NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Hira Arinta

Cinta Untuk Hira Arinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Duda / Militer / Tamat
Popularitas:241k
Nilai: 5
Nama Author: NatiaGeni

Hira Arinta perempuan memiliki banyak talenta yang diwarisi oleh ayahnya. Hidup Hira selalu di bawah kendali orang tuanya, keinginan terbesar orang tuanya yaitu menjadi dokter bedah. Namun, Hira mematahkan harapan keduanya dengan mengambil jurusan desain komunikasi visual.


Tidak ada cinta dan kasih sayang yang Hira dapatkan sejak kedua orang tuanya mengusir dari rumah dimana tempat selalu mendapatkan cinta.


"Aku membenci kata cinta yang meruntuhkan cita-cita ku."


Bintang Aditya Prawira pria berprofesi sebagai tentara berpangkat Kolonel, berstatus duda. Memiliki putri cantik bernama Kihana, Adit harus menjadi sosok ayah sekaligus ibu untuk Kihana. Cintanya tidak bisa terukur untuk sang putri, kehilangan sosok ibu tidak akan kehilangan juga sosok ayah, baginya Kihana prioritas utama.


Tuhan berkehendak lain, Adit dipertemukan dengan sosok Hira Arinta yang penuh misterius.


"Aku akan menumbuhkan dan memberikan cinta yang pernah hilang dalam hidupmu." Bintang Aditya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NatiaGeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Leave me alone

Hira memilih untuk bertemu Arga, penghuni panti sejak berumur dua Minggu. Arga merupakan anak hasil hubungan gelap kedua orang tuannya.

"Ga.. kamu apa kabar?" Hira menyapa anak berusia tujuh tahun itu.

"Alhamdulillah baik kakak.... sekarang aku udah bisa membaca dan berhitung...kemaren aku dapat nilai seratus loh." Ucapnya bahagia memperlihatkan hasil nilai ulang harian.

Dalam hati, Hira selalu bersyukur atas nikmat yang tuhan berikan kepadanya. Walaupun Bapak kandungnya membenci atas pilihan hidupnya, Hira masih memiliki orang tua lengkap dan kakak yang selalu memantaunya.

"Semoga kamu bisa mewujudkan impian kamu ya... ayo sekarang kita belajar untuk melukis...katanya ada tugas sekolah."

Arga menatap lama wajah Hira yang pucat pasi, kepekaan Arga terhadap orang lain sangat tinggi.

"Tugasnya di undur kakak....ibu gurunya cuti melahirkan... sekarang aku mau buatkan kakak tomat top mau?"

"Mau.... terimakasih ya Arga....Kakak paling senang kalau kesini kamu pasti ngasih hadiah selalu berbeda." Hira mengusap kepala Arga dengan sayang.

Arga masuk ke bagian dapur membuatkan Hira tomat top, baginya sudah sering membantu petugas dapur untuk memasak.

Tidak butuh lama, tomat top buatan Arga sudah siap, Hira memandang hasil karya anak ini sangat mengiurkan.

"Kamu berbakat juga ya....Kakak takjub dengan hasil buatan kamu ini....kakak minum ya." Hira mengambil gelas yang berada di napam yang dibawakan Arga.

"Aku suka membantu ibu Siti di dapur.....jika besar nanti...aku udah ahli memasak makanan jika hidup sendiri." Arga menatap tomat top yang sudah habis di minum oleh Hira.

"Terimakasih ya tomat top buatan kamu.... penglihatan kakak seperti bersinar kembali....nanti kalau kakak udah fit....kita jalan-jalan dengan yang lain ya."

Hira berpamitan kepada ibu pengurus panti dan anak-anak yang menghuni panti ini, sudah empat tahun Hira dan Ratna selalu mengunjungi panti Asuhan yang terletak pinggiran kota Surabaya.

Hira keluar dari gerbang panti untuk menunggu angkot yang melintas di depan panti ini, makanan dan uang yang berikan ibunya sebagian ditinggalkan di panti.

