NovelToon NovelToon
Sepotong Hati

Sepotong Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa Modern
Popularitas:191.9k
Nilai: 4.6
Nama Author: Yoemi

Sebuah kisah tentang senja, ketulusan, dan penghianatan. Kebohongan mampu tercipta di depan siapa saja, tapi hati adalah cermin kejujuran. Membohongi hati adalah usaha terkonyol yang membutuhkan ekstra tenaga dan perjuangan.

Viola, seorang gadis yang kehilangan ingatannya dan diselamatkan oleh seorang bernama Sean. Ketika seberkas ingatan mampu ia ingat, isinya adalah sebuah kenangan paling menyakitkan dalam hidupnya. Ia telah dikhianati oleh tunangan dan sahabatnya sendiri. Sebuah rasa sakit dan kecewa yang dalam, menyelinap dalam hati Viola, membuatnya ingin berjuang untuk menjadi sosok yang kuat. Sebuah hati yang terluka, yang berharap suatu saat menemukan ketulusan dan cinta.

"Sepotong hati diujung senja adalah hatiku yang menyimpan segala rasa. Rasa yang tak mampu kuungkap terkurung dalam bisu jiwa. Hanya isyarat yang terlaku oleh tubuh yang rapuh. Berharap kasihmu berlabuh memberi segenap kedamaian yang teduh."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoemi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lukisan dan Rindu

Aku mengikuti langkah Kak Sean masuk ke dalam rumah usai sarapan di gazebo taman. Aku masih bertanya-tanya dalam hati, pekerjaan "penting" apa yang harus kulakukan untuk membatu Kak Sean.

Kreekkk...

Kak Sean membuka pintu galeri lukisnya. Aku mengernyitkan dahi. Apa Kak Sean akan menjadikanku model lukisannya hari ini? Hahaha... aku jadi senyum-senyum sendiri dengan pikiran ngawurku. Hayalan yang terlalu tinggi, sepertinya aku akan segera jatuh kesakitan.

"Masuklah, dan bantu aku memilih beberapa lukisan".

Nah, tuh kan, aku benar... Hayalanku benar-benar ketinggian, dan sekarang aku jatuh tersungkur menahan sakit karena kecewa. Ucapku dalam hati menggutuki diri sendiri.

"Kau suka sekali melamun ternyata, ayo masuk! Mau sampai kapan berdiri di situ?" Kak Sean memandangku yang masih mematung di depan pintu.

"Hehehe... maaf, Kak. Aku hanya takjub melihat lukisan sebanyak ini. Bibi Sun pernah bilang kalau ruangan ini khusus untuk menyimpan lukisan-lukisan Kak Sean, tapi aku tak mengira jika ada sebanyak ini lukisannya," jawabku berbohong menutupi hayalan konyolku. Ah, tapi aku tidak sepenuhnya berbohong, setelah kulihat ruangan ini memang benar-benar penuh lukisan yang menakjubkan.

"Kalau begitu bantu aku memilih beberapa lukisan. Bulan depan akan ada pameran lukisan, jadi aku perlu memilih beberapa diantara semua ini".

"Hahaaha..." tawaku pecah. "Kak Sean tidak bercanda kan? Kak Sean ingin menertawakan kebodohanku, ya? Aku mana paham tentang lukisan, Kak?"

"Baiklah "nona bodoh", aku hanya menyuruhmu memilih, bukan memahami. Jadi sekarang pilih saja sesukamu!" kata Kak Sean sambil mengedipkan satu matanya.

Aku menggaruk-garuk kepalaku meski tidak gatal. "Kalau begitu biar aku melihat-lihat dulu, tapi jangan salahkan aku jika nanti aku salah pilih, ya..."

Kak Sean tak menjawab, hanya memberi isyarat meluluskan permintaanku untuk melihat-lihat. Aku pun berkeliling memerhatikan satu per satu lukisannya. Sementara itu, Kak Sean sendiri sudah duduk di depan kanvas dan memegang kuas, bersiap melukis sesuatu.

Semua lukisan ini indah. Aku tiba-tiba teringat dulu waktu ayah masih hidup, dia suka mengajakku melihat pameran lukisan. Ayah memang pecinta lukisan. Seandainya ayah melihat semua ini, pasti banyak yang ingin ayah beli untuk dijadikan koleksi. Aku pun terserap rindu yang dalam pada ayahku yang telah lama pergi.

Aku terus berkeliling. Langkahku terhenti di depan sebuah lukisan yang sangat indah. Ini salah satu sudut taman bunga belakang rumah. Tampak seorang gadis cantik bermain bersama kupu-kupu dengan gembira. Ia terlihat anggun dengan gaun panjang warna putih. Benar-benar cantik seperti seorang putri. Gadis berambut emas yang tempo hari juga dilukis Kak Sean.

Apa ini kekasih Kak Sean? tanyaku dalam hati. Sekilas aku memutar pandanganku ke segala penjuru. Ternyata ada banyak lukisan gadis ini dengan berbagai gaya dan ekspresi.

Aku kembali memandang lukisan di dedapanku. Aku terperangah melihat inisial di pojok bawah lukisan. A.S.Saif. Inisial ini sangat tidak asing. Aku baru tersadar, ada inisial A.S.Saif dalam setiap lukisan di sini. Ayah memiliki beberapa lukisan dengan inisial ini. Albert Sean Saif. Ayah salah satu pengagum karyanya. Aku menutup mulutku yang mengaga. Kak Sean, dia seorang pelukis ternama dan aku baru menyadarinya.

