NovelToon NovelToon
Twins Revenge War

Twins Revenge War

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Supernatural / Balas Dendam / Anak Genius / Tamat
Popularitas:511k
Nilai: 5
Nama Author: Nagi Sanzenin

Kaoru menghabiskan malam panas dengan CEO Organisasi tempat Sang Kakak menjualnya. Tanpa diduga peristiwa di malam tersebut memberikan Kaoru anak kembar yang sangat genius.

Sakaki Akira, CEO dingin dengan tatapan mata rajawali. Pria tampan yang menguasai alam semesta, menundukkan siapa saja yang berani menatapnya, menyibak habis semua status dan menjadikan mereka rakyat jelata.

Terjadi kesalahpahaman tentang peristiwa 8 tahun lalu diantara Si Kembar dan Sang Ayah...

Si kembar akan membalas dendam Kaoru. Hancurkan Organisasi Sakaki Akira, beri hukuman terberat pada Sang Kakak yang berani menjual ibu mereka.

Perang yang sebenarnya menanti, kita hidup dalam different world, tak ada yang tak mungkin dalam dunia Paralel. Petualangan balas dendam Twins menjadi kunci penghubung antar dunia.

Dimulailah perjalanan mereka melakukan pembalasan dan mencari kebenaran...


Novel ini adalah karya pertama dan masih dalam tahap pengembangan.

Genre: Action, Adventure, Comedy, Drama, Fantasy, Romance, School, Slice of Life, Thriller, Supernatural, Super power.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nagi Sanzenin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Pertemuan Sang Ayah Dengan Si Kembar

Rei dan Rin di bawa menggunakan helikopter yang datang beberapa saat setelah Rei dan Rin di ikat. Mereka dibawa paksa menaiki helikopter itu.

Beberapa saat kemudian tibalah mereka pada sebuah gedung bertingkat 51 lantai. Di halaman gedung ada tanda pendaratan helikopter... Banyak sekali mobil dan helikopter yang terparkir disana. Gedung itu sangat luas dan kelihatan begitu megah, rasanya mereka ada di benua lain...

Gedung itu bewarna putih dengan banyak sekali jendela pada setiap lantai. Rei dan Rin di angkut masuk ke dalam gedung putih itu. Di dalam gedung itu berkeliaran puluhan pelayan dan orang berjas hitam, lorongnya sangat bersih dan rapi. Tampaknya tak ada debu sedikitpun di sana, inilah markas besar CEO Organisasi misteri sedunia, Sakaki Akira.

"Kami berhasil menangkap mereka Tuan."

Seorang pria berjas hitam berlutut dengan menekuk satu kaki kirinya dan memberi hormat pada Presdir Akira yang duduk di belakang sebuah meja di tengah ruangan itu. Anak buahnya yang lain menurunkan Rei dan Rin lalu ikut memberi hormat. Lakban dari mulut Rei dan Rin sudah di lepas ketika mereka masuk ke dalam gedung... Dan kami sadar kalau tak ada yang bisa menolong, jadi tak perlu buang tenaga untuk berteriak.

"Bagus sekali." Presdir Akira menyatukan jari-jari di depan wajahnya, tatapan tajam mata rajawali-nya begitu dingin.

"Terima kasih, kalian boleh pergi." Ujar Presdir Akira dengan datar.

"Siap!" Para pria berjas hitam itu pergi dari ruangan Presdir Akira, menyisakan Rei dan Rin yang masih dalam keadaan terikat.

"Nah, anak kecil suka bermain yang berbahaya. Setelah diselidiki, bahkan kalian masih 7 tahun... Ini rekor dunia." Presdir Akira memuji Rei dan Rin dengan nada dingin, mata merahnya yang tajam bagai rajawali menyibak habis Rei dan Rin dengan aura pembunuh.