"Mau kemana kamu?" Tangan Hira di cekal seseorang, dirinya merasa ada yang mencekal langsung mengunci tangan itu, lalu membalikkan keadaan.

"Kau mau apa? mau nyoce*...ga tahu kau siapa aku....inang Batak...kau tahukan maksud aku." Hira menekan tangan pria itu ke belakang.

"Saya cuma tahu...ada pasien adik saya melarikan diri dalam masa perawatannya." Aditya membalikan keadaan, sekarang Hira yang berada dalam Kungkungan tubuh pak Tentara.

Hira membulatkan bola matanya, bagaimana bisa Tentara ini bisa mengetahui keberadaannya. Tadi sudah bisa bernafas lega lepas dari sosok Tentara ini, Hira yang tadinya langsung membayar biaya perawatan agar tidak menyusahkan pria dihadapannya ini.

"Kamu belum sembuh...nekad kabur....jika seandainya kamu pingsan di tempat yang sunyi gimana....bisa saja orang jahat memanfaatkan keadaan." Jelas Aditya panjang lebar, dia kehabisan kata-kata dengan jalan pikiran teman Sakura ini.

"Aku udah merasa baikan Om....lihat aku masih bisa berdiri...aku bukan perempuan lemah seperti yang Om pikirkan." Elak Hira, dia tidak menyukai orang-orang memandangnya lemah.

"Kamu keras kepala juga...sakit tidak." Aditya menekan bekas luka di dahi Hira.

"Mau Om apa sih....aku udah bilang ga butuh bantuan...aku tidak mau terlihat lemah." Teriak Hira sambil mengeluarkan air matanya, luka yang di tekan Aditya

"Kamu tahu mau saya apa?....kamu butuh seseorang untuk berbagi Arinta...Saya tahu kamu tertekan sekarang...itu penyebab asam lambung kamu kumat."

Hira kehabisan kata-kata, bagaimana orang ini tahu jika dia sekarang mengalami tekanan batin, Sakura saja sebagai temannya tidak tahu keadaannya sekarang. Pria ini menatapnya lama, panggilan pria ini untuknya sangat berbeda "Arinta."

"Sekarang ikut saya.... kondisi kamu belum fit udah keluyuran." Aditya menarik tangan Hira ke arah mobilnya.

Hira duduk diam menahan sakit di kepalanya juga di hatinya, Pria ini seperti ingin mengacaukan sistem kehidupan yang selama ini aman sentosa.

Aditya mengemudikan mobilnya menuju taman kota, dia perlu membuka pikiran perempuan ini, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Namun, Hira menutup akses semua itu menganggap semua masalah bisa ia hadapi sendiri.

"Maaf sebelumnya saya melihat pesan dari ponsel kamu....ayah kamu tidak akan datang di acara wisuda kamu kan? pasti ini yang menjadi beban pikiran kamu." Aditya membuka suara setelah menghentikan mobilnya dekat taman kota itu.

"Aku telah mematahkan keinginannya bapak dan Mamak aku..ini sudah menjadi pilihan aku....Hira Arinta Siregar hanya tidak ingin merepotkan orang lain...orang yang menatapku iba seperti dosa bagiku."

"Arinta....kamu hanya takut untuk menceritakan masalah kamu....buktikan kepada kedua orang tua kamu...jika pilihan kamu bisa membanggakan mereka."

"Buktikan dengan cara apa? Aku sudah pernah mencobanya...bagi bapak aku...Hira harus menjadi dokter bedah untuk membanggakan marga Siregar dalam kaumnya." Hira sudah lelah dengan berbagai macam penolakan ayahnya dengan pilihan hidupnya.

Aditya tidak bisa membalaskan ucapan Hira, ternyata ayahnya memiliki power yang kuat dalam keluarga Hira.

"Om udah dengar penjelasan aku kan? Aku mau pulang." Hira membuka ketuk pintu namun langsung terkunci.

"Kamu masih masa perawatan...asam lambung kamu bisa saja kambuh jika tidak di obati." Aditya tetap kekeh, Hira harus kembali di rawat.