"Vio... Vio..." Kak Sean menepuk bahuku. "Kau melamun lagi?"

Aku terperanjat. "Tidak...Iya... Maksudku lukisan ini cantik sekali", jawabku gelagapan. Ah, aku berbohong lagi. Sepertinya sebentar lagi aku akan masuk nominasi dan mendapat penghargaan untuk tiap kebohonganku.

"Benarkah?"

"Bagiamana jika ini diikutkan dalam pameran? Pasti banyak yang tertarik".

"Tidak! Semua lukisan yang ada wanita ini tidak boleh diikutkan pemeran!" Nada kak Sean sedikit meninggi diikuti ekspresi tidak suka atas usulku. "Pilih lukisan lain saja," lanjut Kak Sean sambil tersenyum. Secepat kilat ekspresinya kembali menunjukkan wajah ramah dan hangat.

"Maaf, Kak Sean... Apa... dia kekasih, Kakak?" tanyaku ragu.

"Bukan," jawabnya singkat.

"Lalu?"

Kak Sean masih terdiam. Sepertinya tidak ingin menjawab pertanyaanku.

"Maaf jika aku terlalu ingin tahu. Kak Sean, anggap saja aku tidak bertanya apa-apa tadi. Aku akan segera memilih beberapa lukisan lain. Berapa lukisan yang Kak Sean butuhkan?" Aku merasa tidak enak dengan pertanyaanku barusan. Mungkin memang tidak seharusnya aku terlalu banyak bertanya dan ingin tahu.

"Dia bukan kekasihku, tapi orang yang sangat berarti untukku dan selalu kurindukan. Karena itu aku banyak membuat lukisan tentang dirinya. Minggu depan dia akan datang, jadi aku rasa aku tak perlu bercerita apapun tentang dia, kamu bisa bertanya padanya langsung jika sudah bertemu nanti".

Aku hanya tersenyum. Tak berani bertanya lagi. Lalu aku bergegas memilih beberapa lukisan lain. Asal pilih saja. Ini semua dilukis oleh Albert Sean Saif, sebuah coretan tak beraturan pun akan dikagumi dan menjadi rebutan banyak orang. Begitu pikirku.

"Bagaimana jika yang ini, lalu ini, terus ini... yang di sana juga bagus, itu sepertinya juga bernilai seni tinggi, itu juga... kemudian yg di pojok itu juga..." aku menunjuk beberapa lukisan sambil mengoceh sok tahu.

"Baiklah, aku terima pilihanmu. Seleramu bagus juga," puji Kak Sean sambil tersenyum hangat. Aku tersipu sekaligus nyengir karena malu. Bagiamana mungkin aku begitu sok tahu tentang lukisan bernilai seni tinggi dan bicara dengan banyak ocehan di dedapan seorang pelukis besar. Oh Tuhan, aku benar-benar ingin mengutuk dan memaki kebodohanku.

Tentu saja pilihan dan selaramu terhadap lukisan lumayan tinggi. Semua ini tak asing bagimu kan, Rie? Jika kau bisa mengingatnya, almarhum ayahmu seorang pecinta lukisan dan kau sering menemani ayahmu melihat pameran lukisan. Benarkah kau tak mengingat semua itu? Monolog Sean dalam hati.

1
Bunda Safira
kapan hati violA hadir
triram ❤️
thorrr terusan viola,Sean,Lucas dong segerakann dulu...penasarannnnnnn niiiii,,
Savera
3 thn mana tahannnm
Bang Zay
hati viola kapan rilis
Eka PS
Ditunggu season selanjutnya ...
Oh iya, ada koreksi nih thor ...
Klo minum barengan aka toast, ngomongnya "cheers" yah ....
Good Luck for your next work!!!!

Ganbatte Kudasai (頑張ってください)
Jiā Yóu 加油
Hwaiting 화이팅
Keep up the good work!!!
Eka PS
Ikutan nyesek bareng Viola ...
Berdo'a saja
ayo Thor bangun lahhhhh
Berdo'a saja
Aku masih menunggu mu thorr
Berdo'a saja
thorrr kapan up mu🤔🤔🤔🤔🤔
Berdo'a saja
yoummmmm rinduuu
Berdo'a saja
Ayo up sayang jangan lama lama udah rindu nih
Berdo'a saja
emmnnn
Berdo'a saja
ada persaingan
Berdo'a saja
belum belum dah nangis duluan tuh si rie
Berdo'a saja
hemmmm siapa yg terpilih oleh hari
Berdo'a saja
Ah lama tidak nengokin youmi, jadi kangen apa kabar youmi👋
yoemi noor: hai kak ... Alhamdulillah Yoemi baik. kakak gimana? ini nulisnya masih tersendat-sendat, kak sekarang. ada kerjaan di RL ... 🙏 semoga secepatnya bisa rutin nulis lagi
total 1 replies
sri utami
keren kak
sri utami
Baru baca thor, keren penulisannya rapi banget😍
sri utami
Baru baca thor, keren penulisannya rapi banget
yoemi noor: terima kasih kak
total 1 replies
yuni utami
menunggu cerita selanjutnya ttg sean, viola en lucas.
sehat sll thoorrr...

misssssssss....sooo muuuuccchhhhh
yoemi noor: siap kak Yuni ... doakan Yoemi bisa secepatnya aktif nulis lagi ya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!