NovelToon NovelToon
Remember Me

Remember Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Chicklit / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: aresss

21+
[Penuh dengan adegan dewasa yang explicit (jelas), pertengkaran, kata-kata kasar, alkohol dan gaya hidup bebas]
Cassandra De Angelis seorang produser musik yang sangat sukses harus berakhir dalam kecelakaan maut yang hampir merenggut nyawanya. Namun, keberuntungan menyelamatkannya dari maut dan membuat dia bisa sembuh. Hanya saja, saat dia terbangun dia seolah melupakan sesuatu tentang kejadian yang menimpanya. Cassandra tidak ingat sedikit pun tentang kecelakaan itu dan keluarganya pun seolah menyembunyikan sesuatu darinya. Hingga akhirnya potongan ingatannya perlahan muncul, membentuk dan menyusun puzzel yang akan menjawab misteri di balik kecelakaannya. Misteri yang akan membawa dia pada sebuah kisah yang rumit. Kisah yang akan mengubah hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aresss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Family

Happy Reading

***

"Berdasarkan informasi dan keterangan yang kami dapat, Christover mengalami lupa ingatan parsial atau luba ingatan sebagian. Hal itu besar kemungkinan diakibatkan oleh benturan kuat yang dia alami atau karena efek operasi yang kami lakukan,"

Christov mendengar penjelasan dokter, dari ujung matanya dia melihat wajah ibunya yang tak berekspresi.

"Apakah itu akan berdampak buruk pada anak saya?" tanya Robert.

"Terkadang dapat menimbulkan rasa pusing secara tiba-tiba sebagai efek jika otak bereaksi atau mengingat kejadian tertentu. Rasa sakit tergantung penderita...." Mata Dokter George melirik Theresa, ingin mengatakan lebih jelas tentang hal ini secara gamblang dan jelas. Namun, dari tatapan Theresa, dia tahu bahwa dia sudah berbicara terlalu banyak.

"Selain itu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan."

"Apakah ingatannya dapat kembali?" Robert bertanya dengan wajah serius, tidak menyadari tatapan garang Theresa.

"Tergantung. Beberapa kasus dari pasien saya, ada yang mendapat ingatannya kembali dan ada juga yang tidak. Terlepas dari itu, semua dapat menjalani hidup normal karena ingatan yang dilupakan hanya berkisar ingatan selama satu tahun saja. Pada kasus Christov, dia hanya lupa ingatan kejadian selam enam bulan belakangan ini."

Robert mendesah napas lega, "Saya senang mendengarnya, Dokter"

"Jika tidak ada lagi yang perlu ditanyakan, saya akan pergi."

"Thank you, Dokter.."

Robert dan Theresa berdiri dari duduknya lalu kembali duduk setelah Dokter George keluar dari ruangan.

"Untuk sekarang, fokuskan dirimu untuk sembuh, Nak.. Jangan terlalu memberatkan pikiranku dengan lupa ingatan parsial itu.."

"Yah.." jawab Christov singkat pada Ayahnya. Dia merasa aneh dengan sikap diam Ibunya. Sifat ibunya yang dia tahu akan langsung menghujani Dokter dengan berbagai pertanyaan. Ibunya terlalu diam

"Robert.."

"Yah.."

"Bisakah kau menemanimu membeli kopi?" Theresa mengambil posisi berdiri dan memasukkan dompetnya yang berada di atas meja nakas ke dalam saku sweater-nya.

Baik Robert maupun Christov tahu bahwa Theresa mengatakan ini hanya sebagai makna kias saja. Yang sesungguhnya terjadi adalah bahwa Theresa ingin membicarakan sesuatu. Sesuatu yang cukup serius hingga tak boleh didengarkan oleh Christov.

"Okay," Robert akhirnya menjawab setelah jeda penuh keheningan, "Aku dan Ibumu akan keluar sebentar," katanya sembari berdiri dan memakai blazer hitamnya.

Christov menganggukkan kepalanya sekali dan dengan itu, orang tuanya melangkah pergi dari ruangannya. Christov berharap bisa melihat kepergian mereka berdua, tapi lehernya yang di-gips tidak memampukan dia untuk melakukan itu.

Menyebalkan. Pikirnya.

Hal macam apa lagi yang sedang disembunyikan Ibunya? Atau mungkinkah Christov hanya terlalu over-thinking? Lagi pula, hal apa yang hendak disembunyikan Ibunya? Hah, benar.. Dia hanya over-thinking. Tidak ada yang disembunyikan darinya.