"Hei... Kamu yang laki-laki, kau sangat tampan... Bahkan bisa di bilang mirip denganku. Kau mungkin salah satu kerabat-ku...? Atau mungkin anak dari saudara-saudaraku?" Presdir Akira mendekati Rei dan berjongkok di dekatnya.

"Kenapa diam saja? Kau takut padaku?" Suara Presdir Akira semakin dingin, matanya menatap makin kejam.

"Menjijikkan! Kubunuh kau!" Rei yang dari tadi menahan jengkel akhirnya buka mulut. Ini ayahnya? Aku tak ingat pernah punya ayah seperti ini!

"Berani sekali... Kau mau jawab pertanyaan pertamaku, siapa kau? Berani sekali menghancurkan Organisasi-ku satu per satu dan bahkan kalian tidak tertangkap, aku memberikan nilai A+ untuk kalian, luar biasa." Presdir Akira memuji dengan nada menghina, semakin dingin dan dingin. Rasanya mati rasa berada di dekatnya.

Rei tetap bungkam... Dia tidak mau mengakui bahwa Presdir Akira adalah ayahnya. Bisa-bisanya dia menelantarkan kami selama 7 tahun.

"Aku penguasa dunia, sebuah planet dapat hancur hanya dengan jentikan jariku... Apa kau tidak takut aku akan membunuhmu? Kalian orang pertama yang berani tak menjawab pertanyaanku." Presdir Akira berkata sambil mengerutkan alis, Rei tetap tidak mau angkat bicara. Siapa yang takut dengan ancaman kacang-kacangan seperti ini...

"Kalau kau tidak mau menjawab, bagaimana kalau aku melukai adikmu ini agar kau mau bicara?" Presdir Akira berdiri dan berjongkok di depan Rin.

"Adikmu perempuan... Kembar fraternal rupanya." Presdir Akira mengangkat dagu Rin dengan tangannya, "Topeng mainan yang bagus, barang yang sangat menarik, ayo lepaskan..."

Presdir Akira meletakkan tangannya di topeng elang Rin. Rin geram ingin menggigitnya. Orang dingin ini ayahnya? Lebih baik dia cepat-cepat mati! Andaikan aku tidak di ikat, sudah kuhajar dengan karate.

"Jangan sentuh dia!! Menjauh darinya!" Rei membentak dengan galak, darah dari kepalanya mengalir cukup deras.

"Makanya jawab pertanyaanku." Presdir Akira menurunkan tangannya dari topeng elang Rin dan kembali menatap Rei, "Ayo katakan." Presdir Akira memberikan tatapan menghina.

"Kau bodoh hah?! Muka kita bagai pinang di belah dua! Kami anakmu! Anakmu!! Orang bodoh mana yang tidak kenal anak sendiri?! Menjijikan!" Rei berteriak pada Presdir Akira.

"Ohh ayolah, kau tidak boleh membohongi-ku, aku tidak pernah punya anak." Presdir Akira menjawab dengan kalem, "Ayo katakan yang sebenarnya... Kalian ini anak siapa?"

"Kubilang kami anakmu bodoh!! Kau... Kau melakukannya dengan ibuku! Dan sama sekali tidak bertanggung jawab!!" Rei kehabisan kesabaran, dia memberontak ingin melepaskan diri dari tali yang mengikatnya, tegangan listrik tekanan tinggi keluar dari jubahnya karena dia memberontak.

"Bagus, cerita yang bagus sekali. Kau boleh menjadi penulis novel. Jangan coba-coba memanas-manasi-ku, tuduhan yang sama sekali tak berdasar... Listrik...? Mainan apa lagi ini." Suara Presdir Akira sedingin es, dia lalu kembali menatap Rin.

"Ku-peringatkan sekali lagi, aku bisa menghabisi seluruh keluarga kalian tanpa tersisa satu keturunan pun di dunia ini. Aku akan benar-benar melukai anak ini kalau kau tidak mau jujur." Presdir Akira sudah memegang topeng elang Rin lagi.

