Berkisah mengenai seorang pria miskin, berparas buruk rupa bernama Johan Gabriel Hutomo dengan penampilannya yang tak kekinian membuatnya selalu tak dianggap oleh Sherly, gadis cantik yang dia sukai selama ini ternyata kekasih sahabatnya yang bernama Rey.
Suatu ketika Johan mengetahui kenyataan bahwa Rey ternyata berselingkuh dari Sherly.
Johan pun segera memberitahu Sherly tentang perselingkuhan kekasihnya, namun Johan tak dipercaya Sherly.
Johan pun sangat terluka akan penolakan yang terus dilakukan oleh Sherly, sehingga dia meminta bantuan kepada temannya untuk mendapatkan pekerjaan baru dan keluar dari cafe bucin,namun siapa sangka pertemuan tak terduga dengan Kakek Gilbert mengubah hidupnya.
ikuti kisah perjalanan cinta Johan mendapatkan hati Sherly!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fanie Liem, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7. Ungkapan Hati Johan
Johan merasa binggung menerima tawarin dari temannya untuk Job di luar kota, sementara ada hati yang harus dia jaga di Jakarta
"Hei, sherly" seru Johan
"Ada apa?" tanya sherly
"Boleh tidak pulang dari bekerja di cafe ini, kita bisa bicara empat mata." Ucap Johan
"Memang ada hal penting apa yang lu mau bicarakan sama gue?"tanya sherly
"ini mengenai hal yang penting yang harus kamu ketahui." Ucap Johan
"Menangnya nggak bisa sekarang ajah lu bilang ke gue?" tanya sherly yang merasa penasaran
"Nggak bisa, ini kan masih jam kerja." Ucap Johan
"Baiklah, gue kasih waktu lu 5 menit saja setelah pulang kerja."Ucap sherly
"kok 5 menit sih? yang mau aku omongin tuh panjang lebar dan sangat penting, jadi aku tunggu kamu di depan cafe ini." Ucap Johan
"Awas ajah, kalau ucapan sampahmu itu tidak penting gue akan langsung hajar lo, karena mengganggu waktu gue." Ucap sherly
"Yah, gue tahu kalau gue itu hanya sampah dan pengganggu di hidup lu, tapi sampah kayak gue ini akan berguna buat bilang sesuatu yang akan berguna buat kamu kedepannya." Ucap Johan
"Gue nggak mau debat, guekerja dulu," ucap sherly yang kesal dengan ucapan Johan
pukul 07.00 pm
cafe bucin pun tutup, karyawan lain sudah pulang terlebih dahulu tapi kedua insan ini sedang bertatap muka untuk membicarakan hal yang tadi pagi sempat tertunda karena sebuah pekerjaan.
"Jo, cepetan ngomong jangan diem kayak patung gini." Desak sherly
"Bagaimana kalau kita cari tempat makan dulu, gue sangat laper nih." Ucap Johan
"ih, lu tuh memang bener-benar menyebalkan selalu saja banyak alasan." Ucap Sherly
"Beneran ih, gue laper dari siang tadi gue nggak sempet buat makan siang." Ucap Johan
"Akh! yasudah kita ke restoran sebelah sana saja." Ucap sherly
Restoran Banyuwangi
"Cepetan, apa yang mau di omongin."Ucap Sherly
"Gue mau pesen makan dulu, lu mau makan apa?" tanya Johan
"Gue banting piring juga ya ke muka lu, kesel gue." Ucap sherly
"sabar dong sherly, kenapa sih lu segitu bencinya ma gue?" tanya Johan
"Abisnya lu tuh selalu rese dan olo-olo." Ucap sherly
"Sudahlah, aku nggak mau debat hanya ingin makan terlebih dahulu untuk menjinakkan cacing kepanasan yang ada di perutku," Ucap Johan yang memanggil pelayan untuk memesan makanan
Setelah menyantap nasi ayam dengan segelas jusnya, akhirnya Johan mengungkapkan isi hatinya pada Sherly
"Sherly, kalau aku berkata jujur sama kamu, apa kamu akan semakin benci sama aku?" tanya Johan
"Tergantung" ucap sherly
"Kok gitu?" tanya Johan
"Sudahlah, cepetan lo ngomong sama gue ada hal penting apa yang harus empat mata bicara sama gue?" tanya sherly
"A-aku mau bilang kalah aku selama ini diam-diam mencintai kamu." Ungkap Johan
"Jangan becanda, nggak lucu." Ucap Sherly
"Beneran ini, aku nggak lagi becanda." Ucap Johan
"Gue ini sudah milik reynaldi temen lo sendiri!" Ucap sherly
"Yah, aku tau kamu sudah milik orang lain, tapi aku hanya mengungkapkan isi hati supaya kamu jangan bersama Rey, dia bukan pendamping masa depan yang baik buat kamu." Ucap Johan
"Jangan coba-coba lu jelek kan pacar gue, dari dulu sampe sekarang orang yang gue cinta hanya rey bukan lu. Omongan lu yang ini benar-benar sampah." Ucap sherly
"Kamu akan menyesal suatu hari nanti karena kamu mencintai orang yang salah," ucap Johan dengan hati yang tersayat
Bersambung...
...Jangan lupa untuk memberikan dukungannya berupa Like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku sebagai favorite agar tidak ketinggalan kisahnya...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur...
Penulisan huruf kapital, tanda baca, masih banyak yang perlu diperbaiki, begitu pula masih ada penempatan huruf yang salah pada beberapa kata,contoh nya kata "kemari" dalam percakapan Johan dan kakek ditulis "kemarin".
Lebih teliti ya dalam proses editing nya, overall cukup bagus, terus tingkatkan perbaikan nya dan terus semangat ya untuk berkarya.
sampai season ketiga mantap kak
mngkn harus ada revisi dikit
ayo semangat kak