Ibunya sudah menceritakan bahwa dia mengalami kecelakaan mobil dan Dokter juga menjelaskan keadaanya langsung di hadapannya. Jadi apa yang dia pikirkan dan curigakan saat ini benar-benar tidak berdasar. Ayahnya benar, fokusnya saat ini cukup hanya proses penyembuhannya.

Lagian, dia yakin tidak memiliki banyak hal penting yang terjadi padanya selama enam bulan ini. Mungkin hanya sekitaran tentang pekerjaan dan hal-hal lain yang masih bisa diatasi. Bagaimana dengan orang yang baru dia kenal? Tidak penting.. Christov bukanlah pria yang senang bersosialisasi. Jika pun ada, dia pasti akan langsung melupakan seseorang itu. Jadi, tidak ada yang perlu dipermasalahkan lagi.

***

Robert menarik napas dan mengusap wajahnya.

"Usianya sudah mencapai 27 tahun, Theresa... Bukanlah hal bijak jika kita tidak memberitahu tentang apa yang dia alami belakang ini,"

"Robert.. Tidakkah kau mengerti pesan dari musibah yang kita dapat ini? Dari awal, Christov memang tidak harusnya bertemu dengan wanita itu,"

Robert menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi lalu memijat pelipisnya dengan tangan kanan.

"Tidakkah kau merasa jika kau terlalu mencampuri kehidupan dan urusan Christov?"

"Apa?"

"Theresa.." Robert melihat isterinya tersebut, "Tidakkah kau sadar jika kedua anak kita, Christov dan Christina, berhenti mengunjungi kita karena sikapmu yang terlalu mencampuri kehidupan mereka?"

"Apa maksudmu?" suara Theresa meninggi, "Apa yang kulakukan itu demi anak-anak kita, Robert.."

Pria paruh baya itu menghembuskan napas lelah, tahu bahwa dia tidak akan bisa menang melawan keras kepala isterinya.

"Jika itu yang ingin kau lakukan, lakukanlah.. Namun, jika ingatannya kembali, kuharap kau siap menerima kemarahan Christov. Kau tahu, bukan? Jika Christov sudah marah maka itu adalah akhir dari segalanya..."

Robert berdiri dari sana sembari memperbaiki posisi blazer-nya dengan cara menarik ujungnya.

"Aku akan membeli makan siang untuk kita karena Christina akan datang kemari sebentar lagi. Apa kau masih ingin minum 'kopi', Theresa?" ujar Robert dengan nada penekanan pada kata 'kopi'.

"No.. Aku tidak ingin minum kopi lagi,"

"Okay.." dengan itu, Robert melangkah meninggalkan Theresa yang menatapnya diam. Banyak hal yang berkecamuk dalam dirinya. Ada begitu banyak pergumulan dan keraguan, tapi dia yakin bahwa pilihannya saat ini adalah yang terbaik untuk puteranya.

****

"Berpura-puralah tidak ada yang terjadi selama enam bulan ini, okay?"

"Okay, Mom.." jawab Christina dengan nada jengkel. Entah sudah berapa kali Ibunya tersebut menanyakan hal yang sam padanya.

"Bisakah kita masuk sekarang?"

Theresa menekan handle pintu menuju kamar inap sehingga keduanya masuk ke dalam.

"Christov..." ujar Christina dengan nada penuh syukur. Tangannya menaruh jaket dan tas kerjanya ke atas sofa.

Christov tersenyum kecil, senang dengan kehadiran kakaknya itu.

"Oh my.. Maafkan aku baru bisa datang sekarang. Hay, Dad..." Christina memeluk Robert kemudian mengambil posisi duduk di samping ranjang Christov.

"Apa kau sudah makan?" Tanya Robert.

"Belum. Aku langsung datang kemari setelah pulang kerja..."

"Aku dan Ibumu membeli makanan tadi, makanlah terlebih dahulu."

"Nanti," pandangannya di alihkan ke arah Robert, "Apa kata Dokter katakan tentang keadaanya?'

"Dokter belum melakukan pemeriksaan dengan CT scan, tapi sejauh ini tidak ada yang salah. Keadaan Christov sampai saat ini masih baik-baik saja.." timpal Theresa yang duduk di sofa, tengah menikmati makan malamnya.

"Bagaimana dengan lupa ingatan parsialnya?"

