Semua rasa yang ada telah pergi, yang tersisa hanya luka tak terlihat. Luka yang ia dapat di waktu yang sama dengan orang yang berbeda.
*
Apa yang telah terjadi akan sulit untuk dilupakan.
Tidak ada yang tahu, apa yang akan terjadi di masa depan termasuk dirinya.
*
Rasa sakit, bahagia, dan kecewa akan menuntun apa yang sudah menjadi takdirnya.
Begitu juga dengan kisah seorang wanita yang bernama "AISYAH NURAHMA"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon inov, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Langkah pertama yang akan dilakukan Leo untuk Aisyah adalah mendekati Aisyah secara perlahan dan Leo akan melihat respon Aisyah terhadap dirinya. Leo juga memiliki rencana cadangan karena Leo sangat yakin terhadap Aisyah, meski penampilan kedua wanita itu berbeda.
Aisyah pulang dengan tangan kosong, mulai dari urusan pekerjaan yang tidak ada hasilnya karena keterlambatan Aisyah dan bertemunya Aisyah dengan Leo yang membuat moodnya sedikit tidak baik. Aisyah kembali teringat bahwa Leo lah pria yang telah merenggut mahkota berharganya. Walau pun Aisyah sudah mengikhlaskan apa yang telah terjadi, namun hatinya belum benar-benar sembuh dan kejadian tadi kembali membuka luka yang hampir tertutup itu.
***
Didepan pintu rumah Azzam, Azzim, dan Zakiya sudah menunggu ibu mereka. Melihat pemandangan itu Aisyah tersenyum bahagia.
“Assalamu’alaikum. Kenapa kakak dan Adek berdiri didepan pintu?” tanya Aisyah sembari menerima uluran tangan ketiga buah hatinya yang berebut untuk bersalaman dengannya.
“Wa’alaikumussalam ibu.”
“Ibu, apa kita jadi jalan-jalan?” tanya Azzim kepada Aisyah.
“Insyaallah ya kak, ibu istirahat sebentar ya Kak, Dek.”
Ketiganya mengangguk sebagai jawaban tanda membolehkan Aisyah beristirahat. Mereka mengerti ibu mereka lelah dan sepertinya ibu mengalami hari yang sulit, hal itu dapat dilihat oleh ketiganya meski Aisyah tersenyum lebar kepada mereka.
Dikamar, Aisyah merebahkan tubuhnya yang lelah di ranjang miliknya. Tidak lama setelah itu suara Adzan berkumandang memanggil umat muslim untuk segera menghadap kepada Rabb-Nya termasuk untuk Aisyah. Ia segera turun dari ranjang dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengambil whudu'.
Selesai dengan kegiatan dikamar mandi, Aisyah mengambil perlengkapan solat miliknya dan melaksanakan ibadah solat.
“Ya allah, aku serahkan segala keputusan mengenai hidup ku padamu. Bila kisah ku bertemu dengan kisahnya maka lapang kan lah dada ini menerima dengan ikhlas. Ya allah sungguh engkau maha melihat dan mendengar segala rintihan umat mu, berikanlah yang terbaik untuk hidup ku dan ketiga malaikat kecil ku. Aamiin.”
Selesai dengan ibadahnya Aisyah, menemui anak-anak dikamar. Ketiganya terlihat sedang melakukan hal yang sama dengan Aisyah meski si bungsu Zakiya menoleh ke kiri dan kanan dengan gerakan solat yang belum sempurna, hal itu membuat Aisyah kembali mengucap syukur. Aisyah bangga, kagum, dan bahagia melihat pemandangan itu. Setelah anak-anak selesai Aisyah meminta mereka untuk bersiap-siap, karena Aisyah akan membawa mereka jalan-jalan bersama ninik Asih pastinya.
***
Mall ternama di kota J
Aisyah membawa ketiga anaknya dan bu Asih ke salah satu mall terkenal di kota itu. Aisyah segera memboyong mereka ke tempat bermain. Satu persatu permainan yang dilihat oleh Azzam, Azzim, dan Zakiya sudah mereka mainkan. Hingga mereka sampai ketempat permainan khusus anak-anak seusia mereka dan bermain sampai mereka merasa lelah.
4 jam berlalu, kini Azzam mengeluh kepada ibunya untuk membawanya ke toilet.
“Bu Asih, Aisyah titip anak-anak sebentar ya. Azzam mau ke toilet. Kalau anak-anak menanyakan keberadaan Aisyah, Ibu bawa saja ke toilet yang ada disana,” ucap Aisyah sambil menunjuk arah toilet kepada bu Asih.
“Baik nak Aisyah”
Mendengar jawaban bu Asih, Aisyah segera menggandeng tangan kecil Azzam menuju toilet dan menunggu Azzam di depan pintu toilet tersebut. Azzam tidak mau ibunya ikut masuk karena ia merasa sudah besar dan malu. Walau pun begitu Aisyah tetap ikut masuk dan menunggu Azzam di depan pintu. Aisyah tidak ingin meninggalkan Azzam karena takut terjadi apa-apa pada anaknya itu.
Azzim dan Zakiya yang sudah selesai bermain menanyakan keberadaan ibu serta kakaknya Azzam kepada ninik Asih.
“Ninik, kakak ma ibu mana?” tanya Zakiya sambil menoleh ke kiri dan kanan.
“Ibu dan kak Azzam lagi ke toilet. Kita tunggu mereka disini saja ya.” ucap ninik Asih.
