Bercerita tentang Seorang pria dingin yang bernama Erlando Santiago dan gadis kaya raya bernama Callista Maureen Carl.
Er adalah pengusaha muda yang sangat sukses. Diusianya yang muda dia sudah menjadi miliarder muda.
Cal seorang putri tunggal dari pengusaha kaya raya dibidang real estate. Cal magang di perusahaan Er untuk menyelesaikan skripsi kuliahnya. Hidupnya yang glamour dan penuh kemewahan serta suka berpesta membuat Er memandanganya sebelah mata.
Er tidak tahu bahwa dibalik hidup Cal yang telihat sempurna, ternyata Cal memiliki masa lalu yang membuatnya memiliki jiwa yang tidak sehat.
ig author @zarin.violetta
(Proses revisi puebi dll)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#7
Tak terasa sudah seminggu Cal menjalani magang di perusahaan Er. Selama seminggu Cal hanya bertemu sebanyak 3 kali saja dengan Er. itu membuatnya kesal.
Jika tidak ada dikantor. Cal akan ditemani oleh beberapa orang staf wanita. Dan Cal meminta bantuan pada mereka untuk pengumpulan data tesisnya.
Cukup dengan waktu seminggu saja, Cal sudah mendapatkan data yang dibutuhkan untuk tugas akhirnya. Hanya saja Cal belum ingin keluar dari perusahaan ini.
"Ayo waktunya makan siang..kita makan siang diluar", ajak Cal pada 3 orang staf wanita yang bekerja dengannya.
Dan merekapun menuruti ajakan Cal. Mereka makan di restoran mahal yang terketak di seberang perusahaan. Kali ini bodyguard Cal ikut serta menjaga Cal karena berada diluar perusahaan.
"Abaikan mereka..makanlah..pesan apa saja yang kalian inginkan", perintah Cal yang melihat teman kerjanya nerasa takut dengan keberadaan bodyguard Cal.
"Nona Calista..apa aku boleh memesan makanan ini?", tanya Sheila.
"Sudah kubilang pesanlah apa yang kalian inginkan", ucap Cal dengan senyumnya.
"Terima kasih nona", ucap Sheila dan yang lainnya.
"Jangan panggil aku nona..sudah kubilang panggil aku Cal saja..ok?!", kata Cal.
Mereka saling bertatapan dan akhirnya mengangguk.
Cal sangat disukai oleh para pegawai yang bekerja dengannya. Meskipun terlihat sombong dan angkuh, tetapi sebenarnya Cal adalah wanita yang sangat baik.
Setelah makan siang, Cal kembali ke kantor dan melihat Er di ruangannnya.
"Apa ada meeting hari ini?", tanya Cal.
"Hmm", jawab Er singkat.
Cal sudah terbiasa dengan jawaban singkat bosnya.
"Siapkan fotokopi dokumen yang akan digunakan untuk meeting hari ini...dan bawa ke ruang meeting", perintah Er pada Cal.
"Baik Tuan", jawab Cal malas.
Cal mengambil fotokopi dokumen yang ada di meja sekretaris dan membawanya ke ruang meeting.
Setelah semua berkumpul di ruang meeting, Cal membagikan fotokopi dokumen tadi.
"Kau duduk disini..catat apa saja poin penting dari meeting hari ini", perintah Er tanpa melihat wajah Cal.
"Baik Tuan", jawab Cal lalu duduk disebelah Er.
Para pegawai yang mengikuti meeting berjumlah sekitar 10 orang. Mereka tampak mencuri pandang ke arah Cal. Beberapa staf wanita terlihat tidak senang dengan kehadiran Cal disamoing bosnya.
Di pertengahan meeting, ada seorang Office boy yang membawa kopi untuk para staf yang mengikuti meeting.
"Aawww..apa yang kau lakukan..ini panas sekali!", teriak salah satu staf wanita ketika kopi yang di suguhkan oleh OB tumpah dan mengenai bajunya.
"Ma maaf nyonya", ucap OB dengan wajah ketakutan.
Wanita itu adalah seorang manager keuangan. Wajahnya terlihat marah dan malu dengan apa yang terjadi barusan. Bajunya tampak basah.
Cal hanya melihatnya saja. Er menyuruh pegawai itu keluar dan mengganti bajunya.
Lalu Cal pamit ke toilet. Di lorong kantor dia melihat manager tadi memarahi dan menampar OB yang menumpahkan kopi padanya.
Cal menghampirinya dan menatapnya sinis.
"Ada apa ini?kau membuat keributan disini", ucap Cal.
"Tidak usah ikut campur nona..ini bukan urusanmu", jawab sang manager.
"Pergilah..tugasmu lebih penting daripada mendengar omelannya", kata Cal pada OB tersebut.
"Kau..kau hanya perempuan bodoh yang bisa masuk kemari karena koneksi orang tuamu nona...kau tidak pantas ada di perusahaan ini", tantang wanita itu.
"Waah..kau berani juga ya", kata Cak santai.
"Kau mau mengadu pada Tuan Er? Tuan Er tidak segampang itu memecat karyawannya..apalagi aku adalah pegawai yang sangat kompeten", wanita itu menyombong.
Cal mendekatinya dan mencekik leher wanita itu.