(Update setiap weekend)
Sungguh pahit hidup Olivia yang selama 4 bulan belakangan ini harus menjadi wanita simpanan dari Adams, pria yang merupakan kekasih sahabatnya yang bernama Alena hanya demi menutupi kesalahan yang dilakukannya.
Hidup Olivia kian menderita saat dirinya dinyatakan hamil. Awalnya ia sempat mengira jika anak yang dikandungnya adalah anak dari Adams. Pria yang selalu memanfaatkan tubuhnya sebagai pelampiasan di saat Alena sibuk dengan rutinitas dan jadwal shootingnya yang padat. Namun, Adams mengungkap bahwa ternyata dirinya mandul hingga membuat Olivia merasa bingung dengan ayah dari bayi yang dikandungnya saat ini.
Bagaimana cara Olivia dapat menemukan pria yang telah menghamilinya? Dan, apakah Olivia bisa menemukan kebahagiaan dengan segala kesedihan dan kemalangan yang dialaminya?
Follow Instagram Author: ekapradita_87
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Pradita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ancaman Adams
Selamat membaca!
Setelah berganti tiga kostum selama pemotretan yang berlangsung kurang dari dua jam lamanya, akhirnya pekerjaan Alena pun telah selesai dalam sesi pemotretan kali ini.
"Yes, selesai juga. Sayang, kamu mau ke mobil duluan enggak? Biar aku dan Olive tunggu di lobi setelah ganti pakaian?" tanya Alena yang malas berjalan ke area parkiran karena cuaca di luar cukup panas dan matahari begitu terik.
"Oke, mana kuncinya?" jawab Adams yang mengerti bahwa ia memiliki kekasih manja dan takut tersengat sinar matahari terlalu lama yang dapat membakar kulitnya, lalu diakhiri dengan melontarkan sebuah pertanyaan.
"Ada di Olive, coba kamu minta sama dia ya. Aku mau ke ruang ganti dulu!" jawab Alena sambil melirik ke arah Olivia yang masih berbincang dengan fotografer di ruang pemotretan.
"Oke, mending kamu ganti baju dulu deh, kayanya kamu enggak betah pakai baju itu. Mau aku bantuin?" tanya Adams seraya mengusap surai hitam kekasihnya yang berkilau.
"Bajunya berat, bikin aku capek. Enggak usah, aku ganti sendiri aja, nunggu Olive kelamaan!" jawab Alena dengan raut lelah akibat gaun terakhir yang dikenakan memiliki berat 5,5 kilogram.
"Ya sudah, jangan ngambek gitu dong, nanti cantiknya hilang loh kalau marah-marah gini." Adams coba menggoda kekasihnya dengan mencubit hidung wanita itu, agar Alena tak berlama-lama menampilkan raut wajahnya yang masam.
Wanita itu pun segera menurunkan jemari Adams yang sedang mencubit hidung lancipnya. "Aw, sakit tahu, sayang! Sudah ah, aku mau ganti baju dulu!" ucapnya dengan senyum yang mengembang dari kedua sudut bibirnya.
Adams pun langsung melingkarkan sebelah tangannya pada tubuh Alena yang hendak beranjak pergi dari hadapannya. "Karena kamu sudah kembali senyum, aku akan antar kamu ke ruang ganti, setelah itu baru aku pergi ambil mobil di parkiran."
"Thanks, Baby!" Alena selalu merasa bahagia saat berada di dekat Adams yang mampu membuatnya kembali tersenyum. Kini wanita itu pun ikut melingkarkan sebelah tangannya pada tubuh sang kekasih sambil melangkah pergi menuju ruang ganti dan kini keduanya terlihat begitu mesra.
Tanpa mereka sadari, dari tempatnya berada Olivia melihat semua itu dengan begitu jelas saat ia telah selesai berbincang dengan fotografer yang tadi memotret Alena. Kini dadanya terasa sesak dengan pemandangan yang terus dilihatnya hingga detik ini.
"Ya Tuhan, kenapa akhir-akhir ini aku sering merasa sakit bila melihat Adams mesra dengan Alena? Apa jangan-jangan 4 bulan ini aku diam-diam jatuh cinta kepada Adams? Ya Tuhan, jangan sampai itu terjadi karena aku dan Adams tidak mungkin bersatu," batin Oliva dalam hati sambil menekan dadanya kuat-kuat.
Setelah melihat keduanya masuk ke dalam ruang ganti, Olivia pun bergegas melangkahkan kedua kakinya yang terasa lemas itu menuju ruang tunggu untuk bersiap-siap kembali ke hotel, karena pekerjaannya di studio ini telah selesai.
Namun, baru saja wanita itu menutup pintu ruang tunggu, tiba-tiba saja pintu tersebut kembali dibuka oleh seseorang dan ternyata orang itu adalah Adams yang langsung merangsek masuk hingga membuat Olivia jadi sangat terkejut.
"Adams, untuk a-apa kamu masuk ke sini? Bukankah ka-kamu sedang menemani Alena di ruang ganti?" tanya Olivia dengan gugup, raut wajahnya terlihat begitu takut setiap kali berhadapan dengan pria yang hanya datang di saat menginginkan tubuhnya saja.
