NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA SANG MAFIA

TAWANAN CINTA SANG MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikahmuda
Popularitas:176k
Nilai: 5
Nama Author: Lela W.Y

Alena gadis tangguh penuh tekad, dia adalah seorang Mahasiswi semester 5 disebuah universitas di Jakarta, suatu hari nasib buruk menimpa dirinya saat ayahnya yang gila judi itu terlilit begitu banyak hutang akibat hobi gilanya itu.

Alena dijadikan taruhan kepada seorang Mafia kejam dan menjadi tumbal keserakahan ayahnya sendiri.

Alena terpaksa harus menjadi tawanan sang Mafia karna ayahnya ternyata kalah dalam permainan judi bersama sang Mafia.

Dalam semalam hidupnya berubah, dia terpaksa harus menikah dengan laki laki asing yang terkenal berdarah dingin bernama Raka Bumiatmaja, namanya harum dikalangan para penjahat kelas kakap, tak ada yang berani mencari masalah dengannya.

Dia Mafia yang menangani penyelundupan senjata api untuk negara negara besar. Kekayaannya mungkin hampir separuh negri, dengan kuasa dan uang yang dia miliki apapun bisa di dapatnya hanya dengan menjentikkan jarinya.

Akan kah Alena bahagia dengan kehidupan barunya sebagai istri seorang Mafia kejam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lela W.Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemarahan Darren

Setelah acara sarapan bersama itu selesai, kedua orang tua Alena diantarkan pulang kembali kerumah mereka oleh para pengawal Darren.

Alena kembali dikurung dikamar utama sementara Darren terlihat sudah bergegas kembali pergi ke klub Devil setelah menerima laporan dari Lim jika di klub sedang terjadi sedikit masalah.

"Tuan muda, tuan Alberto mengamuk di klub meminta pengembalian dana untuk senjata yang sudah kita kirim tempo hari." Lim menjelaskan sambil terus fokus menyetir, salah satu telinganya memakai headset, dia habis mendapat telpon dari pegawai yang berada di klub.

"Alberto?" Darren menaikkan satu alisnya. Dia kenal Alberto ini salah satu pelanggannya yang memiliki sifat licik.

"Iya tuan." Lim melirik Darren lewat kaca spion, wajah Darren masih terlihat santai.

"Kenapa dia mau meminta pengembalian dana? apa ada yang salah dengan senjata yang kita kirim?"

"Tidak, tuan. Alberto beralasan senjata yang kita kirim cacat."

"Haha benarkah?" Darren tertawa tak percaya.

"Tidak tuan, pengawal kita sudah mengecek senjata yang hendak dikirim sampai dua kali. Jadi tidak mungkin ada barang cacat yang lolos dari pengecekan karna saya sendiri yang memastikan senjata itu sudah sesuai standar tuan muda."

"Jadi maksudmu dia sengaja memanipulasi senjata agar kita mau mengganti uangnya?"

"Iya tuan."

Darren menghela nafas berat.

"Kurang ajar, sepertinya dia sudah bosan hidup! bawa mobilnya lebih cepat Lim!"

Lim mengangguk, mobil pun melaju lebih cepat membelah jalanan yang lumayan rapat.

Darren dan Lim langsung naik ke lantai atas tempat dimana Alberto membuat kekacauan.

Alberto ternyata datang bersama beberapa anak buahnya. Pria blasteran indo belanda itu membuat kekacauan yang lumayan parah. Botol minuman yang sudah hancur berserakan dimana mana.

"Wohoo lihat siapa yang datang!" Alberto tersenyum kecut saat melihat Darren telah sampai di depan pintu masuk salah satu ruangan VVIP klub.

Darren melangkah masuk diikuti Lim dibelakang. Mata Lim awas memperhatikan sekitar, beberapa pegawai terlihat sudah tersungkur dilantai.

Lim menatap Alberto dengan tajam, sementara Darren jongkok di depan salah satu pegawainya yang tersungkur, dia mencengkram dagu pegawainya untuk melihat separah apa luka yang sudah diterima pegawainya.

"Apa yang sudah mereka lakukan pada kalian?" Darren menatap pegawainya.

"Haha, kenapa kau tidak bertanya langsung padaku Darren, aku disini untuk menyampaikan klaim ku tentang ketidakpuasan ku terhadap barang cacat yang kau kirim!" Alberto bangkit dari sofa, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.

"Aku bertanya padamu!" Darren tidak memperdulikan ocehan Alberto, dia tetap menunggu pegawainya yang menjawab.

"Tuan Alberto memukuli kami tuan, entah apa salah kami, saat dia masuk dengan anak buahnya mereka langsung saja menghancurkan tempat ini." Pegawai bernama Ivan itu tertatih menjawab sambil memegangi dada kirinya yang terasa berdenyut hebat.

Alberto hanya tersenyum puas mendengarnya. Dia tidak sadar sudah mematik api yang dapat menyambar tubuhnya sendiri.

Seketika Darren berdiri, rahangnya mengeras, dia mengepalkan kesepuluh jarinya kuat kuat sampai sampai kukunya menancap ditelapak tangannya sendiri.

"Tuan Alberto, sebenarnya apa yang tuan inginkan? kami tidak akan memaafkan jika ternyata ini hanya akal akalan anda saja!" Lim memperingatkan lewat sorot matanya yang tajam.

"Aku tidak sedang mengada ngada, hei bawa kemari senjata itu!" Alberto memberikan isyarat pada salah satu anak buahnya.

Tak lama anak buahnya datang membawa sebuah peti ke hadapan Darren dan Lim.

