Lara Griselda Ellworth gadis cantik berusia 22 tahun yang selalu di perlakukan layaknya seorang putri oleh orang tua dan kedua kakak laki lakinya. Selalu berada di bawah pengawasan sang ayah dan juga kakak kakaknya membuat Lara ingin merasakan hidup bebas.
Ethan Christoper Maverick pria tampan dan juga kejam yang sudah di tinggal pergi oleh sang kekasih sehari sebelum pernikahan mereka berlangsung 3 tahun lalu menyisakan kebencian untuk sang kekasih hingga sekarang. Hingga pertemuan kembali dengan orang di masa lalu nya...
Follow Ig : @rositta.li
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rositta Li, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 - My Princess
Sinar matahari pagi sudah menyinari seisi bumi, tampak semua orang sudah memulai aktivitas mereka masing masing.
Maria melihat Arthur yang baru saja duduk di kursi makan. " Ini kopi anda tuan ".
" Hmm ". Gumam Arthur
" Dimana Lara ? ". Tanya Arthur karna dia belum melihar adiknya pagi ini
" Nona masih di kamarnya tuan ". Balas Maria
" Tidak biasanya dia bangun siang ". Heran Arthur karna menurutnya sang adik akan bangun lebih pagi dari pada dirinya
" Sebenarnya tadi nona sudah bangun, lalu kembali lagi kekamarnya, katanya sakit perut ". Balas Maria
Arthur mengerutkan alisnya saat mendengar adiknya sakit perut. Saat Arthur hendak menyusul sang adik ke kamarnya tapi Lara sudah lebih dulu sampai di meja makan.
" Kau baik baik saja ? ". Arthur melihat sang adik dengan wajah khawatirnya.
" Hmm... Aku baik baik saja, hanya sedikit sakit perut ". Balas Lara sambil tersenyum pada kakaknya.
" Duduklah Maria kita sarapan bersama ". Pinta Lara
" Tidak nona, saya akan sarapan sendiri saja ". Enggan Maria karna merasa tidak enak, apalagi ada tuan muda nya.
" Maria dudukla... Setelah kak Arthur kembali, kita hanya berdua disini. Jadi kau akan sering sarapan denganku ". Ujar Lara
" Ikuti saja kemauannya Maria ". Tegas Arthur
Dengan rasa tidak enak Maria pun memaksakan dirinya untuk makan bersama anak majikannya.
" Kita akan lebih sering seperti ini, jadi kau harus terbiasa ".
" Iya nona ". Balas Maria dengan canggung
Mereka pun memulai sarapan paginya dengan tenang dan sesekali Lara akan bertanya tanya pada sang kakak.
Setelah sarapan mereka pun bergegas menuju tempat yang akan menjadi toko bunga Lara.
" Waw... Ini sangat bagus ". Kagum Lara setelah mereka sampai dan mulai melihat lihat.
" Kau suka ? ". Tanya Arthur
Lara lantas mengangguk dengan semangat saking senangnya.
" Tempat ini tidak terlalu jauh dari rumahmu, tempatnya juga strategis dan dekat dengan pusat kota ". Jelas Arthur
" Setelah kau membuka tempat ini, carilah pegawai lain 2 atau 3 orang... Tidak mungkin kau hanya akan bekerja berdua bersama Maria ". Arthur memberi usul pada sang adik setelah melihat taman luas di belakang toko yang akan di buka Lara
" Aku akan memikirkannya nanti ".
" Kau bisa lihat lihat dulu. Aku akan menemui temanku, jika kalian ingin pulang kau bisa menelpon kakak ". Jelas Arthur
" Kakak akan pulang kapan ke inggris ? ".
" Mungkin nanti malam, setelah urusanku selesai ". Balas Arthur
Setelah mengatakan itu Arthur lantas bergegas menuju mobilnya meninggalkan Lara dengan dunianya.
___________________
Sementara itu di tempat lain Ethan sedang fokus pada kertas kertas yang ada di atas mejanya.
" Tumben kau datang pagi ". Tanya Billy yang baru saja memasuki ruangan atasannya
" Aku malas di rumah, grandma selalu saja berbicara tentang perjodohan ". Keluh Ethan
" Bagaimana dengan lahan yang kuinginkan ? ". Ujar Ethan sambil mengambil berkas yang di berikan oleh asistennya.
" Kau tenang saja, semuanya sudah beres... Mereka dengan cepat menyetujuinya karna harga yang kau berikan ". Jelas Billy
" Hmm.. Kupikir akan sulit berurusan dengan orang orang itu ".
" Itu mudah, jika harganya cocok ". Balas Billy
" Jika tidak ada lagi aku akan keluar ". Ujar Billy
" Hmm ". Gumam Ethan sebagai jawaban
Setelah kepergian Billy Ethan pun melanjutkan lagi pekerjaannya.
KRING... RINGG..
" Ada apa ? ". Ujar Ethan setelah menganggkat panggilan telponnya .
" Aku di perusahaanmu, kemarilah ". Terdengar suara pria di sebrang telpon
" Dimana ? ".
