NovelToon NovelToon
BALAS DENDAM Terindah

BALAS DENDAM Terindah

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:7.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: HaruMini

follow IG aku ya zayang di : harumini_12

Kecewa, sedih, patah hati, itulah yang dirasakan oleh seorang istri jika di khianati oleh suami yang sangat dicintainya.

Begitupun dengan Sela Maharani, yang di khianati sang suami tapi di kagumi pria lain.

Bagaimana kisah ini akan berlanjut?
Apakah Sela akan memaafkan sang suami dan kembali padanya?
Atau lebih memilih pergi bersama pria yang mengaguminya selama ini dan melupakan sang suami?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

07 Ide

Jam menunjukan pukul lima pagi saat Sela membuka matanya dengan enggan, pasalnya semalam Sela baru memejamkan matanya saat jam dinding menunjukan pukul tiga pagi. Karena Sela begitu cemas dengan keadaan sang suami yang tidak sama sekali memberi kabar pada dirinya.

Kemudian Sela langsung menyambar ponsel miliknya yang berada di atas tempat tidur tidak jauh dari dirinya. Sela terus mencoba menghubungi sang suami tapi tetap saja tidak bisa, apalagi sekarang ponselnya dimatikan oleh Harza. 

"Lebih baik aku pergi ke rumah papa dan juga mama," ujar Sela yang langsung beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. 

*

*

*

Sementara itu dua anak manusia sedang menikmati sisa-sisa paginya dengan memupuk dosa di bawah selimut yang sama. Tanpa menyadari ada satu wanita yang sedang menanti kabar dari sang pria yang sekarang sudah menjatuhkan diri di samping sang wanita dengan nafas tersenggal setelah menikmati kenikmatan sesaat di dunia yang fana ini. 

"Mas Harza kita mandi bareng yuk ini sudah siang," ucap Rani yang masih berada di pelukan Harza di bawah selimut yang sama tanpa sehelai benangpun yang menempel di tubuh keduanya. 

"Ran kamu saja dulu. Aku masih lelah biarkan aku tidur sebentar lagi,"

"Baiklah mas. Mas Harza ingin aku masakin apa?"

"Apa saja yang penting tangan kamu ini yang memasaknya," ujar Harza sambil mencium punggung tangan Rani. 

"Siap," sambung Rani sambil tersenyum dan langsung beranjak dari tempat tidurnya setelah mencium bibir Harza. 

"Selamat pagi Bu," sapa Rani pada ibu-ibu yang sedang memilah sayuran di penjual sayur tidak jauh dari rumah Rani. 

"Pagi," 

"Selamat pagi,"

"Pagi neng Rani," sahut ibu-ibu tersebut bergantian. 

"Oh iya neng Rani. Mobil yang terparkir di halaman rumah neng Rani itu mobil siapa?" tanya ibu A penasaran. 

"Oh itu. Itu mobil suami saya Bu," jawab Rani sambil tersenyum. 

"Oh si Harza? Kenapa mobilnya berbeda?" tanya ibu B pasalnya seluruh penghuni komplek tersebut memang sudah tahu sejak awal keduanya menghuni perumahan tersebut Harza maupun Rani mengaku sudah menikah. 

"Itu mobil aku Bu yang baru saja mas Harza belikan,"

"Wow keren ih. Kapan ya bu A suami kita kaya suami neng Rani. Udah genteng perhatian dan apa pun yang kita mau pasti di kasih," ujar ibu B membuat Rani langsung tersenyum. 

"Kalau aku sih ogah. Percuma kalau apa pun yang kita minta dituruti. Tapi suami jarang pulang. Siapa tahu dia ada main sama pelakor di luar sana," sambung ibu C sambil memilah sayuran yang berada di hadapannya. "Kalian tahu kan. Banyak diluar sana suami yang begitu. Yang jadi korban siapa? Kita kaum perempuan. Makanya tuh neng Rani kalau aku jadi neng Rani tuh. Aku akan ikut kemana suami neng Rani pergi. Untuk menjaga suami kita,"

"Betul juga tuh apa yang dikatakan ibu C," sambung ibu A yang langsung dibenarkan oleh ibu B.

Dan Rani yang mendengar perkataan ibu-ibu tersebut langsung membayar belanjaannya lalu pulang setelah berpamitan dengan ibu-ibu tersebut. 

Harza yang sudah bangun dari tidurnya langsung menatap Rani yang baru masuk ke dalam rumah dengan wajah sedihnya.

"Ran ada apa?" tanya Harza sambil memegang bahu Rani setelah Harza menghampirinya. 

