NovelToon NovelToon
"CINTAI AKU" Kekasihku Bukan Pria Normal

"CINTAI AKU" Kekasihku Bukan Pria Normal

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:110.5k
Nilai: 5
Nama Author: Lusica Jung 2

Vivian tidak pernah menyangka jika hatinya akan terpaut pada sahabatnya sendiri. Vivian jatuh cinta pada Leon sejak 10 tahun yang lalu. Tapi tak mudah bagi Vivian memenangkan hati Leon. Sudah ada orang lain dihatinya.

Jika saja yang Leon cintai sama seperti dirinya. Mungkin akan lebih muda bagi Vivian untuk memenangkan hatinya. Tapi sayangnya Leon mencintai kakak kandungnya sendiri.

Mampukah Vivian bertahan dalam sebuah hubungan yang dipenuhi luka dan air mata, ataukah Vivian akan menyerah karena tidak sanggup? Hanya Waktu Yang bisa menjawabnya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jeritan Hati

Di tengah perjalanannya. Leon di hadang oleh beberapa pria yang mengendarai motor besar dan beberapa di antaranya adalah 5 pria yang kemarin di buat babak belur olehnya.

Leon yang hanya seorang diri tidak merasa takut ataupun gentar meskipun yang di hadapi lebih dari 10 orang.

"Ada apa kau mencariku dan membuat keributan di markasku? Apa kau sudah tidak menyayangi nyawamu sendiri, Leon Arcelo?" tanya orang itu pada Leon.

"Tentu saja karena aku memiliki urusan denganmu. Apa maksudmu merampok toko berlian milik keluargaku? Kembalikan berlian-berlian itu jika kau tidak ingin ku habisi di sini." Gertak Leon memberi peringatan.

"Oh jadi itu masalahnya? Bukankah keluargamu sangat kaya raya, sedikit berlian saja tidaklah masalah dan tidak akan membuatmu bangkrut."

"Lagi pula berlian-berlian itu sudah tidak ada, aku sudah menjualnya dan hasilnya sudah ku gunakan untuk berfoya-foya." Tutur laki-laki itu dengan seringai penuh kemenangan.

"Jadi kau benar-benar sudah bosan hidup?" Geram Leon yang sudah turun dari motor besarnya. 10 orang saja tentu bukan masalah bagi Leon yang sudah memegang sabuk hitam.

Laki-laki itu memberi kode pada anak buahnya untuk menyerang Leon bersama-sama, sampai sebuah suara menghentikan aksi mereka.

"Ada apa ini??" seorang pria datang dengan gerombolannya dan berdiri di antara Leon.

Melihat kubunya terdesak, laki-laki itu pun segera memberi kode pada anak buahnya untuk mundur. "Ingat, urusan kita belum selesai." katanya memperingatkan, Leon menyeringai meremehkan.

"Cih, dasar pengecut,"

"Leon, kau tidak apa-apa?" tanya orang itu memastikan, Leon mengangguk dan meyakinkan jika dirinya baik-baik saja.

"Jika mereka berani macam-macam lagi padamu, cari kami. Kapan pun dan di mana pun kau membutuhkan bantuan, aku dan anak buahku selalu siap untuk membantumu." Kata laki-lak itu sambil menepuk pelan bahu Leon dan berlalu begitu saja.

Mereka adalah kelompok gangster yang pernah diselamatkan oleh Leon dan teman-temannya saat mereka hampir mati di tangan para Mafia. Mereka berhutang nyawa pada Leon dan teman-temannya, dan sejak hari itu mereka begitu baik pada geng Leon.

Leon segera tancap gas. Dan dalam hitungan detik motor besar itu melaju kencang membela jalanan kota yang ramai dan padat dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.

.

.

.

"Vi, ngomong-ngomong siapa pemuda serampangan yang mengantarkanmu pagi ini? Apa dia kekasihmu?" Vania datang dan langsung menghujani Vivian dengan berbagai pertanyaan.

"A-Apa yang kau katakan? Memangnya harus ya, setiap pria yang dekat denganku dikategorikan pacar. Jangan ngacoh deh." Bantah Vivian sambil memutar matanya jengah.

Vania memicingkan matanya dan menatap sahabatnya itu penuh selidik. "Lalu apa yang kalian lakukan tadi pagi?" tanyanya penuh selidik. Kini seringai mengoda muncul di wajah gadis bersurai blode itu.

Vivian menaikkan alisnya tidak mengerti."Maksudmu?"