“Endak au, kiya mau sana,” sambil menarik tangan ninik Asih. Sedangkan Azzim hanya melihat interaksi keduanya karena ia tau Zakiya memang selalu seperti itu bila di tempat yang ramai dan tak menemukan ibu mereka.
“Kiya kita tunggu ibu dan kak Azzam disini aja ya” ucap Azzim kepada adiknya itu.
“ndak au kak, kiya mau ibu” hampir saja air mata gadis itu menetes di pipinya.
“Baiklah, kalau kiya mau ketempat ibu dan kak Azzam kita kesana saja.” Ninik Asih tidak ingin melihat air mata gadis itu dan memutuskan membawa mereka berdua ke tempat aisyah berada.
Zakiya berlari dan tersenyum lebar setelah mengetahui keberadaan ibunya dengan ninik Asih berjalan dibelakang Zakiya sambil menggandeng tangan Azzim agar bocah tersebut tidak hilang atau pun tersesat. Ninik Asih tidak ingin membuat Aisyah khawatir bila salah satu dari mereka ada yang hilang atau pun terluka.
Dipertengahan jalan tiba-tiba kiya menambrak seseorang yang tak lain adalah Leo, hingga membuat gadis kecil itu terduduk dilantai. Melihat Adiknya jatuh, Azzim segera berlari dan membantunya begitu pun dengan ninik Asih.
huhuhu…huhuu…
Isak tangis kiya mulai terdengar membuat Leo mensejajarkan tubuhnya dengan kiya lalu memeluknya. Leo merasakan sebuah rasa yang tidak bisa dijelaskan saat berpelukkan dengan kiya. Leo juga meminta maaf karena sudah menambrak gadis itu walau pun yang sebenarnya terjadi adalah kebalikannya. Leo mengamati wajah kedua anak kembar tersebut, ia merasakan gelenyar aneh didadanya saat mengamati kedua wajah yang ada didepannya. Namun rasa itu dihiraukan oleh leo.
“Kalaian mau kemana? Kenapa lari-lari” tanya Leo kepada anak anak kembar itu.
“kami au empat ibu dan kakak om,” ucap Zakiya
Sedangkan Azzim hanya diam dan bersikap cuek saja. Membiarkan Zakiya berbicara dengan pria asing itu, tanpa ada keinginan untuk menghentikan Zakiya. Azzim terus memperhatikan wajah dan tampilan Leo, Azzim merasa wajah mereka bertiga memiliki kemiripan dengan pria yang tengah berbicara dengan Zakiya tersebut.
Zakiya terus menanyakan berbagai hal kepada Leo tanpa Leo sadari bahwa gadis kecil itu tengah menggali informasi mengenai dirinya. Hingga deringan ponsel milik Leo membuat mereka berhenti, Leo pamit kepada mereka setelah menyadari bahwa ia sudah terlambat untuk pertemuannya.
Leo minta maaf kepada Zakiya dan berjanji akan bertemu lagi. Dengan berat hati Leo melangkahkan kakinya meninggalkan kedua bocah kembar tersebut. Melihat punggung Leo semakin menjauh, Zakiya segera bicara kepada kakaknya Azzim dengan suara pelan agar ninik Asih tidak mendengarnya .
“Apa kakak juga memikilkan apa yang kiya pikilkan.” Azzim mengangguk sebagai jawaban dari ucapan adiknya itu.
“Simpan pertemuan ini, nanti kita bicarakan dengan kakak saat dirumah” ucap Azzim kepada Zakiya. Dan juga Azzim meminta ninik Asih untuk tidak menceritakan hal ini kepada Aisyah. Barulah ketiganya melanjutkan perjalanan mereka untuk menemui Aisyah dan Azzam.
Setelah bertemu Aisyah membawa mereka untuk makan malam disalah satu restoran yang ada di Mall itu. Selesai makan malam, Aisyah mengajak anak-anak untuk pulang.
***
Dikamar Kembar
Azzim dan Zakiya menceritakan pertemuan mereka dengan Leo kepada Azzam. Kemudian meminta Azzam untuk menggali informasi yang lainnya, berbekal dari informasi yang disebutkan oleh Zakiya hanya hitungan menit bagi Azzam untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan. Mereka terkenjut melihat tulisan yang ada dileptop milik Azzam.
“Kak, bagaimana jika kita belmain dengan pelusahaan om itu” ucap Zakiya memberikan ide.
“Iya Kak, selagi ibu tidak ada didekat kita. Lagian om itu benar-benar mirip dengan kita kan Kak.” Azzim menimpali ucapan Zakiya
Azzam terlihat berpikir karena desakkan Azim dan Zakiya akhirnya Azzam setuju. Permainan itu dimulai, Azzam memasuki situs web internal L’O Grup persaingan sengit pun terjadi. Tiba-tiba saja Aisyah masuk membuat ketiganya gugup.
☃️☃️
Terimakasih sudah mampir 😄
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya 👣
Peluk jauh dari author🤗
☃️☃️
dia bisa hapus data diri supaya ga terlacak sebelum berangkat ke luar negeri.
sekarang ketemu dan Leo juga mau tanggung jawab tapi Aisyah abaikan Leo
jadi geram maunya apa sih
Leo juga mau bertanggung jawab
tapi suka sih sama laki yang alergi sama perempuan jadi ga suka celup disembarang tempat