Kisah ini nyata juga dari seorang tetangga, sudah seperti saudara. Kehidupan dia sangat berliku.
"Kak, Hiks... Hiks... Hiks... Aku hamil." Kata Della menangis.
"APA!!!! Itu ngga mungkin, gugur kan anak itu, aku ngga mau. Siapa tau itu bukan anak ku, gugur kan anak itu." Indra terkejut.
"Apa? Gugur kan? Ngga anak ini ngga bersalah. Ini anak kakak, cuma sama kakak aku melakukan itu. Ngga ada yang lain. Aku berani sumpah" Della memegang tangan Indra.
"Pokoknya aku ngga mau tau kamu harus lenyapkan anak itu. Dasar wanita bodoh." Indra bangun dari duduknya, lalu mendorong tubuh Della hingga jatuh ke tanah.
"Aku tidak akan bertanggung jawab, kamu cuma pelampiasan hasrat ku saja. Dasar wanita murahan, pergi dari sini. Aku muak melihat mu." Perkataan Indra sangat menyusuk di hati Della.
Bagaimana kelanjutannya... kita simak yuk...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Trianti Fersa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
07
Randy dan Mellani membawa pulang Della, sepanjang jalan Mellani tidak henti-hentinya memandangi Della, seorang anak yang baru mereka temukan.
"Sungguh malangnya kamu, Nak. Di buang oleh orangtua mu, Mama janji akan merawat mu dengan penuh kasih sayang dan melindungi mu, Nak. Hari ini mama sangat bahagia, kamu berada di hidup Mama dan Papa." Mellani mengelus pelan kepala Della yang sedang tertidur bag.
Flashback Off
Della dan Indra tiba dimana Santi mengadakan pesta ulangtahun.
"Wah! Kak Indra yang ganteng, thank's ya udah datang. Kalian pasangan serasi dech, gue jadi iri nih."
"Bisa aja loe, San. Nih Kado khusus buat loe dari seorang sahabat yang sangat menyayangi loe." Kak Indra memberikan Santi Paper Bag.
"Wah! terimakasih, loe seharusnya ngga usah repot-repot membawa kado segala. Cukup kehadiran loe aja, gue udah senang banget."
"Gue ngga enaklah, masa datang acara ulang tahun sahabat gue. Gue ngga bawa apa-apa."
"Lebay loe, udah sana kalian nikmati makanan dan minuman. Gue mau menyambut tamu yang lain." Santi mendorong pelan Ku dan Kak Indra.
"Iya, Bawel nih." Aku menggeleng kepala.
"Kamu cari tempat duduk aja, Yank. Aku yang ambil makanan dan minumannya." Kata Kak Indra.
"Iya, Yank." Kata ku, lalu mencari tempat duduk.
"Ini saatnya, gue menjalankan rencana." Kata Indra dalam hati.
Indra mengambil minum berwarna merah, lalu ia campurkan bubuk.
"Selamat menikmati, sayang." Kata Indra dalam hati, ia terlihat senang.
"Yank, nih di minum dulu. Aku mau ambil makanan dulu ya." Kak Indra mengelus rambut ku.
"Terimakasih kak... Iya, kak." Aku merasa senang di layani seperti seorang putri. Lalu Indra mengambil makanan dan minuman, tidak lupa ia campur minum dengan serbuk perangsang. Kemudian Indra berjalan dan menghampiri Della.
"Del, ini minum dulu dan ini makanan. Aku ngga tau kamu suka makanan apa, jadi aku bawa yang simple aja dan ngga ngantri." Kata Kak Indra menyondorkan segelas air minum berwarna merah dan sepiring kue.
"Terimakasih, Kak. Ini juga ngga apa-apa." Aku mengambil minum lalu menegukkan, kemudian aku mengambil sepiring kue.
Tiba-tiba kepala ku terasa pusing, aku melihat Kak Indra buram.
"Kenapa mata ku buram dan kepala aku pusing." Kata ku dalam hati.
"Yank, kamu kenapa?." Kak Indra khawatir.
"Mata ku buram dan kepala ku tiba-tiba pusing, Yank." Kata ku lirih.
"Kamu mau aku antar kerumah atau gimana?."
"Aku kan nginap di rumah Santi, ngga mungkin aku langsung kerumah Santi. Aku ngga enak, Yank."
"Apakah kamu mau ke apartemen ku dulu, nanti kalau acaranya udah selesai langsung kerumah Santi. Soalnya letak Apartemen ku ngga jauh dari sini. Tapi terserah kamu mau apa ngga?."
"Ya udah, aku udah pusing banget dan badan ku juga merasa panas. Ngga tau tiba-tiba begini."
"Yes, akhirnya aku bisa menikmati tubuh indah mu sayang." Kata Indra dalam hati, ia tersenyum licik.
"Ya udah, tapi kita lewat pintu belakang aja. Biar nanti orang-orang tidak melihat mu aneh, Santi nanti kita hubungi aja."
"Iya, Yank."
Kak Indra memapah ku, agar aku bisa berjalan biasa.
Aku tidak sama sekali curiga kepada Kak Indra, yang penting saat ini. Aku ingin merebahkan badan ku.
Panas tubuh ku semakin panas, aku semakin bingung. Padahal Ac mobil nyala.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa Like, Vote dan Komentarnya ya...
See you... 😘😘😘😘
lanjut.. makin seru