Ini adalah kisah tentang Zahira dan Arsha. Mereka adalah teman sejak SD hingga mereka SMA. Anehnya, mereka selalu saja satu kelas.
Arsha, idola sekolah yang selalu bersikap seenaknya sendiri pada Zahira. Namun, dia juga begitu perhatian. Apakah Arsha jatuh cinta secara diam-diam pada Zahira? lalu, apakah perhatian Arsha membuat Zahira pun memiliki perasaan yang sama?
Bagaimana sikap Zahira saat mengetahui masa lalu keluarganya dengan keluarga Arsha?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BILANOUR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TTM 06
Membuat Keysha yang selama ini membully ku cemburu, rasanya ada kepuasan tersendiri. Pun dengan Alif yang selama ini baik tapi tidak pernah bilang sesuatu padaku.
Dia itu pernah aku tolak saat sengaja nungguin pulang sekolah di gerbang, mau ngajak pulang bareng gitu. Alasanku waktu itu karena dia udah punya pacar, yaaa si cempreng itu. Eh, Alif bilang merek gak pacaran.
Alif itu baiknya beda kaya Arsha. Alif sopan dan tidak pernah mengejek. Perbedaannya terlihat saat mereka menolongku waktu hujan.
Alif datang membawa payung dan menyerahkan payung itu buat aku. Eh, dianya kehujanan sendiri dong. Kan aku tuh meleleh jadinya.
Lahhh, si jangkung. Dia bawa payung malah payungan berdua. Udah gitu dia narik leher aku, terus dia gepit di pake lengannya. Udah kek mau mites aja. Ngeselin pan!
Arsha selalu bilang aku itu pendek. Iya, sih. Aku memang pendek tapi ya gak usah disebutin juga kali. Minder jadinya.
"Mau pendek mau tinggi, orang itu yang dilihat akhlaknya. Buat apa tinggi kalau akhlaknya kerdil."
Nah, Alif itu bijak banget kan? Aku aja sampe terhura. Eh, terharu denger dia bilang gitu. Akunya jadi semangat lagi. Ucapan Alif itu bikin aku percaya diri.
Mungkin, ini adalah kesempatan untuk bisa tahu isi hati Alif. Aku sih curiga kalau dia suka sama aku. Ha ha ha. Buat mastiin, aku akan lebih deket sama Arsha. Kita lihat gimana reaksinya nanti.
Hari Senin. Mungkin semua orang paling ogah ketemu hari yang bernama Senin. Setelah libur di hari Minggu, rasanya itu hari gak pernah maju. Stay ada di tempat.
Aku pun malas-malasan kalau hari Senin, padahal itu hari harus berangkat lebih cepat. Mau upacara soalnya. Udah gitu, setelah upacara, aku harus cepat-cepat ganti baju olah raga. Beuh!
Selesai mandi dan makan dua lontong, aku mendengar dua suara motor berbeda berhenti di depan rumah. Ibu pergi untuk melihat.
"Alif sama Arsha datang," ucap Ibu lalu duduk di sampingku. Jarinya kembali memori kangkung untuk nanti dia rebus.
"Kamu janjian sama siapa? Kenapa dua-duanya datang?"
"Alif. Tapi kemudian aku minta Arsha jemput juga."
Ibu menoleh cepat.
"Habisnya, Alif baik tapi gak pernah bilang apa-apa, Bu. Aku tuh pengen tau gimana perasaan dia."
"Kamu mau manas-manasin Alif dengan memanfaatkan Arsha?" Ibu sedikit kesal.
"Iya."
"Jangan gitu, itu tuh gak baik. Lagian, kalau Alif baik memangnya harus mengatakan apa? Bukankah selama ini Arsha juga baik? Kenapa gak nyari tau perasaan Arsha juga?"
Aihhh, Ibu. Ogah banget.
"Arsha udah punya pacar. Kita cuma temenan, kok. Iya, temen tapi menyebalkan. Ngeselin dia mah."
"Awas loooh, nyebelin-nyenelin tar jadi ngangenin."
"Astagfirullah, Ibu." Aku mengelus dada beberapa kali. Untung itu ibuku.
Arsha dan Alif sibuk dengan ponselnya masing-masing. Bahkan, mereka seperti tidak menyadari kedatanganku. Motor mereka berdampingan dan aku lewat di tengah-tengahnya. Yasalammm, mereka beneran gak ngeh loh aku lewat.
Arsha berada di sisi arah menuju sekolah, makanya pas aku jalan harus melewati dia. Bukan Alif.
Wuidihh, kaya drama romance pokoknya. Dia cuek juga ternyata ngeh aku lewat. Makanya itu tangan penuh dosa meraih tanganku. Otomatis aku berhenti.
Kami menoleh secara bersamaan. Dia matap datar.
"Zahira. Ayo, aku udah kesiangan." Aku dan Arsha kini menoleh ke arah Alif.
"Dia bareng aku."
"Aku bareng Arsha."
Lahhh, kami kompak menjawab Alif. Alif terlihat tidak suka, apa lagi saat matanya melihat tangan kami masih bertautan.
Kesempatan! Aku sengaja malah menggenggam telapak tangan Arsha.
Alif mendengkus kesal sebelum dia memakai helm. Lalu menarik tuas gas dengan kencang saat melewati kami.
"Dia kenapa?"
Aku mengangkat kedua bahuku saat Arsha bertanya. Tidak mungkin juga aku berkata jujur pada Arsha. Takut dia marah pemirsa.
"Dia cemburu apa gimana? Santai aja bro! Aku gak suka sama cewek pendek, kok."
Aku memutar bola mata. Lagi-lagi dia bikin mood pagiku ambyar. Ngeselin banget! Untung bermanfaat. Hiyakkk!
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
kok Dy buat nyesek sih Thor ending ny😭😭😭 pd hal pengen lht keunyuk an Zahira n abqa setelah punya baby.
tp yada lah Thor semangat ya Thor dengan karya2 baru ny. 👍👍👍
kok g Happy ending...