“Sayang, tunggu aku!" teriak seorang gadis cantik berusia 17 tahun bernama Fayra Lavina Richardzon, gadis itu berlari menghampiri moge kesayangan Ace. Pria muda yang merupakan suami Fayra. Gadis itu tampak naik ke atas motor sembari berpegang pada pinggang Ace.
“Ckk... Udah berapa kali gua bilangin jangan pernah sentuh gua pakai tangan kotor lu itu! Cepat lepaskan! Atau lu turun sekarang juga. Ingat! Status kita suami istri hanya berlaku di dalam rumah. Bukan di luar rumah, paham!”
Bentak Ace Geraldo Rodriguez, pria muda yang masih berusia18 tahun mampu membuat hati Fayra hancur. Pasangan muda-mudi itu terpaksa menjalani pernikahan rahasia karena sebuah perjanjian yang memaksa mereka harus menikah.
Lantas, sanggupkah mereka menghadapi pernikahan yang tidak mereka inginkan?
Akankah tumbuh benih-benih cinta diantara mereka?
Yuk, saksikan terus kisah mereka jangan sampai tertinggal ya ❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mphoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keadaan Fayra Kritis
Tanpa di duga ada seorang pria berjalan ke arah gudang dengan wajah tampannya, cuman entah kenapa ketika melihat pintu gudang di ganjal oleh sapu membuatnya sedikit curiga karena baru kali ini pintu gudang terlihat sangat aneh.
“Baru kali ini aku lihat pintu gudang di ganjal dengan sapu, biasanya pintu gudang hnya sekedar ditutup saja walaupun tidak bisa di kunci. Tapi-...”
“Si-siapa pun to-tolong a-aku, a-aku su-sudah ti-tidak ku-kuat lagi hiks..”
Fayra menangis dengan suara bergetar berhasil membuat pria tersebut terdiam mematung ketika mendengar suara isak tangis yang hampir tidak terdengar.
Dengan cepat pria itu langsung mengambil sapu serta membuangnya ke sembarang arah, lalu membuka pintu gudang dalam keadaan panik.
Br**raakk!!
Pintu gudang terbuka sangat lebar bersamaan dengan masuknya seorang pria, matanya terkejut ketika melihat posisi Fayra sudah tiduran meringkuk di lantai serta keadaan tubuhnya pun bergetar hebat.
“To-tolong a-aku..” Gumam Fayra sangat kecil sambil memeluk tubuhnya sendiri.
“Astaga, Fayra!!!” Pekik seorang pria yang berlari begitu kencang, tubuhnya langsung ambruk duduk di depan Fayra, kemudian mengangkat kepala Fayra membawanya ke dalam dekapannya.
Suara itu? Ya, Fayra mengenalnya. Suaranya tidak asing di telinga, dengan perlahan Fayra mencoba mendongak menatap wajah pria tersebut sambil menatapnya.
“Ka-kak Ti-tian.. to-tolongin a-aku, tu-tubuhku sa-sangat di-dingin” Fayra berbicara dengan sangat lirih membuat Tian hampir saja meneteskan air matanya, terlihat jelas bahwa Tian sangat mengkhawatirkan kondisi Fayra saat ini.
“A-aku akan ba-bawa kamu ke-kerumah sakit, kamu bertahan ya aku mohon terus buka matamu jangan pernah menutupnya. Please...”
Tian langsung segera membawa Fayra ke dalam pelukannya, kemudian Tian berdiri sambil menggendong Fayra serta berlari kecil dengan wajah yang terlihat sangat cemas.
“Ka-kak Ti-tian, a-aku su-sudah ti-tidak ku-kuat lagi..”
“Tidak!! Kamu wanita yang kuat Fayra, please.. buka terus matamu aku mohon. Setidaknya sampai kita di rumah sakit, kalau kamu menutup mata aku akan menyalahkan diriku sendiri karena telah terlambat menolongmu!”
Tian berbicara dengan begitu lantang ketika sampai di depan pintu gerbang membuat beberapa security ikut cemas, lalu mereka menanyakan apa yang sudah terjadi cuman di saat Tian menjelaskannya tiba-tiba mata Fayra tertutup.
Semua malah menjadi semakin panik. Salah satu security langsung mencarikan taksi, dan yang lainnya segera memberitahu kepada guru untuk secepatnya menghubungi keluarga Fayra. Kemudian taksi pun datang, tanpa basa-basi lagi Tian membawa Fayra menuju rumah sakit terdekat.
Disisi lain tepatnya di Mansion kediaman keluarga Rodriguez, Mommy Rosa terlihat begitu khawatir ketika melihat Ace hanya pulang seorang diri tanpa adanya Fayra di sampingnya.
Mommy Rosa yang mulai tidak tenang langsung berlari ke arah kamar Ace dan membuka pintu kamarnya secara tergesa-gesa.
“Ace bangun!!! Ayo kita cari Fayra sekarang juga, perasaan Mommy mulai tidak enak. Mommy takut Fayra kenapa-kenapa, jadi cepatlah bangun atau Mommy akan suruh Daddy untuk mengambil semua fasilitasmu!”
Mommy Rosa menggoyangkan tubuh Ace yang msih enak-enakan tidur di kasur yang empuk. Sedangkan di luar sana istrinya sedang berjuang bertahan hidup. Ace memang sudah biasa setiap berangkat akan menurunkan Fayra di ujung jalan dengan jarak tempuh ke sekolah sekitar 100 meter lagi.
Lalu ketika pulang sekolah Ace menunggu Fayra di tempat lainnya, sehingga saat Ace menunggu Fayra hampir 35 menit lamanya membuat Ace sangat kesal dan segera meninggalkannya begitu saja.
