NovelToon NovelToon
The Secret Of The Blood Moon

The Secret Of The Blood Moon

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Fantasi / Romansa Fantasi / Action
Popularitas:158.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ananda Dina oktafia

Yang dia inginkan hanyalah kehidupan normal sama seperti yang lainnya, sesekali ia berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan keinginan sederhananya namun masih juga di abaikan.

Sejenak ia berhenti bertanya pada mereka yang memburunya, ia selama ini lari dari tanggung jawab namun saat ia lelah ia berhenti berlari, berbalik kemudian menyambut mereka.

"Saya lelah jadi akhiri saja di sini"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Dina oktafia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hanya Saja

Saat tengah mengawasi Teo tiba-tiba saja ada seseorang yang membengkap mulut Nana dari belakang serta membawanya ke sebuah tempat dengan tergesa-gesa, "Apa yang kau lakukan di sini anak kecil, ini berbahaya" bisik seorang laki-laki berusia sekitar dua puluh empat tahun melotot ke arah Nana yang kini menatapnya datar, "Kenapa menatapku! apa kau sama sekali tidak mengerti situasi di sini!" pekiknya lagi sembari was-was takutnya ada yang datang serta memergoki ada anak kecil yang tersesat di sini.

"..." menepuk tangan laki-laki tersebut sembari mengisyaratkan padanya untuk segera melepaskan bengkapan nya itu, "Tuan anda salah" kata Nana sesaat setelah di lepas.

"Kau anak kecil kenapa-" menghentikan kata-katanya saat Nana dengan sigap langsung mengarahkan pisau di tangannya tadi ke arah laki-laki tersebut yang kini langsung diam seketika, "Dengar baik-baik, aku mencari kesempatan untuk membalaskan dendam, dia adalah orang yang sama yang sudah membunuh keluargaku, jadi kalau kau mau tetap hidup maka pergilah dari sini" ujar Nana dengan yakinnya, namun ia malah mendapatkan tatapan iba dari sosok yang saat ini ada di hadapannya itu.

"Kau, kasihan sekali" memeluk Nana dengan cepat, namun rupanya itu hanyalah pengecoh semata, "Apa kau kira bisa dengan mudah mendekatkan saat penjaganya sudah ada di depan mata hah?" gumamnya yang tanpa sadar sudah mengambil pisau milik Nana tadi, "Jadi kau juga" mulai mengepalkan tangan.

Sebut saja namanya Gito seorang kaki tangan dari sosok Teo yang kini mulai tak sadarkan diri akibat pengaruh minuman beralkohol, ia memutar-mutar pisau milik Nana dengan santainya yang mana membuat Nana mengernyitkan dahi "Katakan satu hal, anak seusiamu kenapa begitu yakin bisa melenyapkannya? apa kau kira hanya dengan menendangnya kau bisa langsung membunuhnya? hahaha" tertawa cekikikan.

"Ayolah, anak seusiamu seharusnya duduk di rumah sambil bermain, jangan lagi berhalusinasi okeh" mengusap dahi Nana dengan gemas, mendapatkan perlakuan yang begitu merendahkan nya tanpa sadar ia berhasil membangunkan kepribadiannya yang satu lagi, "Oh yah?" mengarahkan tangannya tepat ke kerah baju laki-laki di hadapannya, "Apa kau pikir aku akan kembali ke pemakaman mereka dan duduk di sana sembari bermain hah?" memperkuat cengkeramannya.

Untuk sesaat hasrat membunuhnya mulai bangkit, "Ukh" memekik kesakitan tatkala cekikan di lehernya kian lama kian mengerat, "L-lepaskan" pekiknya mencoba melepaskan tangan Nana namun tidak bisa, "Orang seperti kalianlah yang sudah mengotori wilayah ini, jadi lebih baik di hilangkan saja" gumam Nana membelalakkan mata layaknya seorang psikopat yang hendak melancarkan aksinya, namun ia gagal, "Jangan lakukan itu" gumam Nana tiba-tiba melepaskan tangannya.

Perlahan tapi pasti kesadarannya mulai kembali, "Kau bukan orang yang ingin ku lenyap kan, jadi pergilah" gumam Nana mengambil pisau di tangannya yang langsung membuatnya gemetar hebat, "M-monster" pekiknya yang langsung berlari tunggang langgang layaknya di kejar hantu.

Sementara Nana yang melihatnya lari terbirit-birit itu hanya menatapnya datar, "Jadi kenapa kau melakukan itu?" tanya Nana pada dirinya sendiri, "Bukankah ini menyenangkan, bisa membuat orang lain gemetaran saat melihat kita?" balasnya sendiri, setelah berbincang-bincang sekilas dengan dirinya yang satu lagi ia pun menyadari kalau- "Sepertinya aku sudah gila" ia mengira kalau dirinya sudah kehilangan akal karena berbicara dengan dirinya sendiri, meski demikian bukan berarti ia akan kehilangan hasrat untuk membalas dendam.

"Lupakan aku gila atau apa, tapi yang jelas dia ada di depan mata" gumam Nana kembali fokus pada tujuannya yang semula, kini kosa kata yang ia gunakan benar-benar berbeda dari dirinya yang sebelumnya, ia cenderung lebih ke sadis ketimbang dewasa, kepribadian ganda yang ia miliki pun kian lama menjadi brutal seakan-akan menyuruhnya untuk bisa melampiaskan semua rasa sesak di hatinya dengan melenyapkan siapa saja yang berada di hadapannya, meski demikian perlu di ketahui kalau sampai saat ini ia masih belum melenyapkan siapa-siapa jadi ia berpikir kalau dirinya masih bisa menjadi dirinya seperti dulu.

"Masih ada harapan" gumamnya tersenyum tipis sesaat sebelum mengubah raut wajahnya sama seperti sebelumnya.

1
rista angel
sangat ironis
rista angel
kok bisa ya
rista angel
bkenapa jadi pada bingung
rista angel
rasa benci memang bisa menguasai siapapun. tak terkecuali
rista angel
menghilang tanpa jejak. apa jangan jangan diculik kunduruwo?
rista angel
bagaimana cara nana berhasil masuk
rista angel
akan kah ia mampu?
Kinara (Hiatus)
Semangat.... 😁
mahesa
udah bom vote kak 66
mahadheva
mampir vote
sangga
boom vote
Chaca Lee💗
kalimatnya rancu
vina
boom like untuk author semangat terus yah ngetiknya. ditunggu feedback-nya di ELANG untuk ALAN 🙏
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
semangat terus Kak Dina 😍😍😍😍😍😉😉😉
🕷yeni²🕸
mampiirr
🕷yeni²🕸
mampir
🕷yeni²🕸
oks
🕷yeni⁴🕸
lagi
🕷yeni⁴🕸
ok
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ☘𝓡𝓳༄⃞⃟⚡
semangat selalu ya kak Dina
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!