"Aku bisa merawat tubuhku....tanpa perlu bantuan orang lain...Om tolong buka pintunya....aku berharap cukup satu hari ini saja aku bertemu dengan Om." Hira butuh waktu sendiri, masalah yang dihadapi tidak bisa dimengerti orang lain.

Akhirnya Aditya membukakan pintu bagian Hira, sepertinya perempuan ini butuh waktu sendiri. Dia tidak bisa memaksa Hira agar kembali ke Klinik.

"Terima kasih atas bantuannya hari ini Om...Aku bisa kok jaga diri." Hira meninggalkan Aditya yang terpaku melihat kepergiannya.

Hira berjalan ke arah kos yang tidak jauh, matanya mengeluarkan air mata tanpa di undang. Dia harus menjadi wanita yang kuat, dia akan membuktikan jika dia pasti bisa membanggakan orang tuanya.

Aditya memutar perseneling mobilnya menuju arah rumah Medina, sore ini akan menjadi sejarah dia mendengar kata penolakan dari perempuan yang membuatnya penasaran.

"Gimana Mas ketemu dengan si Butet?" Medina menghampiri kakaknya yang membuka pintu rumahnya.

Aditya menggeleng sebagai jawabannya, dia tindak ingin Medina mengetahui jika Hira tidak ingin bertemu dengannya lagi.

"Abang Andro aku ga mau dijodohkan dengan teman kamu itu....aku lihat dia aja udah seperti bapak beranak tiga." Aditya mendengar percakapan Sakura dengan Andromeda.

"Arin...dia baik kok...kamu kenal dulu dengan si Bara....Papi juga setuju dengan teman Abang ini."

"Aku ga mau Abang...aku mau fokus program S2 ....Papi aku bolehkan melanjutkan pendidikan ke Amerika...jangan khawatir...Si Butet juga ikut...dia ditawari S2 dan bekerja Disney." Suara Sakura yang nyaring mengejutkan Aditya yang sedang berjalan dengan Medina.

"Eh...ada Aditya...Ini si Bunga Sakura mau dijodohkan malah nolak...kalau kamu dengan Aditya mau?" Hanif tersadar ada Aditya dengan Medina mendengar percakapan anak dan orang tua itu.

"Mas Adit ga naksir aku....dia naksir sama Hira....Gimana Mas Si Butet mau ga?" Aditya menyesal datang ke rumah adiknya jika bertemu si Sakura memiliki mulut ember.

1
Muliati Muliati
Kecewa
Muliati Muliati
Buruk
Ersa
novelnya keren
Nirwana Wulandari
Kecewa
Maya Puspita
Alhamdulillah,bangus banget Thor ceritanya,ditunggu karya selanjutnya
Maya Puspita
suka Thor ceritanya
🍀 chichi illa 🍒
amiin semoga cpt unboxing ya papa Adit sama bunda hira
🍀 chichi illa 🍒
bang Adit selalu jaga Hira nya
🍀 chichi illa 🍒
kejam nya
BPK nya
🍀 chichi illa 🍒
wah wah wah ... jeng jeng jeng
🍀 chichi illa 🍒
Andro sama Avin satu server ...🤣🤣🤣
🍀 chichi illa 🍒
kado dari sakura out of the box ... 🤣🤣
🍀 chichi illa 🍒
bang Adit mental nya harus sekuat baja
🍀 chichi illa 🍒
bapak nya keterlaluan ...😔😔😔
🍀 chichi illa 🍒
aku Lo malah seneng panggilan Abang ....🥰🥰
🍀 chichi illa 🍒
netes air mata ku ... tertekan banget si hira
🍀 chichi illa 🍒
semangat kihana ...dekatkan papa mu dan arinta
🍀 chichi illa 🍒
ayo kakak2 di komen karya ini ... bagus Lo karya nya ... semangat berkarya kkak
🍀 chichi illa 🍒
bagus karya kakak ... seneng sama karakter Hira mandiri
🍀 chichi illa 🍒
semangat kakak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!