"Brengsek! Mati kau!" Rin menendang Presdir Akira dengan kakinya, baru pertama kali Rin membentak orang lain, biasanya dia tenang dan kalem... Mungkin meniru sifat Presdir Akira.

"Ohh, baiklah... Siapa ibumu? Siapa tahu aku kenal." Presdir bertanya pada Rin, berhasil menghindari serangan Rin dengan sangat mudah.

"Untuk apa kuberitahu padamu?! Cepat lepaskan!" Rin menjawab dengan berang.

Presdir Akira tak bersabar lagi, dia menarik lepas topeng elang yang dipakai Rin. Tampaklah seorang anak perempuan berambut hitam dan bermata biru cerah... Sangat persis dengan Kaoru.

Presdir Akira menatap Rin sejenak, Rin memberikan tatapan tajam bagai rajawali yang persis sama dengannya...

"Tunggu... Aku ingat wajah ini. Dia yang 8 tahun lalu, seorang gadis berumur 20 tahun yang di jual kakaknya dengan harga 3 milyar... Dia menghilang pada malam di bawanya dia ke dalam Organisasi... Dan aku merasa familiar dengan wajah ini..." Presdir Akira berpikir di dalam hati.

"Wajahmu terlihat sangat familiar... Jadi kalian sedang balas dendam pada Organisasi yang membeli ibumu? Kurasa ini dendam membabi buta, aku tak tahu siapa orang tua kalian, tapi jangan coba-coba merusak Organisasi-ku." Ujar Presdir Akira sambil melempar topeng elang Rin di lantai ruangan itu.

"Brengsek! Beraninya kau!" Seru Rei sambil menggerak-gerakkan tangannya, dia mencoba memutus tali yang mengikatnya itu. Cukup banyak darah yang mengalir ke jubahnya.

"Kubilang... Kami... Adalah... Anakmu!" Rin mendesis sambil memberikan penekanan pada setiap kata yang diucapkannya.

"Aku tidak pernah melakukan hubungan apapun dengannya, Bertemu langsung pun belum." Presdir Akira menjawab santai sambil melambaikan tangannya, "Berikan bukti yang lebih memuaskan, ini sama sekali tak dapat dipercaya."

"Dengan bukti sebanyak ini kau masih belum percaya?! Brengsek! Kau melakukannya! Pokoknya kau melakukannya! Menyiksa ibuku 8 tahun lalu itu!"

Rei merontah lebih keras, nampaknya berniat sekali ingin memukul Presdir Akira. Gelombang listrik tegangan tinggi tersebar di sekeliling Rei, darah dari kepalanya semakin banyak tumpah membasahi jubahnya.

"Baiklah, mari kita buktikan." Presdir Akira berjalan ke arah mejanya dan mengambil sebuah gunting.

Crash! Ia menggunting rambut Rei dan Rin beberapa inci...

"Kita lakukan tes DNA, kalau kalian bukan anakku, maka bersiaplah untuk di bunuh." Ujar Presdir Akira sambil memasukkan rambut Rei dan Rin kedalam sebuah kantong bening seukuran korek api.

"Kepalamu berdarah, sebaiknya kau tidak mati sebelum kebenaran terungkap. Mau obat?" Tanya Presdir Akira dengan nada dingin menghina.

"Aku tak butuh belas kasihan dari seorang bajingan! Lepaskan kami sekarang juga!" Ujar Rei dengan tatapan marah, sedikit banyak dia sama persis dengan Presdir Akira.

"Kau harus berusaha sendiri untuk lepas dari sini." Ujar Presdir Akira dengan datar.

"Sialan! Sampah masyarakat! Tidak tahu malu! Beraninya hanya pada anak kecil!" Rei berteriak-teriak memaki Presdir Akira.

"Berisik sekali... Penguasa dunia akan menghancurkan apa saja yang menggangu jalannya. Bagi kami, kalian adalah musuh, cobalah tenang sedikit... Terpaksa harus kugunakan ini." Presdir Akira mengambil jarum suntik dari atas meja di ruangan itu.