Ace kira mungkin Fayra ada rapat dadakan dengan OSIS lainnya, karena Ace mencoba menelepon Fayra tetapi tidak di angkat sama sekali. Padahal jelas-jelas tas serta ponsel Fayra tertinggal di dalam kelas karena Fayra lupa mengantongi ponselnya ketika jam istirahat.
“Ckkk.. apaan sih Mom, ganggu aja. Dia itu kan anak OSIS kali aja ada rapat dadakan, orang Ace tungguin hampir 1 jam enggak muncul-muncul. Di tambah Ace teleponin ponselnya enggak aktif ya udah tinggalin aja, di kata Ace tukang ojeknya kali!”
Ace membuka matanya dengan kasar sambil menatap Mommy Rosa yang wajahnya terlihat begitu gelisah. Di tambah lagi Ace sedikit mengarang cerita agar kesannya Fayra yabg salah.
“Kalau ponselnya tidak aktif kenapa tadi Mommy telepon tulisannya berdering?” Tanya Mommy Rosa berhasil membuat Ace gelagapan, namun ketika Mommy Rosa kembali ingin melontarkan perkataannya tiba-tiba saja ponsel di tangannya pun berdering dengan notif dari Amma Trysta.
Mommy Rosa segera mengangkat ponsel tersebut dan hanya selang beberapa detik saja ponsel yang ada ditelinga Mommy Rosa terjatuh bahkan tubuhnya mulai melemas. Ace yang melihatnya segera bangkit dari kasur untuk menahan tubuh Mommy Rosa agar tidak terjatuh lalu membawanya duduk di samping ranjang.
“Mom, Mommy kenapa? Siapa yang telepon Mommy, cepat katakan sama Ace! Lalu apa yang orang itu katakan Mommy? Ayo jawab Mom jawab!!” Cecar Ace sambil menggoyangkan kedua bahu Mommy Rosa yang mana wajah Mommy Rosa masih terlihat begitu syok.
“Fa-fayra, Ace.. Fa-fayra hiks.. di-dia ma-masuk rumah sakit. Tadi Amma-nya Fayra menghubungi Mommy dan bilang jika pihak sekolah mengatakan bahwa Fayra di temukan oleh salah satu rekannya ketua OSIS di gudang belakang sekolah dengan keadaan Fayra yang sangat kritis. Ayo Ace, ayo kita ke sana Mommy takut Fayra kenapa-kenapa hiks..”
Mommy Rosa menangis sambil menarik-narik baju Ace yang wajahnya terlihat sangat bingung, Ace terdiam bertanya-tanya pada dirinya bagaimana mungkin bisa Fayra berada di gudang dengan kondisi kritis? Memang apa yang terjadi dengan Fayra sehingga dia bisa seperti ini? Pikiran seperti itulah yang saat ini melanda Ace.
Ya walaupun Ace bingung, tetapi dia tetap masa bodo dengan apa yang terjadi pada Fayra karena baginya jika memang Fayra dalam keadaan kritis, mungkin itu akan menjadi peluang bagus untuknya kalau sampai Fayra tiada maka hidup Ace akan kembali terbebas dari semua gangguan Fayra yang terus berusaha membuat Ace jatuh hati padanya.
Mommy Rosa melihat Ace hanya terdiam begitu saja langsung menabok pipi Ace dengan pelan hingga membuat Ace tersadar dan sedikit mengeluh, dengan cepat Mommy Rosa mendorong Ace sampai ia terjatuh di lantai.
Tanpa basa basi Mommy Rosa segera pergi, Ace yang melihat keadaan Mommy Rosa seperti itu langsung mengejarnya serta mengantarkannya ke rumah sakit dengan mobil sport kesayangan Ace yang memang jarang ia gunakan.
...*...
...*...
Sedangkan di rumah sakit Fayra terbaring lemah dengan bantuan beberapa alat medis yang kini sudah menempel di tubuhnya, Tian terlihat sangat cemas lantaran tadi dokter mengatakan bahwa kondisi Fayra kritis dan harus memerlukan perawatan yang lebih dengan persetujuan tanda tangan orang tuanya.
Tian hanya bisa menunggu keluarga Fayra datang, dan benar saja Amma Trysta datang dengan wajah penuh khawatir sambil menangis serta tak lama di susul oleh Appa Daniel yang juga langsung menanyakan kabar Fayra kepada Tian.
Tian menjelaskan semuanya kepada Appa Daniel serta Amma Trysta, mereka berterima kasih pada Tian karena dia sudah membantu menyelamatkan nyawa Fayra, walaupun Fayra juga harus berusaha sendiri untuk tetap bertahan hidup.
Appa Daniel telah menyadari sesuatu jika sebentar lagi pasti keluarga Ace akan datang, lalu ia segera menyuruh Tian untuk kembali ke rumah dengan alasan Tian harus beristirahat karena kondisinya tidak memungkinkan untuk Tian berada di sini. Dengan terpaksa Tian harus meninggalkan Fayra, yang penting Fayra sudah berada di tangan yang tepat dan juga sudah ada kedua orang tuanya yang selalu menemaninya.
Tak lama setelah Tian keluar, Ace serta Mommy Rosa datang. Kemudian mereka segera bergegas memasuki rumah sakit dan langsung ke ruangan dimana Fayra di rawat.
Di situlah air mata Mommy Rosa dan juga Amma Trysta tumpah sambil berpelukan, tetapi jangan salah Ace sangat pandai bersandiwara memasang wajah sedihnya sehingga, Ace berhasil menipu kedua orang tua Fayra.
Dan utk loe Ace, Berbahagialah kamu dalam penjara dgn penuh penyesalan mu..Gak sangka aku Siswa teladan dan Most Wanted waktu SMA bisa hidupnya hancur kek gini karena akibat KEBODOHAN nya sendiri..Miris banget..