga ike juga segera hamil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!