Bagaimana jika gadis yang kamu cintai adalah seorang gadis pecinta jus strawberry yang rupanya adalah seorang vampir?
Bagaimana jika seorang bintang kampus yang selalu terkenal dingin dan cuek, tiba-tiba jatuh cinta dengan seorang gadis yang selalu dibulli, dinilai aneh dan penyakitan saking pucatnya?
Bisakah Sora dan Ren bersatu meski mereka berdua sangat berbeda?
Ikuti kisah mereka ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anezaki Igarashi Ricky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Where Is Sora ?
Hari demi hari berlalu begitu saja. Namun Ren tak pernah melihat keberadaan Sora semenjak hari itu. Dan pertemuan terakhir mereka adalah disaat Sora yang berada di rumahnya dan tiba-tiba saja malah menghilang disaat sang dokter datang untuk memeriksanya.
Ada perasaan yang sedikit aneh yang dirasakan oleh Ren saat ini. Sebuah rasa kehilangan dan mungkin rasa rindu karena sudah berhari-hari tak melihat Sora datang ke kampus.
Kamu ada dimana, Sora? Mengapa berhari-hari kamu tidak pergi ke kampus? Apakah telah terjadi sesuatu denganmu? Apa kamu baik-baik saja? Apa karena ulah dari mereka yang membuatmu tak mau pergi ke kampus lagi? Ataukah kamu sedang sakit?
Batin seorang pemuda yang sudah cukup lama men-dribble namum angan dan pikirannya malah melayang jauh.
"Ren! Ada apa denganmu? Cepat oper bolanya! Jika kamu seperti ini di dalam pertandingan team kita akan kalah karena kamu sering melakukan pelanggaran!" celutuk salah satu pemuda yang merupakan wakil kapten basket di kampusnya.
Ren menjadi semakin kesal saat mendengar ucapan dari pemuda itu. Masih dengan kekesalannya, kini Ren mulai menghempaskan bola bertekstur kasar berwarna jingga itu ke arah pemuda itu.
"Aku ijin latihan hari ini. Aku sedang kurang sehat! Kalian berlatih saja tanpaku!" ucap Ren mulai melenggang meninggalkan lapangan basket.
Ren menyusuri salah satu koridor panjang di kampusnya, hingga akhirnya Ren mulai berhenti dan menatap sebuah kolam air mancur yang berada di halaman utama kampusnya.
Bayangan disaat Sora sedang berada di dalam kolam itu dan terlihat sedang kesulitan untuk mencari sesuatu, mulai terlintas kembali oleh Ren dengan begitu nyata.
"Aku harus mencarinya dan menemuinya!!" gumamnya lirih lalu mulai merogoh saku jas almamater kebanggaannya dan mulai mengeluarkan sebuah gelang berwarna silver dengan liontin sebuah bintang.
Setelah mencari beberapa informasi melalui petugas bagian arsip data dan mendapatkan apa yang Ren mau, akhirnya usai jam kuliah Ren memutuskan untuk mendatangi rumah Sora.
Sebenarnya alamat rumah Sora sangat sulit untuk ditemukan, karena begitu jauh dari pemukiman warga dan letaknya juga cukup jauh dari kampusnya. Dan sebenarnya Ren merasa sangat keheranan, mengapa Sora bisa memiliki tempat tinggal yang cukup jauh dari kampusnya?
Mungkin untuk pergi ke kampus bisa memakan waktu 90 menit hingga 120 menit. Lalu bagaimana dengan Sora jika akan pergi ke kampus? Tentu saja jarak jauh itu bukanlah masalah besar untuknya sebagai seorang gadis ras vampir. Karena Sora bisa berlari dengan cepat atau bahkan terbang, dan seketika bisa sampai di kampusnya.
Perjalanan yang cukup jauh telah Ren tempuh dan tak merasa jera sedikitpun. Pemuda itu masih saja meneruskan pencariannya dan berharap akan segera menemukan rumah Sora, meskipun saat ini hari sudah semakin mendekati senja dan langit sudah mulai memerah.
Setelah menyusuri sebuah jalanan kecil yang sedikit landai dan melewati sebuah perkebunan yang berada di dekat hutan, akhirnya Ren mulai menemukan sebuah rumah tunggal yang sederhana dan masih berbahan dasar dengan kayu.
Di sekitar rumah itu tak terlihat ada rumah-rumah lain. Rumah kecil dan sederhana itu terlihat masih begitu bersih dan sangat terawat. Di sekililingnya ada beberapa pepohonan yang membuatnya menjadi lebih sejuk.
