NovelToon NovelToon
Hot DuRen (Duda Keren)

Hot DuRen (Duda Keren)

Status: tamat
Genre:Duda / Tamat
Popularitas:406.1k
Nilai: 5
Nama Author: MAMAK DIBA

Tidak semua yang kita inginkan menjadi kenyataan.
Tidak semua yang kita rencakan berjalan sesuai kemauan.
Pasti ada masanya kita jatuh dan terpuruk.

Dan di saat aku jatuh dan terpuruk itulah selalu ada orang setia berada di sampingku.

Seindah apapun Pelangi akan kalah sama yang namanya Matahari,karena yang indah sesaat akan kalah dengan yang selalu ada setiap saat.


***


"will you be wife and mother to my daughter" tanya Alan yang belutut di depanku.

"tapi kita masih sama-sama terjebak masa lalu Mas, lantas bagaimana kita bisa memulai hubungan baru kalau masalalu kita masih terus menghantui" jawabku menatap matanya sendu.

"kita pasti bisa sama-sama bangkit dari rasa sakit ini Nay" ucapnya. "Trust me" lanjutnya mengiba.

aku berdecak pelan sebelum mengangguk.

"I will try" lirihku.

Alan lekas berdiri dan memeluk tubuhku setelah menyematkan cincin di jari manisku.





Ikuti terus kisah Naya dan Mas Duda ya. ☺

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMAK DIBA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Ketika jarak yang semakin dekat dengan rumah mulutku tak berhenti berdoa semoga saja malam ini tidak ada gangguan.

"Kayak dukun aja kamu mbak, dari tadi komat kamit baca mantra" mama terkikik di belakangku

"Biar setan-setan di sebelah rumah nggak ganggu ma" jawabku asal.

"Kami nih, nggak boleh gitu sama orang tua" mama menepuk pundak'ku pelan.

Sampai di depan rumah aku memarkirlkan motor kesayangan adikku di halaman, aku menengok ke belakang untuk melihat mobil Alan yang mengikuti kami.

"Welcome to my home sweet home princes" aku merentangkan tanganku menyambut Ara yang baru saja turun dari mobil.

"Ini rumah tante Nay?" Tanya Ara

"Bukan, ini rumah mamanya tante Nay" jawabku terkikik "ayo masuk Ara sayang, mari masuk pak" ucaku pada Ara dan papinya.

Baru saja sampai teras suara mak lambe sudah terdengar.

"Oalah oalah oalah ganti lagi, ganti lagi. Mana udah punya buntut lagi, ati-ati nanti  di labrak istrinya baru tau rasa, jadi perempuan kok ya ganjen, kayak nggak ada yang single aja" bu Denok mulai berceloteh.

"Ma tolong bawa Ara sama pak Alan masuk dulu" ucapku melihat ke arah mama.

"Mari masuk Nak Alan,Ara sayang tadi nenek bikin kue, Ara mau coba?" Ajak mama. Begitu mama, pak Alan dan Ara masuk ke dalam , aku menghampiri bi Denok yang memasang wajah angkuh.

"Bibi tadi ngomong apa?coba ulangi dong" Tanyaku pada bi Denok.

"Apa?aku nggak ngmong apa-apa kok, nggak usah ge-er" jawabnya dengan wajah watadosnya.

"Jangan bikin fitnah ya bi, nanti bibi dapet balesannya kalau suka bikin fitnah" jawabku.

"Maless aku ngomong sama kamu, bocah gendeng" ucalnya lalu melenggang masuk ke dalam rumah. Aku menghela nafas kasar dan mengelus dadaku.

Sabar. Batinku

Aku masuk ke dalam rumah, orang yang pertama kali ku lihat adalah pak Alan yang duduk sambil memainkan ponsel. Dia mendongak, mungkin menyadari keberadaanku.

