Kisah Naimah yang tiba-tiba berubah dingin ketika mendapat kenyataan suaminya menduakan cinta nya dan juga mempermainkan pernikahan suci ini.
"Aku tidak menyangka, kamu mas Nabil. Bisa menduakan kesucian ini." ucap dingin seorang istri.
"Maafkan mas, Naimah. mas khilaf." balas pria itu suami Naimah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aaswidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memberikan hadiah sepeda
Nabil bergegas pergi ke kamar sang anak untuk meminta maaf, Sebenarnya bukan niat Nabil untuk membentak Sifa tadi. Hanya Nabil sedikit kaget dan panik ketika pintu terbuka lebar di saat kondisinya lagi berantakan alias sedang tak memakai baju sehelai pun.
Di tambah yang tadi Nabil takutkan adalah, takut yang datang itu Naimah istrinya. Nabil takut ketahuan kalau sebenarnya dia ini sedang ...?
lihat saja nanti sedang apa, Nabil itu bersama ponselnya.
''Sifa Nak, apa masih marah sama Ayah ?'' Nabil ini begitu dekat dengan Sifa jadi saat Nabil membentak Anaknya sudah pasti Sifa kaget dan merasa takut.
Sifa hanya memeluk guling nya dengan isakkan tangis yang terdengar.
''Sifa maafkan Ayah ya, Ayah gak maksud begitu kok Sifa, Ayah sayang padamu. Ayah gak ada berbuat jahat Nak, tolong maafkan Ayah, Sifa sayang mau kan maafkan Ayah.'' Nabil berusaha menarik simpati Anaknya lagi.
''A-ayah, kenapa tadi Ayah marah Ayah.'' akhirnya Sifa bersuara juga
''Iya Nak, Ayah mengaku Ayah ini keterlaluan tapi Sifa, Ayah gak sengaja Nak marah bentak kamu, begini sayang Ayah hanya ingin kamu kalau masuk ke kamar orang tua, atau kamar siapapun itu kamu mulai detik ini belajar mengetuk pintu dulu ya,''
Sifa bengong karena biasanya juga seperti ini, dan tak kena marah. Pikir batin Sifa
''Nak, belajar mulai dari sekarang, ketukk pintu saat masuk kamar siapapun itu. Jangan seperti ibu mu itu yang gak pernah mengajari mu apa-apa, hingga kamu seperti tadi tidak sopan.'' Nabil menyudutkan Naimah
Sifa merasa tidak enak ketika Ayahnya ini seolah menjelekkan sang Ibu.
''Iya Ayah Sifa akan ketuk pintu dulu, tapi Ayah jangan salahkan Ibu, jangan marahi Ibu. Ibu itu baik Ibu gak pernah bentak Sifa.'' ucapnya kini menangis kembali
''Iya iya baiklah, Ayah gak ada salahin siapa-siapa Koo, oh ya ini Ayah ada hadiah loh untuk Sifa, mau lihat gak?'' Nabil mengalihkan perhatian Sifa agar tidak memikirkan masalah ini lagi
''Hadiah apa Ayah, Sifa mau lihat Yah?'' tanya bocah ini kini mulai cerita kembali .
''Ayo Ayah gendong dan kita pergi untuk melihat hadiah mu.''
''Iya Ayah.'' Sifa memeluk Nabil dengan erat dan Nabil membawa Sifa keluar
''Ayo kita lihat hadiah apa yang akan Ayah berikan untuk putri kecil Ayah ini.'' ucap Nabil masih menggendong Sifa
Kebetulan sekali, saat Nabil membawa Sifa untuk keluar rumah, di depan sana ada mobil pickup masuk ke pekarangan rumah Nabil ini.
''Ayah itu mobil siapa ?'' tanya Sifa
''Mungkin itu hadiah mu sayang.'' jawab Nabil
Sifa pun semakin tersenyum lebar.