"Apa?!" Rei berusaha menghindar suntikan yang di suntikkan Presdir Akira, tapi terlambat. Suntikan itu menancap mulus di tangan kanan Rei.

"Tidurlah yang tenang." Ujar Presdir Akira, Rei jatuh kelantai ruangan itu, sepertinya suntikan itu berisi obat bius.

"Nah, anak manis. Karena kakakmu sudah tertidur, bisakah kau bercerita sedikit tentang orang tuamu dan peristiwa yang kalian sebut-sebut itu? Aku akan mengobati-nya kalau kau mau bercerita."

Ujar Presdir Akira sambil menunjuk Rei yang berdarah. Rin mengerutkan keningnya, orang ini sangat mengerti cara mengendalikan situasi...

"Ayolah, kau tak punya pilihan lain. Dia akan mati kalau di biarkan lebih lama." Presdir Akira berjongkok di depan Rei.

"Baiklah..." Kata Rin dengan sangat terpaksa. "Kau tak boleh berbuat apa-apa padanya dan seluruh keluarga kami bila kuberi tahu."

"Sangat cerdas, baiklah, setidaknya sampai hasil tes DNA keluar dari rumah sakit." Presdir Akira mengangkat Rei dan membawanya ke sebuah kamar bintang lima gedung itu dan membaringkannya di atas kasur, dia memanggilkan seorang dokter untuk mengobati Rei.

Rin menceritakan apa saja yang dia tahu dan ingin di dengar Presdir Akira, semua kebenaran sudah disampaikan... Setidaknya Presdir Akira cukup percaya dengan apa yang di katakan Rin.

"Baiklah, biar ku percaya cerita anak ini, mari kita ungkap kebenarannya." Pikir Presdir Akira dalam hati.

Beberapa jam kemudian Rei sudah siuman. Dia langsung bangun berdiri ingin keluar dari kamar itu.

"Rei tunggu!" Rin menahan Rei yang akan membuka pintu.

"Rin, kau baik-baik saja? Kemana orang jahat itu? Ayo pergi, tinggalkan tempat ini." Rei menarik tangan Rin, mengajaknya keluar.

"Apa yang kau salah pahamkan Rei...?" Presdir Akira menahan bahu Rei dengan tangannya, tiba-tiba muncul dari belakang.

"Jangan sentuh aku! Jangan panggil-panggil namaku juga!" Rei menepis tangan ayahnya, "Kau tanya aku salah paham dimana? Semuanya! Dimataku semua yang kau lakukan salah!" Rei menjawab dengan galak.

"Bagian mana yang menurutmu salah? Aku melakukan tindakan yang benar." Presdir akira menyisir rambutnya dengan jari.

"Sombong sekali, kalau begitu coba jelaskan tentang Organisasi database-mu itu!" Rei menatap tajam Presdir Akira dengan mata merah bagai rajawali yang sama persis dengannya.

"Organisasi database...? Ohh... Tidakkah kau melihat banyaknya data-data penjahat di disket yang kalian copy? Kami Organisasi rahasia mengumpulkan data penjahat untuk penangkapan, bisa dibilang mirip agen FBI. Kami tidak pernah membocorkan data apapun ke publik. Privasi mereka selalu terjaga, dan mereka ditangkap dengan cara baik-baik. Yah... Setidaknya sampai kalian menghancurkan tempat itu beberapa hari yang lalu." Presdir Akira menjelaskan, balas menatap tajam Rei.

"Kalau begitu jelaskan tentang toko pet shop itu! Bukankah itu pengembangan kloning hewan dan perkawinan silang ilegal?!" Rei menatap lebih tajam lagi.