"Maaf jika kedatangan saya dan Ara menjadikan kamu menjadi gunjingan tetangga" ucap Alan menatap mataku. Sejenak mata kami beradu, aku merasa jantungku berdetak lebih cepat.

"Gapapa pak Alan, saya sudah biasa, memang tetangga saya kayak gitu orangnya" jawabku mengalihkan pandangan.

"Jangan panggil saya pak, panggil nama saja Nay" ucapnya.

"Oh iyaaa , Mas. Saya panggil mas Alan saja ya" jawabku "Ara dimana mas?" Jawabku mengalihkan percakapan.

Alan tersenyum tipis "lagi makan kue bikinan tante"

"Oh" aku bingung harus bertanya apalagi.

Kami sama-sama diam, Alan masih sibuk dengan ponselnya, dan akupun juga sibuk dengan ponselku membalas pesan kekasihku yang dalam perjalanan ke Surabaya.

"Eheeem" alan berdehem, dan aku melihat ke arahnya menaikkan kedua alisku seolah bertanya 'ada apa?'.

"Boleh minta tolong panggilkan Ara dan juga tante, saya rasa sudah malam, dan sudah waktunya kami pulang" lanjutnya.

"Boleh mas, sebentar saya panggilkan ddulu" aku berdiri dan berlalu meninggalkannya menuju dapur.

"Ma, itu mas Alan mau pulang, mama ke depan gih" ucapku lalu melihat ke arah Ara "enak kuenya?Ara mau.bawa pulang?" Tanyaku.

"Enak tante, iya tadi nenek udah bungkusin buat di bawa pulang"  ucapnya dengan mulut penuh dengan kue.

"Yaudah yuk ke depan sayang, udah di tunggu papi" ajak'ku menggandenng tanganya ke depan.

Alan berdiri melihatku,mama dan Ara.

"Tante saya permisi mau pulang, maaf merepotkan tante"ucapnya.

"Gapapa nak Alan, jangan kapok main ke rumah tante ya. Ara, kapan-kapan kesini laginya, kita bikin kue yang banyak" ucap mama.

"Asiiikkk, yeeeeeey. Mau nek. Bolehkan papii" ucapnya dengan suara menggemaskan.

"Boleh kalau ridak merepotkan tante Nay sama nenek" jawab Alan. "Kita pulang ya, salim dulu sama tante Nay dan nenek" titahnya.

1
Junita Makakombo
ceritanya bagus
Aprillia
lanjut Thor👍🏼👍🏼💪🥰🥰🥰🥰
Bintang Ray234🌸🌸
Semangat terus ya buat kaka Author🌸🌸
Widia Aja
Tamat?????????
Widia Aja
Naya,
Kamu tuh sebenernya juga cinta sama Alan, tapi kamu keras kepala, keras hati, egois..
Widia Aja
Jangan keras kepala dan egois deh Naya
Widia Aja
Almer anak nya Nah dan Given atau anaknya Desti?
Widia Aja
HUUUUAAAAA......😭😭😭😭😭😭
Widia Aja
Nah looooh.....
Widia Aja
🥺🥺🥺
Widia Aja
Rizwan koma???
Widia Aja
bab berikut akan mengandung bawang nih kayak nya
Widia Aja
Si Bibi ama anak nya yg hamil, tetap di rumah nya aja, jangan di kasih atau ditanggung segalanya...
keliatan bibit pelakor nya, ibu nya juga mendukung selama cowoknya ganteng dan kaya...
hati2 ya Nay..
nanti senjata makan tuan
Widia Aja
yawdah gak apa2
Widia Aja
Udah dikasih gratis jangan minta kamar VIP ya bi...
Widia Aja
Lanjoooooott.....
Widia Aja
bertambah lah rasa pinisirin kuh
Widia Aja
Alan jangan jadikan Nay bodyguard anak nya dong..
Widia Aja
Pertemuan yg "indah"
Widia Aja
Waaahh.....
Jesy ternyata siluman ulat bulu yg kegagalan ama duda kaya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!