NovelToon NovelToon
Sebatas Istri Bayaran

Sebatas Istri Bayaran

Status: tamat
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:15.4M
Nilai: 4.5
Nama Author: arsyazzahra

Alana Jovanka (25), perempuan yang dikhianati oleh kekasih dan sahabatnya. Pengkhianatan dan hinaan yang ia terima, membuatnya nekat membalaskan dendam dengan cara menikahi pria yang kaya raya. Alana akhirnya sepakat menjalani proses pernikahan kontrak dengan Dave Dirgantara yang sedang mencari istri sementara demi menggagalkan perjodohan yang diatur orang tuanya, dengan sebuah kesepakatan tidak akan ada cinta diantara keduanya.

Sayangnya, semua tak semudah yang Alana kira. Setelah pernikahannya dengan Dave, semakin banyak masalah yang menimpanya, yang berdampak pada hubungannya dengan Dave. Kala orang-orang terdekat Dave mulai mengusiknya, berusaha memisahkan keduanya. Lantas akankah perpisahan menjadi jalan terbaik bagi keduanya? Persaingan bisnis akan menjadi bumbu intrik dalam novel ini.

Simak ceritanya, jangan lupa masukan ke rak biar gak ketinggalan update.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arsyazzahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali Bekerja

"Sudah sehat? Mau balik kerja, Al?" tanya Silvi pada Alana yang nampak sudah rapi dengan pakaian kerjanya.

Alana mengangguk. "Iya dong. Benar kata kamu, aku harus semangat masih ada ibu yang masih membutuhkanku."

Silvi mengacungkan dua jempolnya. "Bagus!"

"Titip ibu ya, Vi. Tadi sih aku lihat masih tidur. Nanti kalau ada apa-apa telpon aku aja," ujar Alana sambil mengeluarkan motor miliknya. Silvi hanya mengiyakannya, lalu melambaikan tangannya ketika motor Alana berlalu meninggalkan pekarangan rumah.

Tiba di kantor Alana langsung disambut hangat oleh teman-teman kerjanya. Ruangan besar yang terdiri dari dua puluh orang di dalamnya. "Alana ya ampun. Kamu sudah sehat beneran?" Fara salah satu teman kerjanya menghampiri dirinya dan menyapa.

"Sudah!"

"Kok bisa sih sampai sakit?" timpal Yuli.

Alana meletakkan tas miliknya di atas kursi. "Bisalah namanya juga manusia masa sehat terus? Kadang kala tubuh juga butuh istirahat," kilah Alana. Ia tak akan menampilkan wajah sedihnya akibat putus dari Edo. Dia harus bersinar, bersemangat. Meski hatinya boleh hancur tapi senyumannya tak boleh luntur. Ia tidak mau Edo dan Tisa menertawakan dirinya. Kemarin ia sudah menghabiskan waktunya untuk menangisi Edo, mengisi waktu kesedihannya dengan memakan banyaknya coklat. Jika ia tak sigap sikat gigi, pastilah bisa timbul sakit gigi.

"Sudah, sudah ayo bekerja nanti keburu Pak Bram datang, kita pada kena omel!" ujar Alana menakuti teman-temannya yang berkerumun di mejanya, dengan menyebut nama managernya. Hal itu berhasil membuat membuat semuanya bubar.

"Yah padahal aku ingin mengobrol banyak denganmu Al," ujar Fara.

"Apa yang ingin kau katakan?" tanya Alana akhirnya ia melihat arloji di tangannya masih ada sisa waktu sebelum Pak Bram datang.

"Tentang reuni? Apa kau punya rencana baru Al?"

Alana menghentikan gerakan tangannya yang bermain di atas keyboard komputernya. Lalu mengepalkan kedua tangannya, mengingat acara itu membuat Alana pusing kala memikirkan pasangan yang harus ia bawa saat di acara itu nanti.

Alana menggigit bibir bawahnya, lalu menghela nafasnya. "Aku tidak punya siapa-siapa untuk di bawa," keluhnya.