"Itu tidak akan mempengaruhi kehidupan sehari-harinya nanti.." lanjut Theresa

"Aku... Haus.." Christov yang berbicara dengan suara pelan dan serak berhasil menarik perhatian ketiganya yang langsung berdiri.

"Aku saja.." Theresa berjalan ke arah dispenser dan menuangkan air hangat ke gelas.

Setelah itu, berdiri di sisi ranjang Christov dan mengarahkan sedotan ke arah mulut Christov. Dia menyedotnya dalam kekuatan lemah, tapi merasakan rasa hangat yang nyaman mengalir dari tenggorokannya dan menyebar ke dada serta perutnya. Setelah merasa cukup, Christov melepas sedotan dari mulutnya.

"Ah.. Christov.. melihatmu begini membuatku ingin menangis.." Christina mengusap ujung matanya yang sudah penuh dengan air mata.

Robert menarik dua helai tissue dari atas meja nakas dan memberinya pada Christina.

"Thank you, Dad."

Ingin rasanya Christov menghibur saudarinya, tapi berbicara dua kata saja sudah membuat dia kelelahan.

"Jangan bersedih, Christina," ujar Theresa yang ikut duduk di sisi lain ranjang Christov.

"I know.. I know..."

Robert menepuk pundak puterinya tersebut, "Duduklah di sofa dan tenangkan dirimu,"

"No.." Christina menggeleng, "Aku okay.. Aku hanya sedikit emosional.."

"Don't.. Be.. Sad..."

(Jangan sedih)

Suara Christov membekukan tubuh Christina. Hal itu justru membuat wanita berusia 30 tahun itu tidak mampu menahan emosinya.

"Oh.. Jeez.. aku tidak sanggup melihatmu begini, Christov..."

Christov melirik saudaranya tersebut melalui ujung matanya, senyum kecil terbingkai di bibirnya. Dia tahu bahwa Christina benar-benar menyayanginya dan Christov bersyukur memiliki saudari seperti Christina.

"Kumohon cepatlah sembuh, Christov..."

Yes, sister.. Yes.

***

Miss Foxxy

1
🌺 CICI 💖
awaly ktm novelmu dfizzo, suka banget n penasaran dng karya mu yg lainy. eehhh tauy karyamu jg ada dsini, padahal dah lm g buka app NT. krn novelmu akhiry balik lg k NT.
cusss la baca novelmu yg lain lg 👍
🌺 CICI 💖
wooowww, plot twist nyaa ternyata cristov laki2 pertama cassie 🤭
🌺 CICI 💖
akhiry tau alasan knp bapaky slm ini diam🤭
🌺 CICI 💖
bravo cassie 👍👍
🌺 CICI 💖
ternyata mmg punya clara, aq kira punya cristov n casssie🤭
🌺 CICI 💖
jasmine ????
tertukar lagi kayaky 🤔
🌺 CICI 💖
siapa lg edward 😅
🌺 CICI 💖
makin k sini makin penasaran 🤔
🌺 CICI 💖
cassie apa Miranda nih🤔
bukany miranda ddlm mobil.. ...
typo kayaky nih !!!
Surati
alur ceritanya 👍👍 semangat thor 💪🙏🏻🙏🏻 saya suka karyanya👍
Enny Enn
setelah sekian purnama saya akhirnya mendownload apk ini lagi, dan langsung cocok dengan sinopsisnya,,,tapi saya seperti familiar dengan nama Christov, setiap membaca nama itu seperti dejavu,,,,setelah 2 hari daya memikirkan dimana saya prnh mendengar nama itu,,,,dan ternyata nama itu sama persis dengan tokoh animasi FROZEN,,,,jadi setiap saya membaca nama Christov saya merasa menjadi princes Ana yg selalu memanggil2 nama itu🤣
Wijayanti Yanti
kayaknya cristov dan cassie kecelakaan satu mobil deh..
🌺 CICI 💖
🤔🤔
mash blm paham niiii
🌺 CICI 💖
kecelakaan mobilllll 🤔🤔
bukany terpeleset yaaa
🌺 CICI 💖
cusss..... langsung cabut k sini setelah baca novelmu dfizzo 👍
la_vG
Luar biasa
Bungas Dhin
**freak
Bungas Dhin
Yang ada inget kagaaa…benjol segede bakpawww iyeee 🤣🤣🤣
Bungas Dhin
🤣🤣🤣
Bungas Dhin
How saadddd 😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!