"Inikah rumah Sora? Jauh dari tetangga dan sangat jauh dari keramaian. Hhm ... benar-benar tipe gadis penyendiri." gumam Ren tersenyum tipis menatap rumah itu dari balik sebuah pohon besar.
Dengan tanpa ada keraguan sedikitpun, kini Ren mulai melenggang kembali mendekati rumah itu. Setelah beberapa saat kini Ren sudah tiba dan segera mengetuk pintu rumah itu.
Ren juga sempat melihat sekelilingnya, ada beberapa hewan ternak seperti ayam, rusa, dan burung yang berada di dalam tempatnya masing-masing.
Sora juga suka memelihara beberapa hewan ya? Hhm ... rajin sekali.
Batin Ren menatap hewan-hewan itu dengan senyum tipis.
Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya pintu kayu itu mulai berderit karena seseorang telah membukanya. Terlihat seorang gadis berkulit putih pucat berada dibalik pintu itu.
KRIIEETT ...
Gadis itu terlihat begitu terkejut karena mengetahui kehadiran dari Ren yang menurutnya sungguh nekat ini. Rumahnya begitu jauh dan sangat sulit untuk dijangkau, namun Ren tetap mendatanginya. Itu berarti Ren begitu gigih dan sangat nekat!
"Kamu ... apa yang sedang kamu lakukan disini?" tanya Sora masih sulit untuk mempercayai semua ini.
Karena Ren adalah manusia pertama yang berani dan nekat mendatangi rumah Sora. Dan sebenarnya Sora begitu khawatir, jika dirinya akan lepas kendali seperti saat-saat sebelumnya.
"Aku hanya ingin mengunjungimu. Sebagai perwakilan mahasiswa, aku juga memiliki tanggung jawab untuk hal itu. Maka dari itu aku menjengukmu karena kamu sudah cukup lama tidak pergi kuliah." jawab Ren berbohong dengan memanfaatkan posisinya yang memang sebagai perwakilan dari mahasiswa sastra.
"Ada apa? Mengapa kamu membolos kuliah terlalau lama? Apa yang sudah terjadi?" selidik Ren lagi sangat ingin tau.
"Aku ... uhm ... aku ... memutuskan untuk berhenti kuliah saja." jawab Sora begitu lirih.
"Apa? Berhenti kuliah? Kenapa? Apa karena perlakuan mereka?" tanya Ren hampir tak percaya dan sangat syok.
Sora terlihat begitu murung namun dia mulai berusaha untuk tersenyum kembali,
"Bukan karena mereka kok. Aku hanya ingin berhenti saja. Kuliah atau tidak kuliah tak akan memberikan pengaruh apapun untuk kehidupanku. Terima kasih sudah berusaha untuk mengunjungiku. Sebaiknya kamu segera pulang, karena hari sudah akan menjadi gelap." ucap Sora dengan sopan dan berniat untuk menutup pintu rumahnya.
Namun dengan cepat Ren segera menghalangi dan menahan pintu itu dengan kedua tangannya.
"Sora! Tunggu dulu! Bolehkah kita berbincang sebentar? Ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan denganmu ..." ucap Ren dengan asal.
Padahal Ren hanya tidak ingin segera pulang begitu saja. Sedangkan Ren masih ingin melihat, berbincang lebih, dan tentunya ingin mengenal lebih jauh tentang Sora ... si gadis pucat yang pernah diberikan label gadis aneh dan mesum olehnya.
Ditambah lagi perjuangan Ren dalam mencari dan menemukan rumah Sora benar-benar cukup menguras tenaga dan harus membutuhkan tekad yang kuat! Karena tempat tinggal Sora cukup ekstrim dan jauh dari keramaian kota.
"Baiklah ... kamu boleh masuk ..." ucap Sora begitu terpaksa dan tak ada lilihan lain untuk menolak Ren.
Untung saja aku sudah merapikan rumahku tadi pagi. Bau anyir dari darah hewan-hewan itu juga sudah tak terlalu tercium. Namun ... aku masih harus selalu menahan diri dan mengendalikan diriku.
Batin Sora yang sudah mulai memasuki rumah sederhana itu dan diikuti oleh Ren di belakangnya. Pintu utama rumah ini begitu rendah, sehingga membuat Ren yang cukup tinggi harus menunduk saat memasuki rumah Sora.
happy ending atau sad ending ini 🤧