Fara terdiam memikirkan ide untuk Alana. Namun, belum sempat ia membuka mulutnya, teriakan Pak Bram sudah memenuhi ruangan itu. Membuat Fara buru-buru kembali ke mejanya dan berpura-pura sibuk.

"Pagi Alana?" sapa Pak Bram tersenyum manis, membuat Fara merasa mual. Lelaki itu terlihat galak, tapi selalu carper pada Alana, tau saja perempuan cantik.

'Dasar tua-tua keladi,' umpat Fara.

"Pagi juga pak?" jawab Alana.

"Kamu sudah sehat?" tanya Pak Bram yang saat ini berdiri di depan meja Alana.

"Sudah, Pak!"

Fara memutar bola matanya jengah, kalau belum sehat untuk apa Alana masuk. Dasar Pak Tua itu memang suka sekali modus.

"Ya sudah saya permisi dulu, Alana." Pak Bram pamit berlalu pergi, seraya memberikan senyum terbaiknya pada Alana.

"Al, kamu gak mual?" tanya Fara kemudian.

Alana mengerjap bingung. "Enggak. Kan aku udah sehat."

"Mendengar ucapannya Pak Tua itu aku jadi mual Al."

"Huss!"

Fara hanya menanggapinya dengan cekikikan kecil. Alana hanya takut dirinya yang kerap menyebut Pak Bram Pak Tua itu kedengaran oleh sang pemilik nama.

****

"Alana, sambil turun ke bawah makan siang. Kamu antarkan berkas ini ya ke Mbak Yayuk bagian humas," perintah Pak Bram sambil menyerahkan berkas yang di bungkus map berwarna biru muda.

"Baik, Pak!"

Alana berlalu bersama Fara, turun menuju lantai dua. Karena ruangan dirinya memang berada di lantai tujuh.

Sampai di lantai dua, Alana langsung menuju ke ruangan mbak Yayuk dan menyerahkan titipan Pak Bram.

"Makasih ya, Al. Ini memang masih perlu saya cek lagi. Kayaknya banyak kesalahan."

"Ya mbak!"

Alana kembali melanjutkan niatnya untuk makan siang bersama Fara. Keduanya turun ke loby, karena Alana berniat untuk makan di restoran depan kantornya.

Bruk!!

"Maaf. Maaf pak saya tidak sengaja," ujar Alana ketika dirinya menabrak tubuh seseorang akibat terlalu bersemangat mengejar Fara yang sudah lari lebih dulu. Alana menunduk mengambil berkas yang di bawa lelaki di depannya.

Orang itu sigap mengambil berkas dalam tangan Alana, lalu berlalu tanpa mengucapkan terimakasih.

"Dia siapa?"

"Alana, bagian marketing."

"Bagaimana kinerjanya?"

"Bagus kok. Dia selalu memenuhi target penjualan."

"Hemm menarik!"

Sampai di restoran depan, Alana yang berniat untuk makan siang mendadak kehilangan seleranya saat melihat kedua pengkhianat tengah makan juga di sana. Dan sialnya keduanya sudah menoleh ke arahnya.

"Hallo Alana. Wah dia sudah sehat, ku kira dia akan terus menangisi kamu sayang?" ujar Tisa seraya mengusap pipi kekasihnya. Sengaja untuk membuat hati Alana panas.

Edo mengambil tangan Tisa lalu mengecupnya tanpa bersuara. Hal itu membuat hati Alana panas namun muak. "Menjadi pengkhianat aja bangga!" sergah Alana.

"Apa kamu bilang?" Seloroh Tisa seraya bangkit dari kursinya. Alana hanya tersenyum mengejek, meski hatinya terasa hancur lebur.

"Dengar ya perempuan seperti kamu itu memang pantas dikhianati. Sudah sok suci, belagu, sok cantik, apalagi ibumu yang gila itu. Halah siapa yang mau dengan perempuan yang memiliki ibu penyakit gangguan jiwa!"