Darren masih mencoba menahan emosinya, meski Lim tau tuannya sebentar lagi pasti akan meledak.

"Buka dan perlihatkan pada mereka senjatanya!" Alberto memerintah, anak buahnya dengan sigap langsung membuka kunci peti dengan cepat.

Klek

Peti pun terbuka, Darren dan Lim menyipitkan matanya saat melihat isi di dalamnya, terdapat sekitar 30 senjata api laras panjang.

Alberto membungkuk lalu mengangkat salah satu senjata laras panjang tersebut.

"Lihat, tuas kokangnya rusak!" menunjuk pada bagian yang disebutkan.

Lim menerima senjata itu dan memeriksanya dengan teliti, Lim membalik senjata dan memperhatikan logo perusahaan Darren yang bergambar tanduk setan.

"Tuan, ini memang senjata milik kita tapi.."

"Lihat! tangan kananmu sendiri mengakui bahwa barang cacat itu milik kalian, sekarang aku minta ganti secepatnya uang yang kemarin sudah aku berikan sebagai pelunasan senjata cacat ini!" Potong Alberto dengan raut wajah yang tampak dibuat kecewa.

Alberto berbalik dan berkedip pada anak buahnya, dia rasa rencananya kali ini akan berhasil.

"Tapi logo ini sepetinya palsu tuan muda!"

Alberto tersentak ketika Lim melanjutkan kalimatnya kembali. Pria blasteran itu pun kembali berbalik dan menatap Lim lurus.

"Palsu?" Darren mengatupkan rahangnya, gigi giginya yang putih bergertak satu sama lain.

Pria itu langsung mengambil senjata dari tangan Lim dan memperhatikan logo tanduk setan kebanggaannya. Memang itu logo miliknya, semua sama nyaris sempurna tapi..

"Logo tanduk milikku ukurannya lebih kecil 1 inci!" Darren sadar saat memperhatikan lebih seksama.

Alberto kembali tersentak, tidak mungkin laki laki dihadapannya ini sampai memperhatikan sebegitu detail. Sial! sekarang Alberto sadar jika Darren memang manusia yang tidak gampang untuk dikelabui.

"Mustahil! kau mau mengelak Darren!" Kilah Alberto masih mencoba untuk terlihat mempertahankan diri.

"Lim bawa senjata dengan jenis yang sama kemari!"

"Baik tuan muda."

Lim terlihat pergi keluar dan tak lama dia sudah kembali dengan sebuah senjata ditangannya.

"Lihat baik baik, seharusnya sebelum kau mau menjiplak senjata milikku kau teliti dulu keakuratan ukurannya ALBERTO!!" Darren melempar senjata laras panjang palsu kehadapan Alberto, lalu dia mengambil senjata dari tangan Lim dan melemparkannya juga.

"Bandingkan!" Perintah Darren.

Tentu saja Alberto hanya diam. Karna tanpa membandingkan pun dia tahu kalau kedua senjata itu memang berbeda.

Alberto sengaja memalsukan senjata yang dibelinya dari Darren untuk mendapatkan kembali uangnya, sedangkan senjata asli yang dia beli dari Darren sudah dia amankan lebih dulu.

"Kenapa hanya diam?" Suara Darren sudah mulai berubah dingin.

Lim siaga ditempatnya ketika Darren maju dia meletakan tangannya di belakang punggung, tangannya sudah siap mengeluarkan sebuah pistol.

Alberto mundur seiring dengan majunya Darren.

"Kau tahu kan aku paling tidak suka dengan orang licik?" Darren terus maju.

Sementara Alberto dan anak buahnya sudah bersiap untuk menyerang.

"Darren, kau mau apa? aku ini pelanggan lamamu, ayolah kesalahpahaman bisa terjadi sesekali dalam urusan bisnis." salah satu tangan Alberto sudah menempel pada pistol disaku celananya.

Secepat kilat dia mengeluarkan pistol itu dan mengarahkannya pada Darren, begitupun dengan anak buahnya, mereka mengarahkan pistol kepada Darren dan juga Lim.

"Cih, beraninya kau mempermainkan ku ALBERTO!" suara Darren menggelegar. Urat urat dilehernya menonjol, dengan tatapan buas dia pun menarik keluar pistol yang selalu dia selipkan di pinggangnya.

Dor dor dor

Akhirnya perang senjata pun tak terelakan di ruangan itu.

1
Nia Nara
Alena hamil
Nia Nara
Dari awal mending joshua jujur aja. Daripada kayak skrg
Nia Nara
Gimana gak mau takut. Lah bersama u hidup isinya ancaman dan kekerasan doang
Atik Susilowati Umam
lanjut Thor...
Gusliantini
lanjut thor cerita nya saat bgus semngat💪💪💪💪
Susi Dyansyah
lanjut dong cerita nya menarik
nila hendra
pengen baca tp kyknya lama banget ya upnya
Susi Dyansyah
udah selesai blm ni ...
Susi Dyansyah
menarik ...apakah masih berlanjut
Rini Maryani
lanjut daren penasaran
Sri Susanti
mantap
Robi Blora
lanjut thorr
xio ba
ayo dong thorrr lanjut, ak udah ga sabar nihh
Rita Purnamasari
lanjut seru cerita ya
xio ba
lanjut dong thorrrrrr
xio ba
Darren malu2 kuceng
Raudhatul Jannah
wew
Su Yadi
lnjut kak,q ingin melihat bhagia,dan Alena mngandung bnih cntanya Darren,tlg kak up lgi ya plisss
Su Yadi
kapan hamil Thor,biar mkir lengket & gregett
Yuni sahara Sujarwono
lanjut thorr. plissss gantung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!