"Aku ingin Mas Harza tinggal bersamaku selamanya mulai sekarang,"

"Tidak bisa begitu dong. Bagaimana dengan Sela,"

"Sekarang Mas Harza pilih aku atau Sela?" tanya Rani dan Harza langsung membawa Rani ke dalam pelukannya. 

"Jelas saja kamu,"

"Kalau begitu ceraikan Sela,"

"Tidak semudah itu. Aku tidak bisa menceraikan Sela tanpa alasan dan sebab. Yang ada aku tidak akan dapat harta sepeserpun dari papa. Kamu tahu sendiri papa sangat menyayangi Sela,"

"Terus?"

"Aku punya ide," jawab Harza yang langsung membisikan sesuatu di telinga Rani. 

*

*

*

"Selamat pagi Mama, Papa," ucap Sela menyapa wanita dan pria paruh baya yang sedang duduk menikmati secangkir teh tepat di teras rumahnya sambil menatap taman yang terdapat di sisi kanan dan kiri rumah mewah tersebut. 

"Pagi," sahut pria paruh baya dengan tersenyum senang tapi tidak dengan wanita paruh baya yang melihat kedatangan Sela dengan tidak suka. 

"Aku membawakan cake kesukaan mama dan papa. Dan ini aku yang membuatkan langsung untuk kalian," ujar Sela sambil menaruh paper bag berisi cake apple cinnamon di atas meja. 

"Terima kasih sayang. Duduklah disini dengan papa," Perintah pria paruh baya sambil menepuk kursi di sampingnya, dan Sela pun langsung duduk. 

"Kemana Harza?" tanya ketus sang mama mertua. 

"Harza sedang ke Surabaya Ma," Dan senyum manis menghiasi kedua sudut bibirnya menjawab pertanyaan mama mertuanya.

"Untuk apa sayang?" tanya sang papa mertua penasaran. 

"Katanya untuk menemui klien karena ada proyek baru disana,"

"Sejak kapan? Kenapa papa tidak diberi tahu?"

"Dua hari lalu pa," 

"Tapi setahu papa perusahaan papah tidak ada proyek baru di sana papa tahu persis itu," jelas sang papa mertua membuat Sela langsung terkejut dengan pernyataan papa mertuanya. 

Bersambung...........

1
Violet
Balik baca lg stlah sekian lama ngulik2 koleksi kak Author.
Ceritanya tak terduga dgn konflik yg menguras emosi drama rmh tangga 😆 tp saya suka karna memotivasi IRT utk kluar dr hubungan toxic & move on dgn membangun mental yg kuat.
Terima kasih utk karyanya kak 🙏🏻💐
Semangat utk karya2 barunya 💪🏻🥰
Endang Supriati
jgn nangis jual perusahaan bidohhhh
Endang Supriati
bagus, buat sirisa menderita, harza sebulan kasih 500 ribu aja.
Endang Supriati
klu perlu mereka bunuh bunuhan.
Endang Supriati
bodoh suami sendiri tdk mengenali! sybsama suami jarak 1 km aja bisa mengenali dr cara jln,duduk berdiri,betbicara,tertawa. ini cuma jarak sekian meter tdk mengenali!! mati aja lah kau sela.
Ester Limbong
itu bahaya kei buat darah membeku kalai terlalu banyak...
Ester Limbong
sela terlalu bodoh...
Suherni Erni
Jangan egois lah jadi ibu..skrng bisa bilang klu ngga perlu ayah buat nana..emang mau disaat nana gede jadi bahan bullyan...jadi ibu ngga usah sombing mikirin diri sendiri.
Eko pw
love ❤😘
Ronemy Sampali
Luar biasa
Ernadina 86
mampus kau Sela..beneran aku gedek sm s Sela..sukurin
Ernadina 86
maaf y tapi aku kesel..B*go banget si Sela ini
Ernadina 86
terus mau berangkat sendirian..B*GO bener
Ernadina 86
👍Bima
Ernadina 86
wkwkwk😋
Ernadina 86
sukurin
Ernadina 86
egois...percuma bersama hati otak sm kelakuan Harza buruk ..buat apa hidup bersama orang seperti Harza
mendingan cari suami baru
Ernadina 86
mantau doang..giliran udah nikah baru di kejar..aneh jg pikiranmu Kai
Ernadina 86
😠
Ernadina 86
sebenarnya salah si Kai kalo memang mau menunjukan kebejatan Harza bukan dg memaksa mengajak jalan dan makan bareng tentu saja itu di manfaatkan Harza dan itu artinya Kai tidak melindungi martabat Sela
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!