Alih-alih menjawab. Vania malah memajukan wajahnya sambil menatap Vivian dengan intens, alisnya naik turun.

"Yang tadi pagi itu, aku juga melihatnya loh. Masih ingin mengelak?" ucap Vania tanpa menghilangkan seringai dari bibirnya, ia masih membutuhkan penjelasan.

"Ahh.. i..t..u ya?" Vivian pun mulai gelagapan, matanya bergerak dengan liar. Wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus. "Baiklah aku mengaku, dia adalah kekasihku." Akhirnya Vivian pun menyerah.

"Huaaa ... ternyata kau memiliki selera yang sangat bagus, Nona Astoria. Kau sangat beruntung, meskipun penampilannya mengerikan tapi dia sangat tampan dan juga cantik. Ahhh... aku jadi iri padamu. Kau sungguh-sungguh beruntung" ujar Vania.

Vivian tersenyum miris mendengar penuturan sahabat blonde-nya itu. Hatinya terasa nyeri, seandainya saja Vania tau jika hubungannya dan Leon tidaklah sesederhana itu.

"Ya, aku rasa. Tapi Van, maksudmu beruntung?"

Vania memutar matanya jengah.

"Ya beruntung. Dengan begitu kau bisa menghemat uang bulananmu, kau tidak perlu mengeluarkan uang untuk ongkos pulang pergi kampus dan selain itu kau bisa minta ini dan itu pada-"

"Aku tidak matrealistis bodoh!!" Kata Vivian menegaskan.

"Huft, oke aku menyerah. Tapi kau sangat beruntung, Vi, karena bisa di taksir oleh pemuda-pemuda tampan. Andaikan salah satu dari mereka menyukaiku juga, ahhh pasti bahagianya diriku."

"Aku heran padamu, kenapa kau harus menolak mereka semua? Baru kemarin kau di gosipkan dekat dengan Mario, tapi pagi ini kau menggaet pemuda itu. Ehh, tapi siapa namanya?"

"Leon."

Vivian melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Meraih buku-bukunya dan tas kecil yang kemudian ia sampirkan diabahunya. Vivian bangkit dari posisi duduknya.

"Aku ada kuliah 10 menit lagi. Van, hari ini kau dulu yang membayar semua tagihan makanannya ya. Aku ngutang dulu, bye." Ucap Vivian dan berlalu begitu saja, membuat mata Vania terbelalak karna ulah sahabat barbienya itu.

"Yakkk...!!! VIVIAN ASTORIA!!" Mendengus kasar.

Lagi-lagi Vivian berhasil mengerjainya. Tapi Vania tidak merasa keberatan atau terbebani, karna ia juga sering melakukan hal yang sama pada Vivian.

.

.

.

Kelas berakhir lebih cepat dari yang Vivian perkirakan. Jam di dinding baru menunjukkan pukul 12 siang. Vivian yang merasa lapar mengajak Vania untuk makan di kafe yang letaknya tidak jauh dari kampus mereka.

Dalam perjalanan menuju cafe, Vania terus menghujani Vivian dengan berbagai pertanyaan mengenai hubungannya dengan Leon.

Tapi Vivian tidak menceritakan yang sebenarnya pada Vania mengenai siapa Leon yang sebenarnya, bahwa sesungguhnya Leon itu adalah seorang yang tidak normal.

Tapp...!!!

Vivian menghentikan langkahnya saat mata hazelnya tanpa sengaja melihat pemandangan yang begitu menyakitkan.

Dengan mata kepalanya Vivian melihat Leon yang tengah berbincang dengan seorang sambil berkali-kali meneriakkan nama orang itu.

Meskipun sudah lama mengenal Leon, namun belum sekali pun Vivian bertemu dengan ayah dan kakak Leon apalagi mengetahui siapa Leon sebenarnya dan bagaimana latar keluarganya.

Yang Vivian tau Leon adalah seorang putra pengusaha berlian dan Ibunya meninggal ketika melahirkan dirinya, itu saja.

"Vi, kau mau kemana?" seru Vania melihat Vivian meninggakan dirinya dan menyeberang jalan.

Vania tidak tau kemana sahabatnya itu akan pergi, tidak ingin terlalu ambil pusing. Vania melanjutkan langkahnya dan bergegas pergi ke kafe. Dia akan menunggu Vivian di sana.

Vivian bersembunyi di balik pohon agar bisa mendengarkan apa yang mereka bicarakan.