''Permisi Pak, apa benar ini dengan kediaman bapak Nabil ?'' ucap seorang pria turun dari mobil
''Iya benar ini saya sendiri, apa kalian sudah membawa pesanan ku?'' ucap Nabil
''Oh iya bener Pak, ini kamu bawakan pesanan Anda.''
''Baiklah ayo tolong turunkan mas, biar saya lihat.''
''Baik Pak, saya turunkan dulu ya.'' kemudian si Bapak itu menurunkan sepeda dari mobil pickup.
''Pak ini sepeda nya, silahkan di lihat kembali apa sudah cocok atau belum.'' ujar mas yang mengirimkan pesanan Nabil
''Ya ini memang cocok dengan yang saya pesan, sayang Sifa, gimana kamu suka gak Nak ?'' Nabil meminta dulu pendapat Anaknya sambil berjongkok.
''Ayah ini sepeda nya siapa?'' lebih dulu tanya Sifa
''Ini untuk mu Sifa, ini hadiah nya yang Ayah ceritakan untuk mu tadi.''
''Jadi ini untuk Sifa Ayah, ini sepeda nya Sifa?'
''Benar bagaimana suka tidak ?''
''Iya Ayah iya, Sifa suka ayah Sifa mau sepeda ini.'' jawabnya cepat dengan senyuman semakin lebar dari mulut anak kelas satu SD ini.
''Bagus lah Nak kalau kau senang Ayah juga ikut senang, dan apa kamu tak marah pahi sama Ayah kan Nak ?''
''Tidak ayah Sifa udah gak marah kok.'' jawabnya
''Baiklah Pak, kami permisi'' pamit si pengirim
''Ah iya terima kasih Mas. Dan uang nya sudah saya transfer.''
''Baik Pak.''
Nabil pun menyuruh Sifa untuk mencobanya sepeda baru nya ini. ''Ayah, Sifa takut jatuh Ayah.''
''Jangan takut Nak, ayah pegangin ini.'' ucap Nabil sambil mengajari Sifa menaiki sepeda nya itu.
''Mas, ini sepeda siapa?'' Naimah menghampiri dan melihat Sifa tengah naik sepeda yang terlihat masih baru .
''Ibu ... ini sepeda Sifa Bu, Ayah yang berikan.'' teriaknya dengan senang sambil mengatakan bahwa itu sepeda miliknya.
''Ini sepeda Sifa, Ayah yang beli kan untuknya atas permintaan maaf Ayah, juga memang ayah sudah niat untuk beli ini buat Sifa Bu.'' jawab Nabil menjelaskan
''Kau senang Nak ?'' Naimah menyentuh dagu anaknya
''Ya Ibu, Sifa senang sekali Ibu.'' jawabnya
''Mas Kok gak bilang aku dulu kalau mau beli sepeda nya Sifa ?'' tanya Naimah
''Mas lupa, dan menurut Mas gak perlu lah apa-apa bilang kamu dulu. Toh ini untuk Sifa dan nanti juga kamu akan tahu kan.''
Deg
''A-apa mas, gak perlu kasih tau aku dulu? Tapi kan mas biasanya apa-apa kita selalu bagi pendapat, dan kalau mau beli sesuatu aku atau kamu suka membicarakan dulu iya kan.'' ucap Naimah
''Iya itu dulu, tapi ini kan Aku beli untuk Sifa bukan untuk siapa dan gimana gitu. Ya Aku pikir nantinya juga kamu akan tahu.''
''Mas ka-kamu berubah, apa aku sudah tidak penting lagi, untuk tahu kalau kamu akan memberikan Sifa hadiah sepeda nya ini.'' ucap Naimah lirih
''Nimah cukup jangan mulai lagi, kamu itu gak bisa ya lihat anak senang sedikit. Kamu selalu ngajak berdebat dan membuat ku capek dengan mu., ya aku bukan gak bicarakan dulu dengan kamu tapi ya belum sempat saja Naimah.'' ucap Nabil
''Baiklah, maafkan Aku mas.''
Yuk baca karya pertamaku " Aku Seorang Mafia" silahkan cek di profil ku. semangat berkarya author ♥️