"Hei, kenapa kamu terlihat begitu ketakutan sih cantik? Aku disuruh oleh Alena untuk mengambil kunci mobil, dia bilang ada di kamu." Adams menjawab dengan santai sambil melangkah maju untuk mendekati Olivia yang terlihat panik saat selangkah lagi pria itu benar-benar berada tepat di hadapannya.
Olivia pun segera mengambil kunci mobil yang Alena titipkan dari saku celananya dan langsung melempar ke arah Adams yang dengan cekatan dapat ditangkap oleh pria itu dengan sigap.
"Itu kunci mobilnya, sekarang keluarlah Adams!" titah Olivia yang terdengar ketus dan penuh ketegasan.
"Kenapa kamu menyuruhku untuk buru-buru pergi? Aku baru sampai loh." Adams masih bersikap santai menanggapi perlakuan kasar Olivia terhadapnya.
Kini pria itu malah semakin mendekati Olivia, seolah tak menggubris permintaan yang dilontarkan oleh wanita itu yang saat ini mulai beringsut mundur secara perlahan, agar Adams tak bisa menyentuhnya.
"Adams aku bilang cepat pergi, aku tidak ingin Alena memergoki kita ada di sini berduaan nanti yang ada hubungan aku sama Alena bisa hancur!" jawab wanita itu dengan berani mendorong tubuh Adams agar keluar dari ruangan tersebut.
Namun, Adams berhasil menepis tangan Olivia dan langsung merengkuh tubuh mungil Olivia untuk mendekapnya dengan erat. Kini sebelah tangannya mulai menangkup sebelah pipi Olivia agar sedikit mendongak agar memudahkannya untuk membungkam mulut Olivia yang hampir saja berteriak dengan ciumannya.
Olivia yang tak terima dengan perlakuan Adams, langsung melepas pagutan bibirnya dan memukul beberapa kali tubuh Adams hingga pria itu menjauh darinya. Ia tak ingin, jika sampai ada orang lain yang mengetahui apa yang dilakukan Adams terhadapnya di ruang tunggu itu.
"Heh, kamu tuh benar-benar gila ya, Adams! Bisa-bisanya kamu melakukan ini tepat di sebelah ruang ganti Alena. Kalau dia tahu gimana?" bentak Olivia dengan meluapkan rasa kesalnya sambil kembali memukul keras dada bidang pria itu.
"Habisnya bibir kamu itu sangat menggoda aku! Makanya aku enggak sanggup untuk menahan keinginanku untuk menciumnya, tapi kamu tidak perlu khawatir, aku jamin Alena tidak akan tahu apa yang kita lakukan selama ini. Ya, kalaupun dia tahu tentang hubungan kita juga enggak masalah sih untukku!" ucap Adams dengan nada suaranya yang terdengar begitu santai.
"Jaga bicaramu, Adams. Mungkin ini tidak masalah untuk kamu, tapi akan menjadi masalah besar untuk kehidupanku!" protes Olivia yang tak mampu lagi menahan amarahnya, hingga suaranya terdengar lantang sampai memenuhi seisi ruang tunggu.
"Makanya, jika kamu tidak ingin semua ini diketahui oleh Alena, kamu harus melakukan apa yang aku perintahkan!" ancam Adams dengan sorot matanya yang tajam. Ia tampak tak main-main dengan ucapannya, walau sebenarnya itu hanya gertakan semata agar Olivia mau mengikuti semua perintahnya.
"Aku tidak punya pilihan lain, selain harus mengikuti semua keinginannya. Aku enggak mau semua pengorbananku selama 4 bulan ini harus berakhir sia-sia. Masa dimana aku menjadi wanita penghangat ranjangnya hanya untuk membungkam mulutnya saja," batin Olivia yang akhirnya melunak dan tampak mulai tersenyum, walau terkesan dipaksakannya.
"Baiklah, apa yang harus aku lakukan?" tanya wanita itu yang tak punya pilihan lain. Setidaknya sampai malam nanti ia harus menuruti semua yang dikatakan oleh Adams dan setelah itu ia baru bisa benar-benar bebas, karena Olivia sudah yakin untuk pergi jauh dari kehidupan Alena dan juga Adams selama-lamanya. Ya, besok di penerbangan pertama pukul 3 dini hari waktu London, mereka akan kembali ke Australia dan di saat itulah hidup Olivia akan benar-benar bebas dari Adams.
Mendengar jawaban Olivia yang takluk karena ancamannya, Adams pun mulai menyeringai penuh rencana sambil mengatakan sesuatu di dekat daun telinga Olivia dengan berbisik.
...🌺🌺🌺...
Bersambung ✍️
Berikan komentar dan gift kalian ya.
Terima kasih sudah mau sabar menunggu update-nya.
Follow Instagram Author juga ya : ekapradita_87
walaupun diajak ngomong cuma anggukan kepala saja .
selama empat bulan bersama kamu hanya kau jadikan simpananmu tak pernah menghargai olive