Plak!!

"Kau boleh menghinaku, tapi jika kau menghina ibuku dengan mulut kotormu itu. Bukan hanya tanganku yang hanya mendarat di pipimu seperti saat ini," kecam Alana menatap sengit mantan sahabatnya itu, yang saat ini tengah memegang pipinya.

"Alana?"

"Apa?" Sentak Alana pada Edo. Melihat lelaki itu bertambah geram hatinya, ia dengan cepat mengambil jus alpukat yang berada di depannya, lalu menuangkannya tepat di kepala Edo.

"Alana!!" teriak Edo dan Tisa bebarengan.

Alana hanya tersenyum sinis, kemudian berlalu pergi.

1
Yuningsih Nining
aayeek , seneng nya kamu Zain lamaran mu di Terima silvi....
dan langsung 2 minggu lagi nikah aja.... bagus Zain semoga Lancarr
Yuningsih Nining
lanjooot thor
🤣🤣Ini kerjaan author bs aja buat yng baca ketawa ketiwi dgn 2 sejoli ini ( zain- silvi)
Yuningsih Nining
😄😶senyum² lagiii ini yang baca.... Zain yang hari² terbiasa hadepin klien, Lamarpun to the point kayak Gaet klen ajaa 🤣🤦‍♀️hadeueuhh
Yuningsih Nining
🤣🤣🤣Zain.... knp suka banget sih bikin silvi mau tarik urat leher jg tang baca ini senyum² dgn lagu- kelakuan mu, hadeueuhh
Yuningsih Nining
🤣🤣🤣Zain, Zain zaiiin gak gitu amat juga Zain, mungkin Cukup satu ikat bunga nya yang cantik plus kamu sendiri datang bawa cincin sekalian tuh nyambi bilang * will you Mary me, menikah dgn mu Zain jd istri jg anak² mu sm silvi
mungkin itu kata² yang kayak nya Pass
🤣🤣Lha ini.... bunga satu truk ampiyuuun dach
Yuningsih Nining
silvi ntar ajis Zain pergi ngelamun sebari berdebar dach,
🤣😀udah lama punya rasa km silvi ke Zain, tuh udah lampu hijau aaaja
Yuningsih Nining
🤣🤣
Yuningsih Nining
ayo Dave berjuang , bentar lagi kamu jg ketemu duplikat mu Dave Gala yang nge gemesin dgn kecerdasan nya jg comelnya
Yuningsih Nining
Nelson ini kayaknya orang yang mobil nya di tabrak Alana
Yuningsih Nining
Gizka gizka bukannya kamu dulu jg kampungan seprti Dave bilang
dulunya kampungan eee skrng ngatain Alana kampungan
😀sadar gizka
Thiva ShiRegarr II
bagus , lucu bgt😂 suka sama cerita nya.
Nia Nara
Jadi, kalau nelson lelaki baik2, ada kemungkinan alana ditukar dg proyek kah, dave ?
Nia Nara
Aku jadi alana juga susah untuk tidak jatuh cinta
Rehan Rama
buru Thor mlm pertama 😂
Zaleha Abdullah
knp Sya rasa sedih sekali bila sampai di bab ini air mata jatuh Tampa disedari sekali ya knp
Zaleha Abdullah
baca cerita ini best tapi hati rasa bimbang juga sbb x tau kenapa macam rasa takut pun ada mungkin banyak fikir agak nya juga dlm cerita ini sesekali fikir kesudahan Alana kecewa atau tidak itu yg utama tapi pun Sya tetap suka jln cerita nya
Puji Astuti
aturan gak usah pake nama mobil pajero gitu thor bilang aja salah satu mobil mewah miliknya gitu..
soalnya tetangga saya yg jualan gorengan juga punya pajero 😅
Fisca vis vis
nyesek bngt /Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Heny
Alasan nya mau istirahat gk tau nya bercocok tanam
juwita
mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!