Vivian tidak bisa melihat bagaimana ekspresi wajah orang yang dia yakini sebagai kakak dari kekasihnya itu, kakak kandung Leon. Namun Vivian bisa melihat jelas ekspresi Leon yang menyiratkan rasa sakit dan luka.

"Lupakan aku, tidak seharusnya kau memiliki perasaan itu padaku." Ujar pria itu memohon.

"Aku tau ini akan membuatmu terluka, Adikku. Tapi ini adalah jalan yang terbaik untuk kita berdua. Aku akan meninggalkan negeri ini secepatnya dan kembali ke China, dan aku lakukan hal ini demi dirimu."

"Aku tidak mau..!!" Kata Leon dengan nada rendah. Namun suaranya masih terdengar jelas sampai di telinga Vivian.

"Apa kau tidak mengerti juga, Leon? Tidak seharusnya kau-"

Dia tidak melanjutkan kalimatnya saat tiba-tiba Leon menyerbunya dan hal itu membuat mata Vivian terbelalak saking kagetnya.

Vivian membekap mulutnya, air matanya sudah tidak dapat terbendung lagi. Jatuhnya air mata itu bersamaan dengan hancurnya hatinya.

Memang sulit rasanya membuat Leon menjadi normal, dan apa yang baru saja Vivian lihat membuktikan seberapa besar cinta Leon untuk sang kakak.

Dan semua semakin sulit untuknya. Dan sekarang semua terasa semakin hancur saat mata hazel itu kembali melihat pemandangan menyakitkan yang mampu membuat Vivian mati berdiri.

Dengan jelas Vivian dapat mendengar jeritan hatinya yang saat ini terbelah.

Leon mencium kakaknya, tepat di bibirnya...

.

Bersambung

1
Uty Shity Sara
Luar biasa
Dian
👍👍👍👍👍
Fitriyani
g ada ceritanya ttg gmn Vivian wkt kritis mpe sadar y thor??
Yanti Jambi
wow..happy ending akhirnya vivi dan leon bahagia...mantaapp kerrenn apa gk ada exra partnya thorr
Alifia Sakhina
bnr" TMT/msh ada extra part thor
Yanti Jambi
vivi gk pernah mikir kandungan nya gk menjaganya..terlalu ogis..ko vivi jd gitu sih vivi sdh berubah gk kyk dulu
Yanti Jambi
udh ada bukti kenapa masih di biar kan kan bahaya..apa tunggu salah satu mati dulu baru bertindak
Yanti Jambi
kasihan leon vivi ko egois dia mau bunuh diri, apa gk mikir anak yg di kandung nya..haiss
Yanti Jambi
yg kuat vivi pikir kan jg baby arcelo nya
Yanti Jambi
kasihan leon..kan masih bisa asalkan pelan2 dan jgn sll. kok malam panas mereka kurang hot ya sm dgn pertama kali mereka melakukan nya kurang hot..memang gk ada hot2 nya😍😂
Yanti Jambi
bumil semakin sweet dan nanis manja lg..sabar leon menghadapi bumil😍
Mulia Litong
leon kasian bngt
Franda Frans
aduh Vi pikiran kamu terlalu di porsir
Franda Frans
terlalu ber belit belit ,,knp ga di laporin polisi aja langsung jadi mereka ga usah khawatir kalo suatu saat lyly akan balas dendam lagi
Franda Frans
huuuuuuhhh jangan terus menggunakan bayi atas semua keinginan kamu Vivian ,,
Yanti Jambi
gemes deh bumil.🤣 wahh akting yg bagus moga celine anak kandung rossa biar bahagia smua nya dan masa nya membuang penjahat ke kutup utara..makin serruu makasih up yg crazy gilaa suka bangett 😍😘
Yanti Jambi
oo jd benet lily yg menusuk vivi ari itu..kenapa gk di beri k pilisi buktinya..nampak nya sarah syg sm vivi.. moga vivi selamat dan baby nya leon jg.. gagal kan rencana berry thorr
Yanti Jambi
waahhh sweet bangett tp aq takut vivi dan leon kenapa napa musuh nya licik bangett lindungi mereka jgn pisahkan mereka biar mereka bahagia slmanya
Yanti Jambi
aduhh hati2 vivi leon kenapa gk di usir saja mereka bertiga ibu dan anak sm jahat
Yanti Jambi
tahniah vivi dan leon..selamat pengantin baru moga bahagia ayo thorr kasih pelajaran pd vina manda berry..biar kapok mereka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!