" Cafetaria ". Balas nya datar dan langsung menghakhiri panggilannya
" Menyusahkan ". Gerutu Ethan lantas segera menemui orang yang baru saja menelponnya.
Setelah sampai di cafetaria perusahaan Ethan melihat seorang pria bertubuh tegap yang duduk membelakangi.
" Kenapa tidak langsung keruanganku saja ". Kesal Ethan
" Aku malas ". Balas pria itu
" Kapan kau kemari ? ". Tanya Ethan datar
" Kemarin ".
" Ada urusan apa ? ". Tanya Ethan langsung pada intinya
Pria itu lantas mengeluarkan sesuatu dari balik jas nya.
" Aku ingin kau mencari wanita ini ". Sambil memperlihatkan foti seorang wanita cantik
" Siapa ? ". Tanya Ethan heran
" Istriku ". Balas nya datar
" Kapan kau menikah ? ".
" Ceritanya panjang... Tidak perlu kuceritakan juga nanti kau akan tau sendiri ". Balas pria itu.
" Namanya Freya, dia pergi 5 bulan yang lalu... Aku sudah mencarinya tapi belum menemukannya ". Jelas pria itu dengan sendirinya.
" Hmm, aku akan menyuruh Bobby untuk mencarinya ". Balas Ethan
Setelah mengatakan itu mereka masih saja mengobrol.
" Aku harus pergi ". Ujar pria itu
" Hmm ". Balas Ethan
Ethan pun kembali ke ruangannya setelah temannya itu pergi.
Ethan langsung mengirim pesan yang berisi foto dan juga nama wanita yang di cari oleh temannya pada Bobby, tangan kanannya.
____________________
Tiga minggu kemudian...
Lara sudah membuka toko bunganya sejak dua minggu yang lalu.
" Maria, sepertinya kita memang harus mencari pegawai lagi ". Ujar Lara.
Melihat toko bunga nya yang cukup ramai padahal mereka baru membukanya dua minggu yang lalu, belum lagi mereka harus memetik bunga bunga baru yang diinginkan pembeli.
" Anda benar nona ". Balas Maria
" Haruskan kita menempel pengumuman di depan toko ". Usul Maria
" Ide bagus Maria ". Ujar Lara
Saat mereka sedang berdiskusi tentag penrimaan pegawai baru tiba tiba lonceng pintu berbunyi tanda ada orang yang masuk atau keluar.
" Maria, kau ambil lah bunga yang sudah aku petik... Aku akan berjaga disini ". Ujar Lara
" Baik nona ". Balas Maria dan berjalan menuju area belakang toko.
" Ada yang bisa saya bantu ". Ujar Lara dengan ramah dan jangan lupakan senyum cerah yang menghiasi wajahnya
" Ahh__ Kau gadis yang di bandara itukan ? ". Ujar seorang wanita tua yang masih terlihat cantik setelah melihat siapa yang melayaninya
Lara melihat wanita tua itu dengan bingung.
" Aku yang di bandara kau tolong ". Ujar nenek itu
" Aaaa ___". Seru Lara setelah mengingat nenek itu
" Maaf saya tidak mengenali anda nyonya ". Ujar Lara merasa tidak enak
" Tidak apa apa... Kau bekerja disini ? ".
" Iya..".
" Anda apa kabar nyonya ". Ujar Lara
" Aku baik ".
" Dan jangan panggil aku nyonya, panggil saja grandma Layla seperti cucuku memanggilku ". Ujar nenek itu
" Tidak nyonya ". Tolak Lara canggung karna bagaimana pun beliau adalah pelanggan disini
" Bunga apa yang anda cari nyonya ? ". Ujar Lara dengan tersenyum ramah
" Mawar putih ". Balas nenek Layla
" Anda ingin yang sudah ada atau yang baru di petik ? ". Tanya Lara
" Yang baru di petik, apakah ada ? ".
" Ada, kebetulan kami baru saja memetiknya ". Ujar Lara
" Kalau begitu anda bisa menunggu sebentar disana, saya akan mengambilkan bunga anda ". Tunjuk Lara pada kursi yang berada di dalam toko
" Maria apakah bunga mawar putih ada yang sudah beres ". Tanya Lara
" Sudah nona... Ini, baru saja ". Balas Maria
" Terima Kasih ".
" Nyonya ini bunga anda ". Lara menyerahkan bunga itu pada nenek Layla
" Sangat cantik dan segar ". Ucap nenek Layla setelah menghirup aroma bunga itu.
" Apa kau bisa mengantar bunga kerumau cucuku ? ". Tanya Nenek Layla
" Sepertinya belum bisa nyonya, karna kami masih kekurangan orang ".
" Ahh... Sayang sekali, kalau begitu nanti aku akan menyuruh cucuku untuk megambil bunga disini ". Ujar nenek Layla
" Terima kasih nyonya ".
Setelah melakukan proses pembayaran nenek Layla pun lantas pergi meninggalkan toko bunga milik Lara.