Tisha adalah seorang gadis yang tinggal bersama bininya. Iya dibohongi oleh bibinya sendiri. Dan hampir terjadi pernikahan sedarah. Selain itu bibi Tisha seorang yang mata duitan. Iya tega menghancurkan hidup keponakannya sendiri. Bahkan iya rela mengorbankan Tisha hanya demi uang. Dan seseorang yang tega merenggut kehormatannya. Bahkan Pria itu dan Ibunya tega membunuh Tisha. Hingga pada akhirnya Tisha bisa membuka semua kejahatan pria dan wanita itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
keluar dari rumah
POV ( Tisha )
Akhirnya Aku pun keluar dari rumah. Aku bereskan baju baju aku dan aku masukkan kedalam koper. Aku lebih memilih pergi dari rumah ini dari pada harus menerima perjodohan ini.
" Cepat pergi! " Tukas Bibi sambil sendiri dekap.
Tanpa sepatah katapun Aku langsung pergi meninggalkan rumah ini. Entah kemana aku harus pergi masih belum tahu.
Lelah juga ternyata berjalan cukup jauh,, sambil bawa koper seperti ini. Lebih baik aku duduk disitu aja dulu. Sambil melihat kursi pinggir jalan dekat taman. Aku duduk sambil melepaskan penat sejenak. Sambil memikirkan untuk mencari tempat kost sementara waktu.
" Lho Tisha..?? " Tiba-tiba seorang perempuan menyapaku. Yang tak lain adalah teman lamaku Rika.
" Akhirnya kita ketemu lagi ya Sha,, " Sapanya padaku.
" Iya rik,, akhirnya Kita bertemu lagi,," Jawabku singkat.
" Eh,, by the way.. kamu kok bawa koper segala.. memangnya mau kemana? Mau pindahan atau bagaimana sha? "
Tanya nya sambil melihat koper yang aku bawa.
" Mau cari tempat kost Rik,, " Jawabku singkat.
" Mau cari tempat kos? Bukannya rumahmu sudah besar ya Sha? apa masih kurang? " Tanya nya padaku
Sebenarnya aku males mau cerita ke orang lain tentang masalahku. Tapi,,ya sudahlah mau gimana lagi,, terpaksa berbohong. Aku tidak mau cerita tentang sebenarnya kalau aku diusir dari rumah.
" enggak kok,,bukan kurang. Tapi,, Aku hanya ingin cari pengalaman sendiri.. Aku mau cari sesuatu yang berbeda aja.. " Jawabku berbohong
" masak si Sha? Aku tidak percaya kalau itu yang sebenarnya.. " Tanya nya lagi padaku.
Dia tidak percaya apa yang aku katakan.
" Tisha..?? aku memang lama tidak bertemu kamu setelah kita lulus SMA dulu. Ketemunya baru kemaren di supermarket dan sekarang ini. Tapi,, Aku masih ingat bagaimana kamu. Aku tau kapan kamu berbohong atau enggak,, tapi kali ini kamu sedang berbohong kan? " Kata Rika dengan panjang lebar.
Tapi Aku hanya diam tidak menjawab.
" Sha,, mending kamu ceritakan deh apa yang sebenarnya terjadi. Ya.. siapa tahu aku bisa bantu kamu.. " Katanya lagi menawarkan ku.
" Benar Rik.. tidak apa apa kok.. Aku cuma ingin hidup mandiri saja. Lagian kan,, selama ini Aku tinggal sama bibi,, jadinya sama aja kan aku numpang,, tapi kali ini aku coba pengen hidup mandiri aja gitu.. " Jawabku berbohong lagi.
" ya udah Sha,, kalau tidak mau cerita yang sebenarnya tidak apa apa.. " Kata Rika.
" Oh iya Sha.. dari pada kamu bingung cari tempat kos.. gimana kalau kamu tinggal di rumah kakak aku? " Kata Rika lagi menawarkan tempat.
" Rumah Kakak Kamu,,? " Tanya ku heran.
" Iya,, kakak Aku kan lagi ada di luar negri nih.. dan baliknya masih lama kok.. masih tahun depan... daripada tidak ditempati kan sayang,, " Kata Rika.
" Bagimana kamu mau ga?.. ya untuk sementara.. yang penting kamu punya tempat tinggal dulu.. " Tawarannya lagi
" Gimana ya Rik,, Kakak kamu cewek atau cowok? " Jawabku tidak enak..
" Kakak Aku cowok,, dan dia, masih singgel kok. Oh iya,, kamu jangan ngerasa tidak enak gitu dong.. lagian ni.. kakak Aku,, nyuruh Aku untuk mencarikan orang yang bisa bersihkan rumahnya.. secara kan rumahnya lumayan lama tidak ditempati.. ya daripada bayar orang,, kan lebih baik aku tawarin ke kamu.." Kata Rika sambil menjelaskan panjang lebar.
" Mungkin ini yang terbaik kali ya.. ya lumayan lah.. " Gumam ku.
Tanpa berpikir panjang lagi Aku pun menerima tawaran Rika.
" Ok deh kalau gitu.. aku Terima tawaran kamu Rik,, " Jawabku menerima tawaran Rika.
" Nah ! Gitu dong,, ini gunanya teman Sha,, selamanya kita tetap teman.. selalu ada dalam keadaan senang maupun susah,, " Katanya lagi sambil menepuk pundak ku.
Memang.. temanku hanyalah Rika satu ini. Secara aku orangnya pendiam, tidak banyak bicara.. dan tidak suka bergaul ya terbilang KUPER lah.. Hanya Rika ini yang mau berteman denganku.
" Sha.. percuma kita memiliki banyak teman.. tapi kalau mereka tidak mau membantu saat kita susah.. percuma banyak teman kalau saat kita senang aja mereka ada... Teman sejati itu saling menolong, saling melengkapi.. dan selalu ada saat kita susah.. "
Katanya sambil menceramahi ku.
Semua perkataannya memang benar.
Dan akhirnya.. kita pun pergi ke rumah kakaknya.
Suara seorang wanita yang tiba-tiba memanggilku. "Ada apa, Bi?" jawabku.
Ya wanita yang ku panggil Bibi itu adalah Bibi ku.
bla bla bla bla