"Pengembangan kloning hewan dan perkawinan silang ilegal...? Kami tidak melakukan itu, Itu adalah tempat dikumpulkannya hewan-hewan kloning dan kawin silangkan secara ilegal dari seluruh dunia... Untuk melindungi dan mengamankan mereka dari penyalahgunaan." Jawab Presdir Akira.

"Hewan itu bisa dijadikan alat perang dan dijual mahal oleh pembuatnya. Keberadaan mereka tidak diketahui sampai kalian menghancurkan toko pet shop itu. Kami mengikat janji dengan pembuat kloning hewan itu bahwa kami tidak akan melapor polisi atau menjebloskan mereka ke penjara, cukup menyimpan hewannya saja dan menghentikan aksi mereka. Tapi berkat kalian sekarang mereka berhasil diringkus pihak kepolisian." Lanjut Presdir Akira dengan santai, seperti sedang membicarakan sarapan yang dimakan pagi tadi.

"Baik! Baik! Sekarang bagaimana kau menjelaskan tentang toko baju itu?! Itu baju perang kan?!" Seru Rei dengan jengkel, semua yang dikatakannya berhasil di bantah.

"Semua tuduhanmu itu tak berdasar... Itu bukan baju perang, tapi baju selam besi untuk menyelam di kedalaman laut tanpa khawatir akan tekanan hidrostatis-nya... Sama sekali tidak dipakai untuk berperang dan tidak diperjual-belikan kepada umum." Kata Presdir Akira sambil terus menghela nafas, malas menceritakan.

"Setiap negara berhak mendapatkan setidaknya 5 baju itu untuk meneliti keadaan lautnya. Dan waktu itu Rin bilang kepada menejer bahwa jumlah baju selam yang tersedia belum cukup untuk menghancurkan satu benteng besi China... Jelas itu salah dan tidak nyambung, langsung membuat curiga menejer toko karena baju itu bukan dipakai untuk berperang.."

"BOHONG!!" Rei berteriak memotong kalimat Presdir Akira.

To be continued...

1
mellamello
gantung🥺
Kita_Yama
kalo adik lu dijual, siapa yang bakal nafkahin ente
Kita_Yama
Tiba-tiba keinget lagu LaoNeis
Kita_Yama
jangan bilang situ kalo dah nikah istrinya yang disuruh kerja
Gissa_Chieko
bagus
@Ay_k02
👍👍👍👍👍👍👍👍
Tara
Pengen dech punya anak jenis seperti ini.. Uhuy🤭😉🌹😱🥰🙏
Tara
Untung cuman 1 nyawa. Anyway, turut berduka cita. Sore sore gini enaknya ngopi Cantiq.. Here gift 4 ur kak.. Semangat🎁👍🥰🤭😱🙏💐🌹💕
Tara
Ingat jurit malam waktu itu ada ploncoan😅😱🤭
Tara
Ya lah.. Sing lish dipake.. Ini yg bloon siapa. Bujug bune😤
Gubrak!
Tara
Hadeuh.. Pusying aku Baca ini.. Huibat idenya.. Tapi bisa bisa kutintut guru nya Buat soal ancur Kaya gitu.. Hadeuh.. Gilingan😤😱🙈🤭😉😡🥺🤯
Tara
Gila. Soal apaan tuch.. Yg Buat soal lagi mabuk yach.. Ada Ada aja.. Hadeuh🙈😱😤🤭😉🤔🤯
Tara
Katanya Sultan. Kalo aku mah uda Buat gelang atau kalung dengan GPS didalamnya.. With money u can make it all.. 🤔🙈🤗😉👌
Tara
Betul.. Hajar Bozz...
Tara
Keren
Tara
Wah jadi selebriti terkenal dach🤭😱😉
kak, itu cover nya Soraru sama Mafu ya?
Aisyah Suyuti
seru juga
(◕ᴗ◕✿) CH
Ayo, kapan diupdate?
(◕ᴗ◕✿) CH
Ehem, apaan tuh? Aku aku benci dengan pikiranku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!