seorang gadis dari kampung yang lugu bernama Niken putri, dia selalu mendapat perlakuan yang kejam dari teman-teman nya.
tetapi setelah berapa tahun, Orang-orang yang merundungnya kaget setelah melihat perubahan yang ada dalam gadis itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yumi wie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
satu hari sebelum kematian
seorang wanita dengan lutut yang gemetar dia memohon kepada seorang pria di hadapannya, beberapa pria lainnya mengawasinya, di sebuah gudang penyimpanan barang-barang milik sebuah keluarga kaya di kota tersebut, dia memohon untuk tidak menyakiti Anak-Nya, di tangannya dia menggenggam sebuah map berisi surat-surat penting.
"aku mohon jangan sakiti anakku" ucapnya penuh permohonan.
"ingat lah satu hal suami mu telah berhutang kepadaku" jika bukan kebaikan ku saat ini kalian sudah menjadi gembel"! jawab pria yang sedang duduk di kursi di hadapan wanita tersebut. yang tidak lain wanita itu adalah ibu-Nya Niken. dan pria di hadapannya adalah Andrian Anderson.
"ku mohon ambilah surat rumah ini" dan biarkan anak ku pergi"! ucap ibunya Niken smabil memeberikan sebuah map warna kuning ke hadapan pria tersebut.
"baiklah kalo itu keinginan mu"! pria itu tersenyum dengan licik sambil meraih sebuah map yang di sodorkan ibu-Nya Niken.
"tapi bagai mana dengan bunganya"! tanyanya lagi. membuat ibu-Nya Niken prustasi, karena dia tau utang suaminya tidak sebesar harga rumah yang dia berikan, tetapi karena kesalahan suaminya yang tidak di sengaja membuat keluarganya berhutang.
tapi begitulah pria itu mencari keuntungan dengan memanfaatkan kelemahan seseorang.
"berapa bunganya" tanya ibu nya Niken dengan berharap uang simpanan suaminya dapat melunasinya.
hahahahah"! pria itu malah tertawa kencang.
"berikan putrimu kepadaku untuk satu malam, jika kau tidak mau nyawamu yang bisa melunasinya"! ucap pria tersebut seperti malah mempermainkan nya sekarang.
"baiklah jika itu mau mu jangan kau ganggu anak ku" ucap ibu-Nya Niken yang tentu saja dia tidak merelakan putri kandung satu-satunya di lecehkan oleh pria di hadapannya.
"sudah ku bilang" serahkan saja putrimu"! jika tidak mati saja kau"! ucapnya sambil beranjak meninggalkan wanita yang tidak berdaya itu sendirian.
pria tersebut memanggil salah satu anak buahnya, hei kamu" datanglah besok siang untuk memastikan anak gadisnya di rias dengan pantas dan bawa dia kepadaku" bisiknya.
"tapi tuan" jawab pria yang merupakan anak buahnya itu.
"jangan berani bantah kamu"! teriaknya membuat anak buahnya itu tertunduk dengan tidak percaya, selain mengiyakan kemaun tuannya itu. " baik tuan"! jawabnya.
Anderson tidak banyak basa basi dia keluar dari gudang tersebut sambil tersenyum sinis di ikuti anak buahnya yang lain dari belakang, sedangkan pria tadi hanya berdiri menatap ibu-Nya niken yang tersungkur tidak berdaya.
"Nyonya bangunlah, cepat pergi dan bawa anak mu keluar dari kota ini. " bisiknya sambil memegang tangan ibu-Nya Niken.
"sekarang kamu puas teman mu sudah mati dan sekarang istri dan anak teman mu akan menjadi korban keserakahan tuanmu." jawab ibu-Nya Niken kepada pria tadi.
sepertinya ibu-Nya Niken kenal betul dengan pria di hadapannya.
"kumohon Nyonya pergilah sebelum terlambat "! jawab pria itu yang ingin menyelamatkan ibu-Nya Niken dan putri nya.
"tidak! aku tidak akan pergi kemanapun" jawab ibu-Nya Niken.
aku tidak mungkin juga mengorbankan anak ku dan masa depannya" besok hari kelulusannya" jawabnya, air mata nya terus berjatuhan.
"Jordan jika aku mati besok aku mohon selamatkan anak ku dari pria itu"! berjanjilah kepadaku demi persahabatan mu dengan suamiku! " ibu-Nya Niken memohon sekarang kepada pria di hadapannya untuk melindungi Anak-Nya.
"Ningrum ku mohon pergilah dari kota ini dan mulailah kehidupan baru dengan putri mu"! jawab pria itu dengan memegang kedua bahu Ningrum dan mengguncangkan nya agar ibu-Nya Niken tersadar dari kenyataan.
"tidak"! aku tidak akan meninggalkan kenanganku bersama suamiku"! jadi aku mohon jagalah anak ku. berjanjilah Jordan "!
Ningrum tetap keras kepala dia merasa sudah putus asa sekarang ini.
"ba-aaiklah aku berjanji dengan nyawaku"! jawab Jordan.
Ningrum pun meninggalkan pria tadi yang berteriak prustasi dengan sikap Ningrum.
tapi Ningrum tidak menggubrisnya dia tetap berjalan keluar dari gedung tersebut, langkahnya lunglai air matanya terus berjatuhan, teringat olehnya tatkala suaminya pulang ke rumah dengan ketakutan dan bercerita bahwa dia telah melihat Anderson atas pembunuhan yang Anderson lakukan kepada kliennya yang tidak mau membayar bunga atas hutangnya.
bersambung..
semoga karya2 yg lain lebih oke y🥰
novak dan ken selamat walopun luka